Siklus Hidup Lumut : Pengertian, Struktur dan Manfaat Lumut

Siklus Hidup Lumut : Pengertian, Struktur dan Manfaat Lumut – Bagaimanakah Siklus hidup dari tumbuhan lumut ?,Pada kesempatan kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentu hal-hal yang juga melingkupinya. Mari kita simak pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Siklus Hidup Lumut : Pengertian, Struktur dan Manfaat Lumut


Lumut merupakan bagian dari kelompok tumbuhan paling tua, sebab tumbuhan ini tumbuh pertama kali. Tumbuhan lumut ini sendiri dapat tumbuh sebab terdapat pengaruhnya, diantaranya dari jenis lumut, suhu, air, angin, suhu beserta lingkungannya.

Pertama kali tumbuh ini dialam yang membuat tumbuhan lumut bisa dipelajari oleh ahli botani khususnya guna mengetahui bagaimana terjadinya dari daur hidup lumut ini.

Lumut termasuk tumbuhan yang tergabung dalam kelompok Bryophyta. Dalam bahasa Yunani, Bryophyta diartikan sebagai “tumbuh-tumbuhan lumut”. Terdapat kurang lebih 25.000 jenis anggota kelompok Bryophyta.

Lumut adalah tumbuhan yang memiliki organ yang sudah lengkap, yaitu daun, batang, dan akar yang berupa rhizoid atau deretan sel parenkim yang tidak mempunyai berkas pengangkut.

Fungsi rhizoid pada lumut adalah untuk melekatkan tumbuhan lumut pada substrat dan mengangkut unsur hara dan air dari tanah ke seluruh tubuh lumut. Lumut termasuk tumbuhan yang tidak tumbuh membesar, tetapi cara tumbuhnya dengan memanjang dimana titik-titik tumbuh berada pada ujung batang.

Lumut merupakan tumbuhan yang mengalami proses metegenesis (pergiliran keturunan) dalam daur hidupnya, yaitu fase generatif dan fase vegetatif. Fase generatif pada lumut menghasilkan gamet (gametofit), sedangkan fase vegetatif menghasilkan spora (sporofit). Generasi gametofit memiliki usia yang lebih panjang dari pada generasi sporofit.

Manfaat Lumut

Pengetahuan dari daur hidup lumut memang harus diketahui sebab tumbuhan tersebut memberikan manfaat untuk kita. Manfaat secara biologinya diberbagai bidang tumbuhan lumut antara lain :

  • Meningkatkan sumber air
  • Menambah suplai oksigen
  • Bisa dipakai untuk tumbuhan obat
  • Serta membantu makhluk hidup lainnya guna tetap hidup

Secara ilmu tumbuhan, lumut tergolong bryophta atau dikenal sebagai tumbuhan non vaskuler. Lumut bisa dibagi dari liverworts (hepaticae/ marchantiophyta) menggunakan multiselluler mereka rhizoid. Dengan perbedaan ini bukan berarti universal guna semua lumu serta semua liverworts dengan membedakan daun-daun dan batang.

Baca Juga:  Klasifikasi Makhluk Hidup : Pengertian, Tujuan, Takson dan Sistem Klasifikasi

Tidak adanya daun-daun yang dibagi atau dengan berlekuk serta tidak adanya daun-daun yang diatur kedalam tiga golongan, seluruhnya menunjukkan tumbuhan lumut.


Struktur dan Ciri Lumut

Adapun ciri-ciri lumut diantaranya sebagai berikut :

  • Lumut memiliki klorofil, jadi bersifat autotroph. Lumut tumbuh pada berbagai tempat dengan hidup di daun-daun sebagai epifit. Apabila di hutan, banyak ditemui pohon epifit sehingga hutan demikian dikenal dengan nama hutan lumut.
  • Akar serta batang lumut tidak memiliki pembuluh angkut (floem dan xylem). Pada tumbuhan lumut ada gametangia (alat kelamin) yakni alat kelamin jantan (anteridium) dengan menghasilkan spermatozoid. Alat kelamin betina dikenal dengan akegonium dengan menghasilkan ovum.
  • Apabila kedua gametangia ini ada dalam satu individu dikenal berumah satu (monoesius). Apabila terpisah dalam sua individu dikenal berumah dua (dioesius). Gerakan dari spermatozoid menuju ke arah ovum berbentuk gerak kemotaksis, sebab dengan adanya rangsangan zat kimia berwujud lendir dari hasil sel telur.
  • Sporogonium ialah sebuah badan penghasil spora dengan menggunakan bagian-bagian diantaranya: seta (tangkai), vaginula (kaki), apofisis (ujung seta melebar), kotak spora: kaliptra (tudung) serta kolumela (jaringan didalam kotak spora yang tak ikut terbentuk spora). Spora lumut sifanya haploid.
  • Lumut terjadi keturunan (metagenesis). Dalam daur hidupnya, terjadi dua fases pada kehidupan lumut, yakni fase gematofit (haploid) serta fase sporofit (siploid).
  • Alat perkembangbiakan jantang bebentuk antherium serta alat perkembangbiakan betina berbentuk arkegonium.

Urutan Siklus Daur Hidup Lumut

Lumut (bryophyte) lainnya mempunyai satu set kromosom (haploid) yakni sejumlah kromosom yang hidup di sebuah salinan sel unik. Periode siklus hidup lumut secara lengkap, kromosom rusak namun hal tersebut hanya pada sporofit.

Lumut hidup awalnya ialah sebuah spora haploid menggunakan bertunas guna memproduksi sebuah protonema dengan menumpuk flamen/ thalloid (flat menyerupai thallus) ini adalah tingkatan sementara pada hidup lumut. Dari protonema tumbuh gametophore dengan dideferensiasi sebagai tangkai serta akar/ leaves (mikrofil).

Baca Juga:  Proses Pembentukan Tulang : Perbedaan Proses Tiap Usia dan Penurunan Fungsi Tulang

Dari tangkai/ cabang berkembang sebuah organ sex lumut.Organ betina dikenal dengan archegonia (archegonium) serta terlindungi dengan kumpulan tangkai dengan termodifikasi dikenal dengan perichaetum (perichaeta dan plural).Archegonia mempunyai leher bernama venter yang mana sperma jantan jantan turun.

Organ jantan ini bernama antheridia (singular antheridium) serta tertutup modifikasi tangkai bernama perigonium (plural, prigonia).Lumut dapat sebagai dioicous/ monoicous. Pada lumut dioicous terjadi organ sez jantan dan betina sehingga lahir gametofit tanaman.

Pada monoicous bernama autoicous) lumut mereka terlahir di tanaman yang sama. Di dalam pengairan, sperma dari antheridia berjalan menuju archegona serta mengalami fertilisasi, mengawalo produkso sporofit diploid.

Sperma lumut ialah biflagellate, mereka mempunyai dua flagella dengan membantu menjadi daya pendorong.Jika tidka ada air, maka fertilisasi tidak bisa terjadi. Sesudah fertilisasi, maka sporofit mandul didorong keluar pada archegonial venter.

Siklus Hidup Lumut : Pengertian, Struktur dan Manfaat Lumut

Hal ini butuh kurang lebih seperempat hingga setengah tahun guna sporofit matang.Badan sporofit terdiri atas ganggang panjang bernama seta dan capsule bernama operculum. Kapsul serta operculum terlapisi kaliptra yang termasuk sisa archegonial venter. Kaliptra kadang mengecil atau malah berkurang saat kapsul matang.

Pada kapsul, sel-sel pereproduksi spora terjadi meiosis guna membentuk spora haploid, yang mana siklus bisa berjalan lagi. Mulut capsule kadang dikelilingi set gigi bernama peristome. Hal ini kemungkinan tidak dialami pada sejumlah lumut lainnya.

pada sejumlah lumut yang lain, struktur vegetative hijau dikenal dengan gemmae yang diproduksi dalam tangkai atau cabang, yang dapat merusakan serta membentuk kembali tanaman yang tidak harus melewati fertilitasi, yakni dikenal dengan reproduksi aseksual.

Perkembangan lumut ini singkatnya berlangsung pada spora kecil dan haploid, berkecambah sebagai suatu protaliym dalam lumut yang bernama protonema.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Siklus Hidup Lumut , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.