Gambar Mikroskop : Pengertian, Sejarah, Jenis, Bagian, Cara Kerja dan Perawatan Mikroskop

Gambar Mikroskop : Pengertian, Sejarah, Jenis, Bagian, Cara Kerja dan Perawatan Mikroskop – Seberapa dekatkah dirimu mengenali bentuk dan fungsi dari Mikroskop ?Pada kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas tentang Mikroskop dan hal-hal yang melingkupinya. Mari kita simak pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Gambar Mikroskop : Pengertian, Sejarah, Jenis, Bagian, Cara Kerja dan Perawatan Mikroskop


Kata mikroskop berasal dari bahasa Yunani yaitu micron yang artinya kecil dan scropos yang artinya melihat atau tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.

Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

Mikroskop adalah suatu alat yang digunakan benda-benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Fungsi utamanya adalah untuk melihat bayangan suatu benda yang lebih besar dan jelas.

Alat optik ini mengunakan dua buah lensa positif, yang dekat objek disebut lensa objektif dan yang dekat dengan lensa disebut lensa okuler. Sifat bayangan yang dibentuk oleh mikroskep adalah maya, terbalik dan diperbesar.

Sejarah Mikroskop

Sejarah tentang mikroskop berawal dari ditemukannya kaca oleh bangsa Romawi sekitar abad ke-1 Masehi, atau sekitar tahun 100. Mereka mulai menggunakan kaca, menguji dan ber-eksperiman dengan berbagai bentuk kaca yang bening. Pada suatu kondisi mereka menemukan sebuah kaca dengan struktur tebal pada bagian tengah dan tipis pada tepi(pinggirannya). Mungkin ini yang dimaksud dengan lensa cembung pada saat itu. Mereka mulai menyadari dan menggunakan lensa tersebut untuk melihat benda-benda di sekitar mereka, dan ternyata menjadi terlihat lebih besar dari ukuran aslinya.

Jadi benarlah bahwa mikroskop bermula dari ditemukannya kaca, lalu kemudian ditemukan lensa cembung, lalu digunakannya lensa cembung untuk melihat benda dengan ukuran yang kecil bahkan digunakan untuk memfokuskan cahaya matahari sehingga bisa membakar benda-benda tertentu.

Lensa yang ditemukan bangsa romawi ini tidak banyak digunakan hingga abad ke-13, hingga kemudian terdapat pengrajin lensa yang memproduksi lensa untuk dijadikan kacamata.

Mikroskop sederhana yang paling awal ditemukan merupakan kaca pembesar dengan pembesaran sekitar 6 sampai 10 kali pembesaran. Hal-hal yang paling umum dan sering diamati adalah serangga kecil dan kutu. Awalnya kaca pembesar ini memiliki sebutan “flea glasses”.

Sekitar tahun 1590an Zaccharias Janssen dan ayahnya Hans membuat eksperimen dengan lensa cembung ini. Mereka mencoba memasukan beberapa lensa cembung ke dalam tabung dan menciptakan penemuan yang sangat penting. Pada eksperimen ini ditemukan bahwa objek di ujung tabung menjadi terlihat begitu besar, melebihi kaca pembesar atau mikroskop sederhana pada versi sebelumnya. Zaccharias Janssen dan Hans ternyata baru saja menemukan mikroskop majemuk(dikenal dengan istilah mikroskop yang menggunakan dua lensa atau lebih).

Galileo Galilei mendengar eksperimen yang dilakukan oleh Janssen dan Hans, kemudian ia mulai bereksperimen sendiri. Galileo mulai menggambarkan prinsip-prinsip lensa, cahaya dan menerapkannya pada mikroskop dan teleskop. Ia juga mulai menambahkan alat pemfokusan pada mikroskopnya dan menjelajahi langit dengan teleskopnya.

Di negara lain terdapat Anthony Leeuwenhoek dari belanda yang menjadi sangat tertarik pada lensa dan kaca pembesar. Ia tertarik untuk mengamati dan menghitung jumlah benang di kain tenun. Anthony menjadi sangat tertarik dengan lensa, ia mulai belajar membuat lensa, menggiling dan memolesnya hingga mencapai ukuran dan kelengkungan yang tepat. Lensa buatan Anthony bahkan mampu melakukan pembesaran hingga 270X.

Leeuwenhoek menjadi terlibat lebih dalam sains dan ilmu pengetahuan dengan mikroskop buatannya. Hal-hal baru yang kemudian diamati oleh beliau adalah bakteri, ragi, sel, darah dan banyak binatang kecil yang ada pada setetes air. Sekitar tahun 1632-1723 Anthony Leeuwenhoek menjadi terkenal dan dipanggil dengan sebutan “Father of Microscopy” atau “Bapak Mikroskop”

Disisi lain terdapat Robert Hooke, seorang berkebangsaan Inggris(kadang disebut “English Father of Microscopy”), juga merupakan orang yang berpengaruh besar dalam menciptakan desain-desain mikroskop yang tepat, beliau menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk bekerja dengan mikroskop.

Hingga sekitar pertengahan abad ke-19 langkah besar peradaban mikroskop dibuat, hingga muncul berbagai instrumen berkualitas seperti mikroskop saat ini dihadapan kita. Beberapa negara yang pernah menjadi produsen mikroskop adalah Jerman, Amerika, Jepang, Itali dan Cina. Pastikan anda mendapat mikroskop dengan kualitas yang terbaik untuk laboratorium anda.

Perkembangan ilmu semakin berkembang dengan didukungnya perkembangan suatu alat (instrument). Mikroskop merupakan salaah satu instrument yang menjadi salah satu factor pembantu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pengamatan dan penelitian benda-benda kecil yang tak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Dapat dianggap bahwa penemuan alat-alat optik yang pertama adalah sudah merupakan pangkal penemuan dari mikroskop. Penggunaan sifat-sifat optik suatu permukaan yang melengkung sudah dilakukan oleh Euclid (3000SM),Ptolemy (127-151), dan oleh Alhazan pada awal abad ke-11, tetapi pemakaian praktis alat pembesaran optik belum dilakukan. Baru pada abad ke-16, Leonardo da Vinci dan Maurolyco mempergunakan lensa untuk melihat benda-benda yang kecil.

Kakak beradik pembuat kaca mata bangsa Belanda yang bernama Zachary dan Francis Jansen pada tahun 1590 menemukan pemakaian dua buah lensa cembung dalam sebuah tabung. Penemuan ini dianggap sebagai prototip dari mikroskop.

Baca Juga:  √ Pengertian Filtrasi (Penyaringan), Sentrifugasi, Evaporasi, Distilasi

Tahun 1610 Galileo dengan kombinasi beberapa lensa yang dipasang dalam sebuah tabung timah untuk pertama kalinya berhasil digunakan sebagai sebuah mikroskop sederhana.

Tahun 1632-1723, Anthony van Lauwenhoek dapat membuat lensa-lensa dengan perbesaran yang memuaskan untuk melihat benda-benda yan kecil. Walaupun demikian terdapat keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop dalam daya urainya. Hal tersebut terlihat jelas dalam sebuah rumus yang ditemukan oleh Abbe pada abad yang lalu.


Jenis-Jenis Mikroskop


  • Mikroskop cahaya

Mikroskop cahaya ialah jenis type mikroskop dengan menggunakan cahaya sebagai sumber energinya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan diamati, dengan kata lain bahwa mikroskop jenis cahaya ini memanfaatkan cahaya sebagai sumber energi untuk bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Mikroskop cahaya ini memiliki 3 lensa pembesaran. yakni antara lain sebagai berikut : a. Lemah (4 kali/10 kali) b. Sedang (40 kali) c. Kuat (100kali)

Dan juga lensa okuler mempunyai pembesaran 10 kali. Sehingga mikroskop cahaya ini kebanyakan memiliki pembesaran yang maksimum sebanyak 1000 kali oleh ukuran yang sebenarnya.
Pada jenis mikroskop cahaya, terdapat juga perbedaan pada lensa yang dipunyai, antar alain sebagai berikut :

Mikroskop cahaya yang hanya mempunyai 1 lensa okuler (monokuler) Jenis satu lensa okuler (monokuler) ini hanya bisa untuk melihat panjang dan lebar dari objek yang akan diamati.

Mikroskop cahaya yang mempunyai 2 lensa okuler (binokuler) Jenis satu lensa okuler (binokuler) atau yang dikenal juga dengan Mikroskop Stereo ini bisa untuk melihat panjang, lebar dan tinggi objek yang akan diamati secara 3 dimensi (3D).

  • Mikroskop elektron

Mikroskop elektron yaitu jenis type mikroskop dengan mempergunakan elektron sebagai sumber energinya untuk dapat memperbesar bayangan dari objek yang akan diamati, dengan kata lain bahwa mikroskop jenis elektron ini memanfaatkan elektron sebagai sumber energi untuk bisa memperbesar dengan jelas bayangan dari objek.

Pada mikroskop jenis elektron, magnet digunakan untuk pengganti dari lensa dengan fungsi untuk memusatkan elektron (sumber energi) ke objek. yaitu antara lain sebagai berikut :

  • Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) Mikroskop transmisi elektron (TEM) bekerja dengan cara menembuskan elektron kepada objek yang akan diamati dan gambaran dari objek yang akan diamati akan terlihat di layar.
  • Mikroskop Elektron Scanning Mikroskop Elektron Scanning bekerja dengan cara memberikan gambaran permukaan, jaringan dan struktur objek yang diamati dan bisa menampilkan gambaran objek yang akan diamati tersebut dengan gambaran 3 dimensi (3D).

Bagian-Bagian Mikroskop

Agar bisa memakai mikroskop kita harus mengetahui bagian-bagiannya terlebih dahulu, Bagian Mikroskop terbagi menjadi bagian Optik dan bagian Mekanik (Non-Optik).

  • Bagian-Bagian Optik

    • Lensa Okuler, yaitu lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung pada gambar, pengamat melihat objek melalui lensa ini. Lensa okuler ini berfungsi untuk memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif. Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran 6, 10, atau 12 kali.
    • Lensa Objektif, yakni lensa yang dekat dengan objek. Biasanya terdapat 3 lensa objektif pada mikroskop, yakni dengan perbesaran 10, 40, atau 100 kali. Saat memakai lensa objektif pengamat harus mengoleskan minyak emersi ke bagian objek,minyak emersi ini berfungsi sebagai pelumas dan untuk memperjelas bayangan benda, karena saat perbesaran 100 kali, letak lensa dengan objek yang diamati sangat dekat, bahkan kadang bersentuhan.
    • Kondensor, yaitu bagian yang dapat diputar naik turun yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya ke objek.
    • Diafragma, yakni bagian yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan mengenai preparat. Cermin, yaitu bagian yang berfungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya yang diterima. Cermin mengarahkan cahaya dengan cara memantulkan cahaya tersebut.
  • Bagian-Bagian Mekanik (Non-Optik)

    • Revolver, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif yang diinginkan.
    • Tabung Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi untuk menghubungkan lensa objekti dan lensa okuler mikroskop.
    • Lengan Mikroskop, yaitu bagian yang fungsinya untuk tempat pengamat memegang mikroskop.
    • Meja Benda, yakni bagian yang berfungsi untuk tempat menempatkan objek yang akan diamati, pada meja benda terdapat penjepit objek, yang menjaga objek tetap ditempat yang diinginkan.
    • Makrometer (pemutar kasar), yakni bagian yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara cepat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
    • Mikrometer (pemutar halus), yakni bagian yang fungsinya untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara lambat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
    • Kaki Mikroskop, yakni bagian yang fungsinya sebagai penyagga yang menjaga mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan, dan juga untuk tempat memegang mikroskop saat mikroskop hendak dipindahkan.

Fungsi-Fungsi Mikroskop

  • Lensa Okuler
    untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif
  • Tabung Mikroskop
    Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan
  • Tombol pengatur fokus kasar
    Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat
  • Tombol pengatur fokus halus
    Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat
  • Revolver
    Untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan
  • Lensa Objektif
    Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.
  • Lengan Mikroskop
    Untuk pegangan saat membawa mikroskop
  • Meja Preparat
    Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati
  • Penjepit Objek Glass
    Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
  • Kondensor
    Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop
  • Diafragma
    Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop
  • Reflektor/cermin
    Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.
  • Kaki Mikroskop
    Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja
Baca Juga:  Nemathelminthes : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Fisiologi dan Peranan

Cara Kerja Mikroskop

  • Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai “apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
  • Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
  • Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
    Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.
  • Sifat bayangan pada mikroskop di tentukan pada 2 lensa, yaitu lensa objekif dan lensa okuler. Lensa objektif mempunyai sifat bayangan maya, terbalik dan diperkecil. Sedngkan lensa okuler mempunyai sifat bayangan nyata, tegak dan diperbesar.
  • Benda yang diamati diletakkan sedekat mungkin dengan titik fokus lensa objektif. Sedangkan mata kita tepat berada I lensa okuler. Mata pengamat berda dibelakang lensa objektif yang kebetulan bayangan dari okule tepat di titik focus ensa okuler dinamakan pegamat secara rilks dan pengamatan dilakukan secara terakomendasi bila bayangan objektif berada diruang etama okuler.

Mikroskop yang terdiri dari lensa positif bayangan akhir barada jauh tak terhingga, yang memiliki sifat bayangan diperbesar, maya dan tegak.


Perawatan Mikroskop

Mikroskop merupakan perlatan biologi yang perlu dirawat dengan baik. Beberapa hal yang harus diperhatikan agar performance mikroskop tetap baik, yaitu :

  • Cara membawa mikroskop dengan baik adalah pegang lengan mikroskop dengan tangan kanan dan letakkan tangan kiri untuk menompangnya.
  • Jangan mengayun, melambungkan, atau menggetarkan sewaktu meletakkan mikroskop dan jangan mengangkat mikroskop pada tubuh tabungnya karena aka nada bagian yang lepas atau jatuh apabila hal ini dilakukan.
  • Mikroskop yang telah selesai dipakai harus dibersihkan, pakailah penutup plastic atau masukkan ke kotaknya agar tehindar dari debu.
  • Simpan pada tempat yang kering dan usahakan dalam lemari yang dilengkapi dengan lampu untuk mengurangi kelembapan.
  • Lensa yang kotor harus dibersihkan dengan kain lembut, kapas penghisap atau kertas lensa yang telah dibasahi dengan air bersabun, alcohol, atau xilol. Lakukan dengan hati-hati karena lensa mudah tergores yang dapat mengakibatkan pengamatan menjadi kurang jelas.

Gambar Mikroskop : Pengertian, Sejarah, Jenis, Bagian, Cara Kerja dan Perawatan Mikroskop

Cara Menggunakan Mikroskop

Cara menggunakan mikroskop yang benar tentu harus mengikuti instruksi yang terdapat pada manual book. Jika anda baru saja membeli atau memiliki mikroskop pastikan anda membaca buku petunjuk sebelum melakukan pemasangan komponen mikroskop. Beberapa bagian pada mikroskop yang harus diperhatikan lebih dalam proses penggunaannya adalah pada meja preparat, revolver, pemutar kasar dan pemutar halus.

Berikut adalah tahapan cara menggunakan mikroskop secara umum pada mikroksop dengan jenis mikroskop cahaya(bukan mikroskop elektron):

  • Letakan mikroskop pada meja yang datar dan stabil, pastikan meja kokoh dan tidak mudah goyah.
    Jika mikroskop menggunakan sumber listrik untuk media pengamatan objek, pastikan kabel mikroskop menjangkau sumber listrik dan hubungkan.
  • Sediakan objek yang akan diamati dengan mikroskop dan letakan dekat dengan mikroskop.
  • Kendurkan terlebih dahulu makrometer supaya penempatan objek pada meja preparat bisa dilakukan dengan mudah.
  • Preparasi sample atau objek yang akan diamati dengan mikroskop lalu letakan pada meja preparat dan jepit.
  • Putar revolver untuk memilih perbesaran yang dibutuhkan (4x, 10x, 40x atau 100x) untuk mengamati objek.
  • Nyalakan lampu untuk mengamati objek pada meja preparat, jika anda menggunakan mikroskop dengan pencahayaan alami(cahaya matahari) anda perlu melakukan setting cermin untuk memfokuskan cahaya pada objek.
  • Mulai amati objek yang telah ditempatkan pada meja preparat, jika anda menggunakan mikroskop tipe monokuler, anda hanya bisa mengamati dengan salah satu mata. Jika anda menggunakan mikroskop tipe binokuler anda bisa mengamati dengan kedua mata. Dan jika anda menggunakan tipe mikroskop trinokuler dengan kamera yang sudah terpasang dengan baik, anda bisa melihat dalam monitor yang tersedia.
  • Beberapa jenis mikroskop memiliki beberapa makrometer dan mikrometer pada satu unit mikroskop, hal ini memudahkan anda dalam mengamati objek.
  • Putar makrometer atau mikrometer pada pada preparat(geser kanan-kiri) untuk menempatkanya pada posisi yang sesuai.
  • Putar makrometer atau micrometer pada lengan mikroskop(geser atas-bawah) untuk memfokuskan objek yang sedang diamati.
  • Mikroskop yang baik memiliki fitur lampu yang bisa di atur tingkat kecerahannya(terang-redup).
    Aturlah revolver lensa untuk memilih perbesaran yang diinginkan, pastikan ketika mengatur revolver lensa perbesaran, jarak antara meja preparat dengan lensa objektif cukup jauh, sehigga tidak terjadi gesekan antara keduanya.
  • Seiring dengan seringnya menggunakan mikroskop, tentu kita akan lebih mahir memainkan instrument-instrument pada mikroskop, namun tetaplah berhati-hati dalam menggunakannnya.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Gambar Mikroskop , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya