Pola Aliran Sungai : Pengertian, Jenis dan Bentuknya

Pola Aliran Sungai : Pengertian, Jenis dan Bentuknya – Apakah itu pola aliran sungai ?, Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya hal-hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Pola Aliran Sungai : Pengertian, Jenis dan Bentuknya


Sungai adalah sistem aliran air yang terjadi secara alami di permukaan bumi yang membentuk suatu pola aliran dan sumber airnya bisa berasal dari air tanah, air hujan, dan air gletser.

Sungai adalah aliran air di permukaan bumi yang berbentuk memanjang dari hulu ke hilir. Sesuai dengan hukum alam, sungai selalu mengalir dari daerah yang tinggi ke daerah yang lebih rendah. Namun, sungai tidak selalu lurus, ada pola-pola aliran tertentu yang ada pada sungai-sungai.

Pola aliran yang berbeda-beda ini tentu saja disebabkan oleh interaksi dengan lingkungan sekitarnya yang berbeda-beda pula. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui dimana dan bagaimana tiap pola aliran tersebut terbentuk.Berikut ini adalah beberapa pola aliran sungai yang kerap kita temui

Sungai tidak selalu terjadi di atas permukaan tanah, melainkan juga terbentuk di bawah tanah atau bisa disebut dengan underground river.


Jenis Jenis Pola Aliran Sungai

Pola aliran sungai adalah kumpulan dari sungai yang memiliki bentuk yang menggambarkan keadaan profil dan genetik sungai tersebut.

Berikut ini adalah macam-macam pola alirsan sungai:

  • Pola Aliran Radial

Pola aliran radial (Centrifugal) adalah pola aliran sungai yang yang bentuknya menyebar dari suatu titik ketinggian tertentu.

Pada umumnya jenis sungai yang memiliki pola radial sentrifugal biasa ditemukan di pegungan yang aliran airnya menyebar ke arah lereng.

  • Pola Dentritis

Pola dentritis atau bisa disebut dengan pola dendritik adalah pola aliran yang cabang sungainya memnyerupai pertulangan daun.

Jenis pola aliran ini dikontrol oleh litologi yang homogen yang menjadikan sungai dengan pola dentritis memiliki banyak sekali cabang anak sungai.

Baca Juga:  √ Pengertian Customer Service dan Tugasnya (Pembahasan Lengkap)

Ciri-ciri dari sungai dentritis adalah anak-anak sungainya bermuara pada sungai induk secara tidak teratur.

Pola ini terdapat di daerah yang menunjukkan tidak adanya pengaruh struktur. Pola ini sering terdapat pada batuan horizontal (mendatar).

  • Pola Aliran Rektangular

Pola aliran rektangular adalah pola aliran yang umumnya teradapat di wilayah yang memiliki batuan beku.

Bentuk sungai dengan pola aliran rektangular biasanya lurus mengikuti patahan yang ditandai dengan bentuk sungai yang tegak lurus.

Ciri-ciri sungai dengan pola rektangular adalah sungai induk dengan anakanak sungainya membelok dengan membentuk sudut 90°.

  • Pola Annular

Pola aliran annular adalah bentuk variasi dari pola sungai beraliran radial. Pada keseluruhannya pola ini hampir membentuk cincin.

Pola aliran jenis ini terdapat pada kubah yang telah mengalami pengirisan yang lebih lanjut dan dikelilingi oleh lapisan yang berganti antara yang keras dan lunak.

  • Pola Pinnate

Pola aliran pinnate adalah pola aliran yang air sungainya membentuk sudut lancip dengan induk sungai.

Biasanya sungai dengan pola seperti ini menunjukkan kecuraman lereng yang besar.

  • Pola Centripetal

Pola centripetal memiliki bentuk yang berlawanan dengan pola centrifugal, dimana pada pola aliran ini memiliki bentuk yang memusat.

Pola sungai ini dapat berkembang menjadi pola annular dan memunculkan sungai obsekuen, sungai subsekuen sejajar dan sungai resekuen.

  • Pola Trelis

Pola trelis adalah sungai yang memperlihatkan letak yang paralel.

Anak-anak sungai pada pola ini bergabung secara tegak pada sungai yang paralel (sejajar). Pola ini terjadi di daerah dengan struktur lipatan.

Pola dari aliran trelis banyak melewati lembah hingga kemudian bergabung dengan saluran utamanya dan akhirnya bersama menuju muara sungai.

  • Pola Paralel

Pola aliran paralel adalah pola yang pola alirannya terdapat pada derah yang memiliki kemiringan yang sangat curam.

Pola aliran ini biasanya ditemukan pada kawasan pantai yang masih muda dengan lereng asli yang kemiringannya mengarah ke laut.

Demikian adalah penjelasan secara singkat mengenai pola aliran sungai, semoga informasi di atas membuat kamu lebih paham akan materi ini.


Bentuk Aliran Sungai

Berikut ini adalah 12 bentuk aliran beserta penjelasannya:

  • Sungai Konsekuen Lateral, yaitu sungai yang alirannya mengarah menuruni lereng-lereng asli di permukaan bumi, seperti dome, block, mountain atau daratan yang baru terangkat.
  • Sungai Konsekuen Longitudinal, yakni sungai yang alirannya sejajar dengan antiklinal atau bagian puncak gelombang pegunungan.
  • Sungai subsekwen adalah sungai yang terbentuk pada sungao konsekuwen lateral yang mengalami erosi mundur hingga ke puncak lerengnya. Sungai ini akan mengalami erosi ke samping dan memperluas lembah sehingga muncul aliran baru mengikuti arah patahan.
  • Sungai Superimposed, yaitu sungai yang mengalir pada lapisan sedimen datar yang menutupi lapisan batuan batu dibawahnya. Jika terjadi peremajaan, maka sungai tersebut akan mengikis lapisan penutup dan memotong formasi batuan awal, sehingga alirannya tidak sesuai dengan struktur batuan.
  • Sungai Anteseden, yaitu sungai yang arah alirannya tetap karena mengimbangi pengangkatan yang terjadi. Sungai ini hanya terbentuk bila pengangkutan berjalan lambat.
  • Sungai Resekuen adalah sungai yang alirannya menuruni kemiringan patahan atau dip slope. Alirannya searah dengan sungai resekwen lateral dan bisa umumnya terbentuk dari aliran sungai subsekwen.
  • Sungai Obsekwen, yakni sungai yang alirannya turun dari permukaan patahan dan berlawan dengan dip dari formasi-formasi patahan.
  • Sungai Insekwen, yaitu sungai yang alirannay terbentuk tanpa penyebab nyata. Sungai ini mengalir tanpa mengikuri lapisan batuan. Alirannya tidak menenti dan mengikuti pola aliran dendritis.
  • Sungai Reserve adalah sungai yang tidak mampu mempertahankan arah alirannya melawan pengangkatan, sehingga arahnya dapat berubah dan menyesuaikan diri.
  • Sungai Komposit, yaitu sungai yang mengalir dari daerah dengan struktur geologi berlainan. Contohnya adalah sungai-sungai besar ang ada di Indonesia.
  • Sungai Anaklinal adalah sungai yang mengalir pada permukaan dengan kecepatan lambat, terangkat dan arahnya pengangkatan berlawanan dengan arus sungai.
  • Sungai Compound adalah sungai yang membawa air dari daerah yang memiliki geomorfologi berlawanan.
Baca Juga:  √ 19 Pengertian Musik Menurut Para Ahli (Pembahasan Lengkap)

Pola Aliran Sungai : Pengertian, Jenis dan Bentuknya

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Pola Aliran Sungai : Pengertian, Jenis dan Bentuknya, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya