Shalat Hajat : Pengertian, Keutamaan, Niat dan Tatacaranya

Shalat Hajat : Pengertian, Keutamaan, Niat dan Tatacaranya – Apa itu Shalat Hajat dan bagaimana tatacaranya ?,Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya hal-hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Shalat Hajat : Pengertian, Keutamaan, Niat dan Tatacaranya


Shalat Hajat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat memiliki hajat tertentu dan ingin dikabulkan Allah. Shalat Hajat dilakukan antara 2 hingga 12 raka’at dengan salam di setiap 2 rakaat. Salat ini dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan salat.

Secara bahasa, arti kata حَاجَةٌ : Kebutuhan, sedangkan secara umum arti sholat hajat adalah salah satu sholat sunah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT supaya hajat atau kebutuhannya dikabulkan.

Sholat hajat selalu dicontohkan oleh para sahabat, mereka mengerjakan sholat hajat lalu berdoa kepada Allah SWT meski dalam hal-hal yang kecil.

Sebagaimana Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wasallam mengajarkan untuk meminta hajat kepada Allah SWT;

لِيَسْاَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَجَتَهُ حَتَّى يَسْاَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْاَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَاانْقَطَعَ

Artinya:

“Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya kepada Allah, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta tali sendalnya ketika putus.” (HR. Tirmdzi; Hasan)

Bayangkan saja Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wasallam pun mengajari para sahabatnya untuk meminta hajat dan kebutuhannya kepada Allah SWT walaupun yang diminta itu hanya garam dan tali untuk mengikat sendal yang putus.

Tetapi apabila kebutuhan dan hajatnya dirasa besar, Rasulullah mengajarkan untuk tidak hanya berdoa untuk meminta terkabul hajatnya, akan tetapi beliau mengajarkan untuk mengerjakan sholat sunnah dua rakaat, yang dimaksud adalah sholat sunnah hajat.

Keutamaan Shalat Hajat

Fadhilah atau keutamaan yang didapatkan oleh orang yang sering menegakan sholat sunnah hajat, diantara banyaknya keutamaan, berikut ini keutamaan sholat hajat dan fahilahnya:

  • Allah Mencintainya

Allah berfirman:

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari pada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR.Bukhori).

  • Derajat yang Tinggi

Allah berfirman:

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak sholat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapus dosamu” (HR. Bukhori).

  • Dosanya Diampuni

Pengampunan dosa disebabkan semakin dekatnya seorang hamba dengan Allah, salah satu fasilitas mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan menegakan sholat, dengan sholat hajat maka hamba akan diampuni.

Baca Juga:  √ 8 Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli (Bahas Lengkap)

Doa yang dibacakan isinya penuh dengan permohonan ampunan kepada Allah, maka dengan berdoa sholat hajat dosa-dosa hamba akan diampuni

  • Dikabulkan Hajatnya

Salah satu keutamaan melaksanakan sholat hajat adalah agar keinginannya segera dikabulkan oleh Allah.

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua raka’at dengan sempurna maka Allah memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat”, (HR. Ahmad).

Jumlah Rakaat Shalat Hajat

Mungkin banyak yang bertanya, sholat hajat itu berapa rakaat?

Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang mana cara menunaikannya pun sama dengan sholat sunnah lainnya.

Pada intinya sholat hajat ditunaikan sebanyak dua rakaat paling sedikit dan rakaat paling banyak dalam sholat hajat adalah 12 rakaat. Pada setiap dua raka’at diakhiri dengan satu salam.

Niat Shalat Hajat

Sebagaimana mengerjakan semua ibadah harus diawali dengan niat, seperti hadits Rasulullah yaitu “اِنَّمَا الْاَعْمَالُ بِالنِّيَةِ…” yang artinya amal itu tergantung pada niatnya.

Perlu diketahui bahwa niat adalah sesuatu yang tidak terucap dalam lisan, karena niat dilafalkannya di dalam hati. Adapun niat sholat hajat yaitu sebagaimana berikut :

Bacaan Niat Sholat Hajat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

“Usholli sunnatal-haajati rok’atayni lillahi ta’aala”.

Arti “Saya berniat sholat sunnah hajat dua roka’at karena Allah Ta’aala”

Setelah mengetahui Niat Sholat Hajat Arab, Latin dan artinya, hendaknya untuk dihafalkan dan dimengerti sehingga akan memudahkan Anda ketika ingin menjalankan sholat hajat secara rutin.

Tata Cara Shalat Hajat Rasulullah

Dalam sholat hajat memiliki tata cara dan syarat sholat yang sama pada sholat sunnah lainnya seperti Sholat Tahajud dan Sholat Dhuha.

Adapun sebelum menunaikan sholat hajat harus suci dari hadats kecil maupun hadats besar, menutup aurat, suci badan, pakaian dan tempat sholat dari najis & menghadap ke kiblat. Berikut ini Tata Cara Sholat Hajat.

  • Tata Cara Shalat Hajat pada Rakaat Pertama:
    • Berniat
    • Takbirotul ihram, dilanjut dengan membaca doa iftitah
    • Membaca surat Al-Fatihah
    • Membaca surat dalam Al Quran
    • Ruku secara tuma’ninah
    • I’tidal (bangun dari ruku) secara tuma’ninah
    • Sujud secara tuma’ninah
    • Duduk diantara dua sujud secara tuma’ninah
    • Sujud kedua secara tuma’ninah
  • Tata Cara Shalat Hajat pada Rakaat Kedua:
    • Berdiri untuk raka’at kedua
    • Membaca surat Al-Fatihah
    • Membaca Surat dalam Al Quran
    • Ruku’ secara tuma’ninah
    • I’tidal (bangun dari ruku) secara tuma’ninah
    • Sujud secara tuma’ninah
    • Duduk diantara dua sujud secara tuma’ninah
    • Sujud kedua secara tuma’ninah
    • Duduk tasyahud akhir secara tuma’ninah
    • Mengucapkan salam

Langkah-langkahnya sama dengan ketika melaksanakan sholat wajib, hanya niat-nya yang berbeda.

Seperti itulah tata cara sholat hajat yang wajib Anda ketahui sebelum menunaikannya, mengetahui tata caranya adalah ilmu, maka hendak mengetahui ilmunya dahulu baru beramal.

Doa Shalat Hajat

Jika telah selesai mengerjakan sholat sunnah hajat, jangan lupa untuk membaca dzikir dan doa sholat hajat. Bacalah bacaan sholat hajat dengan penuh kekhusyukan, yang diawali dengan membaca istighfar. Berikut urutan Doa Setelah Sholat Hajat.

  • Membaca Istighfar

Dalam kitab Tajul jamil-lil-ushul dianjurkan membaca istighfar sebanya 100 kali, yaitu :

Baca Juga:  Nomophobia : Pengertian, Ciri dan Tanda Serta Trik Menjauhinya

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيمِ

“Astaghfirullahal-‘adzhiim”

Artinya :

“Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Besar/Maha Agung”

Atau yang lebih lengkap lagi seperti ini :

اَسْتَغْفِرُاللهَ رَبِّي مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ

“Astaghfirullaha Robbii min kulli dzanbin wa atuubu ilayhi”

Artinya :

“Aku Memohon ampunan kepada Allah Tuhanku, dari dosa-dosa dan aku bertaubat kepada-Mu”

  • Membaca Sholawat Nabi

Selesai membaca istighfar dilanjutkan kembali dengan mambaca sholawat keatas Nabi Muhammad Shollallahu ‘alayhi wasallam sebanyak 100 kali, adapun bacaannya adalah :

اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ الرِّضَا وَارْضَ عَنْ اَصْحَابِ الرِّضَاالرِّضَا

“Allahumma sholli ‘alaa muhammadin sholaatar-ridhoo wardho ‘an ashaabir-ridhor-ridhoo”

Artinya :

“Yaa Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhoi dan ridhoilah dari pada sahabat sahabat sekalian”

Shalat Hajat : Pengertian, Keutamaan, Niat dan Tatacaranya

  • Membaca Doa Sholat Hajat

Setelah membaca sholawat keatas Nabi Muhammad Shollallahu ‘alayhi wasallam sebanyak 100 kali, barulah membaca doa sholat hajat.

Adapun doanya sebagaimana berikut:

Bacaan Doa Sholat hajat

لَاِلَهَ اِلَّااللهُ الْحَكِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّوَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ لَا تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا اِلَّافَرَّجْتَهُ وَلَاحَاجَةً اِلَّا هِيَ لَكَ رِضًااِلَّاقَضَيْتَهَا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

“Laa ilaaha illallahul hakiimul kariimu subhaanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin asaluka muujibaati rahmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin laa tada’ lii dzanban illa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan illaa hiya laka ridhon illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin”.

Arti :

“Tiada ada Tuhan selain Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha Suci Allah Tuhan pemelihara arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. KepadaMu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Abu Aufa).

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Shalat Hajat : Pengertian, Keutamaan, Niat dan Tatacaranya, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.