Corong Pemisah : Pengertian, Bentuk, Fungsi, Prinsip Kerja dan Cara Penggunaannya

Corong Pemisah : Pengertian, Bentuk, Fungsi, Prinsip Kerja dan Cara Penggunaannya – Apa itu corong pemisah? Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya, meliputi fungsi,cara kerja dan tentunya hal-hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Corong Pemisah : Pengertian, Bentuk, Fungsi, Prinsip Kerja dan Cara Penggunaannya


Corong ini adalah alat laboratorium yang akan digunakan untuk melakukan ekstraksi bahan cair untuk proses pemisahan dengan beberapa komponen dalam campuran antara dua fase dari kerapatan yang berbeda.

Umumnya zat yang terkandung dalam corong ini sebagai larutan ialah zat yang mengandung air sehingga larutan tersebut merupakan zat organik lipofilik seperti eter, MTBE, diklorometana sehingga sebagian besar pelarut organik berada di atas fase yang memiliki unsur halogen.

Corong Pemisah Pada umumnya berfungsi sebagai pencair larutan untuk berbagai bahan di laboratorium yang sering digunakan untuk mengekstraksi cairan dalam komponen pada kepadatan yang berbeda.


Bentuk Corong pemisah

Bentuk dari corong pemisah menyerupai kerucut atau menyerupai bentuk cabe. Pada alat ini terdapat penyumbat di bagian mulut atas dan juga keran kecil pada bagian bawahnya.Bentuk dari corong ini dibuat sedemikian rupa untuk meningkatkan kinerja dan fungsinya. Alat ini berfungsi untuk memisahkan cairan di bagian bawah dan atas.

Umumnya, corong ini terbuat dari kaca borosilikat, sedangkan kerannya terbuat dari teflon atau kaca. Pemilihan bahan dari corong pisah juga sama dengan berbagai alat lab lainnya.Penggunaan warna yang transparan akan memudahkan orang untuk melakukan penelitian dan melihat perbedaan yang terjadi. Selain itu bahan yang digunakan juga harus tahan terhadap berbagai zat yang ingin diuji.

Ukuran dari corong ini juga beragam sesuai dengan kebutuhan banyak pihak. Ukuran corong pisah yang kecil ialah 50 ml sedangkan untuk ukuran besar dapat mencapai 3L.

Tentu jika Anda menginginkan corongyang lebih besar lagi untuk kegiatan industri Anda bisa mendapatkannya. Dimana alat ini dipasangi centrifuge dan memiliki ukuran puluhan liter sesuai dengan kebutuhan.


Fungsi Corong pemisah

Berikut ini adalah beberapa fungsi corong pemisah:

  • Memisahkan Dua Cairan

Fungsi pertama ialah untuk memisahkan kedua cairan dengan akurasi tinggi atau tepat sehingga dapat berfungsi untuk memisahkan dua cairan yang tidak bercampur pada polaritas yang berbeda.

Dengan kata lain corong pemisah dapat digunakan untuk pemisahan ekstraksi dalam pemisahan cairan yang akan dipisahkan tetapi sebelum dipisahkan terlebih dahulu.

Baca Juga:  Sifat Larutan : Pengertian dan Jenis Larutan

Kemudian corong ini memiliki masing-masing cairan untuk dipisahkan sebagai cairan yang terletak di bagian bawah dan dapat dihilangkan secara perlahan untuk membuka hopper.

  • Mengencerkan Larutan

Fungsi corong pemisah dapat mencairkan larutan dengan instrumen di laboratorium untuk membantu proses pengenceran dengan larutan yang membutuhkan akurasi sangat tinggi.

Dengan demikian corong pemisah dapat digunakan sebagai alat untuk memisahkan komponen secara otomatis sehingga pembubaran akan terjadi pada kepadatan maksimum maka secara otomatis dapat dipisahkan dengan akurasi yang sangat tinggi.


Prinsip Kerja Corong pemisah

Setiap peralatan laboratorium, tentu saja, tidak hanya memiliki bentuk, fungsi dan bahan yang berbeda untuk membuat, tetapi juga prinsip kerja yang berbeda. Seperti corong pisah yang memiliki prinsip kerja ini cukup sederhana namun akurat.

Secara kinerja, alat ini akan memisahkan dua komponen yang memiliki kepadatan berbeda. Prosesnya sendiri dapat memakan waktu agak lama, tergantung pada jenis komponen yang ingin Anda pisahkan.

Setelah menetap sebentar (proses pemisahan), hasil pemisahan akan diperoleh dimana komponen atau cairan yang memiliki kerapatan lebih kecil berada di bagian bawah komponen yang memiliki kerapatan lebih besar.

Kemudian untuk memisahkan dua komponen larutan tersebut Anda cukup membuka faucet di bagian bawah corong secara perlahan. Jika dengan kerapatan kecil telah dituangkan dalam wadah yang berbeda, tutup keran lagi di corong pemisah dan pemisahannya selesai.


Perbedaan antara Corong Pemisah dan Corong Kaca

Ada beberapa jenis corong, yang masing-masing memiliki kriteria berbeda, seperti corong pemisah, corong kaca, corong Buchner dan sebagainya. Tetapi beberapa orang awam seringkali masih bingung membedakan setiap jenis corong, terutama corong pemisah dan corong kaca.

Berikut ini ialah perbedaan keduanya.

  • Bentuk

Dalam bentuk aktual keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Bentuk corong kaca itu sendiri relatif lebih kecil di corong atas dan panjang di pipa bawah.

Bentuk solusi corong itu tidak seperti tabung tetapi seperti segitiga dengan bagian terbuka di atasnya. Ukurannya cukup pendek. Sementara di bagian bawah ada semacam pipa yang menghubungkan langsung dengan corong. Ukuran pipa ini hampir sama panjangnya dengan tabung.

Sedangkan bentuk corong pisah hanya memiliki keran di bagian bawah dan ukuran corong atas jauh lebih besar dari keran.

  • Fungsi

Kedua jenis corong ini tentu memiliki fungsi yang sangat berbeda. Seperti corong pisah yang berfungsi memisahkan kedua cairan melalui pipa yang terletak di bagian bawah tabung. Sementara fungsi corong kaca itu sendiri lebih pada media atau bantuan untuk memasukkan cairan dalam wadah yang memiliki dimensi input kecil.

Baca Juga:  √ Pengertian Arsip Elektronik, Manfaat dan Komponennya (Lengkap)

Corong pemisah adalah merupakan peralatan laboratorium yang digunakan dalam ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut dengan densitas berbeda. Pada Umumnya salah satu fase berupa larutan air dan yang lainnya berupa pelarut organik lipofilik seperti eter, MTBE, diklorometana, kloroform, ataupun etil asetat. Kebanyakan pelarut organik berada di atas fase air kecuali pelarut yang memiliki atom dari unsur halogen.

Corong pemisah merupakan alat laboratorium yang akan digunakan dalam ekstraksi bahan cairan untuk proses memisahkan dengan beberapa komponen dalam campuran antara dua fase dengan kepadatan yang berbeda.

Secara umum yang terdapat pada alat corong pisah ini sebagai salah satu larutan yang mengandung air sehingga larutan tersebut sebagai zat organik lipofilik seperti eter, MTBE, diklorometana sehingga sebagian besar pelarut organik berada di atas fase yang memiliki unsur halogen.

Corong pemisah Secara umum berfingsi sebagai larutan berair untuk alat instrumen pada laboratorium yang sering digunakan untuk mengekstraksi cairan pada komponen dpada kepadatan yang berbeda.


Cara Ekstraksi Corong Pemisah

Setelah mengetahui apa yang sudah kami jelaskan di atas maka di sini juga kami akan mengajarkan cara Ekstraksi corong pemisah yang paling umum sebagai silinder dalam bentuk proses ekstraksi yang dapat dilakukan melalui corong pisah.

Berikut cara Ekstraksi campuran yang dimasukkan pada corong pemisah dengan melewati dari lapisan nya adalah:

Alat dan bahan:

  • Ekstraksi corong pisah yang berbentuk buah pear
  • Ekstraksi bentuk dari tiang penyangga
  • Ekstraksi labu erlenmeyer
  • Ekstraksi batang pengaduk
  • Ekstraksi lakmus biru
  • Ekstraksi gelas ukur
  • Ekstraksi minyak sayur
  • Ekstraksi HCl 2N
  • Ekstraksi air kran
  • Ekstraksi batang pengaduk

Corong Pemisah : Pengertian, Bentuk, Fungsi, Prinsip Kerja dan Cara Penggunaannya

Langkah kerja:

  • Dapat memasukan 40ml minyak sayur dengan kandungan HCl 2N kedalam sebuah corong pisah
  • Terlebih dahulu kocok campuran pada homogen dengan cairan yang terdapat dalam HCI 2N
  • Tambahkan 25ml air dengan campuran minyak kemudian diamkan sampai membentiuk 2 fasa
  • pisahkan dengan kedua fasa pada corong pisah sehingga dapat penampung air
  • Cek air yang melewati pada zat asam
  • Tetesskan minyak dengan kandungan HCl kemudian tambahkan air.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Corong Pemisah : Pengertian, Bentuk, Fungsi, Prinsip Kerja dan Cara Penggunaannya, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya