Proses Pembentukan Tulang : Perbedaan Proses Tiap Usia dan Penurunan Fungsi Tulang

Proses Pembentukan Tulang : Perbedaan Proses Tiap Usia dan Penurunan Fungsi Tulang –Bagaimanakah Proses pembentukan tulang itu ?Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas apa Proses Penulangan dan penjelasan lain tentangnya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Proses Pembentukan Tulang : Perbedaan Proses Tiap Usia dan Penurunan Fungsi Tulang


Saat bayi, manusia mempunyai 270 tulang yang menyusun rangka tubuhnya. Jumlah tulang ini akan menjadi menyusut ketika manusia tersebut mulai tumbuh menjadi dewasa,jumlah tulang tersebut hanya tinggal 206 tulang saja akhirnya.Tahap dalam proses pembentukan tulang atau Osifikasi di bedakan jadi dua yaitu :

Osifikasi Intramembran

Proses pembentukan tulang telah bermula sejak umur embrio 6-7 minggu dan berlangsung sampai dewasa.Proses pembentukan tulang dari jaringan mesenkim menjadi jaringan tulang, contohnya pada proses pembentukan tulang pipih. Pada proses perkembangan hewan vertebrata terdapat tiga lapisan lembaga yaiyu ectoderm, medoderm, dan endoderm. Mesenkim merupakan bagian dari lapisan mesoderm, yang kemudian berkembang menjadi jaringan ikat dan darah. Tulang tengkorak berasal langsung dari sel-sel mesenkim melaui proses osifikasi intramembran.

Proses osifikasi intramembran ini terjadi saat membran menyerabut digantikan oleh jaringan tulang. Osifikasi intramembran hanya terjadi di tulang pipih tertentu. Berikut proses osifikasi intra membran yang diringkas dalam dua langkah dasar:

  • Tulang spons mulai berkembang di pusat osifikasi yaitu tempat dalam membran.
  • Sumsum tulang merah terbentuk dalam jaringan spons, diikuti dengan pembentukan tulang padat pada bagian luarnya.

Osifikasi Endokondrium

Proses pembentukan tulang yang terjadi dimana sel-sel mesenkim berdiferensiasi lebih dulu menjadi kartilago (jaringan rawan) lalu berubah menjadi jaringan tulang, misal proses pembentukan tulang panjang, ruas tulang belakang, dan pelvis. Proses osifikasi ini bertanggungjawab pada pembentukan sebagian besar tulang manusia. Pada proses ini sel-sel tulang (osteoblas) aktif membelah dan muncul di bagian tengah dari tulang rawan yang disebut center osifikasi. Osteoblas selanjutnya berubah menjadi osteosit, sel-sel tulang dewasa ini tertanam dengan kuat pada matriks tulang.

Baca Juga:  √ BMKG : Pengertian, Sejarah, Kedudukan dan Kegiatannya

Proses ini terjadi saat tulang rawan hilang dan digantikan oleh jaringan tulang. Osifikasi endokondrium terjadi pada sebagian besar tulang tubuh. Berikut ini adalah proses atau langkah-langkah osifikasi endokondrium:

  • Pada pusat osifikasi primer, tulang rawan hialin pecah membentuk rongga.
  • Kuncup periosteum yang terdiri atas osteoblas, osteklas, sumsum merah, saraf dan pembuluh darah limfa memasuki rongga. Osteoblas menghasilkan jaringan tulang spons.
  • Osteoklas memecah jaringan tulang spons yang baru terbentuk lalu membentuk rongga medula. Rongga medula akan semakin besar saat mengikuti penyebaran pusat osifikasi primer pada bagian ujung tulang.
  • Tulang rawan akan digantikan oleh jaringan tulang padat pada bagian luar tulang.
  • Pusat osifikasi sekunder terbentuk dibagian epifisis dalam tulang panjang. Kuncup periosteum terbentuk, namun jaringan tulang spons yang nantinya berkembang tidak digantikan oleh rongga medula.
  • Tulang rawan yang tersisa di luar epifisis akan membentuk tulang rawan persendian. Sedangkan tulang rawan yang tersisa diantara pusat pengembangan osifikasi primer dan sekunder yang membesar membentuk lempeng epifisis.

Proses Pembentukan Tulang : Perbedaan Proses Tiap Usia dan Penurunan Fungsi Tulang

Perbedaan Proses Pembentukan Tulang Tiap usia


Pembentukan Tulang Di Dalam Rahim

Tulang manusia tumbuh sejak dalam masa embrio, tepatnya ketika usia 6 hingga 7 minggu dari proses pembuahan di dalam rahim . Pertumbuhan tulang ini terus menerus berlangsung hingga tersusun lengkap pada usia kehamilan 3 bulan. Di fase ini, proses pembentukan tulang dipengaruhi oleh kalsium dan hormon plasenta. Tulang yang terbentuk pun masih sangat lunak, akan tetapi ia akan terus tumbuh dan mengeras hingga proses persalinan.

Pembentukan Tulang Pada Bayi

Sehabis dilahirkan, proses pembentukan tulang pada bayi akan dipengaruhi oleh kalsium, dan juga di pengaruhi oleh hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan yang berpengaruh ialah osteoblas dan osteoklas. Kedua hormon tersebut bekerja secara bertolak belakang. Osteoblas bekerja dengan memicu proses pertumbuhan tulang, sedangkan osteoklas bekerja menghambat proses tersebut.

Baca Juga:  √ Pengertian Talamus, Fungsi, Struktur, Bagian & Letaknya (Lengkap)

Mekanisme tersebut terjadi guna menghasilkan proses pembentukan tulang yang benar-benar seimbang. Yang dalam fase ini, tulang-tulang yang terbentuk ialah tulang-tulang rawan “kartilago” yang teksturnya masih sangat lunak dan warnanya masih transparan.

Pembentukan Tulang Pada Orang Dewasa

Proses pembentukan tulang dari usia bayi sampai usia 25 tahun, tulang manusia akan terus mengeras melalui proses osifikasi. Tulang rawan “kartilago” akan berubah menjadi tulang keras “osteon” yang melewati serangkaian proses panjang tersebut yang sehingga dapat menghasilkan tulang yang dapat berfungsi sempurna.

Dalam proses osifikasi, rongga pada tulang rawan “kartilago” akan terisi osteoblas. Osteoblas akan membentuk sel-sel tulang “osteosit” yang kemudian mengisi pembuluh darah dan serabut syaraf secara melingkar “sistem havers”. Matriks ini lalu akan menghasilkan kapur dan fosfor dan membuat tulang mengeras dan terus tumbuh.

Penurunan Fungsi Tulang

Setelah pertumbuhan dan pembentukan tulang terhenti dan stagnan, tulang-tulang manusia akan mengalami penurunan fungsi. Beberapa masalah kesehatan tulang banyak menghampiri. Yang paling sering misalnya adalah osteoporosis.

Osteoporosis merupakan penyakit degenerasi yang terjadi karena proses pengapuran tulang. Osteoporosis membuat garam-garam tulang, terutama kalium dan magnesium terlarut untuk proses metabolisme. Pada wanita, resiko osteoporosis umumnya lebih besar pada usia-usia > 45 tahun. Osteoporosis atau pengapuran tulang membuat massa tulang secara perlahan akan berkurang dan fungsi tulang dalam menopang tubuh manusia semakin menurun.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Proses Pembentukan Tulang semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.