Seni Grafis : Pengertian, Sejarah, Jenis, Ciri, Perbandingan Dan Contoh Seni Grafis

Seni Grafis : Pengertian, Sejarah, Jenis, Ciri, Perbandingan Dan Contoh Seni Grafis – Halo gaes, Apa Kalian tahu Seni Grafis itu? Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas apa itu Seni Grafis dan unsur – unsur lain tentangnya. Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Seni Grafis : Pengertian, Sejarah, Jenis, Ciri, Perbandingan Dan Contoh Seni Grafis


Memanglah terdapat banyak sekali macam seni rupa murni, salah satunya yang sangat dikenal adalah seni grafis. Seni yang satu ini berhubungan dengan dunia gambar menggambar. Untuk kamu yang hobi menggambar, menekuni jenis seni murni yang satu ini nyatanya sangat mengasyikkan. Terlebih disaat ini dunia digital mengerti sebutan design grafis yang dapat dijadikan bisnis yang terbilang menguntungkan.

Tetapi saat sebelum kamu berpikir jauh tentang bisnis yang memakai cara seni grafis, dapat baiknya kamu mengenali tentang banyak perihal mengenai seni yang satu ini. Paling tidak kamu wajib mengenali pengertian seni grafis serta jenis – jenisnya. Berikut ini akan disajikan beberapa data berarti yang berkaitan dengan desain grafis. Sehingga kamu dapat mengenali banyak perihal tentang jenis seni yang satu ini. Terus menjadi paham kamu dengan seni ini, terus menjadi gampang kamu untuk menerapkannya ataupun apalagi memakainya menjadi ladang bisnis.


Pengertian Seni Grafis

Seni grafis merupakan seni 2 ukuran yang diciptakan melalui metode cetak. Misalnya : cetak sablon (silkscreen), cetak tinggi (semacam stempel), cetak datar (lithography), dsb. Esensi seni grafis adalah membuat cetakan yang bisa digunakan untuk mentransfer foto dari cetakan ke media karya (misalnya: kertas). Secara etimologi grafis berasal dari bahasa Yunani, ialah “graphein” yang berarti menulis ataupun menggambar (Susanto, 2002:47). Grafis dalam bahasa inggris merupakan graph ataupun graphic yang berarti membuat tulisan, lukisan dengan cara ditoreh ataupun digores.

Kata “grafis” bisa jadi terdengar semacam sebutan “foto” pada “desain grafis”, tetapi “grafis” yang diartikan disini merupakan seni mencetak manual tanpa mesin cetak. Walaupun mesin cetak merupakan teknologi yang lebih mutahir disaat ini, cetak grafis manual masih terus digunakan. Sebabnya dapat jadi murni sebab opsi estetis seseorang seniman dalam memilah metode serta media. Dapat pula sebab tata cara cetak grafis manual memanglah lebih efektif dibanding dengan mesin cetak, mengingat mesin cetak cuma efisien digunakan dalam penciptaan skala besar kelas industri.


Sejarah Seni Grafis

Ada 2 pendapat mengenai awal seni ini di dunia. Pertama, merunut pada temuan seni cetak grafis tertua yang ditemui di timur dunia, tepatnya negara Cina. Di negeri tersebut seni grafis digunakan untuk menggandakan tulisan – tulisan yang beraroma relijius. Naskah – naskah keagamaan tersebut ditatah ataupun diukir di atas bidang kayu, setelah itu di cetak di atas kertas. Tiongkok sudah menciptakan kertas serta memproduksinya secara massal semenjak tahun 105 dibawah kekuasaan Dinasti Yi. Temuan kertas merupakan kunci dari pesatnya pertumbuhan seni ini.

Karya – karya seni grafis dengan media cukilan kayu pula banyak ditemui di negara – negara timur lain seperti Jepang serta Korea. Bangsa romawi pula sudah memahami metode ini yang digunakan untuk menghias jubah – jubah dengan cetak stempel, tetapi perkembangannya terhitung stagnan. Metode cetak grafis kurang tumbuh di Barat sebab bangsa Eropa pada masa itu belum memahami kertas. Metode grafis baru tumbuh di Eropa pada abad ke – 13, dengan ditemuinya mesin cetak oleh Guttenberg serta didirikannya pabrik kertas awal di Italia.

Baca Juga:  √ Pengertian Apresiasi Seni, Fungsi, Tujuan, Manfaat, Tingkatan, Tipe, Tahapan

Pendapat Kedua, Seni grafis sudah timbul dari semenjak era purba dengan ditemuinya cap tangan di gua – gua prasejarah, terletak di Sulawesi. Walaupun belum memakai metode cetak muktahir, tetapi esensi seni grafis senantiasa terdapat, ialah mentransfer foto dari cetakan yang berbentuk tangan.

  • Pertumbuhan Seni Grafis di Indonesia

Seni grafis di Indonesia awal mulanya ialah media alternatif tidak hanya melukis serta mematung untuk para seniman murni. Seni grafis baru timbul di Indonesia pada tahun 1950-an. Setelah itu metode cetak grafis pula mulai banyak digunakan dalam seni terapan buat membuat poster – poster perjuangan.

Tokoh penting seni grafis dari Indonesia adalah Suromo serta Abdul Salam dari Yogyakarta. Setelah itu terdapat pula Baharudin Marasutan dari Jakarta serta Mochtar Apin dari Bandung.

Seni Grafis : Pengertian, Sejarah, Jenis, Ciri, Perbandingan Dan Contoh Seni Grafis


Jenis Seni Grafis

Terdapat 7 jenis seni grafis yang umum terdapat di dunia. Ketujuh jenis ini dibedakan bersumber pada cara cetak yang digunakan dalam proses pembuatan. Ketujuh metode ini merupakan cetak stensil, cetak sablon, cetak dasar, kolagrafi, cetak dalam, cetak gambar, serta cetak besar.

Berikut pembahasan lengkapnya mengenai beberapa metode cetak tersebut :

  • Cetak Saring (Silkscreen)

Cetak saring ini biasa disebut pula dengan cetak sablon, umumnya digunakan dalam pembuatan poster, spanduk, maupun foto pada kaos. Dalam memakai metode ini, umumnya para penyablon memakai cetakan yang terdiri dari bahan yang lentur, elastis, serta halus semacam kain kasa. Seniman seni grafis yang biasa memakai metode ini adalah : Andy Warhol, Chuck Close, serta Joseft Albert.

  • Cetak Datar (Lithography)

Secara etimologi kata, lithography berasal dari bahasa Yunani, ialah Lithos serta graphein. Lithos berarti batu serta graphein berarti menulis. Sehingga, dapat dimaksud kalau lithography merupakan seni cetak yang dituliskan di atas batu. Untuk memakai metode ini, seniman biasa membuat motif di atas batu (umumnya batu kapur yang sedikit lebih gampang dibangun), setelah itu mengolesnya dengan perona, serta setelah itu meletakkan media cetakan (umumnya kertas) ke atas ukiran yang sudah diberi perona tersebut. Seniman yang memakai metode ini merupakan Pablo Picasso, Odilon Redon, Joan Miro, serta lain sebagainya.

  • Cetak Tinggi (Woodcut)

Metode woodcut biasa pula disebut dengan cetak timbul. Metode ini digunakan untuk membuat foto timbul pada permukaan media cetak. Bila ingin mengenali contoh benda yang memakai cetak besar hingga dapat memandang stempel. Pada bagian dasar stempel senantiasa mempunyai bagian yang sudah dicetak timbul. Bagian ini nantinya merupakan tempat peletakan tinta yang akan ditekankan pada kertas. Media yang terkenal untuk cetak mencuat ini umumnya yang berbahan keras namun gampang dibangun, semacam kayu, besi, karet, metal, triplek serta lain sebagainya.

Metode cetak tinggi yang dikira sangat mempunyai nilai sani merupakan metode woodcut yang diketahui pada abad ke 14 oleh koptik Mesir. Umumnya metode ini digunakan untuk membuat motif pada kain tenun oleh orang Eropa. Salah satu seniman populer dalam bidang cetak tinggi ini merupakan Johannes Guttenberg.

  • Cetak Dalam (Intaglio)

Cara intaglio ini merupakan metode seni grafis yang metode pembuatannya berbentuk menorehkan ataupun menggoreskan motif ke lempeng logam dengan barang tumpul. Media utama untuk menggambarkan motif disini merupakan lempeng logam, dapat berbentuk tembaga, besi, seng, kuningan, aluminium serta lain sebagainya.

Cara ini mempunyai beberapa sub – teknik lagi, yaitu :

    • Engraving

Metode ini memakai burin sebagai perlengkapan utama pemakaian metode serta pemakaian logam sebagai medianya. Cara pembuatannya merupakan dengan mengukir logam memakai burin. Setelah ukiran berakhir, oleskan cat ke segala permukaan logam, setelah itu cat itu dibersihkan sampai hanya tersisa di bagian yang diukir saja. Setelah itu, ukiran yang masih mempunyai cat dipress ke media cetak seperti kertas ataupun kain untuk memperoleh motif ukirannya.

    • Etsa

Etsa disebut pula dengan Etching merupakan metode cetak dalam yang memakai tembaga sebagai media ukir. Cara kerja metode ini sesungguhnya lumayan gampang, ialah dengan menutupi segala permukaan tembaga dengan parafin. Sehabis itu, permukaan parafin diukir dengan memakai duri etsa yang tajam sampai terlihat permukaan tembaganya.

Baca Juga:  √ Pengertian Seni Rupa dan Jenisnya (Pembahasan Lengkap)

Sehabis permukaan tembaga tergores pula, rendam segala permukaan logam dengan cairan asam supaya terjadi korosi pada permukaan yang tergores. Sehabis terjalin korosi, bilas segala parafin kemudian cetakkan saja ke media kertas dengan metode dipress dengan tekanan besar.

    • Mezzotint

Cara ini memakai perlengkapan spesial yang disebut dengan rocker. Metode kerjanya merupakan dengan mengerok permukaan logam serta meninggalkan kesan hitam cerah, gambar pula wajib terbuat agresif di beberapa bagian. Metode ini umumnya dipakai untuk mencetak gambar.

    • Drypoint

Cara ini sesungguhnya nyaris sama dengan engraving, ialah dengan membuat ukiran di atas permukaan logam. Hanya saja yang digunakan untuk mengukir merupakan perlengkapan runcing serta bukannya burin. Seniman yang menghadirkan metode ini merupakan seniman Jerman dengan julukan Housebook Master pada abad ke 15 Meter.

  • Cetak Foto

Cara ini dapat dibilang sebagai metode modern serta memakai kamera untuk mengambil foto cetakan. Proses fotografi ini meliputi pencucian film serta pencetakan gambar. Hanya saja, metode ini saat ini sudah beralih jadi printing dengan perlengkapan otomatis serta tidak sering sekali yang memakai metode cetak gambar untuk mencetak gambar.

  • Kolagrafi

Cara kerja metode ini merupakan dengan meletakkan motif cetakan di dasar kertas, setelah itu kertas dicat ataupun diarsir dengan memakai pensil mengenakan penekanan. Setelah itu, kertas dilepas dari cetakan serta akan menciptakan objek foto yang timbul serta bagian yang tidak bergambar akan cekung.

  • Cetak Stensil

Cara kerja metode cetak stensil merupakan dengan memotong kertas cocok dengan motif yang di inginkan setelah itu di tempel ke media cetak. Setelah berakhir ditempel, media cetak akan dicat ataupun disemprot dengan cat semprot. Setelah cat kering, kertas tersebut akan dilepas sehingga meninggalkan motif di media cetakan.


Ciri Khas Seni Grafis

Seni grafis ialah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya memakai metode cetak. Umumnya hasil karya seni grafis di atas kertas. Kecuali pada metode monotype, prosesnya sanggup menghasilkan kopian karya dalam jumlah banyak. Inilah yang dinamakan dengan proses cetak. Cetakan seni grafis terbuat di atas permukaan yang dinamakan dengan plat. Plat yang jadi media cetakan ini meliputi papan kayu, plat logam, lembaran kaca akrilik, lembaran linolium ataupun batu litografi. Seni grafis lain disebut dengan senigrafi ataupun cetak saring (screen-printing) memakai lembaran kain berpori yang direntang pada suatu kerangka.


Perbandingan Seni Grafis Dan Desain Grafis

Tidak sama antara seni grafis serta desain grafis. Berikut ini perbedaannya :

Seni grafis :

  • Seni murni (pure art)
  • Manual
  • Orisinil terdapat batas pengulangan karya
  • Terdapat kebebasan dalam berkarya

Desain grafis :

  • Seni pakai (applied art)
  • Dengan bantuin mesin
  • Bisa diulang berulang kali sehingga bisa menghasilkan
  • Terbuat berdasarkan pada pesanan (produk konsumtif)

Contoh seni grafis

Dilansir dari Art Encyclopedia, jenis seni grafis klasik utama adalah menggambar, meliputi :

  • Kartun
  • Karikatur
  • Novel Animasi
  • Foto garis
  • Sketsa (dengan pensil, arang, pena ataupun tinta)

Walaupun merupakan jenis seni visual, bersumber pada aplikasinya, karya seni grafis pula bisa diklasifikasikan sebagai :

  • Seni terapan bila berorientasi desain.
  • Seni rupa bila berdiri sendiri.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Seni Grafis, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.