Pelanggan Adalah : Pengertian Menurut Para Ahli, Karakteristik, dan Tipe

Pelanggan Adalah : Pengertian Menurut Para Ahli, Karakteristik, dan Tipe – Tentunya kita tahu apa arti pelanggan,namun mungkin belum mengetahuinya lebih mendalam apa saja yang di maksud pelanggan ? Untuk pembahasan kali ini kita akan membahasnya agar lebih dapat memahami dan dimengerti. Simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pelanggan Adalah : Pengertian Menurut Para Ahli, Karakteristik, dan Tipe


Pelanggan atau langganan adalah individu atau rumah tangga, perusahaan yang membeli barang jasa yang dihasilkan dalam ekonomi,atau pelanggan adalah seseorang yang terbiasa untuk membeli barang pada sebuah toko tertentu. Pelanggan juga sering disebut dengan klien, nasabah atau juga pasien tergantung pada sifat industri atau budaya

Dengan kata lain Pelanggan adalah seseorang yang membina hubungan baik dengan orang lain khususnya produsen dalam bidang usaha. Demi mempermudah pengidentifikasian pelanggan, lebih baik kita klasifikasikan pelanggan sebagai seorang, organisasi atau pun instansi yang utuh, dan pada dasarnya semuanya mempunyai kebutuhan.

Berikut ini terdapat beberapa pengertian pelanggan menurut para ahli, terdiri atas:

Menurut Maine dkk (Nasution, 2004:101)

Memberikan beberapa definisi tentang pelanggan yaitu:

  • Pelanggan adalah orang yang tidak tergantung pada kita, tetapi kita yang tergantung padanya
  • Pelanggan adalah orang yang membawa kita kepada apa keinginannya
  • Tidak ada seorangpun yang pernah menang beradu argumentasi dengan pelanggan
  • Pelanggan adalah orang yang teramat penting yang harus dihapuskan

Menurut Tjiptono dan Diana (2003:100-101)

Mendefinisikan pelanggan sebagai orang yang membeli dan menggunakan produknya.

Menurut Dharmmesta dan Handoko (1997:12)

Pelanggan adalah individu-individu yang melakukan pembelian untuk memenuhi kebutuhan pribadinya atau konsumsi rumah tangga.

Menurut Pamitra (2001:11)

Pelanggan adalah individu pembuatan keputusan yang menyebabkan seseorang harus terlibat atau tidak dalam pembelian suatu produk.

Menurut Supranto (2001:21)

Pelanggan adalah setiap individu yang menerima suatu jenis barang atau jasa dari beberapa orang lain atau kelompok orang.

Menurut Lupiyoadi (2001:134)

Pelanggan adalah seorang individu yang secara continue dan berulang kali datang ke tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan suatu jasa dan memuaskan produk atau jasa tersebut.

Menurut Gasperz dalam (Nasution, 2004:101)

Pelanggan adalah semua orang yang menuntut perusahaan untuk memenuhi suatu standar kualitas tertentu yang akan memberikan pengaruh pada performansi perusahaan dan manajemen perusahaan.

Pelanggan Adalah : Pengertian Menurut Para Ahli, Karakteristik, dan Tipe

Karakteristik Pelanggan

Berikut ini ada sebagian karakteristik pelanggan, terdiri atas:

  • Pelanggan pemula, Tipe Pelanggan pendatang baru atau pemula cirinya merupakan banyak bertanya. Serta pendatang baru ialah calon pelanggan pada waktu yang akan datang.
  • Pelanggan curiga, terdapat Pelanggan yang tiba dengan rasa curiga kalau kamu menjual barang gelap dengan harga gelap serta untung kamu berlipat. Jadi ia hendak menawar di bawah harga kepantasan.
  • Pelanggan keras kepala serta sombong. Jenis orang ini susah banget menerima komentar orang lain serta bangga pada diri sendiri. Orang ini terkadang suka membantah terhadap perkataanmu serta bahagia memamerkan yang mereka miliki.
  • Pelanggan kikir. Jenis ini memikirkan untung rugi yang  mereka miliki. Perhitungan mereka sangat terperinci.
  • Pelanggan pendiam. Mereka irit dalam bicara. Mereka terkadang bicara pada hal- hal yang berarti saja, tetapi bisa diandalkan sebab mereka jenis yang banyak melaksanakan aksi.
  • Pelanggan pembanding. Mereka merupakan jenis yang sangat mengerti tentang produk/ jasa yang kamu tawarkan, sehingga kamu terkadang kesusahan menaklukan mereka.
  • Pelanggan pengadu domba, terdapat tipe Pelanggan lain lagi, ialah yang suka mengadu domba. Bisa jadi sebab menyangka kamu merupakan domba yang layak diadu- adu. Pelanggan tipe ini suka berkata kalau harga di tempat lain lebih murah daripada benda yang Kamu tawarkan.
  • Pelanggan yang senantiasa marah. Solusinya dengarkan pada dikala mereka marah serta jangan berupaya membagikan argumentasi yang terkesan kamu membela diri tetapi dengarkan saja dahulu seluruh keluhannya dengan baik setelah mereda baru kamu jelaskan duduk persoalannya setelah itu cari pemecahan jalur keluarnya.
  • Pelanggan yang tidak sabar. Misalnya beli sprei maunya buru- buru melulu hingga solusinya merupakan beri uraian lama pembuatan serta pengirimannya, untuk orang yang tidak sabaran dengan uraian tersebut dapat mengambil keputusan jadi ataupun tidaknya beli sprei. Bila mereka jadi beli sangat perlu di ketahui dari dini sehingga mereka akan sabar menanti.
  • Pelanggan yang baik hati. Walaupun pelanggan itu tercantum baik hati bukan berarti kita menyepelekan mereka, dengan terdapatnya pelanggan yang baik hati ini hingga urusan bisnis jadi mudah. Jaga jangan hingga mengecewakan mereka sebab bila mereka kerap dikecewakan kita tidak menutup mungkin mereka akan kabur.
  • Pelanggan yang cerewet. Buat mengalami pelanggan yang cerewet wajib memiliki data- data yang akurat tentang apa yang kita jual sebab mereka umumnya permasalahan kecil saja dapat dibesar- besarkan. Coba kita hadapi dengan watak kalem sebab bila kita pula mengalami dengan cerewet hingga permasalahan tidak hendak berakhir. Orang cerewet mayoritas cuma di mulutnya saja tetapi umumnya hatinya baik asalkan kita bisa mengambil hati mereka. Jenis pelanggan cerewet ini bila kita telah mengenali metode mengatasinya hingga mereka hendak jadi pelanggan setia kita sebab keluhan mereka telah bisa kita obati.
  • Pelanggan yang curang. Mengalami jenis pelanggan yang curang ini kita mesti ekstra hati- hati dengan metode seluruh catatan kita wajib lengkap serta apik sebab bila mereka curang hingga hendak bisa dilacak dari seluruh catatan serta transaksi yang terdapat. Pelanggan yang curang umumnya terdapat kaitannya dengan kebohongan, dibenak mereka merupakan bagaimana mencurangi kita supaya mereka menemukan keuntungan langsung. Contohnya, benda telah dikirim katanya terdapat kekurangan sementara itu sesungguhnya barangnya telah lengkap dengan tujuan mau dikirim lagi kekurangan tersebut. Perihal semacam ini namanya curang.
  • Pelanggan yang judes. Mengalami pelanggan yang judes tidak terdapat pemecahan yang ampuh kecuali menghadapinya dengan watak ramah supaya suasana jadi mencair. Pelanggan yang judes memanglah bawaan orangnya judes tetapi demikian pada dasarnya mereka baik hati. Dapat jadi pelanggan setia asalkan kita dapat menjawab mereka seramah bisa jadi walaupun didalam hati kecil kita tidak menerima perihal demikian.
  • Pelanggan yang tidak tahu diri. Kuncinya kita wajib sabar jangan turut terpancing emosi dengan ulah pelanggan ini. Disamping sabar kita pula wajib senantiasa waspada terhadap pelanggan yang tidak ketahui diri sebab pada dasarnya mereka kurang perduli terhadap orang lain. Misalnya, malam hari waktunya tidur menelpon untuk beli barang.
  • Pelanggan yang lemot. Terkadang kita terbuat sewot terhadap pelanggan yang lemot betapa tidak telah diterangkan panjang lebar ternyata tidak faham mau diulangi lagi. Bila dalam menghitung pelanggan yang lemot umumnya suka salah. Kita wajib memiliki watak maklum serta jiwa mendidik dalam perihal ini sehingga bila mereka lemot mesti kita tuntun pelan- pelan supaya paham yang kesimpulannya jadi pelanggan setia kita.
  • Pelanggan yang ramah. Pelanggan yang ramah sangat enak dilayani serta seluruh permasalahan yang dialami umumnya bisa dicari jalur keluarnya dengan baik. Jangan hingga terjalin kebalikan pelanggannya telah ramah malah kita yang melayani judes serta apabila ini terjalin pelanggan ini hendak kabur. Judes serta ramah dapat pula kita amati via SMS ataupun BBM bagaimana perkata yang ditulis sepanjang berhubungan.
  • Pelanggan yang detail. Pelanggan ini umumnya hendak menanyakan seluruh suatu hingga sedetil- detilnya serta mereka perhitungannya sangat matang sehingga kita wajib bisa meyakinkan kepada ia kalau apa yang kita jual mengusai hingga yang sedetail- detailnya supaya bila mereka memohon uraian bisa kita terangkan dengan baik. Jenis pelanggan perinci ini merupakan jenis pelanggan yang suka membanding- bandingkan antara produk yang satu dengan produk yang lain.
  • Pelanggan pengutil. terdapat lagi tipe Pelanggan yang suka mengutil. Ia kerap bertanya apa saja, yang pada intinya bertujuan supaya Kamu bimbang serta linglung, serta pada kesimpulannya setelah Pelanggan tersebut pergi, kamu memperoleh ada benda yang lenyap.
  • Pelanggan yang loyal pada harga, Inilah tipikal Pelanggan pada biasanya. Loyalitasnya cuma pada harga bukan pada kamu. Jika harga kompetitor kamu lebih murah ia akan lari ke situ.
  • Pelanggan banyak uang, Ini yang kita cari. Uangnya banyak, tidak cerewet, lagi penurut. Tetapi hati- hati menanganinya. Untuk mereka umumnya kualitas nomor satu. Kamu wajib menyuguhkan hanya yang terbaik. Sekali kecewa, mereka pindah ke pesaing.
  • Pelanggan kumuh, sebetulnya penampilan kumuh ataupun perlente tidak pengaruh apa- apa. Banyak konglomerat, purnawirawan ataupun bos- bos besar keluar- masuk toko terencana mengenakan kaos oblong serta celana pendek. Tentu bukan buat memperdaya kita, supaya kita menjual murah, melainkan sebab begitulah memanglah karakter mereka yang sejati: simpel, apa adanyanya. Terdapat pepatah bilang: Don’ t judge the book from the cover. Jangan menghakimi orang dari penampilannya.
  • Sebaliknya tipe Pelanggan yang terakhir( Value seeker), merupakan mereka yang mempunyai pertimbangan serta pendirian sendiri. Kelompok ini jumlahnya lebih besar dari kelompok awal, sehingga pantas pula diberi atensi spesial. ataupun yang diucap Pelanggan“ Value Seeker”. Tipe Pelanggan ini relatif susah buat dipengaruhi, sebab mereka lebih mendasarkan kebutuhan mereka terhadap alasan- alasan yang rasional.

Tipe – Tipe Pelanggan

Berikut ini ada sebagian tipe- tipe pelanggan, terdiri atas:

Pelanggan Pria

  • Tidak bertele- tele dalam mencari benda yang diinginkan
  • Kurang sabar dalam memilah benda yang diinginkan
  • Gampang dipengaruhi bujukan petugas pelayan
  • Gampang terbawa- bawa oleh uraian serta argumentasi yang obyektif

Pelanggan Wanita

  • Sangat bertele- tele dalam memilah barang
  • Tidak gampang terbawa- bawa uraian/ bujukan petugas pelayanan
  • Dalam memilah benda, umumnya lebih tertarik pada motif, wujud ataupun corak, bukan khasiat benda tersebut, sebab perempuan cenderung memakai perasaan
  • Lebih memiliki suatu yang bertabiat modis, paling utama dalam memilah produk baju, tas, sepatu,
  • Gampang memohon pemikiran serta komentar orang lain
  • Menggemari hal- hal yang bertabiat teknis
  • Kurang menggemari hal- hal yang bertabiat non teknis

Pelanggan Remaja

  • Gampang terbawa- bawa bujukan petugas
  • Gampang terbawa- bawa siaran iklan yang menarik
  • Seleranya sangat modis dalam memilah barang
  • Agak boros dalam berbelanja

Pelanggan Umur Lanjut

  • Sangat susah terbawa- bawa bujuk rayu petugas
  • Telah mantap dalam memilah benda yang diinginkan
  • Acapkali menanyakan beberapa barang yang telah ke tinggalan jaman
  • Umumnya berlagak ramah serta ngemong pada petugas yang masih muda- muda
  • Cenderung mau berlama- lama serta ngobrol dahulu dengan petugas

Pelanggan Anak- Anak

  • Biasanya masih suka bermain- main
  • Keinginannya terkadang suka berubah- ubah( suka berubah- ganti)
  • Tidak sempat diam, senantiasa bergerak kesana- kemari
  • Gampang dipengaruhi dengan bujuk rayu

Pelanggan Pasangan

  • Atmosfer hati lagi diliputi kebahagiaan
  • Seia- sekata serta tidak sering terjalin perselisihan

Pelanggan Pendiam

  • Kurang berani melaporkan kebutuhannya, sebab malu
  • Enggan buat bicara, sebab lagi memikirkan kualitas benda ataupun harga
  • Tidak gampang buat dilayani sebab tidak dikenal kebutuhannya
  • Tidak memusatkan pikirannya pada sesuatu benda, sebab merasa gugup ataupun bingung
  • Keahlian berbicaranya kurang, yang bisa jadi diakibatkan oleh terdapatnya kehancuran organis ataupun psikis

Pelanggan yang suka berbicara

  • Umumnya pelanggan ini pandai memusatkan topik pembicaraan. Apalagi kerap berdialog tentang bermacam perkara tanpa menyinggung kebutuhannya untuk membeli .
  • Dalam mengalami pelanggan jenis ini kita sebaiknya berlagak sabar serta bijaksana. Apabila pelanggan terus berdialog lekas dialihkan pembicaraannya pada benda yang hendak diperlukan.

Pelanggan yang Gugup

Dalam mengalami pelanggan yang gugup, sebaiknya kita mencermati hal- hal yang berikut:

  • Tidak menawarkan benda secara kelewatan, agar tidak membingungkan
  • Memusatkan atensi pada beberapa barang yang dibutuhkan
  • Menjauhi perilaku yang seolah- olah merendahkan pelanggan
  • Berlagak sabar serta tidak gampang kesal

Pelanggan yang Ragu- Ragu

Dalam mengalami pelanggan yang ragu- ragu, sebaiknya kita mencermati hal- hal yang berikut:

  • Berupaya buat meyakinkan pelanggan tentang beberapa barang yang dibutuhkannya
  • Berupaya menawarkan beberapa barang yang bisa jadi diperlukannya
  • Menerangkan seluruh tipe benda yang ada hingga mendetail, supaya tertarik
  • Apabila opsi awal kurang menarik, tawarkan yang yang lain bagaikan opsi alternatif
  • Dengan tabah menjajaki selera pelanggan serta tidak memaksakan pendapat
  • Berikan jaminan kepada pelanggan.

Pelanggan Pembantah

Orang yang bertipe pembantah basanya hendak menyangka dirinya sangat pandai ataupun sangat banyak yang di ketahui, sehingga tidak ingin mencermati komentar ataupun anjuran orang lain. Pelanggan semacam ini suka sekali berdebat kusir, sehingga membuat gaduh , mengusik hati,dan lain lain.Dalam perihal ini kita sebaiknya melindungi supaya perihal tersebut tidak berlarut- larut.

Pelanggan yang Sadar

Pelanggan yang sadar umumnya memiliki keyakinan diri yang lumayan besar sebab telah mengetahuidan merancang seluruh suatu yang hendak dibelinya. Pelanggan yang sadar dalam melaksanakan transaksi hanya berkata keperluannya dengan ringkas serta jelas, sehingga tidak banyak membuang waktu dalam memastikan benda apa yang hendak di belinya.

Pelanggan yang Curiga

Pelanggan yang Curiga senantiasa berjaga- jaga dalam berbelanja. Ia tidak gampang dipengaruhi oleh penjual. Pelanggan jenis ini biasanya berlagak tidak tenang serta selalau merasa curiga hendak ditipu. Kecurigaan tersebut timbul disebabkan bisa jadi ia sempat hadapi salah beli ataupun tertipu.

Pelanggan yang Angkuh

Pelanggan yang Angkuh merupakan pelanggan yang senantiasa mau berkuasa serta jadi pusat perhatian. Pelanggan ini gampang diketahui, sebab seluruh suatu yang dikerjakannya serba kelewatan, sombong, menawar benda di bawah harga standar.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id Tentang Pelanggan ,semoga bermanfaat.

Baca Juga:  √ Pengertian Audit Internal, Tujuan, Fungsi dan Ruang Lingkupnya