Bagian Bagian Kulit : Epidermis, Dermis, Struktur Dan Fungsinya

Bagian Bagian Kulit : Epidermis, Dermis, Struktur Dan Fungsinya – Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas bagian bagian kulit dan tentunya tentang hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Bagian Bagian Kulit : Epidermis, Dermis, Struktur Dan Fungsinya


Kulit merupakan organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7 – 3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5 – 1,9 meter persegi.

Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Kulit tipis terletak pada kelopak mata, penis, labium minus dan kulit bagian medial lengan atas. Sedangkan kulit tebal terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, punggung, bahu dan bokong.

Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapisan luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan ikat. (Ganong, 2008).


Strukur Lapisan Kulit


  • Kulit Ari (Epidermis)

Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. Terdiri dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel melanosit, Langerhans dan merkel. Tebal epidermis berbeda-beda pada berbagai tempat di tubuh, paling tebal pada telapak tangan dan kaki.

Ketebalan epidermis hanya sekitar 5 % dari seluruh ketebalan kulit. Terjadi regenerasi setiap 4-6 minggu. Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam):

    • Stratum Korneum

Terdiri dari sel keratinosit yang bisa mengelupas dan berganti.

    • Stratum Lusidum

Berupa garis translusen, biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. Tidak tampak pada kulit tipis.

    • Stratum Granulosum

Ditandai oleh 3-5 lapis sel polygonal gepeng yang intinya ditengah dan sitoplasma terisi oleh granula basofilik kasar yang dinamakan granula keratohialin yang mengandung protein kaya akan histidin. Terdapat sel Langerhans.

    • Stratum Spinosum

Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril, dianggap filamenfilame tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan Malfigi. Terdapat sel Langerhans.

    • Stratum Basale (Stratum Germinativum)

Terdapat aktifitas mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor lain.Merupakan satu lapis sel yang mengandung melanosit.

Fungsi Epidermis : Proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel Langerhans) (Wasitaatmadja, 1997).

Fungsi kulit ari (epidermis) ialah

untuk melindungi tubuh dari berbagai zat kimia dari luar tubuh,
melindungi tubuh dari sinar UV,
melindungi tubuh dari bakteri .


  • Kulit Jangat (Dermis)

Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”. Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm.

Dermis terdiri dari dua lapisan :

    • Lapisan papiler; tipis mengandung jaringan ikat jarang.
    • Lapisan retikuler; tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Serabut-serabut kolagen menebal dan sintesa kolagen berkurang dengan bertambahnya usia. Serabut elastin jumlahnya terus meningkat dan menebal, kandungan elastin kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai dewasa.

Pada usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan kulit terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak mempunyai banyak keriput. Dermis mempunyai banyak jaringan pembuluh darah.

Baca Juga:  √ Pengertian Lisosom dan Fungsi Lisosom (Pembahasan Lengkap)

Dermis juga mengandung beberapa derivat epidermis yaitu folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Kualitas kulit tergantung banyak tidaknya derivat epidermis di dalam dermis. Fungsi Dermis : struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi (Wasitaatmadja, 1997).

Kulit jangat atau juga dermis adalah suatu lapisan kedua dari kulit. Batas dengan epidermis tersebut dilapisi dari membran basalis. Dermis atau juga lapisan jangat tersebut lebih tebal dari epidermis. Dermis memiliki serabut yang elastik sehingga memungkinkan kulit dapat merenggang di saat orang itu semakin bertambah gemuk, serta juga kulit dapat bergelambir disaat orang tersebut menjadi kurus.

Pada lapisan dalam dermis tersebut juga terdapat berbagai macam lapisan-lapisan. Lapisan-lapisan pada dermis antara lain ialah sebagai berikut…

    • Pembuluh Kapiler tersebut, berfungsi untuk dapat menghantarkan nutrisi atau juga zat-zat makanan di akar rambut serta sel kulit
    • Kelenjar Keringat (glandula sudorifera) tersebut, tersebar diseluruh kulit serta juga berfungsi untuk dapat menghasilkan keringat yang dikeluarkan dengan melalui pori-pori kulit
    • Kelenjar Minyak (grandula sebaceae) tersebut, berfungsi untuk dapat menghasilkan minyak supaya kulit serta juga rambut tidak kering serta mengkerut
    • Kelenjar Rambut, mempunyai akar serta juga batang rambut dan kelenjar minyak rambut. di saat dingin serta juga rasa takut, rambut yang terdapat di tubuh kita akan terasa berdiri. Hal tersebut disebabkan karna didekat akar rambut ada otot polos yang mempunyai suatu fungsi dalam menekakkan rambut.

  • Jaringan Ikat Bawah Kulit (Hypodermis)

Jaringan ikat bawah kulit tersebut berada dibawah dermis. Jaringan tersebut tidak mempunyai pembatas yang jelas dengan dermis,ialah sebagai patokan didalam batasannya ialah mulainya terdapat suatu sel lemak. di lapisan kulit tersebut banyak terdapat lemak. Fungsi dari lapisan lemak ialah untuk dapat melindungi tubuh dari benturan, ialah sebagai sumber energi cadangan serta juga menahan panas tubuh.

Subkutis Merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu.

Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi. Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber. (Wasitaatmadja, 1997).

Reseptor yang cepat beradaptasi di kulit yaitu reseptor taktil (sentuh) dikulit yang memberitahu mengenai perubahan tekanan pada permukaan kulit. Karena reseptor ini cepat beradaptasi maka seseorang tidak menyadari sedang memakai jam tangan, cincin dan sebagainya.

Sewaktu memakai sesuatu maka akan terbiasa karena adanya adaptasi cepat reseptor tersebut. Sewaktu mencopotnya maka akan menyadarinya karena adanya off response (Sherwood, 2001).

Mekanisme adaptasi untuk korpus atau badan Pacini (Pacinian corpuscle) suatu reseptor kulit yang mendeteksi tekanan dan getaran diketahui dari sifat-sifat fisiknya. Korpus Pacini adalah suatu ujung reseptor khusus yang terdiri dari lapisan-lapisan konsentrik jaringan ikat mirip kulit bawang yang membungkus ujung perifer suatu neuron aferen (Sherwood, 2001).

Setiap neuron sensorik berespons terhadap informasi sensorik hanya dalam daerah terbatas dipermukaan kulit sekitarnya, daerah ini dikenal sebagai lapangan reseptif (receptive field). Ukuran lapangan reseptif bervariasi berbanding terbalik dengan kepadatan reseptor didaerah tersebut.

Semakin dekat penempatan reseptor jenis tertentu, maka semakin kecil daerah kulit yang terpantau oleh reseptor tersebut. Semakin kecil lapangan reseptif di suatu daerah maka semakin besar ketajaman (acuity) atau kemampuan diskriminatif (Sherwood, 2001).

Arteri yang memberi nutrisi pada kulit membentuk pleksus terletak antara lapisan papiler dan retikuler dermis dan selain itu antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang kecil meninggalkan pleksus ini memperdarahi papilla dermis, tiap papilla dermis punya satu arteri asenden dan satu cabang vena.

Baca Juga:  Faktor Internal Penyebab Pelanggaran HAM : Pengertian Pelanggaran HAM dan Macamnya

Hipodermis terdiri dari 4 unsur utama, yaitu :

Jaringan atau lapisan lemak yang memilliki ketebalan dan kedalaman yang bervariasi. Lapisan paling tebal berada di daerah pantat, sedangkan lapisan paling tipis berada di daerah kelopak mata.
Jaringan ikat bawah kulit yang berfungsi untuk menyangga tubuh bagian dalam dari adanya benturan, membentuk kontur tubuh, serta sebagai cadangan makanan.
Fibroblast yang bertanggung jawab untuk menghasilkan kolagen yang nantinya disalurkan ke lapisan dermis untuk memperkuat kulit.
Pembuluh darah dan limfe yang merupakan saraf-saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit.


Fungsi Kulit

Secara umum kulit tersebut memiliki fungsi. Fungsi kulit antara lain sebagai berikut :

  • Fungsi Proteksi.
    Kulit tersebut berfungsi didalam menjaga bagian didalam tubuh tersebut terhadap gangguan fisik yang diluar tubuh. Seperti contohnya gesekan, tekanan, tarikan dan lain sebagainya
  • Fungsi Absorbsi.
    Kulit tersebut lebih mudah untuk dapat menyerap yang menguap dari benda cair atau juga padat, begitu juga yang larut seperti layaknya lemak.
  • Fungsi Ekskresi.
    Kelenjar-kelenjar pada kulit tersebut akan mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna ialah sebagai hasil dari metabolisme didalam tubuh.
  • Fungsi Persepsi.
    Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis serta juga subkutis. Terhadap suatu rangsangan panas yang diperankan oleh badan-badan subkutis serta juga ruffini didermis
  • Fungsi Pengaturan suhu tubuh
  • Fungsi Pembentukan Pigmen.
    Sel pembentuk suatu pigmen (melanosoit yang berada pada lapisan basal serta juga sel yang berasal dari rigi saraf).
  • Fungsi Keratinisasi.
    di lapisan epidermis dewasa itu terdapat tiga lapisan yakni lapisan melanosoit, keratinosit, dan sel langerhans

Bagian Bagian Kulit : Epidermis, Dermis, Struktur Dan Fungsinya


Pembentukan Warna pada Kulit

Warna pada kulit dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu pigmentasi epidermis dan sirkulasi kapiler yang ada di lapisan dermis. Pigmentasi epidermis dipengaruhi oleh dua pigmen, yaitu karoten dan melanin.

Karoten merupakan pigmen merah-jingga yang berakumulasi di epidermis. Paling banyak terdapat di stratum korneum pada orang berkulit terang, juga di jaringan lemak pada lapisan dermis dan subkutis.

Perubahan warna yang diakibatkan oleh karoten paling terlihat pada orang berkulit pucat, sedangkan pada orang berkulit gelap sulit terlihat. Karoten dapat dikonversi menjadi vitamin A yang diperlukan untuk pemeliharaan epitel dan sintesis fotoreseptor di mata.

Melanin merupakan pigmen kuning-coklat, atau hitam yang diproduksi oleh melanosit. Melanosit sendiri berada di antara sel-sel basal dan memiliki juluran ke sel-sel di atasnya. Perbandingan jumlah melanosit dan sel basal bervariasi, mulai dari 1:20 sampai 1:4.

Badan Golgi melanosit membentuk melanin dari tyrosin dengan bantuan Cu dan oksigen, lalu mengemasnya menjadi vesikel-vesikel melanosom. Melanosom ini akan dihantarkan melalui juluran melanosit dan mewarnai sel-sel keratin di atasnya sampai didegradasi oleh lisosom.

Jumlah melanosit baik pada orang kulit hitam maupun kulit putih adalah sama, yang berbeda adalah aktivitas dan produksi pigmennya (melanosit). Pada orang kulit pucat transfer melanosom hanya sebatas stratum spinosum, sedangkan pada orang berkulit gelap melanosom dapat dihantarkan hingga ke stratum granulosum.

Sirkulasi darah yang ada di dalam pembuluh kapiler pada dermis juga berperan dalam menentukan warna kulit. Hemoglobin yang fungsinya untuk mengangkut oksigen adalah bersifat pigmen. Ketika berikatan dengan oksigen, hemoglobin akan berwarna merah terang sehingga memberikan pewarnaan merah pada pembuluh kapiler.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Bagian Bagian Kulit , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.