Tugas AFNEI di Indonesia : Pengertian, Sejarah Dan Faktor Terbentuknya AFNEI

Tugas AFNEI di Indonesia : Pengertian, Sejarah Dan Faktor Terbentuknya AFNEI  – Tahukah kamu apakah itu AFNEI?,Pada kesempatan kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentu hal-hal yang juga melingkupinya. Mari kita simak pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Tugas AFNEI di Indonesia : Pengertian, Sejarah Dan Faktor Terbentuknya AFNEI


AFNEI adalah pasukan sekutu yang ditugaskan ke Indonesia setelah Perang Dunia II selesai. Penugasan AFNEI ke Indonesia bertujuan untuk melakukan tugas pasca perang sekutu yang memenangkan Perang Dunia II.

Ada lima tugas utama AFNEI di Indonesia, antara lain sebagai berikut:

  • Menerima Penyerahan Kekuasaan dari Tangan Jepang

Selama di Indonesia, AFNEI diberi tugas untuk menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang. Seluruh wilayah jajahan Jepang di Indonesia harus diserahkan ke pasukan sekutu. AFNEI melaksanakan tugas ini dengan mengunjungi berbagai daerah di Indonesia.

  • Membebaskan Para Tawanan Perang dan Interniran Sekutu

Tugas AFNEI selanjutnya di Indonesia adalah membebaskan para tawanan perang dan interniran sekutu. Sebagaimana yang diketahui, selama Jepang berkuasa di Indonesia, ada banyak pasukan dari negara-negara anggota sekutu yang ditahan oleh Jepang di beberapa tempat di Indonesia.

  • Mengumpulkan, Melucuti, dan Memulangkan Orang Jepang

Di Indonesia, AFNEI juga bertugas untuk melucuti dan mengumpulkan orang jepang untuk dipulangkan kembali ke Jepang. Tentara Jepang yang sudah menyerah itu diangkut dari daerah-daerah Republik Indonesia ke pelabuhan-pelabuhan dari mana mereka selanjutnya dipulangkan kembali ke negerinya.

  • Menegakkan dan Mempertahankan Keadaan Damai, Kemudian Diserahkan Kepada Pemerintahan Sipil

Tugas AFNEI selanjutnya adalah menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian akan diserahkan kepada pemerintahan sipil. Pemerintahan sipil yang dimaksud disini adalah pemerintahan sipil Hindia Belanda (NICA) yang sejak awal telah memboncengi AFNEI.

  • Menghimpun Keterangan dan Menuntut Penjahat Perang

AFNEI juga bertugas untuk menghimpun semua keterangan yang berkaitan dengan penjahat perang dan menuntut para penjahat perang itu di pengadilan sekutu. Ada banyak perwira atau petinggi militer Jepang yang dihukum oleh pengadilan sekutu.

Baca Juga:  Teknik Dasar Bola Voli : Pengertian dan Sejarahnya

Faktor Terbentuknya AFNEI

AFNEI terbentuk karena adanya beberapa faktor yang muncul pasca perang, yakni:

  • Keterbatasan pengapalan.
  • Kurangnya pasokan logistik.
  • Penambahan wilayah Indo-Cina dan Hindia Belanda ke dalam South East Asia Command (SEAC) yang menambahkan tugas SEAC.
  • Jumlah tahanan perang dan interniran Eropa di Asia Tenggara yang sangat banyak.
  • Jarak yang jauh dan cuaca buruk dengan angin muson yang tidak menentu.

Penugasan AFNEI di Indonesia bermula dari persetujuan Postdam yang mengharuskan sekutu bertanggung jawab atas wilayah di Indonesia yang termasuk dalam naungan South West Pacific Areas Command (SWPAC). Untuk itu, Mayor Greenhalgh membentuk markas besar di Jakarta pada tanggal 14 September 1945.

Lima belas hari setelahnya, 29 September 1945, kapal penjelajah Cumberland berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok. AFNEI ada di dalamnya.

AFNEI adalah komando bawahan SEAC. Pasukan AFNEI yang ditugaskan di Indonesia adalah pasukan dari divisi yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip Christison.

Pengertian AFNEI

AFNEI merupakan kepanjangan dari Allied Forces Netherlands East Indies, adalah merupakan pasukan yang datang ke Indonesia setelah perang dunia ke-2 setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Pasukan ini datang pada tanggal 29 September 1945.

Menurut sejarah, pasukan AFNEI ini adalah pasukan sekutu yang dikirim ke Indonesia setelah selesainya Perang Dunia II guna untuk melucuti persenjataan tentara Jepang, membebaskan tawanan perang Jepang, dan mengembalikan Indonesia kembali menjadi Hindia Belanda di bawah kekuasaan Belanda serta di bawah administrasi NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Pasukan ini di pimpin oleh pemimpinnya yang bernama Letnan Jendrall Sir Philip Christison.

Tugas AFNEI di Indonesia : Pengertian, Sejarah Dan Faktor Terbentuknya AFNEI

Sejarah AFNEI

Setelah maslah dengan tentara Jepang sudah berhasil diatasi, bangsa Indonesia kemudian berhadapan dengan pasukan Sekutu dari Komando Asia Tengara atau South East Asia Command (SEAC) yang di bawah pimpinan Laksamana Lord Louis Mountbatten.

Perwira pasukan Sekutu yang pertama kali datang ke Indonesia adalah Mayor Greenhalgh, dia melakuan terjun payung di lapangan udara Kemayoran pada tanggal 14 September 1945. Tugas Greenhalgh yaitu mempersiapkan pembentukan markas besar pasukan Sekutur di Jakarta.

Baca Juga:  Pengertian Haji dan Umrah : Hukum, Syarat, Rukun, Wajib Haji, Sunah Haji dan Umrah

Kedatangan Greenhalgh kemudian disusul dengan berlabuhnya kapal penjelajah Cumberland di Tanjung Priok pada tanggal 29 September 1945. Kapal itu membawa Panglima Skadron pemimpin Kapal Penjelajah V Inggris, yaitu seorang Laksamana Muda yang bernama W.R. Patterson.

PasukanSekutu yang bertugas di Indonesia ini diberi nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison.

Pada awalnya kedatangan pasukan Sekutu tersebut disambut baik oleh pihak Indonesia.Tetapi setelah pihak Indonesia mengeetahui maksud dari pasukan Sekutu (Inggris) datang dengan membawa orang-orang Belanda yang tergabung dalam Netherlands Indies Civil Administration (NICA), maka sikap bangsa Indonesia mulai berubah, yaitu memusuhi. Situasi keamanan kemudian menjadi tidak terkendali lagi.

Agaknya Letnan Jenderal Christison telah memperhitungkan bahwa tugas pasukan Sekutu tidak akan berhasil tanpa bantuan dari pemerintah Republik Indonesia. Oleh karena itu, Letnan Jenderal Christison kemudian melakukan perundingan dengan pemerintah Republik Indonesia, serta mengakui secara De Facto bahwa negara Republik Indonesia adalah negara yang merdeka pada tanggal 1 Oktober 1945.

Semenjak adanya pengakuan secara de facto tersebut, maka masuknya pasukan Sekutu ke wilayah Indonesia diterima kembali dengan terbuka oleh para penjabat Republik Indonesia.

Hal itu dilakukan disebabkan karena pemerintah Republik Indonesia harus menghormati tugas – tugas yang dilaksanakan oleh pasukan Sekutu tersebut. Pengakuan itu diperkuat lagi dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Christison, bahwa ia tidak akan mencampuri masalah – masalah yang menyangkut status ketatanegaraan Indonesia lagi.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang  Tugas AFNEI di Indonesia , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya