Karate : Pengertian, Sejarah, Teknik dasar dan Aliran

Karate : Pengertian, Sejarah, Teknik dasar dan Aliran – Apa itu Karate ?Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas apakah itu Karate dan hal-hal lain tentangnya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Karate : Pengertian, Sejarah, Teknik dasar dan Aliran


Karate( 空 手) merupakan salah satu seni bela diri berasal dari Jepang yang dipengaruhi dengan seni bela diri Cina kenpō ,Karate hanya menggunakan tangan kosong tanpa bantuan senjata.

Seni bela diri ini pertama kali masuk ke Jepang lewat Okinawa, dan pertama disebut dengan “Tote” yang memiliki arti seperti “Tangan China”. Awalnya, perkembangan karate terjadi di pulau Ryukyu setelah dibawa melalui Okinawa ke Jepang.. Setelah tote ini masuk ke Jepang maka kanji Okinawa diganti oleh sensei Gichin Funokashi ke dalam kanji Jepang, sehingga tote berubah menjadi karate.


Sejarah Karate

Asal usul karate berasal dari seni beladiri tinju Cina diciptakan oleh Darma, guru Budha yang Agung, manakala tengah bermeditasi di Biara Shorinji, Mt-Sung, Provinsi Henan, Cina Generasi Darma selanjutnya menyebut bela diri ini dengan nama Shorinji Kempo yang berakar di Okinawa melalui kontaknya dengan Cina pada medio abad ke-14.

Lahirnya karate sebagai seni bela diri dikenal pada abad ke– 19 melalui Matsumara Shukon seseorang prajurit samurai.Sebelum jadi bagian dari jepang, Okinawa merupakan sesuatu daerah berupa kerajaan yang leluasa merdeka. Pada waktu itu Okinawa mengadakan ikatan dagang dengan pulau– pulau orang sebelah. Salah satu pulau orang sebelah yang menjalakan ikatan kokoh merupakan Tiongkok. Hasilnya Okinawa memperoleh pengaruh yang kokoh hendak budaya Tiongkok.

Sebagai pengaruh pertukaran budaya itu banyak orang- orang Tiongkok dengan latar balik yang berbeda- beda tiba ke Okinawa mengarahkan bela dirinya pada orang- orang setempat. Kebalikannya orang- orang Okinawa pula banyak yang Hijrah ke Tiongkok sekembalinya ke Okinawa mengarahkan ilmu yang telah didapatkan di Tiongkok.

Pada tahun 1477 Raja Soshin Nagamine di Okinawa memberlakukan larangan pemilikan senjata untuk kalangan pendekar. Tahun 1608 kelompok Samurai Satsuma di pimpin oleh Shimazu Lehisa masuk ke Okinawa serta senantiasa meneruskan larangan ini. Apalagi majelis hukum Bakhucon pula menghukum untuk orang yang melanggar larangan bagaikan tindak lanjut atas peraturan ini orang- orang Okinawa berlatih Okinawa te( begitu mereka menyebutnya) serta Ryuku Kobudo( Seni senjata) secara sembunyi- sembunyi mereka berlatih.

Tiga aliranpun timbul ,tiap- tiap mempunyai karakteristik khas yang namanya cocok dengan wilayah asalnya, ialah: Tomori, Shuri, serta Naha. Tetapi demikian pada kesimpulannya Okinawa te mulai dianjurkan ke sekolah- sekolah tidak lama sehabis itu Okinawa jadi bagian dari Jepang, membuka jalur untuk karate masuk ke Jepang.

Gichin Funakoshi bagaikan instruktur awal ditunjuk mengadakan demonstrasi karate di luar Okinawa untuk orang- orang Jepang. Gichin Funakoshi bagaikan Ayah Karate dunia dilahirkan di Shuri, Okinawa, pada tahun 1868. Gichin Funakoshis belajar karate pada Azato serta Itosu. Sehabis berlatih begitu lama, pada tahun 1916 Gitchin Funakoshi di undang ke Jepang buat mengadakan demonstrasi di Butokukai yang ialah pusat dari segala bela diri Jepang dikala itu.

Berikutnya pada tahun 1921, Putra Mahkota yang nanti hendak jadi kaisar Jepang tiba ke Okinawa serta memohon Gichin Funakoshi buat demonstrasi karate. Untuk Gichin Funakoshi undangan ini sangat besar maksudnya sebab demonstrasi itu dicoba di arena istana Shuri. Sehabis demonstrasinya yang kedua di Jepang, Gichin Funakoshi seterusnya tinggal di Jepang sepanjang di Jepang pula Gichin Funakoshi banyak menulis buku- bukunya yang populer sampai saat ini semacam“ Ryukyu Kempo: Karate” serta“ Karate Kyoan”.

Semenjak dikala itu klub- klub karate terus bermunculan baik di sekolah serta Universitas. Gichin funakoshi tidak hanya pakar karate pula pandai dalam sastra serta kaligrafi. Nama Shotokan diperolehnya semenjak kegemarannya mendaki gunung Torao( yang berarti ekor harimai). Dimana dari situ ada banyak tumbuhan cemara tertiup angin yang bergerak seakan gelombang yang memecah dipantai.

Termotivasi oleh perihal itu Gichin funakoshi menulis suatu nama“ Shoto” suatu nama yang berarti kumpulan cemara yang bergerak seakan gelombang, serta“ Kan” yang berarti ruang ataupun balai utama tempat murid- muridnya berlatih. Simbol harimau yang digunakan karate shotokan yang dilukis oleh Hoan Kosugi( Salah satu murid awal Gichin Funakoshi), menuju kepada filosofi tradisional Tiongkok yang memiliki arti kalau“ Harimau tidak sempat tidur”.

Digunakan dalam karate Shotokan sebab bermakna kewaspadaan dari harimau yang lagi terpelihara serta pula ketenangan diri benak yang damai yang dialami Gichin Funakoshi kala lagi mencermati suara gelombang tumbuhan cemara dari atas Gunung Torao. Sekalipun Gichin Funakoshi tidak sempat berikan nama pada aliran karatenya, murid- muridnya mengambil nama itu buat dojo yang didirikannya di Tokyo dekat tahun 1936 bagaikan penghormatan pada si guru.

Shotokan merupakan karate yang memiliki karakteristik khas bermacam- macam metode pukulan, tendangan serta lompatan, gerakan yang ringan serta kilat. Gichin Funakoshi yakin kalau hendak memerlukan waktu seumur hidup buat berlatih memahami buat penekanan raga serta bela diri. Gichin Funakoshi mempertegas keyakinannya kalau karate merupakan suatu seni. Berikutnya Gicin Funakoshi menarangkan arti kata“ kara” pada karate menuju kepada watak kejujuran, rendah hati dari seorang. Meski demikian watak kesatria senantiasa tertanam dalam kerendahan hatinya, demi keadilan berani maju sekalipun berjuta lawan tengah menunggu.

Bersamaan bertambahnya waktu, kala abad ke 19 Masehi, Okinawa juga jadi salah satu bagian dari negeri Jepang. Tote juga pula terus menjadi tumbuh di negeri Jepang serta sedikit hadapi pergantian pada pola gerakannya yang setelah itu diberi nama Okinawa– te.

Baca Juga:  √ Pengertian Apresiasi Seni, Fungsi, Tujuan, Manfaat, Tingkatan, Tipe, Tahapan

Gichin Funakoshi ialah salah satu guru besar dari Okinawa– te yang mengganti nama tote jadi Karate serta dibentuknya WKF( World Karate Federation) pada bertepatan pada 10 Oktober 1970 buat mengendalikan seluruh permasalahan karate di dunia.


Sejarah Karate di Indonesia

Masuknya senia bela diri karate ke Indonesia awal kali dipelopori oleh Mahasiswa Indonesia yang sudah menuntaskan studinya di Jepang. Serta beberapa dari mereka yang bernama Baud Adikusumo, Muchtar serta Karyanto setelah itu mendirikan dojo yang menghadirkan salah satu aliran karate ialah Shotokan.

Dojo ini sendiri didirikan pada tahun 1963 di Jakarta. Serta tahun berikutnya, mereka pula membuat sesuatu wadah buat perkumpulan karate yang diucap dengan PORKI( Persatuan Berolahraga Karate Indonesia).Kemudian, tiba lagi beberapa mahasiswa yang sudah menempuh ilmu di Jepang, antara lain Setyo Haryono, Anton di Lesiangi, Chairul Halaman serta Sabeth Muchsin, Marcus Basuki yang pula ikut meningkatkan karate di Indonesia.

Dalam catatan sejarah pertumbuhan karate Indonesia pula tidak luput dari kedatagan pakar karate dari Jepang semacam Masatoshi Nakayama Shotokan, Oishi Shotokan, Nakamura Shotokan, Kawawada shotokan, Matsusaki Kushinryu, Masutatsu Oyama Kyokushinryu, Ishilshi Gojuryu dan Hayashi Shitoryu.

Memandang antusiasme dari warga nusantara hendak karate ini menimbulkan karate berkembang dengan pesat di tanah air serta perihal itu bisa dilihat dari banyaknya organisasi karate.Tetapi, sebab terdapatnya ketidakcocokan para tokoh karate tersebut, pada kesimpulannya PORKI juga hadapi perpecahan.

Sehingga pada tahun 1972., dengan terdapatnya itikad baik guna menyatukan karate, dibentuklah wadah organisasi baru bernama FORKI( Federasi Berolahraga Karate Do Indonesia).Terus menjadi populernya karate di Indonesia, kesimpulannya berdirilah akademi karate di nusantara.

Dengan terus menjadi besarnya pengaruh karate di tanah air, pada kesimpulannya diubahlah nama PORKI( Federasi Berolahraga Karate Do Indonesia) jadi FORKI( Federasi Berolahraga Karae Indonesia) yang dimana FORKI jadi induk organisasi seluruh akademi karate di Indonesia.

FORKI( Federasi Olahraga Karate- Do Indonesia) saat ini sudah jadi perwakilan WKF( Wordl Karate Federation) buat Indonesia.

Dibawah tutorial FORKI inilah, para Karateka dari Indonesia bisa berlaga di forum Internasional paling utama yang disponsori oleh WKF.

Forki ataupun( Federasi Olah Raga Karate– do Indonesia) mempunyai lambang yang dimana makna dari lambang lambang FORKI yang berupa segi 5 dengan garis dasar membentuk sudut melambangkan olah raga karate yang dibina oleh FORKI, berdiri atas dasar semangat revolusi 17 Agustus 1945, berazaskan Pancasila serta Sumpah Karate.

Ada pula sebagian tokoh karateka Indonesia, antara lain merupakan bagaikan berikut:

  • Baud Adikusumo( INKADO)
  • Sabeth Mukhsin( INKAI)
  • Anton Lesiangi( LEMKARI)
  • Nardit T( WADOKAI)
  • Bert Lengkong( SHINDOKA)
  • Chairul Halaman( KHUSHINKAI)
  • Setyo Haryono( GOJU RYU)
  • Marcus Basuki( SHITORYU)

Teknik Dasar Karate

Awalnya, tak ada istilah karate karena seni bela diri ini justru memiliki sebutan Tote atau yang bermakna Tangan China dan setelah masuk ke Jepanglah, kanji Okinawa pun diganti oleh Sensei Gichin Funakoshi ke dalam kanji Jepang menjadi karate. Dalam bela diri apapun, selalu ada teknik gerakan-gerakan dasar seperti halnya teknik dasar taekwondo dan juga teknik aikido.

Kihon

Kihon, Kumite dan KataUntuk teknik dasar satu ini dalam karate, secara harfiah memiliki makna fondasi dan itu artinya, setiap karatedo perlu menguasai Kihon secara sempurna sebelum pada akhirnya bisa mengenal dan mempelajari Kata serta Kumite.

Pada umumnya, pelatihan untuk teknik Kihon ini diawali dengan mempelajari gerakan menendang dan memukul yang kita kenal dengan tahap sabuk puti serta gerakan bantingan yang ada pada sebuk coklat. Ketika karatedo berada pada tahap dan/atau sabuk hitam, maka hal ini berarti karatedo telah berhasil menguasai seluruh Kihon.

Kata

Ini adalah teknik dasar selanjutnya dalam karate di mana secara harfiah adalah bentuk atau pola dan di dalam karate, Kata bukan hanya pelatihan secara fisik biasa ataupun aerobik yang diduga banyak orang. Namun lebih dari itu, ada pelajaran tentang prinsip bertarung yang terkandung di dalam teknik dasar Kata ini.

Ada terkandung falsafah-falsafah hidup juga di dalam banyak gerakan Kata dan ada ritme gerakan serta penapasan yang tak sama antara satu dengan lainnya pada setiap Kata. Ada istilah Bunkai di dalam Kata di mana ini adalah sebuah aplikasi yang karatedo bisa gunakan dari gerakan dasar Kata itu sendiri.

Untuk tiap Kata, tiap aliran mempunyai gerak dan nama yang berbeda-beda. Ambil contoh, Kata Tekki yang ada pada aliran Shotokan yang lebih dikenal dengan istilah Naihanchi yang ada di aliran Shito Ryu dan inilah yang memengaruhi Bunkai pada setiap aliran juga menjadi tak sama antara satu dan yang lain.

Kumite

Pertemuan tangan adalah makna harfiah dari Kumite ini dan biasanya teknik ini dilakukan khususnya oleh para karatedo yang sudah berada pada tingkat lanjut, seperti sabuk biru atau lebih. Hanya saja, zaman sekarang ada dojo yang sudah menawarkan pengajaran/pelatihan Kumite pada praktisi sabuk kuning atau yang masih pada tingkat pemula.

Go hon kumite atau kumite yang diatur adalah yang pertama kali dipelajari oleh para karatedo sebelum melakukan kumite bebas atau jiyu kumite.Untuk aliran kontak langsung atau yang juga dikenal dengan Kyokushin, karatedo perlu membiasakan melakukan teknik ini ketika berada pada tingkat sabuk biru strip. Para karatedo atau praktisi Kyokushin ini boleh melancarkan pukulan maupun tendangan ke arah lawan saat bertanding sekuat tenaga.

Untuk aliran Shotokan yang ada di Jepang, teknik kumite ini hanya bagi karatedo yang sudah berada pada tingkat sabuk hitam. Karatedo dalam hal ini diwajibkan mampu menjaga setiap pukulan agar kawan yang menjadi pasangan berlatih dan bertanding tak cedera.

Untuk aliran Wado-ryu yang menjadi aliran kombinasi dengan teknik yang kita ketahui terdiri dari campuran Jujutsu dan Karate ini, teknik Kumite terdiri dari 2 jenis. Yang pertama adalah persiapan Shiai di mana pelatihannya hanya teknik-teknik yang memang diperbolehkan untuk pertandingan. Kedua adalah Goshinjutsu Kumite di mana di sinilah praktik penggunaan seluruh teknik; itulah mengapa ini juga disebut dengan istilah Kumite untuk bela diri karena jurus Jujutsu seperti kuncian, penyerangan pada titik vital, dan bantingan semuanya termasuk.

Baca Juga:  √ Pengertian Rubella, Gejala, Pengobatan, Pencegahan Terlengkap

Dachi atau Kuda-kuda

Dachi atau Kuda-kudaDachi adalah teknik gerakan dasar dalam olahraga bela diri karate yang perlu bagi seluruh praktisi pemula untuk menguasainya dengan benar dan sempurna. Kuda-kuda adalah awal yang penting di dalam sebuah bela diri karena dianggap sebagai tumpuan dari seluruh gerakan yang ada sehingga karatedo (sebutan untuk praktisi karate) untuk mengenal dan mempelajarinya dengan baik.

  • Kuda-kuda dasar atau kaki yang perlu dibuka selebar bahu, yaitu hachiji-dachi.
  • Kuda-kuda berat belakang, yaitu ko-kutsu-dachi.
  • Kuda-kuda berat depan, yaitu zen-kutsu-dachi.
  • Kuda-kuda berat tengah, yaitu sanshin-dachi.
  • Kuda-kuda berat tengah namun kaki dirapatkan (dalam Kata Unsu), yaitu heisoku-dachi.
  • Kuda-kuda berat tengah (dalam Kata Hangetsu), yaitu hangetsu-dachi.
  • Kuda-kuda berat tengah (dalam Kata Sochin), yaitu sochi-dachi.
  • Kuda-kuda berat belakang (dalam Kata Unsu), yaitu neko-ashi-dachi.

Zuki atau Pukulan

Zuki atau PukulanTeknik di dalam karate lainnya adalah gerakan pukulan atau yang kita bisa sebut dengan istilah zuki. Gerakan dasar ini juga merupakan yang paling penting bagi para karatedo untuk menguasainya secara sempurna agar ketika menyerang lawan bisa dilakukan dengan baik. Dan berikut ini adalah jenis teknik pukulan yang perlu diketahui dan diperhatikan.

  • Pukulan mengarah ke ulu hati atau perut, yaitu oi-zuki-chudan.
  • Pukulan mengarah ke kepala, yaitu oi-zuki-jodan.
  • Pukulan mengarah ke perut namun kaki tak melangkah, yaitu gyaku-zuki.
  • Pukulan mengarah ke kepala namun kaki tak melangkah, yaitu kisame-zuki.
  • Pukulan dan dorongan, yaitu morete-zuki.
  • Pukulan dalam bentuk seperti soto-ude-uke, yaitu ura-zuki.
  • Pukulan dengan menggunakan kedua tangan, yaitu morete-hisame-zuki.
  • Pukulan ganda menggunakan kedua tangan, yaitu yama-zuki.
  • Pukulan dengan bentuk seperti uchi-ude-uke, yaitu tate-zuki.
  • Pukulan ke arah samping seperti pada Kata Tekki Shodan, yaitu kage-zuki.
  • Pukulan ke arah perut sambil menggunakan kuda-kuda hachiji-dachi, yaitu choku-zuki.
  • Pukulan menggunakan tangan bagian dalam yang juga bentuknya seperti agi-uke, yaitu agi-zuki.
  • Sikutan, yaitu empi.
  • Tangan pedang, yaitu tate-shuto.
  • Tangan pedang, yaitu shuto-uchi.
  • Tangan pedang, yaitu haito-uchi.
  • Tangan pedang, yaitu haishu-uchi.
  • Pukulan menyamping, yaitu uraken-uchi.
  • Tangan palu, yaitu tetsui-uchi.

Geri atau Tendangan

Geri atau TendanganTeknik ini merupakan salah satu teknik vital di mana teknik gerakan tendangan juga digunakan saat menyerang lawan selain dari penggunaan pukulan. Berikut ini adalah jenis-jenis tendangan yang perlu diperhatikan dan bahkan dikuasai dengan baik oleh para karatedo sebagai dasar.

  • Tendangan belakang, yaitu usiro-geri.
  • Tendangan menggunakan kaki bagian samping atau disnap, yaitu yoko-geri-keange.
  • Tendangan menggunakan kaki bagian samping atau disodok, yaitu yoko-geri-kekome.
  • Tendangan menggunakan kaki bagian atas, yaitu mawashi-geri.
  • Tendangan yang mengarah ke perut maupun kepala dengan arah ke depan, yaitu mae-geri.

Uke atau Tangkisan

Uke atau TangkisanTeknik selanjutnya adalah teknik gerakan menangkis. Tangkisan diperlukan juga ketika berhadapan dengan lawan di pertandingan dan dalam gerakan tangkisan, posisi badan perlu menyamping atau paling tidak segaris dengan kuda-kuda. Tujuannya adalah agar ketika tendangan atau pukulan lawan tak mengenai tangkisan kita, serangan itu tak akan bisa mengenai tubuh kita. Berikut ini adalah sejumlah teknik tangkisan untuk diperhatikan.

  • Tangkisan dengan bentuk seperti morote-zuki, yaitu morote-uke.
  • Tangkisan menggunakan kedua tangan yang disilang, yaitu juji-uke.
  • Tangkisan menggunakan tangan pedang, yaitu shuto-uke.
  • Tangkisan tengah berasal dari bawah ketiak, yaitu uchi-ude-uke.
  • Tangkisan tengah berasal dari belakang telinga, yaitu soto-ude-uke.
  • Tangkisan atas, yaitu agi-uke.
  • Tangkisan bawah, yaitu gedan barai.

Manfaat Karate

  • Membuat jantung lebih sehat,  Dengan melakukan karate, makan kinerja jantung akan meningkat, serta system peredaran darah yang dapat menyehatkan jantung juga bertambah.
  • Menurunkan berat badan, Penelitian memperoleh sebuah fakta bahwa, jika kita berlatih karate dengan durasai selama 1 jam dapat membakar sebanyak 500 kalori.
  • Menambah tingkat refleks, Bila sering melakukan olahraga seni bela diri seperti karate, maka akan lebih meningkatkan kecepatan reaksi kita bila terjadi sesuatu secara mendadak.
  • Dapat melindungi diri sendiri dan orang lain, Mempelajari karate dapat melindungi kita serta orang di sekitar dari tindak perilaku kejahatan. Namun hal ini dilakukan bisa kondisi pada waktu itu memang benar-benar darurat.
  • Meningkatkan kesabaran, Dalam seni bela diri karate, kita diajarkan untuk lebih sigap serta bersikap bijaksana. Otomatis kita akan mempunyai sikap rendah hati dan juga lebih sabar dalam menghadapi masalah.

Karate : Pengertian, Sejarah, Teknik dasar dan Aliran

Aliran Karate

aliran karate

Berikut daftar lengkap mengenai aliran karate,yaitu:

Budokai
Butokukan
Chito-Ryu
Cuong Nhu Karate
Doshinkan
Dotokushin Kai
Genwakai
Go Kan Ryu
Gohaku-Kai
Goju-Ryu (Goju-Kai)
Goju-Ryu (Kanzen)
Goju-Ryu (Meibukan)
Goju-Ryu (Okinawan)
Goju-Ryu (Unspecified)
Goju-Ryu (Yamaguchi)
Gosoku-Ryu
In/Yo Ryu
Isshin Shorinji Ryu
Isshinryu
Jukido Jujitsu
Kenseido
Kobudo
Koei-Kan
Kokondo
Kosho-Ryu Kenpo
KoSutemi Seikan
Koyamakan
Kyokushin
Kyokushinkai
Kyu Shin Ryu
Motobu-Ryu
Mugen-Ryu
Mushindo Kempo
Niharate
Okinawan Kempo
Okinawa-Te
Oyama Karate
Ryokukai
Ryuken
Ryukyu Kempo
Sankukai-Kenshikan
Sanzyu-Ryu
Seibukan
Seido
Seidokan
Seikido
Seikukan
Seishin-Ryu
Shindo Jinen-Ryu
Shinjimasu
Shinko-Ryu
Shito-Ryu (Itosu-Kai)
Shito-Ryu (Kofukan)
Shito-Ryu (Kuniba Ha)
Shito-Ryu (Motobu-Ha)
Shito-Ryu (Seishinkai)
Shito-Ryu (Tanpa Spesifikasi)
Shokenkai Kempo
Shorinji Kempo
Shorinji-Ryu
Shorinji-Ryu (Sakugawa Koshiki)
Shorin-Ryu
Shorin-Ryu (Kobayashi)
Shorin-Ryu (Matsubayashi)
Shorin-Ryu (Matsumura)
Shorin-Ryu (Shobayashi)
Shorin-Ryu (Shorin-Kan)
Shorin-Ryu (Sukunaihayashi)
Shorin-Ryu Kenshin Kan
Shoshin-Ryu
Shotokai
Shotokan
Shoto-Ryu
Shudokai
Shudokan
Shuri-ryu
Shuri-Te
Shutokan
Taiho-ryu
Uechi-Ryu
Wado-Kai
Wado-Ryu
Washinkai
Washin-Ryu
Yoseikan
Yoshukai
Yuishinka
YuishinkaiYuishinkai
Yuishinka

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Karate , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.