Pencak Silat : Pengertian, Sejarah, Ciri, Tujuan, Teknik, dan Tingkatannya

Pencak Silat : Pengertian, Sejarah, Ciri, Tujuan, Teknik, dan Tingkatannya – Adakah yang belum tahu apa itu Pencak Silat ?Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas tentang Pencak Silat dan hal-hal lain yang melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Pencak Silat : Pengertian, Sejarah, Ciri, Tujuan, Teknik, dan Tingkatannya


Pencak silat atau yang biasa disingkat sebagai silat ini merupakan salah satu seni olahraga yang berasal dari Asia Tenggara tepatnya berasal dari negara Indonesia, Brunei Darusaalam, Singapura, Filipina, Thailand.

Kata “silat” sendiri merupakan istilah yang terkenal secara luas di kawasan Asia Tenggara untuk menyebut seni bela diri ini.Meski demikian, masing-masing negara juga mempunyai sebutannya sendiri sesuai dengan bahasa lokal mereka seperti gayong dan cekak (Malaysia dan Singapura), bersilat (Thailand), dan pasilat (Filipina).

Pencak silat berasal dari dua kata, yakni pencak dan silat. Pengertian pencak ialah gerak dasar bela diri dan terikat dengan peraturan.Sedangkan silat berarti gerak beladiri sempurna yang bersumber dari kerohanian.

Dalam perkembangannya, silat ini lebih mengutamakan unsur seni dalam penampilan keindahan gerakan, sementara itu silat ialah inti dari ajaran bela diri dalam pertarungan.

Pengurus Besar IPSI menyebutkan pengertian pencak silat sebagai:

“Pencak silat ialah hasil budaya manusia di Indonesia untuk membela, lalu mempertahankan eksistensi (kemandiriannya) serta integritasnya (manunggal) untuk lingkungan hidup sekitarnya guna mencapai keselarasan hidup dalam meningkatkan iman & taqwa terhadap Tuhan YME”.

Sementara itu, berdasarkan KBBI, menyebutkan bahwa pengertian pencak silat yaitu sebagai permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan keahlian menangkis, menyerang serta membela diri menggunakan ataupun tanpa senjata.

Beberapa istilah resmi yang berkaitan dengan silat dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya yaitu:

  • Di provinsi Sumatera Barat terdapat istilah Silek & Gayuang.
  • Pesisir timur provinsi Sumatra Barat serta Malaysia terdapat istilah Bersilat.
  • Di Jawa Barat terdapatistilah Maempok serta Penca.
  • Di Jawa Tengah, Yogyakarta, provinsi Jawa Timur terdapat istilah Pencak.
  • Di Madura dengan Pulau Bawean terdapat istilah Mancak.
  • Di Bali terdapat istilah Mancak ataupun Encak.
  • Di NTB dan Dompu terdapat istilah Mpaa Sila.

Dalam kamus bahasa Indonesia, pencak silat merupakan permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, menyerang, dan membela diri.

Menurut  peneliti silat Donald F. Draeger, bukti seni bela diri bisa dilihat dari artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik serta pahatan relief-relief di candi Prambanan dan Borobudur yang menunjukkan sikap kuda-kuda silat.

Lain lagi menurut Shamsuddin, perkembangan silat mendapat pengaruh dari beladiri China dan India. Hal ini karena sejak awal budaya Melayu telah mendapat pengruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang dari India, Cina, dan lainnya

Menurut legenda Minangkabau, silat atau silek diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke 11. Silat atau silek lalu dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh kawasan Asia Tenggara.Ada juga cerita  dari tanah sunda tentang asal mula silat Cimande yang mengisahkan tentang seorang perempuan yang menirukan gerakan pertrukan antara harimau dan monyet


Sejarah Pencak Silat

Sejarah perkembangan pencak silat dapat di telusuri sebagai berikut :

Perkembangan pada Zaman Kerajaan

Pada msa ini,bela diri merupakan suatu keterampilan sebagai pertahanan keamanan.Beberapa kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, Kediri, Mataram, Singasari, Sriwijaya, dan juga kerajaan Majapahit , menyiapkan berbagai pasukan yang telah dibekali dengan ilmu bela diri guna mempertahankan wilayahnya.

Pada saat itu, istilah pencak silat belum dikenal oleh masayarakat kerajaan.Lalu pada tahun 1019-1041 tepatnya pada masa kerajaan Kahuripan dengan pimpinannya Prabu Erlangga yang berasal dari Sidoarjo, telah mengenal bela diri pencak yang bernama “Eh Hok Hik”, yang berarti “Maju Selangkah Memukul” (Notosoejitno, 1999).

Perkembangan pada Zaman Penjajahan Belanda

Pertumbuhan dari pencak silat sangat ditentang oleh pihak Belanda, sebab dipandang berbahaya untuk keberlangsungan jajahannya.Sehingga, pencak silat dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan hanya dilakukan pada masayarakat kelompok kecil.

Dan pada masa ini, silat hanya mempunyai kesempatan untuk mengembangkan keseniannya yang masih digunakan pada beberapa daerah saja, dan itupun berbentuk pertunjukan maupun upacara.Pengaruh yang berasal dari penekanan zaman penjajahan Belanda turut mewarnai pertumbuhan silat dalam masa selanjutnya.

Perkembangan pada Pendudukan Jepang

Berbeda dengan zaman Belanda yang menentang pertumbuhan pencak silat, pada masa pendudukan Jepang, pencak silat sangatlah didukung serta dikembangkan guna sebagai kepentingan Jepang sendiri, yaitu untuk mengobarkan semangat pertahanan untuk menghadapi serangan sekutu.

Sebab anjuran dari Shimitsu, maka banyak diadakan pemusatan tenaga dari aliran pencak silat sini.Pada masa ini, seluruh wilayah Jawa didirikan perkumpulan pencak silat yang telah diatur pemerintah secara serentak.Meskipun Jepang telah memberi kesempatan untuk menghidupkan unsur-unsur warisan dari kebesaran bangsa tersebut.

Perkembangan pada Zaman Kemerdekaan

Di periode ini adalah perintisan didirikannya organisasi pencak silat yang memiliki tujuan guna menampung perguruan-perguruan seni bela diri ini yang ada.Pada tanggal 18 Mei tahun 1948 di Surakarta, terdapat beberapa pendekar yang berkumpul dan kemudian membentuk sebuah organisasi yang bernama Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia atau yang disingkat dengan IPSSI.

Dalam organisasi tersebut diketuai oleh Mr. Wongsonegoro dan kemudian mengubah nama organisasinya menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia dan disingkat sebagai IPSI yang memiliki tujuan untuk membakar lagi semangat juang rakyat Indonesia pada masa pembangunan, tujuan lain dari terbentuknya organisasi ini adalah untuk memupuk rasa persaudaraan serta kesatuan bangsa Indonesia supaya tidak gampang dipecah belah.

IPSI tercatat menjadi organisasi silat nasional paling tua yang ada di dunia.Selanjutnya di tanggal 11 Maret tahun 1980, didirikan juga sebuah organisasi pencak silat bernama Persatuan Pencak Silat Antarbangsa atau yang disingkat sebagai Persilat yang didirikan oleh prakarsa Eddie M. Nalapraya dari (Indonesia) yang pada masa itu juga menjabat sebagai ketua IPSI.

Selanjutnya diadakan sebuah acara pencak silat dengan dihadiri berbagai perwakilan negara, seperti Malaysia, Singapura, maupun Brunei Darusalam.Dan dari keempat negara tersebut, Indonesia termasuk kedalam negara sebagai pendiri Persilat.

Organiasi silat lainnya diantaranya sebagai berikut:

  • IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) di Indonesia
  • PESAKA (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia) di Malaysia
  • PERSIS (Persekutuan Silat Singapore) di Singapura
  • PERSIB (Persekutuan Silat Bruei Darussalam) di Brunei Darussalam.

Ciri Ciri Pencak Silat

Ciri Secara Umum

  • Mempergunakan seluruh bagian tubuh dan anggota badan sebagai alat penyerangan dan pembelaan diri
  • Dapat dilakukan dengan atau tanpa alat (senjata)
  • Pencak silat tidak memerlukan senjata tertentu, tetapi benda apapun dapat dijadikan sebagai senjata.
Baca Juga:  Sanitasi Adalah : Pengertian, Tujuan, Dan Manfaatnya

Ciri Secara Khusus

  • Sikap tenang, lemas dan waspada
  • Tidak hanya mengandalkan kekuatan atau tenaga, tetapi menggunakan kelentukan, kelincahan, kecepatan dan ketepatan.
  • Lebih memperhatikan posisi dan perubahan pemindahan berat badan.
  • Manfaatkan serangan/tenaga lawan, sehingga
  • Mengeluarkan tanaga seefisien mungkin

Tujuan Pencak Silat

Berikut ini merupakan beberapa tujuan dari pencak silat berdasarkan 5 aspek penting yang ada di dalamnya:

Pengembangan Pendidikan Mental-Spiritual

Tujuan pertama dari pencak silat yaitu untuk pengembangan pendidikan mental spiritual, termasuk dalam mewujudkan budi pekerti luhur kepada setiap pengikutnya.Pencak silat juga mengajarkan tentang pengenalan terhadap diri sendiri sebagai seorang makhluk yang percaya kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, pencak silat bukan hanya suatu pembinaan dengan tujuan aspek seni, bela diri, ataupun olah raga saja.Tetapi juga memiliki tujuan untuk mengembangkan watak luhur, kepribadian, karakter, sikap ksatria, percaya diri, dan juga takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Tujuan pengembangan dari pendidikan mental spiritual juga bisa disimpulkan seperti di bawah:

  • Peningkatan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan juga berbudi luhur untuk setiap pengikutnya.
  • Menciptakan rasa tenggang rasa, percaya kepada diri sendiri, dan juga disiplin yang tinggi.
  • Membangun rasa cinta terhadap bangsa serta tanah air, dengan didukung kehadiran pencak silat sendiri sebagai salah suatu bela diri tradisional Indonesia.
  • Meningkatkan rasa persaudaraan, pengendalian diri, dan juga tanggung jawab sosial yang tinggi.
  • Membangung rasa solidaritas sosial, keinginan untuk kemajuan, kejujuran, kebenaran, dan keadilan bagi para pengikutnya.

Pengembangan Aspek Bela Diri

Pencak silat sebagai salah suatu bela diri sehingga bertujuan untuk mengembangkan aspek bela diri dalam mengembangkan keterampilan, sikap, kepribadian, dan juga rasa kebangsaan.Yang mana hal-hal itu memang harus dikuasai di dalam ilmu bela diri pencak silat supaya para pengikutnya bisa terbentuk sebagai seorang manusia seutuhnya, yang berarti terbentuk secara jasmani dan juga rohani.

Tujuan dari pengembangan aspek bela diri pada pencak silat dapat disimpulkan dengan tujuan sebagai berikut:

  • Untuk meningkatkan efektifitas dan juga keterampilan dalam hal bela diri dan juga menjaga keselamatan serta harga diri baik bagi para pengikutnya ataupun bagi bangsa dan juga negara.
  • Meningkatkan sikap tanggap, cermat, dan peka dalam menanggapi ataupun memahami segala permasalahan yang dihadapi.
  • Meningkatkan ketangguhan ataupun keuletan dalam pengembangan kemampuan dasar dari dalam diri individu masing-masing.

Pengembangan Seni

Sebagai salah satu seni bela diri, pencak silat juga mempunyai tujuan untuk pengembangan seni maupun kebudayaan daerah.Dimana pencak silat sendiri harus mampu mengikuti ketentuan estetika seperti wiraga, wirama, serta wirasa menjadi satu kesatuan yang utuh.

Oleh karena itu, pencak silat bertujuan untuk mengembangkan seni maupun kebudayaan yang berarti juga adanya tujuan untuk pengembangan keterampilan dalam gerak yang serasi, unik, serta menarik berdasar pada kecintaan terhadap budaya bangsa.

Tak hanya itu, tujuan dari pengembangan seni juga untuk:

  • Menanggulangi sekaligus mengurangi pengaruh budaya asing yang bersifat negatif, serta untuk mendorong terbentuknya sikap untuk dapat menyaring budaya asing yang positif serta berguna dalam pembangunan budaya bangsa.
  • Mengembangkan nilai-nilai pencak silat yang disesuaikan dengan penerapan nilai-nilai kepribadian yang ada dalam Pancasila.
  • Pengembangan nilai-nilai budaya luhur demi memperkuat kepribadian kebudayaan bangsa Indonesia.

Pengembangan Olahraga

Dalam beberapa aspek, pencak silat juga diartikan dalam aspek olahraga.

Sehingga memiliki tujuan untuk pengembangan olahraga dimana gerakan-gerakan efektif yang ada dalam pencak silat bertujuan juga untuk mengembangkan kesehatan jasmani dan juga rohani.Kondisi tersebut juga dikarenakan pencak silat memakai otot-otot tubuh sekaligus keseimbangan dan kemampuan untuk mengambil keputusan dalam waktu yang singkat namun tepat.

Sehingga, pencak silat ini untuk pengembangan olahraga juga memiliki tujuan yang lain, seperti:

  • Mendorong timbulnya sifat sportivitas untuk para pengikutnya.
  • Meningkatkan prestasi dengan melalui berbagai pertandingan-pertandingan olahraga pencak silat.
  • Meningkatkan kebiasaan hidup sehat dengan melalui olahraga pencak silat.

Pengembangan Pendidikan

Pencak silat juga mempunyai beberapa tujuan untuk pengembangan pendidikan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan ilmu pengetahuan yang lebih dalam.
  • Membentuk sikap yang lebih positif dan juga efektif serta bermanfaat juga di dalam usaha penyesuaian terhadap lingkungan disekitarnya.
  • Membantu untuk membentuk keterampilan.
    Contohnya dalam mengambil keputusan dan memecahkan permasalahan yang sedang dialami.
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh, sebab dalam pencak silat yang termasuk dalam bagian dari olahraga juga menggunakan kemampuan otot serta kekuatan tubuh dan juga keseimbangan.

Selain kelima tujuan di atas yang didasarkan kepada beberapa aspek penting kehidupan diatas.

Terdapat pula beberapa tujuan pencak silat secara umum.Diantaranya:

  • Sebagai suatu wadah untuk menyalurkan hobi serta minat yang berhubungan dengan bela diri.
  • Membentuk suatu masyarakat dengan jiwa yang sehat, pemikiran cerdas, serta meningkatkan prestasi dalam masyarakat.
  • Mendidik sekaligus membentuk kepribadian yang ksatria, berani, adil, disiplin, dan juga memiliki sikap bertanggung jawab yang tinggi.
  • Mendorong sekaligus menggerakkan masyarakat supaya lebih bisa menghargai seni dan kebudayaan bangsa Indonesia sendiri.
  • Mendorong munculnya suatu pemahaman bahwa pencak silat adalah suatu kebutuhan hidup.
  • Mendidik generasi muda supaya bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik serta tidak terjerumus di dalam pergaulan bebas ataupun terpengaruh dengan budaya asing yang bersifat negatif.

Pencak Silat : Pengertian, Sejarah, Ciri, Tujuan, Teknik, dan Tingkatannya

Teknik-Teknik dalam Pencak Silat


  • Teknik Dasar

Kuda-kuda
Sikap Pasang
Gerak Langkah
Jurus

  • Teknik Serang

Pukulan
Tendangan
Tangkisan
Bantingan

  • Sikap Dasar Pencak Silat

Teknik pertama yang harus kalian pelajari dan kuasai adalah sikap dasar dari pencak silat. Sikap ini merupakan sikap-sikap statis.

Dan dilakukan untuk melatih kekuatan otot-otot pada tungkai.

Terbentuknya sikap dasar ini juga sebagai pondasi pembentukan gerak teknik untuk pesilat selanjutnya, yang meliputi sikap jasmaniah dan juga sikap rohaniah.

Adapun beberapa sikap dasar dari seni bela diri ini, meliputi:

  • Sikap Hormat

Yang pertama yaitu sikap hormat atau sikap tegak yang digunakan guna menghormati musuh maupun kawan.

Posisi sikap hormat berupa badan tegap diikuti dengan kaki yang rapat serta tangan berada di depan. Posisi dada terbuka yang rapat dengan jari-jari pada tangan serta pandangan menghadap ke arah atas.

  • Sikap Tegak

Posisi sikap tegak yakni dimana siap berdiri tegak yang terdapat dalam bela diri pencak silat.

Pada posisi tegak ini juga dibagi lagi menjadi 4 jenis sikap, diantaranya yaitu:

Sikap Tegak 4
Sikap Tegak 3
Sikap Tegak 2
Sikap Tegak 1

  • Sikap Duduk

Sebagai dasar dari permainan bawah, sikap duduk juga dibagi atas 4 sikap, diantaranya yaitu:

Sikap sila
Sikap duduk
Sikap simpuh
Dan sikap sempok atau dempok

  • Sikap Pasang

Selanjutnya merupakan sikap pasang yaitu sikap awal yang betujuan untuk melakukan serangan maupun pembelaan.

Dalam sikap pasang ini juga dibagi atas 4 sikap, diantaranya yaitu:

Sikap Pasang pertama merupakan pasang satu.
Selanjutnya sikap pasang Dua.
Kemudian sikap Pasang Tiga.
Dan yang terakhir Sikap Pasang Empat.

  • Kuda-Kuda Pencak Silat

Kata “kuda-kuda” berasal dari kata “kuda” yang berarti posisi kaki layaknya orang yang sedang menunggang kuda.

Dalam seni bela diri silat, kuda-kuda juga dapat diartikan sebagai posisi tumpuan untuk melakukan sikap pasang. Selanjutnya teknik-teknik serangan, sampai teknik pembelaan diri.

Baca Juga:  OPEC adalah : Pengertian, Sejarah, Tujuan & Anggotanya

Dibawah ini merupakan lima bentuk kuda-kuda dalam pencak silat, diantaranya adalah sebagai berikut:

Posisi Kuda-Kuda Tengah.
Posisi Kuda-Kuda Samping.
Posisi Kuda-Kuda Depan.
Posisi Kuda-Kuda Belakang.
Posisi Kuda-Kuda Silang.

  • Pembentukan Gerakan

Kemudian ada juga pembentukan gerakan yang merupakan dasar guna mewujudkan pembelaan ataupun serangan kepada pihak lawan.Yang sangat dibutuhkan pada waktu pembentukan gerakan adalah arah. Terdapat beberapa arah yang perlu kamu pahami ketika belajar seni bela diri silat.

Dibawah ini terdapat 8 arah penjuru atau arah mata angin.

8 Penjuru mata angin merupakan sikap maupun pola langkah silat dengan membentuk 8 penjuru dalam satu titik tumpu yang berada di tengah.

Arah 8 penjuru tersebut diantaranya yaitu:

  • Arah kebelakang
  • Arah serong kiri belakang
  • Arah samping kiri
  • Arah serong kiri depan
  • Arah depan
  • Arah serong kanan depan
  • Arah samping kanan
  • Arah serong kanan belakang.

Tingkatan dalam Pencak Silat

  • Pemula,Mempelajari semua tahap dasar.
  • Menengah,Difokuskan pada semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan bakat pesilat mulai terlihat.
  • Pelatih,Hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman di tahap pemula dan menengah.
  • Pendekar,Pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu ilmu rahasia tingkat tinggi.

Peraturan Pertandingan Pencak Silat

Aturan bertanding

  • Pesilat saling berhadapan dengan menggunakan unsur pembelaan dan serangan Penak Silat serta yang dimaksud dengan kaidah adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik, seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari sikap pasang, langkah serta mengukur jarak terhadap lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan / pembelaan serta kembali ke sikap pasang.
  • Pembelaan dan serangan yang dilakukan harus berpola dari sikap awal / pasang atau pola langkah, serta adanya joordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan. Setelah melakukan serangan / pembelaan harus kembali pada sikap awal / pasang dengan tetap menggunakan pola langkah. Wasit akan memberikan aba-aba “ LANGKAH “ jika seorang pesilat tidak melakukan teknik Pencak Silat yang semestinya.
  • Serangan beruntun harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara kearah sasaran sebanyak-banyaknya 4 jenis serangan. Pesilat yang melakukan rangkaian serang bela lebih dari 4 jenis akan diberhentikan oleh wasit.
  • Serangan sejenis dengan menggunakan tangan yang dilakukan secara beruntun dinilai satu serangan. Serangan yang dinilai adalah serangan yang menggunakan pola langkah, tidak terhalang, mantap, bertenaga dan tersusun dalam koodinasi teknik serangan yang baik
  • Aba-aba Pertandingan
    • Aba-aba “BERSEDIA” digunakan dalam persiapan sebagai peringatan bagi pesilat dan seluruh aparat pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai.
    • Aba-aba “MULAI” diguinakan tiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan, bisa pula dengan isyarat.
    • Aba-aba “BERHENTI” diguinakan untuk menghentikan pertandingan.
      Aba-aba “PASANG” dan “SILAT” diguinakan untuk pembinaan.
      Pada awal dan akhir pertandingan setiap babak ditandai dengan memukul gong.

Tata cara pertandingan

  • Persiapan dimulainya pertandingan diawali dengan masuknya Wasit dan juri ke gelanggang Wasit Juri memberi hormat dan melapor tentang akan dimulainya pelaksanaan tugas kepada ketua pertandingan.
  • Setiap pesilat yang akan bertanding setelah mendapat isyarat dari Wasit, memasuki gelanggang dari sudut masing-masing, kemudian memberi hormat kepada Wasit dan ketua Pertandingan. Selanjutnya kedua pesilat kembali mengambil tempat di sudut yang telah ditentukan.
  • Untuk memulai pertandingan, Wasit memanggil kedua pesilat, seterusnya kedua pesilat berjabatan tangan dan siap untuk memulai pertandingan.
  • Setelah Wasit memeriksa kesiapan semua petugas dengan isyarat mematuhi larangan-larangan yang ditentukan.
  • Pada waktu istirahat antara babak, pesilat harus kembali ke sudut masing-masing. Pendamping Pesilat melaksanakan fungsinya sesuai ketentuan pasal 5 ayat 4.
  • Selain Wasit dan kedua pesilat, tidak seorangpun berada dalam gelanggang kecuali atas permintaan Wasit.
  • Setelah babak akhir selesai, kedua pesilat kembali ke sudut masing – masing untuk menunggu keputusanpemenang.
  • Selesai Pemberian hormat dan berjabatan tangan

Sasaran

Yang dapat dijadikan sasaran sah dan bernilai dalah “Togok” yaitu bagian tubuh kecuali leher keatas dan dari pusat kemaluan.: Dada, Perut (pusat keatas),Rusuk kiri dan kanan, Punggung atau belakang badan. Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan.

Larangan

Pelanggaran berat

Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu leher, kepala serta bawah pusat hingga kemaluan dan mengakibatkan lawan cidera / jatuh, Usaha mematahkan persendian secara langsung, Sengaja mematahkan persendian secara langsung, Membenturkan / menghantukkan kepala dan menyerang dengan kepala, Meyerang lawan sebelum aba-aba “MULAI” dan menyerang sesudah aba-aba “BERHENTI” dari wasit, menyebabkan lawan cidera, Menggumul, menggigit, mencaka, mencengkeram dan menjambak, Menentang, menghina, mengeuarkan kata-kata yang sopan, meludahi dll,Melakukan penyimpangan terhadap aturan bertanding setelah mendapat peringatan I karena pelanggaran hal tersebut.

Pelanggaran Ringan

Tidak menggunakan pola langkah dan sikap pasang, Keluar dari gelanggang secara berturut yang dimaksud dengan berturut-turut adalah dari 2 kali dalam 1 babak, Merangkul lawan dalam proses pembelaan, Melakukan serangan dengan teknik sapuan sambil merebahkan diri berulang kali dengan tujuan untuk mengulur waktu.

Nilai Hukuman

Ketentuan nilai hukuman :

  • Nilai – 1 (kurang 1) diberikan bila pesilat mendapatkan Tegoran I
  • Nilai – 2 (kurang 2) diberikan bila pesilat mendapatkan Tegoran II
  • Nilai – 5 (kurang 5) diberikan bila pesilat mendapatkan Peringatan
  • Nilai – 10 (kurang 10) diberikan bila pesilat mendapatkan Tegoran

Penentuan Kemenangan

Menang angka

Bila jumlah Juri yang mentukan menang atas seorang pesilat lebih banyak dari pada lawan. Penentuan keenangan dilaksanakan oleh masing-masing Juri. Bila terjadi hasil nilai yang sama maka pemenang ditentukan berdasarkan pesilat yang paling sedikit mendapat nilai hukuman. Bila hasilnya masih sama, maka pemenangnya adalah pesilat yang mengumpulkan nilai prestasi teknik tertinggi / paling banyak. Pada dasarnya nilai 1 + 2 adalah lebih tinggi dari nilai 2 saja. Bila hasilnya masih sama, maka pertandingan ditambah 1 (satu) babak lagi. Bila hasilnya masih sama, maka tidak perlu diadakan penimbangan ulang, namun dilihat dari hasil penimbangan berat badan 15 menit sebelum bertanding. Bila hasilnya tetap sama, maka diadakan undian oleh Ketua Pertandingan yang disaksikan oleh Delegasi Teknik dan kedua Menejer Tim. Hasil Penilaian Juri diumumkan pada papan nilai, setelah babak terakhir / penentuan kemenangan selesai dilaksanakan.

Menang Teknik

Karena lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan karena permintaan pesilat sediri / mengundurkan diri. Karena keputusan Dokter Pertandingan.Dokter Pertandingan diberi waktu 60 detik untuk memutuskan apakah Pesilat bersangkutan dinyatakan “Fit”atau”Tidak Fit” (Unfit). Setelah 60 detik Wasit akan menanyakan kepada Dokter Pertandingan apakah Pesilat bersangkutan “Fit” atau”Tidak Fit” (Unfit) Atas permintaan Permintaan Pendamping Pesilat Atas keputusan Wasit.

Menang Mutlak

Penentuan Menang Mutlak ialah bila lawan jatuh karena serangan yang sah dan menjadi tidak dapat bangkit segera dan atau nanar, maka setelah hitungan Wasit ke 10 dan tidak dapat berdiri tegak dengan sikap pasang

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Pencak Silat , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.