Pengertian Ekosistem dan Komponen Penyusunnya

Pengertian Ekosistem dan Komponen Penyusunnya (Bahas Lengkap) – Kali ini kita akan membahas tentang biologi. Didalam ilmu biologi ada istilah yaitu ekosistem, mungkin sudah sering mendengar istilah tersebut sejak dini.

Namun tahukah kalian apa yang dimaksud dengan ekosistem tersebut? Mari kita bahas disini.

Pengertian Ekosistem dan Komponen Penyusunnya

Barikut ini adalah penjelasan mengenai ekosistem.

Pengertian Ekosistem

Ekosistem dapat didefinisikan sebagai interaksi timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Selain itu, ekosistem memiliki tingkat organisasi kehidupan yang tinggi karena mencakup organisme hidup dan lingkungan sekitarnya, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi.

Ada dua komponen yang membentuk suatu ekosistem, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri dari makhluk hidup atau makhluk hidup, sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang semuanya terdiri dari benda mati atau benda mati.

Semua komponen biotik dalam suatu ekosistem cenderung membentuk komunitas. Dengan demikian, ekosistem juga dapat diartikan sebagai kesatuan antara komunitas dengan lingkungan abiotiknya.

Pengertian Ekosistem Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan beberapa penjelasan mengenai pengertian ekosistem yang dijelaskan oleh para ahlinya:

  • A.G. Tansley (1935)

Ia berpendapat Ekosistem sendiri sebagai unit ekologi yang mana didalamnya ini ada berbagai struktur dan fungsinya. Struktur pada ekosistem ini berhubungan dengan keanekaragaman spesies.

Pada ekosistem juga mempunyai struktur yang kompleks, maka akan ada keanekaragaman spesies yang tinggi. Sedangkan untuk fungsi yang dimaksudkan yaituberhubungan dengan adanya siklus materi dan juga arus energi dengan melalui komponen ekosistem.

  • Woodbory (1954)

Ekosistem menurut pendapatnya yaitu suatu tatanan kesatuan secara kompleks pada sebuah wilayah yang ada habitat, tumbuhan serta binatang. Kondisi ini selanjutnya akan dipertimbangkan sebagai sebuah unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya ini bisa menjadi bagian mata rantai pada siklus materi dan juga aliran energi.

  • Odum (1993)

Seperangkat unit fungsional dasar pada sebuah ekologi yang ada di dalamnya yang mana mencakup organisme serta lingkungan. Lingkungan sendiri dalam hal ini merupakan lingkungan biotik dan abiotik, yang mana di antara keduanya ini selanjutnya akan saling berpengaruh satu sama lain.

Tak hanya itu pada ekosistem juga ada berbagai komponen yang lengkap dan mempunyai relung ekologi lengkap serta terdapat proses ekologi yang lengkap pula , sehingga pada unit ini siklus materi serta arus energi terjadi yang berdasarkan pada kondisi dalam suatu ekosistem.

  • UU Lingkungan Hidup Tahun 1997

Ekosistem disini yaitu sebagai tatanan dalam satu kesatuan cara yang utuh dan juga menyeluruh antara unsur lingkungan hidup agar saling mempengaruhi. Unsur-unsur lingkungan hidup ini juga dikenal sebgai unsur biotik dan abiotik, baik itu makhluk hidup atau pada benda mati yang ada di dalamnya.

Semua ini tersusun menjadi satu kesatuan pada ekosistem yang mana masing-masing tidak bisa berdiri dengan sendirinya, melainkan disini harus adanya saling berinteraksi, saling mempengaruhi, sehingga hal ini tidak bisa dipisah-pisahkan.

Komponen Penyusun Ekosistem

Ada dua komponen yang membentuk suatu ekosistem, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik, yang akan dijelaskan secara lengkap di bawah ini.

Komponen Biotik

Komponen biotik meliputi semua organisme atau makhluk hidup dengan segala ukuran, mulai dari yang sangat kecil (mikroskopis) hingga yang sangat besar (makroskopik). Ada empat jenis komponen biotik yang dibedakan dari cara memperoleh makanan atau bertahan hidup, yaitu:

Produsen

Juga dikenal sebagai penghasil. Produsen adalah “organisme yang mampu menghasilkan zat makanannya sendiri” yang disebut (autotrof) melalui fotosintesis. Beberapa kelompok yang termasuk dalam kelompok ini adalah jenis tumbuhan hijau atau tumbuhan yang memiliki klorofil. Kemudian produsen tersebut dimanfaatkan oleh organisme yang tidak mampu menghasilkan makanannya sendiri atau disebut (heterotrof) yang berperan sebagai konsumen.

Konsumen

Disebut juga sebagai “pengguna, konsumen” adalah organisme yang tidak dapat menghasilkan zat makanannya sendiri tetapi selalu mengkonsumsi zat makanan yang dihasilkan oleh organisme atau makhluk lain. Terdapat beberapa organisme yang mana tergolong dalam sebagai pemakai atau Konsumen itu sendiri diantaranya yaitu:

  • Konsumen Tingkat I (pertama) yang mana merupakan organisme yang secara langsung unutk mengambil zat makanan pada tumbuhan hijau yang dikenal juga sebagai herbivora atau hewan yang pemakan tumbuhan. Terdapat pula contoh hewan yang termasuk dalam Konsumen Tingkat I ini diantaranya yaitu: Ulat, Tikus Sawah & Belalang.
  • Konsumen Tingkat II (kedua) yang mana merupakan organisme yang memperoleh makanan yaitu dengan cara memangsa herbivora yang dikenal juga sebgai Karnivora atau hewan yang pemakan daging. Contoh hewan daru yang termasul dalam golong Konsumen Tingkat II diantaranya yaitu: Katak & Ayam.
  • Konsumen Tingkat III (ketiga) adalah organisme dimana ia berada di posisi teratas dalam rantai makanan. Hewan ini disebut juga sebagai Predator karena ia tidak mempunyai pemangsa. Contoh hewan yang tergolong Konsumen Tingkat III ini adalah: Harimau, Buaya dan Elang.

Dekomposer atau disebut pengurai

Dekomposer yaitu ” jasad renik yang mana hal ini berperan untuk menguraikan bahan-bahan organik yang asalnya dari organisme yang sudah mati ataupun dari hasil pembuangan sisa pencernaan “.

Dengan adanya pengurai ini, organisme-organisme yang sudah mati serta membusuk nantinya akan terurai serta akan meresap ke dalam tanah yang nantinya akan berubah menjadi unsur hara lalu diserap oleh tumbuhan (produsen). Tak hanya itu aktivitas pengurai ini nantinya akan menghasilkan suatu gas karbondioksida yang akan digunakan dalam proses fotosintesis.

Detritivor

Detritivor atau disebut juga penghancur yaitu sekelompok mahkluk hidup yang mana akan menghancurkan bahan-bahan organik yang berasal sisa-sisa tubuh mahkluk hidup yang telah mati menjadi hancuran-hancuran. Contoh kelompok detritivor diantaranya yaitu: rayap, semut, kelabang.

Komponen Abiotik

Perlu diketahui Komponen Abiotik yaitu suatu ” komponen tak bernyawa yang tak lain hal ini merupakan pendukung dalam kelangsungan hidup pada Komponen Biotik dalam suatu ekosistem “. Komponen Abiotik ini sendiri sangat berpengaruh dalam jenis makhluk hidup yang mana menghuni dalam lingkungan itu sendiri. Beberapa jenis daru Komponen Abiotik diantaranya yaitu sebagai berikut:

Sinar Matahari

Sinar Matahari sendiri memiliki pengaruh yang sangat besar pada ekosistem sebab matahari sendiri merupakan sumber energi untuk semua mahkluk hidup, Sinar Matahari ini juga yaitu sebuah unsur inti yang sangat diperlikan oleh tumbuhan ( produsen ) yang berguna untuk berfotosintesis.

Air

Air sama sendiri juga mempunyai pengaruh yang sangat dalam sebuah ekosistem sebab air sendiri ialah sumber yang sangat diperlukan dalam kelangsungan hidup organisme. Tidak ada organisme yang ada dibumi ini yang tidak memerlukan adanya air.

Tanah

Tanah sendiri yaitu sebuah tempat hidup bagi organisme yang laetaknya didaratan. Jenis tanah juga beraneka ragam sesuai organisme yang terdapat didalamnya. Tanah juga disini menyediakan berbagai unsur penting yang diperlukan dalam pertumbuhan organisme terlebih bagi tumbuhan.

Pengertian Ekosistem Menurut Para Ahli Lengkap

Angin

Angin sendiri juga memiliki peran untuk menentukan dalam kelembapan pada lingkungan suatu ekosistem serta memiliki peran untuk penyebaran biji-biji tumbuhan supaya tetap bisa hidup.

Suhu

Suhu ternyata memiliki pengaruh dalam sebuiah organisme-organisme tertentu dalam ekosistem sebab suhu sendiri terdapat beberapa jenis organisme yang mana hanya bisa hidup pada kisaran suhu tertentu.

Nah, itulah sedikit ulasan tentang Pengertian Ekosistem dan Komponen Penyusunnya, semoga dapat menambah wawasan kita dan bermanfaat untuk kita semua. Sekian dan terimakasih.