Sistem Informasi Manajemen : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Tujuan dan Jenis Penerapannya

Sistem Informasi Manajemen : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Tujuan dan Jenis Penerapannya – Apa itu yang di maksud dengan Sistem Informasi Manajemen?,Pada kesempatan kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentu pula hal-hal yang melingkupinya. Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Sistem Informasi Manajemen : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Tujuan dan Jenis Penerapannya


Sistem Informasi Manajemen adalah seperangkat prosedur gabungan yang mengumpulkan dan menghasilkan data yang andal, relevan, dan terorganisir dengan baik yang mendukung proses pengambilan keputusan suatu organisasi. Singkatnya, ini adalah sekelompok proses di mana data diperoleh, dianalisa, dan ditampilkan dengan cara yang berguna untuk tujuan pengambilan keputusan.

Sistem informasi manajemen (SIM) juga biasa dikenal dengan sebutan management information system (MIS) merupakan sistem yang direncanakan untuk mengumpulkan, menyimpan dan menyebarluaskan data berupa informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan berbagai fungsi manajemen. Sementara menurut business dictionary, sistem informasi manajemen adalah pendekatan yang terorganisasi untuk mempelajari kebutuhan informasi manajemen organisasi di setiap tingkat guna pengambilan keputusan operasional, taktis dan strategis.

Cara kerja sistem informasi manajemen, dimulai dari pemprosesan data kemudian disimpan dalam database terpusat di mana informasi dapat diakses dan di-update oleh semua orang yang memiliki wewenang sesuai dengan tujuan mereka.


Manfaat Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen memiliki banyak manfaat baik bagi pihak manajemen maupun untuk organisasi keseluruhan. Adapun manfaat Sistem Informasi Manajemen seperti:

  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas data secara akurat dan realtime.
  • Memudahkan pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua departemen yang memiliki hubungan atau koordinasi.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinasi dan sistematis.
  • Meningkatkan produktivitas dan penghematan biaya dalam organisasi

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Fungsi utama diterapkannya sistem infomasi manajemen dalam suatu organisasi yaitu sebagai berikut:

  • Mempermudah pihak manajemen untuk melakukan suatu perencanaan, pengawasan, pengarahan dan pendelegasian kerja kepada semua departemen yang mempunyai hubungan komando atau koordinasi dengannya.
  • Untuk meningkatkan sebuah efisiensi dan efektifitas data yang tersaji akurat dan tepat waktu.
  • Untuk meningkatkan suatu produktifitas dan penghematan biaya dalam suatu organisasi.
  • Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena unit sistem kerja yang terkoordinir dan sistematis.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

  • Untuk menyediakan suatu informasi dalam pengambilan suatu keputusan.
  • Untuk menyediakan suatu informasi yang digunakan didalam suatu perencanaan, pengendalian,
  • pengevaluasian dan juga perbaikan berkelanjutan.
  • Untuk menyediakan suatu informasi yang dipergunakan di dalam suatu perhitungan harga pokok produk, jasa dan tujuan lainnya yang diinginkan oleh manajemen.
Baca Juga:  √ 26 Pengertian Piutang Menurut Para Ahli (Pembahasan Lengkap)

Jenis-Jenis Penerapan Sistem Informasi Manajemen

Dalam penerapannya, sistem informasi manajemen memiliki beberapa jenis yang lahir demi memberikan manfaat yang diinginkan. Jenis sistem informasi manajemen tersebut seringkali digunakan oleh perusahaan ataupun instansi pemerintah.Untuk lebih jelas memahami mengenai jenis dari sistem informasi manajemen, simak penjelasannya berikut ini

  • Supply Chain Management

Jenis sistem informasi manajemen pertama yang seringkali diterapkan oleh perusahaan adalah Supply Chain Management atau biasa disingkat dengan SCM. Dalam sistem ini, perusahaan akan memiliki data yang saling terhubung. Data tersebut meliputi pemasok hingga konsumen akhir.

Saat perusahaan menerapkan sistem manajemen supply chain, seluruh catatan detail yang berhubungan dengan penyediaan bahan baku yang dilakukan oleh perusahaan dapat ditemukan. Dengan begitu, manajemen perusahaan akan lebih mudah dikontrol.

  • Office Automation System

Sistem informasi manajemen yang mengintegrasi server komputer milik perusahaan adalah Office Automation System atau OAS. Fungsi OAS adalah sebagai aplikasi yang mampu menyatukan perangkat komputer dalam sebuah perusahaan dalam suatu wadah yang berhubungan satu sama lain.

Tujuan dari penerapan sistem ini adalah untuk memperlancar komunikasi yang dilakukan antar departemen dalam sebuah perusahaan. Sebagai contoh, saat ingin mengirim email atau pesan kepada departemen lain, karyawan dapat langsung melakukannya dengan aplikasi OAS.

Kebutuhan akan pelayanan publik seperti Yahoo, Gmail, ataupun media sosial lainnya pun menjadi lebih kecil. Dengan begitu, komunikasi intra perusahaan menjadi lebih eksklusif dan terjaga rahasianya.

  • Enterprise Resource Planning

Sistem jenis ini seringkali diaplikasikan oleh perusahaan besar meski bisa juga digunakan oleh perusahaan dengan skala yang lebih kecil.Dengan menggunakan enterprises resource planning, manajemen perusahaan dapat senantiasa melakukan kontrol dan mengelola seluruh unit yang berada di lingkup perusahaan. Dengan begitu, pengawasan yang dilakukan perusahaan menjadi lebih maksimal dan dalam segi waktu lebih efisien.

  • Knowledge Work System

Dengan menggunakan sistem ini, perusahaan dapat membagikan informasi atau pengetahuan baru dan akan langsung terintegrasi ke seluruh departemen dalam perusahaan.Dengan demikian, seluruh karyawan atau pekerja dapat mengakses informasi tersebut dan membantu bidang pekerjaan yang sedang dilakukan. Kinerja perusahaan pun dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Karyawan pun tidak perlu repot mencari informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tanggung jawab yang dimiliki.

  • Executive Support System

Berfungsi membantu manajer berkomunikasi dengan anak buahnya, perusahaan dapat memasang Executive Support System atau biasa disebut ESS. Sistem informasi manajemen ini dapat memudahkan manajer untuk mengkomunikasikan grafik dan juga informasi pendukung kepada anggota perusahaan yang berada dibawah tanggung jawabnya.

  • Teknologi Expert System dan Artificial Intelligence

Sistem informasi manajemen ini dianggap yang paling modern dan memiliki potensi yang cukup tinggi dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan adanya Expert System dan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, perusahaan mampu menjalankan aktivitas yang dulunya hanya bisa dilakukan sumber daya manusia profesional.

Baca Juga:  Pelanggan : Pengertian dan Jenisnya

Hingga sekarang, teknologi dalam sistem ini dapat menganalisis sebuah masalah dan berusaha memecahkannya. Bahkan, kinerja yang dilakukan oleh sistem ini dapat selesai dalam waktu cepat jika sudah terprogram dengan baik.

  • Informatic Management System

Dalam Informatics Management System, sistem diprogram agar bisa membantu pekerjaan yang dilakukan oleh manusia penggunanya. Dengan begitu, sistem tersebut akan mempermudah tugas yang dimiliki perusahaan.Selain itu, dalam suatu kondisi tertentu, sistem informatics management mampu menganalisa keputusan yang perlu diambil perusahaan. Cara pengambilan keputusan tersebut dengan cara menggabungkan program komputer dari sistem informasi manajemen dengan sekumpulan informasi dan data yang dimiliki oleh perusahaan.

  • Decision Support System

Saat memiliki sistem informasi manajemen DSS, program tersebut akan membantu manajer dalam kegiatan pengambilan keputusan.Sistem decision support akan memperhitungkan lingkungan kantor atau perusahaan agar manajer dapat mengambil keputusan yang lebih akurat. Jadi, melalui pengaplikasian sistem tersebut, manajer mampu menyodorkan keputusan paling tepat dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan pada masa itu.

  • Transaction Processing System

Kegiatan transaksi bagi hampir di seluruh perusahaan dianggap sangat krusial karena berhubungan langsung dengan kondisi finansial. Jika terjadi sedikit kesalahan dalam hal perhitungan atau saat melakukan transaksi, bukan tidak mungkin perusahaan akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

TPS mampu memproses semua transaksi yang dilakukan perusahaan dan dalam jumlah yang besar sekalipun. Umumnya, TPS akan digunakan oleh pihak manajerial untuk mendata inventaris perusahaan dan juga menyusun gaji para pekerjanya.Dengan begitu, risiko terjadinya kesalahan saat melakukan kegiatan transaksi rutin tersebut semakin kecil dan perusahaan tidak rentan mengalami kerugian.

Sistem Informasi Manajemen : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Tujuan dan Jenis Penerapannya

  • Group Decision Support System dan Computer-Support Colaborative Work System

Sistem informasi manajemen ini mirip dengan DSS. Yang berbeda adalah sistem ini lebih menjurus pada solusi untuk kegiatan yang berbasis berkelompok. Skala analisa yang dilakukan oleh Group Decision Support System atau GDSS dan Computer-Support Collaborative Work System atau CSCWS lebih besar dibanding DSS yang melakukannya per individu.

Sistem kerja dari GDSS ini adalah mengumpulkan terlebih dahulu informasi yang dibutuhkan perihal suatu group atau kelompok dalam sebuah perusahaan. Proses pengumpulan informasi tersebut bisa dilakukan dengan menyebar kuesioner, skenario, ataupun layanan konsultasi. Dengan begitu, perusahaan dapat mengambil keputusan dalam skala besar dengan lebih cepat dan akurat

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Sistem Informasi Manajemen  , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.