Metagenesis : Pengertian, Proses, Contoh dan Penjelasannya

Metagenesis : Pengertian, Proses, Contoh dan Penjelasannya – Apakah yang di maksud dengan metagenesis? Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya tentang hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Metagenesis : Pengertian, Proses, Contoh dan Penjelasannya


Pergiliran keturunan atau metagenesis merupakan daur hidup yang dialami organisme dimana setiap fase atau tahapnya melibatkan individu dengan kandungan genetik berbeda, biasanya tahap haploid (n) dan tahap diploid (2n).

Pengertian metagenesis yang lain yaitu, metagenesis adalah pergiliran keturunan dari fase aseksual ke fase seksual maupun sebaliknya. Pada metagenesis, terjadi siklus hidup diamana organisme akan melakukan fase seksual dan juga fase aseksual secara berkala. Tidak semua organisme mengalami metagenesis, contoh metagenesis yaitu metagenesis pada tumbuhan lumut, metagenesis pada tumbuhan paku, dan metagenesis pada tumbuhan berbiji.

Pada metagenesis tumbuhan berlangsung pergiliran keturunan antara generasi gametofit dan generasi sporofit. Generasi gametofit yaitu generasi yang menghasilkan gamet atau sel kelamin (generasi haploid), sedangkan generasi sporofit yaitu generasi yang menghasilkan spora (generasi diploid).

Istilah dari kata metagenesis ini digunakan untuk bisa atau dapat menjelaskan ,emgemao perubahan yang terjadi pada makhluk hidup di dalam siati kehidupan, yang mana terjadi dua cara reproduksi di dalam siklus hidupnya. Dua cara reproduksi tersebut ialah dengan secara kawin artinya (seksual) serta juga aseksual (tidak kawin) seperti halnya membentuk spora.

Pengertian metagenesis secara kompleks ialah suatu pergantian dari bentuk diploid multiseluler serta haploid di dalam suatu siklus hidup organisme, terlepas apakah organisme itu hidup dengan bebas maupun berkoloni.

Dengan adanya pengertian metagenesis diatas, banyak sekali perdebatan yang terjadi di kalangan peneliti mengenai metagenesis terjadi pada hewan multiseluler. Salah satu contoh Cnidarian, Cnidarian dibeberapa buku SMP dan juga SMA distu dijelaskan bahwa sebagai contoh dari metagenesis pada hewan, namun tetapi bila menggunakan pengertian metagenesis yang diuraiakan diatas, ternyata kedua fase seksual serta aseksual dari Cnidarian ialah diploid. Maka tidak disebut sebagai metagenesis tetapi disebut sebagai heterogami.

Tapi apabila anda ditanya mengenai atau tentang suatu proses metagenesis pada hewan, kalian bisa atau dapat memberikan contoh metagenesis dari Ubur ubur (Obelia), Sebab untuk sebagian peneliti itu juga masih menganggap terjadi metagenesis pada hewan. Meskipun jika menurut Barnes (2001) serta Scott (1996) tidak terjadi metagenesis pada hewan multiseluler.


Proses Metagenesis

Proses metagenesis diatas ini terjadi pada tumbuhan. Proses metagenesis ini merupakan dasar dari metagenesis (terdapat banyak variasi kedepannya serta juga tergantung dari organismenya, seperti misalnya lumut dan paku).

Dua sel tunggal gamet yang haploid, tiap sel itu mengandung n kromosom (haploid), yang setelah bergabung menjadi satu zigot sel tunggal diploid (fuse to form a singgle-celled diploid zygote), yang mengandung n pasang kromosom (2n / diploid).

Baca Juga:  √ Pengertian Fashion Serta Perkembangannya Lengkap

Zigot yang diploid itu kemudian mengalami germinasi atau juga pembelahan dengan proses mitosis, sehingga kromosom di dalam selnya itu tetap yaitu 2n (diploid). Hasil nya ialah organisme diploid multiseluler yang disebut dengan sporofit. Disebut sporofit disebabkan karna pada saat dewasa menghasilkan sporofit).

Pada saatsporofit dewasa, sporofit tersebut kemudian menghasilkan satu atau lebih sporangia (apabila tunggal disebut dengan sporangium). Sporangium ini merupakan organ diploid yang menghasilkan sporosit (sel tunggal diploid). Proses di dalam menghasilkan suatu sporosit itudilakukan dengan cara pembelahan meiosis setelah itu sel-sel spora yang dihasikan kromosom akan tinggal setengah yakni menjadi n saja (haploid).

Setelah sel sel spora tunggal ini (yang adalah haploid / n) itu bergerminasi dengan mitosis sehingga akan terbentuk organisme multiseluler yang disebut dengan sebutan gametofit (yakni penghasil gamet pada saat dewasa). Disebabkan karna metode yang digunakan itu ialah mitosis maka kromosom di dalam gametofit itu tentulah tetap haploid atau juga n kromosom.

Pada saatgametofit dewasa, gametofit itu menghasilkan satu atau lebih gametangi (Disaat tunggal disebutdengan gametangium). Gametangium ini merupakan organ penghasil gamet haploid pada tumbuhan. Tiap- tiap gametangium ini mempunyai mekanisme supaya gamet yang dihasilkan itu bisa atau dapat mencapai gamet jenis lain untuk dapat bergabung menjadi zigot (dan kembali ke langkah pertama dari metagenesis).

Perlu untuk di ingat bahwa ini bukanlah siklus hidup kembali lah yang terus berulang, jadi jangan dianggap bahwa ini merupakan sebauah metode untuk bisa kembali membuat tumbuhan menjadi muda, ini murni sebagai dua perubahan dari metode reproduksi untuk kelestarian jenisnya.


Contoh Metagenesis


  • Metagenesis Tumbuhan Lumut

Pada tumbuhan lumut, seperti lumut daun, spora tumbuh menjadi protonema. Protonema tumbuh menjadi tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut akan menghasilkan anteridium atau alat perkembangbiakan jantan dan arkegonium atau alat perkembangbiakan betina. Organ ini bisa berada dalam satu tumbuhan (berumah satu) atau bisa juga berada pada tumbuhan yang berbeda (berumah dua). Anteridium akan menghasilkan sperma, dan arkegonium akan menghasilkan ovum (sel telur). Itulah sebabnya, tumbuhan lumut disebut sebagai gametofit atau tumbuhan penghasil gamet. Tumbuhan lumut bersifat haploid (n).

Pertemuan sperma dan ovum akan menghasilkan zigot yang akhirnya berkembang menjadi sporofit atau tumbuhan penghasil spora. Sporofit bersifat diploid (2n). Pada lumut daun, sporofit tetap menempel pada ujung tumbuhan (gametofit). Pembentukan spora pada sporofit terjadi melalui pembelahan sel induk spora dalam spongarium.

  • Metagenesis Tumbuhan Paku

Spora tumbuhan paku akan tumbuh menjadi protalium. Protalium tumbuh menghasilkan alat perkembangbiakan jantan (anteridium) dan betina (arkegonium). Oleh karena itu, protalium disebut sebagai gametofit. Apabila anteridium dan arkegonium dihasilkan dalam satu protalium disebut berumah satu dan apabila anteridium dan arkegonium dihasilkan pada protalium yang berbeda, disebut berumah dua.

Sperma dan ovum yang dihasilkan dari alat perkembangbiakan akan mengalami fertilisasi menjadi zigot. Zigot berkembang menjadi tumbuhan paku. Tumbuhan paku dewasa akan memiliki daun yang menghasilkan spora yang disebut sporofil. Oleh sebab itu, tumbuhan paku disebut sporofit.

  • Metagenesis Tumbuhan Biji

Tumbuhan biji merupakan generasi sporofit. Generasi gametofit betina berkembang dalam bakal biji dan melekat dengan tumbuhan induknya. Perkembangan gametofit jantan dimulai ketika terbentuknya mikrospora dan dilanjutkan setelah penyerbukan. Perbedaan tumbuhan berbiji dengan tumbuhan paku adalah generasi gametofit tumbuhan biji lebih kecil, perkembangannya lebih terlindungi, dan ketergantungan hidup terhadap tumbuhan induknya yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Cara Tumbuhan Melindungi Diri : Macam dan Contohnya

Mikrospora berkembang menjadi serbuk sari setelah keluar dari kotak spora. Saat penyerbukan, serbuk sari yang jatuh ke kepala putik akan berkembang membentuk buluh serbuk sari. Dalam buluh serbuk sari akan terbentuk sel sperma. Pada angiospermae yang disebut dengan generasi mikrogametofit adalah buluh serbuk sari. Sedangkan generasi megagametofit (makrogametofit) adalah kantong lembaga (kantong embrio).

Setelah terjadi pembuahan ovum oleh sel sperma, maka terbentuklah zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio dalam biji. Ketika biji berkecambah, embrio akan berkembang menjadi kecambah, kemudian menjadi tumbuhan muda dan tumbuhan dewasa. Tumbuhan dewasa menghasilkan bunga, dan seterusnya daur hidupnya dimulai kembali.

  • Metagenesis Pada Ubur-Ubur

Beberapa jenis hewan Avertebrata mengalami pergiliran keturunan, contohnya ubur-ubur. Dalam daur hidupnya, ubur-ubur mengalami pergiliran keturunan, yaitu fase polip yang menetap pada dasar perairan dan fase medusa yang bisa berenang bebas.

Tahapan metagenesis ubur-ubur adalah sebagai berikut.

    • Spermatozoid keluar dari lubang mulut medusa jantan dan masuk ke dalam usus medusa betina untuk membuahi telurnya.
    • Hasil pembuahannya adalah zigot yang akan berkembang menjadi blastula dilanjutkan menjadi larva bersilia disebut planula.
    • Planula larva dibentuk oleh fertilisasi eksternal dan akan menetap di substrat dalam bentuk polypoid dikenal sebagai scyphistoma.
    • Planula tumbuh menjadi polip, selanjutnya polip bereproduksi secara aseksual dengan membentuk medusa dan begitu seterusnya.

Polip ubur-ubur merupakan generasi vegetatif yang berkembang biak secara aseksual dengan cara membentuk kuncup. Medusa merupakan generasi generatif yang berkembang biak secara seksual dengan peleburan sel kelamin jantan dan betina.

Metagenesis : Pengertian, Proses, Contoh Dan Penjelasannya

 

Perbedaan Metagenesis Dan Metamorfosis

Metagenesis dan metamorfosis adalah dua istilah yang terkait dengan pertumbuhan dan siklus hidup organisme. Metagenesis didefinisikan sebagai pergantian generasi seksual dan aseksual dari suatu organisme dalam siklus hidup. Metamorfosis didefinisikan sebagai proses di mana organisme menunjukkan bentuk struktural yang berbeda atau tahapan struktural yang berbeda dari organisme dewasa selama perkembangan normal.

Ini adalah perbedaan utama antara metagenesis dan metamorfosis. Ada dua generasi seksual dan aseksual alternatif dalam siklus hidup organisme yang menunjukkan metagenesis sedangkan ada empat bentuk struktural yang berbeda dalam siklus kehidupan organisme yang menunjukkan metamorfosis

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Metagenesis : Pengertian, Proses, Contoh dan Penjelasannya, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.