Reaksi Anabolisme : Pengertian,Proses Fotosintesis dan Kemosintesis

Reaksi Anabolisme : Pengertian,Proses Fotosintesis dan Kemosintesis – Proses tubuh mendapat energi disebut metabolisme. Metabolisme masih dibagi jadi 2 yaitu katabolisme serta anabolisme.Pada kesempatan kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas tentang apa dan bagaimana proses reaksi anabolisme dalam tubuh.Mari kita simak artikelnya di bawah ini untuk lebih mengenalnya.

Reaksi Anabolisme : Pengertian,Proses Fotosintesis dan Kemosintesis


Anabolisme atau biosintesis atau asimilasi yaitu proses penyusunan senyawa kimia yang sederhana ke senyawa kimia atau molekul kompleks.Senyawa komplek ini biasanya disebut senyawa makromolekul.Makromolekul yang terbentuk bisa menjadi berbagai macam bentuk seperti asam nukleat, lemak, karbohidrat dan protein.Peristiwa tersebut memerlukan energi dari luar, kemudian energi itu digunakan untuk mengikat senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih kompleks.Dalam reaksi anabolisme dibutuhkan energi yang diperoleh dari reaksi katabolisme.

Reaksi pada sel dapat dikelompokkan menjadi dua kategori:

Pertama, reaksi anabolisme merupakan reaksi pembentukan, yaitu terjadi sintesis molekul besar dari molekul sederhana atau kecil. Pada proses anabolisme membutuhkan energi, dan prosesnya disebut reaksi endogenic.

Kedua, reaksi katabolisme merupakan reaksi pemecahan. Katabolisme merupakan pemecahan molekul besar menjadi lebih sederhana yang disertai pelepasan energi yang disebut reaksi exergonic. Total penjumlahan dari reaksi anabolisme dan katabolisme disebut metabolisme (pembentukan dan pemecahan). Contoh proses katabolisme adalah respirasi, sedangkan contoh proses anabolisme adalah fotosintesis (Green et al, 1988).

Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis.

Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik intraselular maupun ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka organisme akan tumbuh.

Fotosintesis

Fotosintesis merupakan periode penyusunan senyawa karbon organik (glukosa) dari senyawa karbon anorganik (karbon dioksida) dan air dengan bantuan energi cahaya. Reaksi fotosintesis dapat diringkas seperti berikut.

Fotosintesis hanya dilakukan oleh organisme fotoautotrof, seperti tumbuhan hijau, ganggang, dan beberapa jenis bakteri tertentu. Organisme-organisme tersebut dapat melakukan fotosintesis karena memiliki pigmen fotosintetik yang merupakan perangkat untuk menangkap cahaya matahari. Yang termasuk pigmen fotosintetik, antara lain klorofil, karoten, fikoeritrin, dan fikosianin.

Cahaya matahari berperan sebagai sumber energi. Besar kecilnya energi yang dikandung cahaya bergantung pada panjang gelombangnya. Cahaya matahari yang dapat digunakan untuk fotosintesis adalah yang memiliki panjang gelombang tertentu.Sebagai contoh, klorofil a hanya dapat menyerap secara maksimum cahaya dengan panjang gelombang sekitar 600-700 nm, sedangkan klorofil b menyerap cahaya dengan panjang gelombang 400-500 nm.

Baca Juga:  √ 4 Sumber Energi Alternatif dan Manfaatnya Bagi Kehidupan (Lengkap)

Di antara pigmen-pigmen fotosintetik, klorofil merupakan pigmen utama. Klorofil atau zat hijau daun terdapat di dalam kloroplas.Maka, proses fotosintesis juga terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas dapat di temukan pada daun, batang, atau kelopak bunga tumbuhan yang berwarna hijau. Jadi, proses fotosintesis dapat terjadi pada bagian tumbuhan yang berwarna hijau, tetapi terutama terjadi di dalam daun. Di daun, kloroplas banyak dijumpai pada jaringan bunga karang (spons) dan pada jaringan palisade atau jaringan tiang.

Reaksi Anabolisme : Pengertian,Proses Fotosintesis dan Kemosintesis

Tempat Berlangsung Fotosintesis

Dalam kloroplas terdapat butiran yang disebut granum. Antara granum satu dan yang lain dihubungkan oleh suatu lamela yang disebut lamela antargranum. Satu granum tersusun oleh unit yang disebut tilakoid. Klorofil a dan klorofil b terdapat di dalam membran tilakoid tersebut. Grana terdapat di dalam cairan yang disebut stroma.

Pigmen penyerap cahaya yang tersusun atas klorofil a serta klorofil b terdapat pada membran tilakoid dan membentuk kelompok-kelompok yang disebut fotosistem. Fotosistem merupakan satuan fungsional penangkap cahaya. Satu fotosistem tersusun oleh sekitar 200 molekul klorofil. Fotosistem ada dua, yaitu fotosistem I (FS I) dan fotosistem II (FS II).

Tahap-Tahap Fotosintesis

Dalam reaksi fotosintesis terdiri atas dua tahap, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap:

Reaksi Terang

Reaksi terang terjadi jika ada cahaya matahari dan berlangsung di dalam bagian grana. Pada reaksi terang terjadi penyerapan energi matahari oleh klorofil untuk diubah jadi energi kimia. Energi kimia tersimpan dalam dua jenis molekul berenergi tinggi, yaitu ATP dan NADPH. Pada saat reaksi terang terjadi fotolisis, yaitu penguraian air oleh cahaya yang menghasilkan ion hidrogen dan oksigen. Fotolisis merupakan pemasok elektron dalam reaksi terang.

Reaksi Gelap

Reaksi gelap dapat berlangsung baik ada cahaya maupun tidak. Reaksi ini terjadi di dalam bagian stroma. Pada reaksi gelap, ATP dan NADPH yang dihasilkan pada reaksi terang digunakan sebagai sumber energi untuk mereduksi karbon dioksida menjadi glukosa. Pembentukan glukosa dari karbon dioksida adalah melalui siklus Calvin Benson

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Fotosintesis

Proses fotosintesis yang terjadi pada tanaman sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal atau faktor eksternal. Faktor internal, misalnya genetik, sedangkan faktor eksternal, antara lain suhu, cahaya, air, karbon dioksida, dan mineral.

Faktor Genetik

Faktor genetik atau keturunan sangat menentukan aktivitas fotosintesis . Hal ini karna kondisi genetik yang berbeda akan menyebabkan perbedaan fasilitas fotosintesis pada setiap tanaman. Ada tanaman yang memiliki kandungan klorofil sangat banyak sehingga aktivitas fotosintesisnya akan sangat baik. Sebaliknya, ada tanaman yang kandungan klorofilnya sedikit sehingga aktivitas fotosintesisnya juga rendah.

Suhu

Kita tahu bahwa untuk berlangsungnya proses fotosintesis diper- lukan enzim-enzim. Enzim dapat bekerja secara maksimal jika suhu lingkungannya optimum. Jika suhu di atas suhu optimum, laju fotosin-tesisnya berkurang karena aktivitas enzimnya makin lambat. Demikian pula, jika di bawah suhu optimum, laju fotosintesis akan berkurang karenaaktivitas enzim juga berkurang.

Baca Juga:  √ Susunan Saraf Pusat Pada Manusia dan Fungsinya (Terlengkap)

Cahaya

Untuk berlangsungnya fotosintesis mudak diperlukan cahaya sebagai sumber energi. Faktor cahaya yang penting adalah lama pencahayaan, intensitas cahaya, serta panjang gelombang cahaya. Makin lama pen-cahayaan, makin banyak aktivitas fotosintesis yang dapat dilakukan. Ma-kin tinggi intensitas cahaya, makin cepat laju fotosintesis suatu tanaman.

Air

Reaksi yang terjadi di dalam fotosintesis adalah sintesis glukosa dari karbon dioksida. Tanpa air, reaksi fotosintesis tidak akan berlangsung. Karena air pada reaksi terang melalui proses fotolisis menjadi pemasok elektron yang berperan dalam fotofosforilasi pembentukan ATP dan NADPH.Jika kekurangan air, tanaman akan mengalami gangguan fisiologis yang dapat menghambat reaksi metabolisme yang terjadi, termasuk proses fotosintesis.

Karbon Dioksida

Seperti air, karbon dioksida juga merupakan bahan baku untuk sintesis glukosa dalam fotosintesis. Karbon dioksida di udara akan difiksasi oleh tanaman, kemudian akan direduksi menjadi glukosa. Jika ketersediaan karbon dioksida di udara sedikit, proses fotosintesis tentunya juga akan berlangsung dengan lambat.

Mineral

Mineral, seperti magnesium dan besi, berperan dalam menyu-sun molekul klorofil. Jika kekurangan mineral tersebut, tanaman akan kekurangan klorofil. Akibatnya, tanaman tersebut akan mengalami gangguan dalam melakukan fotosintesis.


Kemosintesis

Kemosintesis adalah reaksi biosintesis yang menggunakan energi dari reaksi kimia. Kemosintesis dilakukan oleh beberapa jenis bakteri, misalnya bakteri nitrit (Nitrosomonas dan Nitrosococcus), bakteri nitrat (Nitrosobacter), bakteri belerang (Thiobacillus, Beggiatoa, dan Thiothrix), serta bakteri besi (Cladothrix).

Bakteri nitrit mengubah amonium menjadi nitrat. Pengubahan ini terdiri atas dua tahap dan dilakukan oleh bakteri yang berbeda. Tahap pertama adalah oksidasi amonium menjadi nitrit yang dilakukan oleh bakteri Nitrosomonas atau Nitrosococcus. Adapun tahap kedua adalah oksidasi nitrit tersebut menjadi nitrat yang dilakukan oleh bakteri Nitrobacter.

Reaksi-reaksi kimia tersebut menghasilkan energi yang akan digunakan untuk sintesis karbohidrat dari sumber karbon anorganik. Sumber karbon yang dapat digunakan dapat berupa karbon dioksida (C02), karbonat (CO^), atau metana (CH4).

Bakteri kemosintetik yang dapat mengoksidasi sulfur adalah Thiobacillus thio-oxidans. Bakteri ini dapat mengoksidasi sulfur (belerang) anorganik dan menghasilkan energi yang diperlukan untuk aktivitas hidupnya. Sementara itu, bakteri Thiobacillus fero-oxidans mampu mengoksidasi besi.


Perbedaan Antara Anabolisme dan Katabolisme

  • Anabolisme merupakan proses sintesis molekul kimia kecil menjadi molekul yang lebih besar, sedangkan katabolisme adalah proses penguraian molekul besar menjadi molekul kecil.
  • Anabolisme merupakan proses yang membutuhkan energi sedangkan katabolisme adalah proses yang melepaskan energi.
  • Anabolisme merupakan reaksi reduksi sedangkan katabolisme merupakan reaksi oksidasi.
    Sering kali hasil akhir anabolisme merupakan senyawa pemula proses katabolisme. (Wiradikusumah, 1985).

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Reaksi Anabolisme, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.