Pengertian Persuasif : Syarat, Ciri, Faktor dan Tujuannya

Pengertian Persuasif : Syarat, Ciri, Faktor dan Tujuannya – Apakah yang dimaksud persuasif ?Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas apakah itu persuasif dan hal hal lain tentangnya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Pengertian Persuasif : Syarat, Ciri, Faktor dan Tujuannya

Persuasif adalah bentuk komunikasi yang bertujuan mempengaruhi dan menyakinkan orang lain. Orang yang melakukan persuasif disebut persuader.Persuader dianggap sukses jika mampu mempengaruhi keyakinan atau pendapat orang lain setelah mengajaknya atau menjelaskannya dengan beberapa alasan tertentu. Hal ini bisa berhubungan dengan kondisi, barang atau hal tertentu lainnya.

Persuasif artinya bersifat membujuk secara halus supaya seseorang atau yang dibujuk menjadi yakin. Persuasif dapat kita temukan dimana saja, baik itu dalam bentuk lisan, tulisan, dan juga visual. Dalam bentuk lisan, persuasif dapat dilihat dari sebuah pidato persuasif yang sifatnya membujuk atau mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang.

Dalam bentuk tulisan, persuasif ditemui dalam sebuah paragraf persuasif yang juga mempunyai tujuan membujuk atau mempengaruhi sehingga yang dibujuk menjadi yakin. Begitu juga dengan visual, terdapat visualisasi persuasif yang mempunyai tujuan membujuk dan membuat yakin individu atau sekelompok orang yang menjadi sasaran atau target.

Persuasif tentu berbeda dengan propaganda, meski banyak yang belum tahu perbedaannya. Persuasif merupakan tindakan membujuk dengan cara halus dan tak ada sama sekali unsur paksaan sedangkan propaganda merupakan tindakan mempengaruhi pikiran atau pendapat orang lain dengan cara memberi info yang subjektif dan manipulative. Jadi persuasif melarang persuader melakukan kebohongan, dan sayangnya saat ini banyak orang justru menyalah artikan persuasif.

Syarat-Syarat Persuasif

  • Watak dan kredibilitas pembicara harus percaya diri dan mampu meyakinkan pendapatnya itu kepada orang lain.
  • Kemampuan pembicara mengendalikan emosi. Hal ini akan mendukung keputusan yang diambilnya.
  • Diperlukan bukti-bukti yang meyakinkan untuk mendukung kebenarannya.

Ciri-ciri persuasif

  • Harus menimbulkan kepercayaan pendengar/pembacanya.
  • Bertolak atas pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
  • Harus menciptakan persesuaian melalui kepercayaan antara. pembicara/penulis dan yang diajak berbicara/pembaca.
  • Harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan tercapai.
  • Harus ada fakta dan data secukupnya.
  • Yang tergolong kedalam persuasi
  • Bentuk pidato, misalnya propaganda, kampanye lisan, dan penjual jamu ditempat-tempat terbuka.
  • Bentuk tulisan berupa iklan dan selebaran.
  • Bentuk elektronik, misalnya iklan di televisi, bioskop, dan internet
Baca Juga:  Kalimat Persuasif Adalah : Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis dan Contoh

Faktor-Faktor Komunikasi Persuasif

Setelah memahami dari pengertian persuasif, kalian juga harus mengetahui apa saja komponen dasar di dalam komunikasi persuasif yaitu:

Sumber Komunikator

Komunikator sangatlah berperan penting dalam keberhasilan atau tidaknya persuasif. Agar tujuan tercapai, seorang komunikator mesti mempunyai kemampuan memilih sasaran serta menentukan tanggapan yang ingin dicapai. Namun ada juga aspek lain yang mempengaruhi respon orang yang diajak bicara “komunikan” yaitu:

  • Kredibilitas Komunikator,Kredibilitas berkaitan dengan 3 komponen yang meliputi keahlian, kepercayaan dan eksistensi.
  • Daya Tarik Komunikator,kadang daya tarik juga sangat berpengaruh, daya tarik di sini bisa bersifat fisik ataupun psikologis. Dengan daya tarik, maka seorang komunikator bisa lebih diterima orang lain.
  • Kekuasaan Komunikator,Aspek terakhir ialah tingkat kekuasaan dari komunikator, semakin tinggi kekuasaan seorang komunikator, semakin tinggi pula sikap patuh atau setuju komunikan dari apa yang disampaikannya.

Pesan

Melihat pengertian komunikasi persuasif, maka komunikasi persuasif tak bisa lepas dari komponen pesan sebagai materi yang diberikan komunikator untuk mengajak komunikan mempercayainya. Pesan tersebut bisa berupa gerak suara, kata-kata, nada suara, dll. Dalam penyampaian pesan ada 2 aspek dasar yaitu:

Aspek verbal yang melibatkan kata-kata bisa diucapkan langsung maupun melalui tulisan.
Aspek non verbal, yang melibatkan emosi, gesture, ekspresi dan penampilan komunikator saat berkomunikasi.

Komunikan

Komunikan merupakan sasaran yang menerima pesan persuasi. Ada beberapa hal yang mempengaruhi komunikan agar merespon positif persan persuasi yaitu sikap, keyakinan serta nilai-nilai dari komunikan.

Pengertian Persuasif : Syarat, Ciri, Faktor dan Tujuannya

Tujuan Dari Komunikasi Persuasif

Dalam memahami pengertian persuasif kalian harus memahami juga tujuan komunikasi persuasif. Ada setidaknya 3 tujuan dasar yaitu:

  • Membentuk Tanggapan,Tujuan pertama yaitu membentuk tanggapan, biasanya tujuan ini dilakukan oleh komunikator pada komunikan yang polos atau belum memperoleh informasi dari pihak lain tentang topic yang akan dikomunikasikan. Jadi tujuan pertama ini baru sekedar membentuk tanggapan semata.
  • Memperkuat Tanggapan,Tujuan kedua ialah memperkuat tanggapan, biasanya tujuan ini dilakukan komunikator pada komunikan yang memang dari awal telah setuju dengan si komunikator. Melalui komunikasi persuasif, komunikan diharapkan bisa semakin yakin dengan pendapat komunikator.
  • Mengubah Tanggapan,Tujuan ketiga ialah mengubah tanggapan, tujuan ini dilakukan oleh komunikator pada komunikan yang sebenarnya menolak dan tidak sepemikiran dengannya. Melalui komunikasi persuasif, komunikan diharapkan menjadi setuju dengan komunikator. Tujuan ini ialah yang paling sulit dicapai dibanding 2 tujuan lainnya diatas.

Mengembangkan Pesan-Pesan Persuasif

Persuasi yang efektif mengandung empat komponen penting, yaitu menetapkan kredibilitas, membuat kerangka argumentasi audiens, menghubungkan audiens dengan hal-hal yang logis, dan menetapkan posisi anda dengan pengunaan bahasa yang baik dan tepat.

  • Menetapkan Kredibilitas, Kredibilitas ditentukan oleh sejauh mana tingkat kepercayaan dan reliabilitas. Kredibilitas adalah sejauh mana kita dapat dipercaya oleh orang lain. Salah satu cara untuk menumbuhkan kredibilitas seseorang adalah melalui fakta. Semua bentuk dokumen, statistik, jaminan, dan hasil riset merupakan bukti objektif yang dapat mendukung kredibilitas anda.
  • Kerangka Argumentasi, Ketika kita cukup mengumpulkan berbagai fakta, bukti, dan temuan lainnya, maka kita siap membuat kerangka argumentasi yang diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Attention (Perhatian),Adalah fase dimana kita harus meyakinkan audiens segera bahwa kita mempunyai sesuatu yang berguna untuk disampaikan.
  • Interest (Minat), Adalah fase dimana kita menjelaskan relevansi pesan dengan audiens.
  • Desire (Hasrat),Adalah fase dimana kita membuat audiens untuk mengubah keinginannya dengan menjelaskan bagaimana perubahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi audiens.
  • Action (Tindakan), Adalah fase dimana kita menyaraknan tindakan spesifik yang kita inginkan kepada audiens
  • Memilih Daya Pemikat, Kebanyakan pesan persuasif menggunakan daya pemikat dengan logika dan daya pemikat yang emosional untuk melakukan persuasi audiens.Untuk dapat menemukan keseimbangan antara keduanya tergantung pada 4 faktor penting yakni tindakan yang kita harapkan, harapan audiens kita, tingkat resistensi yang harus kita hadapi, dan seberapa jauh kita menjual ide atau gagasan tersebut pada audiens.
  • Pemikat emosional, untuk melakukan sesuatu kepada audiens, kita dapat memanfaatkan emosi yang dilandasi dengan suatu argumentasi atau dalam bentuk simpati kepada audiens selama pemikat emosional sangat kuat.
  • Pemikat logika, Ketika kita memilih pemikat logika, kita dapat menggunakan salah satu dari ketiga jenis alasan berikut.
    • analogi, adalah menggunakan suatu alasan dari bukti spesifik menuju bukti spesifik.
    • Induksi, adalah memberikan alasan dari bukti spesifik menuju kesimpulan umum.
    • Deduksi, adalah pemberian alasan yang bersifat umum dari kesimpulan yang spesifik.
  • Pertimbangan etika ,Pelaku bisnis secara etis menginformasikan kepada para pelanggan baik yang berkaitan dengan manfaat, ide, organisasi, produk, atau tindakan tertentu, sehingga pelanggan dapat mengakui betapa baiknya suatu ide.
Baca Juga:  √ Pengertian Wartawan, Tugas, Tujuan, Kode Etik & Jenisnya Lengkap

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Pengertian Persuasifsemoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.