Nilai Perusahaan : Pengertian, Jenis, Faktor, Pengukuran dan Struktur Modal

Nilai Perusahaan : Pengertian, Jenis, Faktor, Pengukuran dan Struktur Modal – Apakah Nilai Perusahaan itu?Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas apa yang dimaksud Nilai Perusahaan dan unsur -unsur lain tentangnya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Nilai Perusahaan : Pengertian, Jenis, Faktor, Pengukuran dan Struktur Modal


Nilai perusahaan merupakan persepsi investor pada tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham. Harga saham yang tinggi membuat akan nilai perusahaan tinggi dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya terhadap kinerja perusahaan saat ini tetapi juga pada prospek perusahaan di masa yang akan datang. Memaksimalkan nilai perusahaan sangat penting bagi perusahaan, karena memaksimalkan nilai perusahaan berarti memaksimalkan tujuan utama perusahaan atau induk perseroan.

Pengertian Nilai Perusahaan Menurut Para Ahli

Gitman (2006: 352)

Menurut Gitman, Nilai Perusahaan adalah nilai aktual per lembar saham yang akan diterima apabila aset perusahaan dijual sesuai harga saham.

Sartono (2010:487)

Menurut Sartono, Nilai Perusahaan adalah nilai jual sebuah perusahaan sebagai suatu bisnis yang sedang beroperasi. Adanya kelebihan nilai jual diatas nilai likuidasi adalah nilai dari organisasi manajemen yang menjalankan perusahaan itu.

Brigham dan Erdhadt (2005:518)

Menurut Brigham dan Erdhadt, Nilai Perusahaan adalah nilai sekarang (present value) dari free cash flow di masa mendatang pada tingkat diskonto sesuai rata-rata tertimbang biaya modal. Free cash flow adalah cash flow yang tersedia bagi investor (kreditur dan pemilik) setelah memperhitungkan seluruh pengeluaran untuk operasional perusahaan dan pengeluaran untuk investasi serta aset lancar bersih.

Harmono (2009:233)

Menurut Harmono, Nilai Perusahaan adalah kinerja perusahaan yang dicerminkan oleh harga saham yang dibentuk oleh permintaan dan penawaran pasar modal yang merefleksikan penilaian masyarakat terhadap kinerja perusahaan.

Noerirawan (2012)

Menurut Noerirawan, Nilai Perusahaan adalah kondisi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan tersebut didirikan sampai dengan saat ini.


Jenis-Jenis Nilai Perusahaan

Berdasarkan metode perhitungan yang digunakan, ada 5 (lima) jenis nilai perusahaan, diantaranya yaitu:

Baca Juga:  √ Pengertian Supply Chain Management, Komponen dan Jaringannya

Nilai Nominal

Nilai nominal adalah nilai yang tercantum secara formal dalam anggaran dasar perseroan, disebutkan secara eksplisit dalam neraca perusahaan dan juga ditulis secara jelas dalam surat saham kolektif.

Nilai Pasar

Nilai pasar atau disebut dengan kurs adalah harga yang terjadi dari proses tawar menawar di pasar saham. Nilai pasar hanya bisa ditentukan jika saham perusahaan dijual di pasar saham.

Nilai Intrinsik

Nilai intrinsik adalah konsep yang paling abstrak, karena mengacu kepada perkiraan nilai riil suatu perusahaan. Nilai perusahaan dalam konsep nilai intrinsik ini bukan sekedar harga dari sekumpulan aset, tapi juga nilai perusahaan sebagai entitas bisnis yang memiliki kemampuan menghasilkan keuntungan di kemudian hari.

Nilai Buku

Nilai buku adalah nilai perusahaan yang dihitung dengan dasar konsep akuntansi. Secara sederhana, nilai buku dihitung dengan membagi selisih antar total aset dan total utang dengan jumlah saham yang beredar.

Nilai Likuidasi

Nilai likuidasi adalah nilai jual seluruh aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban yang harus dipenuhi. Nilai likuidasi bisa dihitung dengan cara yang sama dengan menghitung nilai buku, yaitu berdasarkan neraca performa yang disiapkan ketika suatu perusahaan akan dilikuidasi.


Faktor-faktor Nilai Perusahaan

Ada beberapa  faktor-faktor dalam perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut.

Faktor Pertumbuhan Laba

Petumbuhan laba adalah pengaruh  positif terhadap nilai pertumbuhan yang tinggi dan semakin bernilai pertubuhan laba yang di hasilkan pada potensi keuntungan yang lebih besar.

Dengan demikian Laba perusahaan dapat mengelola bisnisnya secara efisien karena mampu mendapatkan profitabilitas yang semakin tinggi serta dapat meningkatkan kepercayaan pada masyarakat dan mendapatkan investor yang mendorong lebih besar.

Faktor Dividend Payout Ratio

Faktor Dividend Payout Ratio merupakan nilai yang memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan yang semakin tinggi dari nilai jual yang meningkat pada perusahaan dengan memiliki keuntungan bagi pemegang saham.

Faktor Dividend Payout Ratio ini juga dapat memberikan sinyal kepada para investor terhadap perusahaan untuk mempertahankan dan direspon positif dengan pertumbuhan yang lebih tinggi sehingga memiliki karakter pertumbuhan dividen.

Faktor Required Rate of Return

Faktor Required Rate of Return merupakan faktor nilai yang memiliki tingkat keuntungan yang dianggap layak di dapatkan bagi investor atau tingkat dengan keuntungan yang lebih di utamakan lagi.

Faktor Required Rate of Return dapat diberikan hasil nilai dalam menjual saham tersebut dan akan mendorong terhadap penurunan harga saham lebih jauh sehingga kemampuan ini akan semakin rendah.

Nilai Perusahaan : Pengertian, Jenis, Faktor, Pengukuran dan Struktur Modal

Pengukuran Nilai Perusahaan

Dengan harga saham yang menggunakan rasio sebagai alat penilaian. Rasio penilaian yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat maka pengukuran dapat dibandingkan dari nilai perusahaan.

Baca Juga:  √ Pengertian Target Pasar, Manfaat, Faktor dan Contohnya (Lengkap)

Berikut ini bentuk pengukuran adalah sebagai berikut :

Price Earning Ratio (PER)

merupakan jumlah pengukuran dalam bentuk uang yang rela dikeluarkan dari investor untuk membayar setiap lapoiran laba, sehingga dapat mengukur seberapa besar keuntungan yang diperoleh pemegang saham.

Price to Book Value (PBV)

merupakan jumlah pengukuran yang akan menunjukkan bahwa harga saham dapat diperdagangkan melalui overvalued dengan buku saham, sehingga akan semakin besar rasio yang telah ditanamkan pada perusahaan.

Tobin’s Q

merupakan jumlah pengukuran yang dapat di hitung hingga dapat membandingkan nilai pasar dalam bentuk rasio saham terhadap perusahaan.


Pendekatan Nilai Perusahaan

Menurut Suharli (2006) dalam Uniariny (2012), ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk nilai perusahaan, di antaranya:

  • Pendekatan laba antara lain metode rasio tingkat laba atau Price Earning Ratio.
  • Pendekatan arus kas antara lain metode diskonto arus kas.
  • Pendekatan deviden antara lain metode pertumbuhan deviden.
  • Pendekatan aktiva antara lain metode penilaian aktiva.
  • Pendekatan harga saham.
  • Pendekatan Economic Value Added (EVA).

Struktur Modal Nilai Perusahaan

Struktur modal yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan, atau harga saham, adalah strktur modal yang terbaik (Husnan). Menurut Sawir (2005:10), struktur modal adalah pendanaan permanen yang terdiri dari utang jangka panjang, saham preferen, dan modal pemegang saham.

Nilai buku dari modal pemegang saham terdiri dari saham biasa, modal disetor atau surplus, modal dan akumulasi ditahan.Struktur modal merupakan bagian dari struktur keuangan. Menurut Weston dan Brigham (2003), struktur modal merupakan kombinasi atau bauran segenap pos yang masuk ke dalam sisi kanan neraca sumber modal perusahaan.

Pengertian struktur modal dibedakan dengan struktur keuangan, dimana struktur modal merupakan pembelanjaan permanen yang mencerminkan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri, sedangkan struktur keuangan mencerminkan perimbangan antara seluruh hutang (baik jangka pendek maupun jangka panjang) dengan modal sendiri.

Tingkat hutang yang relatif tinggi akan menimbulkan biaya tetap berupa beban bunga, sehingga akan meningkatkan resiko bisnis perusahaan. Kedua, pajak perusahaan dimana alasan utama untuk menggunakan hutang adalah karena biaya bunga dapat mengurangi perhitungan pajak (deductible) sehingga menurunkan biaya pajak yang sesungguhnya. Ketiga, fleksibilitas keuangan atau kemampuan untuk menambah modal. Modal yang mantap diperlukan untuk kestabilan kegiatan operasi perusahaan.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Nilai Perusahaansemoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.