Aliran Kubisme : Pengertian, Sejarah, Ciri, Jenis, Tokoh dan Contoh Karyanya

Aliran Kubisme : Pengertian, Sejarah, Ciri, Jenis, Tokoh dan Contoh Karyanya – Apa yang di maksud aliran seni rupa kubisme? Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya hal-hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Aliran Kubisme : Pengertian, Sejarah, Ciri, Jenis, Tokoh dan Contoh Karyanya


Kubisme adalah aliran seni rupa yang memuat beberapa sudut pandang dari suatu objek atau figur dalam satu gambar yang sama, sehingga menghasilkan lukisan yang terfragmentasi dan terdeformasi. Aliran ini juga seakan memecah gambar melalui penyederhanaan objek hingga menyerupai bentuk geometris. Suatu lukisan potret dapat terdiri dari angle samping dan angle depan secara bersamaan sehingga menghasilkan kejanggalan yang artistik.

Kubisme adalah suatu aliran dalam seni rupa yang bertitik tolak dari penyederhanaan bentuk alam secara geometris. Kubisme menggambar alam menjadi bentuk-bentuk geometris seperti segi tiga, segi empat kerucut, lingkaran, silinder,dan kubus.

Pelukis yang menganut kubisme diantaranya adalah Pablo Picasso seorang pelukis Spanyol yang menghasilkan karya berjudul: “Guernicca” dan “Leas The Moiseller d’Avignon”. Pelukis kubisme yang lainnya adalah George Braque, Metzinge, Albert Glazes, Robert Delauney, Francis Picabia, Dan Juan Gris.


Sejarah Kubisme

Kubisme bermula di sekitar tahun 1907 ketika Picasso mulai menggunakan gaya ini dalam karya berjudul “Demoiselles D’Avignon”. Karya ini disebut sebagai prototype atau karya pra-Kubisme. Dalam karya ini sudah tampak berbagai ciri-ciri aliran kubisme seperti distori yang radikal pada hidung, latar yang terfragmentasi dan mata yang posisinya janggal namun memberikan ekspresi artistik.

Georges Braque yang melihat lukisan itu di studio Picasso tertarik dan menanggapi gaya yang digunakan Picasso dengan mengeksplorasi gaya yang serupa.
Contoh Karya Kubisme: Demoiselles D’vignon, karya Pablo Picasso.

Lalu kenapa aliran ini sendiri disebut Kubisme? Nama aliran Kubisme berasal dari komentar yang dibuat oleh kritikus Louis Vauxcelles ketika melihat beberapa lukisan Georges Braque yang dipamerkan di Paris pada tahun 1908. Ia mendeskripsikan lukisan Braque menyederhanakan objeknya menjadi bentuk geometris sehingga tampak kekubus-kubusan; cube (cubist). Istilah itulah yang menyebar ketika aliran ini semakin mendapatkan perhatian publik.

Baca Juga:  √ Pengertian Strategi Pemasaran, Tujuan, Fungsi dan Jenisnya

Kubisme dapat dikatakan dipengaruhi dan terinspirasi oleh karya-karya Paul Cezanne, hingga salah satu fase awalnya disebut Cezzanian Cubism. Karya Cezanne sudah tidak memperhatikan perspektif yang akurat. Sehingga karya yang ia lukis tidak memiliki perspektif yang konsisten, beberapa objek tampak ganjil karena tidak adanya perspektif yang jelas. Namun itu adalah salah satu hal yang membuatnya tampak lebih menarik dibandingkan dengan karya klasik yang pada masa itu sudah dianggap terlalu datar.

Pablo Picasso juga terinspirasi oleh topeng-topeng dari suku Afrika. Gaya yang digunakan untuk membuat topeng-topeng tersebut sangat tidak natural/realistik, penuh distorsi namun tetap menghadirkan citra manusia yang hidup. Picasso sempat berkata: “Wajah terdiri dari mata, hidung dan mulut yang dapat didistribusikan dengan cara apa pun sesuai dengan keinginan Anda’. Artinya bisa saja kita menggambar mulut di atas hidung dan mata dibawah hidung, jika kita menginginkannya. Itu adalah salah satu cara pandang Kubisme yang penting untuk di garis bawahi.


Ciri-Ciri Aliran Kubisme

Berikut ini adalah ciri-ciri dari aliran kubisme yang paling mencolok, diantaranya :

  • Berdasarkan cara menggambarnya, objek aslinya dirubah ke dalam kombinasi bidang-bidang seperti segitiga, persegi, Segi empat, lingkarang dan lainnya.
  • Objek yang digambar biasanya seperti gambar manusia dan hewan, benda, dan latar alam atau bangunan.
  • Mengggunakan bentuk geometris
  • Memiliki perpaduan warna yang sangat perspektif

Jenis Kubisme

Aliran kubisme berkembang dalam dua fase yang berbeda. Fase pertama adalah Kubisme Analitik (Analytics Cubism), dan fase selanjutnya adalah Sintesis (Synthetic Cubism). Namun tahapan Kubisme ini masih diperdebatkan dan terus diperbarui hingga hari ini.

Beberapa pendapat Ahli lain mengatakan bahwa Kubisme memiliki tiga bahkan empat fase. Satu fase sebelum Analitik, dan satu lagi setelah Sintesis. Jenis-jenis aliran Kubisme tersebut adalah:


  • Kubisme Cezannian / Cezannian Cubism (1908 – 1909)

Ini adalah fase awal dari Kubisme, yang masih mentah-mentah terinspirasi dari karya-karya Cezanne. Pandangan retrospektif terhadap Cezanne banyak mengilahmi seniman-seniman untuk mengambil sisi positif dari karyanya. Salah satunya adalah kebebasan perspektif yang dapat membuat karya lebih dinamis dan tidak hanya mengimitasi alam.


  • Kubisme Analitik / Analytics Cubism (1910 – 1912)

Disebut analitik karena pada fase ini Kubisme berkembang dengan cara yang sangat sistematis. Karya didasarkan pada observasi objek dalam konteks latar belakang dan eksplorasi berbagai sudut pandangnya. Picasso dan Braque membatasi subjek mereka pada genre potret tradisional dan still life. Mereka juga membatasi palet mereka pada warna bumi (earth tone) dan abu-abu yang dimatikan untuk mengurangi kejelasan antara bentuk figur dan objek yang terfragmentasi.


  • Kubisme Sintesis / Synthesis Cubism (c.1912 – c.1914)

Pada tahun 1912 Picasso dan Braque mulai memperkenalkan unsur-unsur asing ke dalam komposisi mereka. Picasso menambahkan wallpaper yang mirip anyaman pada karyanya yang berjudul: Still Life with Chair-Caning (1912). Braque menempelkan guntingan koran ke kanvasnya, memulai eksplorasi gerakan kolase. Intinya fase ini disebut Sintesis karena mereka mulai menyusun dan menggabungkan benda non cat pada lukisannya.


  • Kubisme Kristal / Crystal Cubism (1915 – 1922)

Kubisme kristal adalah bentuk penyederhanaan dari berbagai fase sebelumnya. Pada fase ini kubisme ditekankan terhadap bidang geometris datar yang saling tumpang tindih (juxtaposed). Disini kubisme menjadi lebih dekat pada abstrak formalistik, karena bentuk nonrepresentatif geometris hampir mengontrol seluruh elemen karya seni.

Baca Juga:  Unsur Kebahasaan Teks Eksplanasi : Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis dan Contoh

Aliran Kubisme : Pengertian, Sejarah, Ciri, Jenis, Tokoh dan Contoh Karyanya


Tokoh dan Contoh Karya Aliran Kubisme

Lukisan kubisme karya Picasso & Braque digolongkan dalam dua kategori; kubisme analitis & kubisme sintesis. Kubisme analitis diciptakan sampai tahun 1912, yang menjadi kubisme awal. Kubisme berikutnya disebut dengan kubisme Sintesis diciptakan sampai tahun 1915.

Pada tahun 1910, lukisan Picasso yang berjudul “Portrait of Ambroise Vollard” menunjukkan pewarnaan lebih flat & konsisten, tetapi juga ambigu. Seperti pada karyanya, figur manusia dibuat dengan menggunakan bentuk geometrik secara transparan, figur dilukiskan menjadi beberapa bagian.

Bidang lukisan menyusup dari berbagai sudut pandang. Karyanya tidak menunjukkan kesan ilusi 3D (tiga dimensional), seperti volume yang ada pada kubus. Basis kubisme analitis merupakan fragmentasi dan interseksi bidang.

Sedangkan, Kubisme sintesis cenderung lebih variatif, beranekaragam. Selain itu, lukisan kubisme sitesis tergabung dari berbagai macam gaya, aneka bahasa rupa dalam satu kesatuan. Lukisan karya Braque berjudul yang “Clarinet”, sebagai contoh, menggabungkan gambar representasional dengan menggunakan bentuk-bentuk yang abstrak. Beberapa bentuknya terlihat datar, sederhana, dan terkadang berkesan tiga dimensional.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Aliran Kubisme, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.