√ Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Dampak dan Contohnya

Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Dampak dan Contohnya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Dekonsentrasi. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian dekonsentrasi, tujuan, ciri, dampak dan contohnya dengan secara singkat dan jelas. Unutk lebih detailnya simak artikel berikut ini.

Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Dampak dan Contohnya

Dasar hukum yang mengatur dekonsentrasi yaitu tercantum dalam PERMEN Republik Indonesia No. 39 Tahun 2001 mengenai Penyelenggaraan Dekonsentrasi. Dimana pada peraturan itu dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan dekonsentrasi.

Pengertian Dekonsentrasi

Pengertian dekonsentrasi adalah suatu penyerahan atau pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Bertujuan untuk dapat meningkatkan efisiensi serta juga  efektivitas penyelenggaraan pemerintahaan.

Dalam hal ini kewenangan yang dilimpahkan itu hanyalah terbatas pada wewenang administratif saja. Sedangkan untuk wewenang politik masih tetap dipegang oleh pemerintah pusat. Dengan kata lain, dekonsentrasi yaitu perpaduan antara Sentralisasi dengan Desentralisasi.

Tujuan Dekonsentrasi

Didalam pelaksanaan sistem dekonsentrasi terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai. Sesuai dengan definisi dekonsentrasi, adapun tujuan dari dekonsentrasi ini diantaranya sebagai berikut:

Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pemerintahan

Dalam penyelenggaraan pemerintahan tentunya membutuhkan tingkat efisiensi serta tingkat efektivitas yang baik. Dengan melimpahkan wewenang tertentu dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Maka sebuah proses penyelenggaraan pemerintahan terebut akan menjadi lebih baik.

Baca Juga:  √ 6 Jenis Subjek Hukum Internasional (Pembahasan Lengkap)

Pengelolaan Pembangunan dan Pelayanan Umum

Pembangunan serta pelayanan untuk kepentingan umum adalah hal yang sangat penting didalam penyelenggaraan pemerintahan di dalam suatu negara. Oleh sebab itu, pemerintah daerah yang diberikan wewenang untuk bidang administratif tersebut akan lebih mudah melaksanaan pengelolaan serta pelayanan kepentingan publik.

Menjaga Komunikasi Sosial dan Budaya

Di Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, tentu dengan karakteristik yang berbeda-beda. Dengan adanya penyerahan wewenang yang diberikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.  Sehingga akan terjadi proses komunikasi sosial kemasyarakatan serta juga sosial budaya dalam sistem administrasi negara tersebut akan dapat dilakukan dengan baik.

Menjaga Keharmonisan Pembangunan Nasional

Pembangunan di tiap-tiap daerah dapat terlaksana dengan baik, apabila terjalin suatu keharmonisan serta keselarasan dengan pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Dengan begitu, pemerataan pembangunan di tiap-tiap daerah akan terlaksana dengan secara berkesinambungan dan merata di setiap daerah.

Menjaga Keutuhan NKRI

Pembangunan ekonomi juga infrastruktur yang merata di tiap-tiap daerah adalah salah satu bentuk keadilan sosial yang harus dilaksanakan pemerintah pusat. Dengan begitu, maka tidak ada lagi kesenjangan sosial antar daerah, yang pada akhirnya tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Indonesia.

Pengertian Dekonsentrasi Tujuan Dampak dan Contohnya

Ciri-Ciri Dekonsentrasi

Ada beberapa ciri khusus yang terdapat pada sistem dekonsentrasi, berikut ini adalah ciri-ciri dekonsentrasi diantaranya yaitu:

  • Merupakan suatu penyerahan kewenangan.
  • Pelimpahan wewenang dilakukan dengaan secara vertikal, misalnya dari Presiden kepada Gubernur.
  • Pihak yang dilimpahkan wewenang itu berstatus mewakili yang memiliki wewenang sehingga tidak memegang tanggungjawab sendiri.
Baca Juga:  √ 12 Tujuan Hukum Menurut Para Ahli (Pembahasan Lengkap)

Kelebihan dan Kekurangan Dekonsentrasi

Didalam pelaksanaannya dekonsentrasai ini, tentu terdapat dampak baik mengenai kelebihan dan kekurangan asas dekonsentrasi. Di bawah ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari deekonsentrasi tersebut diantaranya :

Kelebihan Asas Dekonsentrasi

  • Secara politis, dekonsentrasi tersebut dapat meminimalisir keluhan di daerah terhadap suatu kebijakan pemerintah pusat.
  • Dekonsentrasi tersebut juga akan memungkinkan pemerintah daerah berkomunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal perencanaan dan juga pelaksanaan pembangunan di bidang ekonomi.
  • Memungkinkan juga terjadinya hubungan langsung antara pemerintah dengan rakyat.
  • Dekonsentrasi tersebut dapat membantu mengamankan dalam pelaksanaan kebijakan nasional di bidang ekonomi, administrasi, serta juga politik.
  • Dekonsentrasi ini merupakan suatu alat yang efektif untuk menjaga persatuan dan juga kesatuan nasional.

Kekurangan Asas Dekonsentrasi

  • Struktur pemerintahan yang kompleks membuat koordinasi menjadi lebih sulit.
  • Keserasian serta juga keseimbangan antara semua kepentingan daerah cenderung lebih mudah terganggu
  • Menimbulkaan fanatisme pada tiap-tiap daerah.
  • Proses pengambilan keputusan menjadi lebih lama.
  • Membutuhkan biaya yang lebih besar.

Contoh Dekonsentrasi

Terdapat beberapa contoh penerapan asas dekonsentrasi, antara lain sebagai berikut:

  • Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat
  • Pelayanan pajak di tiap-tiap daerah
  • Penyelenggaraan dinas perhubungan
  • Penyerahan wewenang dalam pelaksanaan ASIAN GAMES kepada gubernur

Demikian penjelasan tentang Pengertian Dekonsentrasi, Tujuan, Dampak dan Contohnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih.