Lempar Lembing : Sejarah, Teknik Dasar, Bagian, Lapangan dan Peraturan Pertandingan

Lempar Lembing : Sejarah, Teknik Dasar, Bagian, Lapangan dan Peraturan Pertandingan – Apa yang di maksud dengan Lempar Lembing ?Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas apakah itu Lempar Lembing dan hal-hal yang melingkupinya. Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Lempar Lembing : Sejarah, Teknik Dasar, Bagian, Lapangan dan Peraturan Pertandingan


Lempar lembing adalah salah satu cabang olahraga atletik nomor lempar. Olahraga lempar lembing ini dilakukan dengan cara melempar lembing dalam jarak tertentu. Lembing tersebut berupa tombak dengan sudut tajam pada salah satu ujungnya. Pada dasarnya, lempar lembing berarti melempar lembing dengan tangan sekuat tenaga untuk mendapatkan jarak lemparan sejauh mungkin

Lempar lembing adalah Sebuah cabang olahraga yang banyak diminati oleh banyak orang yaitu melemparkan sebuah tongkat panjang yang berbentuk seperti tombak yang mempunyai sudut tajam di ujungnya dengan teknik & tenaga penuh dari suatu posisi agar mencapai jarak yang jauh (Maksimum).


Sejarah Lempar Lembing

Meskipun belum di temukannya catatan sejarah otentik mengenai olahraga lempar lembing, tapi sebagian ahli sejarah meyakini bahwa olahraga ini sudah berkembang sejak zaman Yunani Klasik.Pada saat itu, lempar lembing termasuk olahraga yang populer. Tak kalah dari olahraga lainnya pada zaman itu, seperti lari, lompat, & lempar cakram.

Beberapa ahli sejarah menyebutkan, lempar lembing di identifikasi sebagai aktivitas berburu nenek moyang manusia (zaman purba).Seperti olahraga atletik lainnya, lempar lembing di adopsi dari aktivitas kaum laki-laki pada zaman tersebut.

Aktivitas lempar lembing ini berkembang menjadi suatu olahraga, ketika manusia memasuki masa bercocok tanam & beternak, meninggalkan zaman Nomaden yang aktivitas berburunya menjadi suatu kebiasaan pada zaman tersebut.Lempar Lembing menjadi salah satu bagian olahraga atletik sejak tahun 1908 & pada tahun 1932 diadakan kejuaraan lempar lembing untuk perempuan dalam sebuah olimpiade


Teknik Dasar Lempar Lembing


Teknik Memegang Lembing

Cara memegang lembing yang biasa dilakukan oleh pelempar yaitu cara Amerika dan cara Finlandia.

Baca Juga:  Rekam Medis : Pengertian Menurut para ahli, Tujuan, Jenis, Fungsi dan Manfaatnya
  • Cara Amerika

Cara amerika yaitu cara memegang lembing pada bagian belakang lilitan lembing dengan jari telunjuk melingkar pada belakang lilitan dan ibu jari menekannya pada bagian permukaan yang lain. Sementara jari yang lain turut melingkar pada badan lembing dengan longgar.

  • Cara Finlandia

Cara finlandia yaitu cara memegang lembing pada bagian belakang lilitan lembing dengan jari tengah dan ibu jari, jari telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah yang wajar. Sementara jari yang lainnya turut melingkar pada badan lembing dengan longgar.

  • Cara Waddel (Tang)

Pegangan cara jepit tang (Tank Style) adalah pegangan dimana jari telunjuk dan jari tengah menjepit lembing tepat di belakang tempat pegangan. Pegangan ini terdapat kelebihan dan kekurangan seperti yang dikemukakan Jonath dkk (1988:81) bahwa “Pegangan tank mencegah terjadinya luka pada siku, karena pelencengan (pegangan kesehatan) tetapi lilitan tipis seperti yang diharuskan sering menyebabkan masalah pada waktu melempar”.

Teknik Membawa Lembing

Terdapat 3 cara membawa lembing yang biasa lakukan pelempar pada saat melakukan awalan, di antaranya seperti:

  • Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke atas.
  • Lembing dibawa di belakang badan sepanjang alur lengan dengan mata lembing menghadap ke arah depan serong ke atas.
  • Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke arah bawah.

Teknik Melempar Lembing

Berikut ini cara melempar lembing mulai daeu awalan, lemparan hingga akhiran.

Awalan

Awalan yaitu berlari membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, sikut menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Bagian terakhir dari awalan terdiri dari langkah silang (cross step). Pada bagian akhir dapat dilakukan langkah dengan beberapa cara, seperti:

  • Dengan jingkat atau hop step
  • Dengan langkah silang di depan atau cross step
  • Dengan langkah silang di belakang atau rear cross step

Proses peralihan (cross step) dilakukan saat kaki diturunkan. Kedua bahu diputar dengan perlahan ke arah kanan (bukan kidal), lengan kanan mulai bergerak dan diluruskan ke arah belakang dengan tubuh bagian atas condong ke belakang. Pandangan selalu melihat lurus ke depan.

Lemparan

Pada gerak melemparkan lembing, tarik bahu sebelah kanan dan lengan melakukan gerakan melempar melalui poros bahu dengan kuat ke depan atas. Badan bergerak melewati kaki depan, lalu melepaskan lembing.

Baca Juga:  √ Manfaat Lidah Buaya Untuk Kesehatan Dan Kecantikan Kulit

Akhiran

Pada gerak akhir lemparan dilakukan dengan melangkahkan kaki ke depan untuk menyeimbangkan gerak agar tidak terjatuh dan tidak melebihi garis batas dari lemparan.


Peraturan Lempar Lembing

  • Lembing yang dipegang harus pada tempat pegangan lembing.
  • Lemparan sah apabila mata lembing harus menancap atau menggores tanah di sector lemparan.
  • Lemparan tidak sah ketika kaki pelempar menyentuh lengkungan lemparan, atau garis 1,5 meter atau di depan lengkungan lemparan.
  • Dalam sekali melempar, pelempar tidak boleh memutar badan sepenuhnya, sehingga punggung pelempar menghadap kearah lengkungan lemparan.
  • Lemparan harus melewati atas bahu.
  • Jumlah lemparan diperbolehkan yaitu sama seperti tolak peluru & lempar cakram.

Lempar Lembing : Sejarah, Teknik Dasar, Bagian, Lapangan dan Peraturan Pertandingan

Bagian dan Ukuran Lembing

  • Bagian Lembing
    • Pada bagian badan lembing terbuat dari kayu atau metal.
    • Kemudian mata lembing terbuat dari metal, tali & pegangan lembing melilit di titik tengah lembing menjadi pusat gravitasi lembing.
  • Ukuran Lembing
    • Panjang sebuah lembing untuk putra 2,6 – 2,7 meter.
    • Panjang sebuah lembing untuk putri 2,2 – 2,3 meter.
  • Berat Lembing
    • Berat sebuah lembing untuk putra 800 gram.
    • Berat sebuah lembing untuk putri 600 gram.

Lapangan Lempar Lembing

  • Lintasan Awalan Pada Lapangan Lempar Lembing
    • Pada Lintasan awal akan dibatasi 5 cm dengan jarak 4 m, panjang lintasan awal minimal 30 m & maksimal 36.5 m
    • Lengkungan Lemparan Pada Lapangan Lempar Lembing
    • Pada Lengkungan lemparan dibuat dari kayu atau metal, di cat putih dan lebar 7 cm.
    • Posisi datar dengan tanah, berbentuk busur atau lengkungan dari lingkaran dengan jari-jari 8 m. Garis 1,5 meter dari titik temu garis lintasan awalan sampai lengkungan lemparan, dan menyiku keluar.
  • Sudut Lemparan Pada Lapangan Lempar Lembing
    • Pada sudut lemparan dibentuk dengan dua garis dibuat dari titik pusat lengkungan lemparan dengan sudut 29 derajat & memotong kedua ujung lengkungan lemparan. Tebal garis sector 5 cm.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Lempar Lembing , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya