Bakteri dan Peranannya : Jenis, Peranan Menguntungkan dan Merugikan

Bakteri dan Peranannya : Jenis, Peranan Menguntungkan dan Merugikan – Apakah itu bakteri? Bakteri merupakan suatu organisme bersel tunggal atau uniseluler, prokariota atau prokariot, berukuran microskopik atau sangat kecil. Bakteri menyumbang peranan besar dalam kehidupan. Apa saja itu peranannya.Mari kita simak pembahasannya di bawah ini untuk lebih memahaminya.

Bakteri dan Peranannya : Jenis, Peranan Menguntungkan dan Merugikan


Bakteri adalah kelompok organisme yang tidak mempunyai membran inti sel. Organisme ini tercantum ke dalam domain prokariota serta berdimensi sangat kecil (mikroskopik), dan mempunyai kedudukan besar dalam kehidupan di bumi.

Sebagian kelompok Bakteri diketahui  pemicu peradangan serta penyakit, sebaliknya kelompok yang lain bisa membagikan manfaat dibidang pangan, penyembuhan, serta industri. Struktur sel bakteri relatif simpel: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, serta organel-organel lain semacam mitokondria serta kloroplas. Perihal inilah yang jadi dasar perbandingan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih lingkungan.

Bakteri merupakan mikroorganisme prokariotik yang mempunyai panjang sebagian mikrometer serta wujud yang bermacam- macam, mulai dari bola sampai batang serta spiral. Bakteri merupakan salah satu wujud kehidupan awal yang timbul di bumi.

Bakteri dapat hidup di nyaris tiap area di bumi.Bakteri pula hidup dalam ikatan simbiosis serta parasit dengan tumbuhan serta hewan. Sebagian bakteri jadi pemicu penyakit meluas pada manusia semacam kolera, sifilis, antraks, kusta, serta pes. Tetapi terdapat pula Bakteri yang menguntungkan untuk industri, semacam pengolahan limbah, penciptaan keju serta yogurt, serta pertambangan.

Bakteri ialah salah satu mikroorganisme ataupun organisme yang berdimensi sangat kecil serta cuma bisa dilihat dengan dorongan mikroskop. Dimensi antara 0, 5 hingga 5 micrometer.Bakteri pula tercantum dalam organisme uniseluler ataupun bersel tunggal serta prokariorik( tidak mempunyai membran inti).

Biasanya bakteri tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun), namun terdapat sebagian jenis yang mempunyai klorofil, sehingga bisa berfotosintesis.Bakteri bereproduksi dengan 2 metode ialah generatif (intim) serta vegetatif (as*ksual). Reproduksi bakteri dengan metode konjugasi, ialah memindahkan DNA dari donor ke penerimanya secara langsung. Sebaliknya reproduksi as*ksual dengan metode pemisahan biner.

Keahlian bakteri dalam membelah pula lumayan cepat. Dia bisa membelah sekali dalam 20 menit, serta sekali membelah bisa menciptakan 2 sel anakan. Bakteri pada biasanya bergerak memakai bulu cambuk (flagel). Flagella ataupun bulu cambuk ialah struktur sel yang berupa batang ataupun spiral serta terletak pada bilik sel, serta berperan sebagai alat gerak. Alat gerak ini membolehkan bakteri berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Jenis-jenis Bakteri

Bakteri Berdasarkan Bentuknya

  • Basil : Basil adalah bakteri yang berbentuk batang. Contoh : Bacillus anthracis
  • Kokus : Kokus adalah bakteri yang berbentuk batang. Contoh : Staphylococcus aureus
  • Spiral : Spiral adalah bakteri yang berbentuk bengkok dan hampir menyerupai spiral. Contoh : Treponema pallidum.

Bakteri Berdasarkan Kebutuhan Oksigen

  • Bakteri aerob : adalah bakteri yang membutuhkan oksigen. Contoh : bakteri Nitrosomonas
  • Bakteri anaerob : merupakan bakteri yang tidak membutuhkan oksigen. Contoh : bakteri Clostridium tetani.

Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Makanan

  • Bakteri autotrof : adalah bakteri yang memproduksi sendiri makanannya. Bakteri autotrof terdiri dari bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof.
  • Bakteri fotoautotrof : Bakteri ini merupakan bakteri yang membutuhkan bantuan energi cahaya matahari untuk membuat makanannya dengan cara mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contoh : bakteri hijau dan bakteri ungu.
  • Bakteri kemoautotrof : adalah bakteri yang memanfaatkan energi dari rekasi kimia untuk membuat makanannya sendiri dari bahan organik.
  • Bakteri heterotrof : merupakan bakteri yang memperoleh makanan dari organisme lain. Bakteri heterotrof terdiri dari bakteri parasit dan bakteri saprofit.Bakteri parasit adalah bakteri yang memperoleh makanan dari organisme yang ditumpanginya.Umumnya bakteri parasit merupakan bakteri yang merugikan, contohnya Mycobacterium tuberculosi.Bakteri saprofit adalah merupakan bakteri yang memperoleh makanannya dari sisa-sisa organisme lain, contohnya Escherichia.
Baca Juga:  √ Pengertian Bakteri, Jenis, Ciri dan Peranan Bagi Kehidupan Manusia

Bakteri Berdasarkan Karakteristik Dinding Sel

Pengelompokan bakteri berdasarkan karakteristik dinding sel dikembangkan pertama kali oleh Hans Christian Gram melalui pewarnaan Gram. Berdasarkan ini, bakteri dikelompokkan menjadi tiga,yaitu :

  • Bakteri Gram Positif : adalah bakteri yang memiliki lapisan peptidoglikan tebal dan dinding selnya mampu menyerap warna violet. Contoh bakteri gram positif adalah bakteri ungu, Enterobacteria, dan Vibrio.
  • Bakteri Gram Negatif : merupakan bakteri yang memiliki lapsan peptidoglikan tipis dan dinding selnya mampu menyerap warna merah.Contoh bakteri gram negatif adalah bakteri dengan genus Streptomyces, Streptococcus, dan Mycrobacterium tuberculosis.
  • Bakteri Tidak Berdinding Sel : Bakteri ini merupakan bakteri yang tidak memiliki dinding sel, contohnya bakteri Micoplasma.

Bakteri Berdasarkan Jumlah Alat Geraknya (Flagel)

  • Monotrik : adalah bakteri yang hanya mempunyai satu flagela di salah satu ujung sel tubuhnya. Contoh: Pseudomonas aeruginosa
  • Amfitrik : adalah bakteri yang mempunyai satu atau banyak flagela di kedua ujung sel tubuhnya. Contoh: Aquaspirillum serpens
  • Lofotrik : merupakan bakteri yang mempunyai banyak flagela di salah satu ujung sel tubuhnya. Contoh: Pseudomonas fluorescen.
  • Peritrik : adalah bakteri yang mempunyai banyak flagela di seluruh permukaan sel tubuhnya. Contoh: Salmonella typhosa.
  • Atrik : adalah jenis bakteri yang tidak mempunyai flagela. Contoh: Escherichia coli.

Bakteri dan Peranannya : Jenis, Peranan Menguntungkan dan Merugikan

Peranan Bakteri yang Menguntungkan dan Merugikan

Beberapa jenis bakteri berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.Selain menguntungkan, ada juga sebagian jenis bakteri yang merugikan kehidupan, bahkan membahayakan manusia.

Dengan mengetahui jenis bakteri yang merugikan dan akibat yang bisa ditimbulkan, maka kita dapat menghambat perkembangannya dan mengatasi akibat yang ditimbulkannya dengan tepat.

Bakteri Menguntungkan

Bidang Pertanian

Terdapat beberapa jenis bakteri yang mampu menambah kesuburan tanah dengan mengikat nitrogen di alam bebas dan mengubahnya menjadi senyawa sederhana yang mudah diserap oleh tumbuhan.

Kelompok bakteri yang disebut bakteri nitrogen ini dapat mengikat nitrogen bebas (N2) dan mengubahnya menjadi senyawa amonia (NH4) dan nitrat (NO3–) dengan bantuan enzim nitrogenase.

Bakteri tersebut antara lain adalah Rhizobium Leguminosarum, Acetobacter choroocum, dan Clostridium pasteurianum, yang biasanya bersimbiosis dengan kacang-kacangan dan polong-polongan. Bakteri-bakteri tersebut hidup di nodul (bintil-bintil akar).

Bakteri jenis lain menyuburkan tanaman dengan menyusun senyawa nitrat melalui proses nitritasi dan nitratasi dalam proses nitrifikasi. Bakteri tersebut antara lain adalah bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus.

Bidang Kesehatan

Terdapat beberapa jenis bakteri yang bermanfaat, di antaranya adalah bakteri yang dapat menghasilkan antibiotik, seperti: Streptomyces venezuelae yang menghasilkan kloromisin, Bacillus brevis yang menghasilkan gramisidin, dan Streptomyces griceus yang menghasilkan Streptomisin. Bakteri-bakteri tersebut dapat menghambat pertumbuhan organisme yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Di dalam kolon dan usus besar manusia juga terdapat bakteri yang membantu melancarkan sistem pencernaan, yaitu Escherichia coli.Bakteri usus juga terdapat pada beberapa produk makanan, seperti yoghurt, kefir, mentega, dan terasi.

Bidang Produk Makanan dan Minuman

Bakteri yang dibutuhkan dalam produksi makanan dan minuman antara lain adalah S. lactis dan S. cremoris (untuk produksi keju dan mentega) serta Lactobacillus casei (dibutuhkan dalam proses pembuatan keju dan minuman nata de coco).

Bidang Biologi

Beberapa jenis bakteri sangat dibutuhkan dalam proses penguraian. Jenis bakteri saprofit yang bertugas membersihkan bumi ini, mengurai organisme yang sudah mati dan sisa-sisa kotoran yang dihasilkan oleh organisme hidup.Bakteri tersebut mampu mengurai protein, karbohidrat serta senyawa organik lain menjadi karbondioksida dan gas amoniak dan atau senyawa jenis lain yang memiliki struktur lebih sederhana.

Beberapa jenis bakteri ini adalah Acetobacter sp yang dapat menghasilkan asam cuka serta asam asetat.Propioni bacterium yang dapat menghasilkan asam propionat, dan Clostridium butricum yang dapat menghasilkan asam butirat.Bberapa jenis bakteri juga berperan dalam pembuatan biogas, rekayasa genetika, dan pengolahan limbah.

Contoh Bakteri yang Menguntungkan

Streptomyces griseus, berperan dalam menghasilkan antibiotik streptomisin untuk melawan bakteri penyebab TBC.
Clostritridum, berperan dalam pengurai atau dekomposer senyawa organik dalam organisme yang sudah mati.
Nitrosomonas, berperan dalam menyediakan nitrogen organik yang penting bagi tumbuhan.
Escherichia coli, berperan dalam membusukkan makanan di dalam usus besar dan menghasilkan vitamin K.
Lactobacillus acidophilus, berperan untuk menambah nilai gizi dari susu. Bakteri ini biasa ditambahkan dalam produk susu formula.
Clostridium, azotobacter, azaosprillium, dan rhodospirillum, berperan dalam mengikat nitrogen dari udara bebas yang bermanfaat bagi tumbuhan.
Lactobacillus bulgaricus, berperan untuk membuat yoghurt.
Cyanocobalamin, disebut juga bakteri probiotik, berperan dalam menghasilkan vitamin B12 yang bermanfaat bagi tubuh manusia.
Lactobacillus casei, berperan dalam pembuatan keju.
Streptomyces venezuela, berperan dalam menghasilkan antibiotik kloramfenikol.
Anabaena, bersimbiosis dengan tumbuhan paku air Azolla pinnata.
Bakteri selulolitik yang terdapat di dalam perut hewan herbivora. Bakteri ini memiliki enzim pemecah selulosa yang tidak dimiliki hewan tersebut. Sehingga bakteri ini berperan membantu memecah sel tumbuhan yang akan dicerna hewan tersebut.
Rhizobium, bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan yang berperan dalam mengikat nitrogen sehingga menyuburkan tanah.
Acidophilus bifidus, berperan dalam menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh manusia dan mencegah tumbuhnya jamur di dalam tubuh.
Bacillus thuringiensis, berperan dalam menanggulangi hama seperti hama ulat kubis. Sehingga bakteri ini dapat digunakan sebagai biosida.
Acetobacter xylinum, berperan dalam proses pembuatan nata de coco dari air kelapa.
Streptococcus lactis dan S. cremoris, berperan dalam pembuatan keju dan mentega
Bacillys polymyxa, berperan dalam menghasilkan antibiotik polimiksin.
Streptomyces aureofaciens, berperan dalam menghasilkan antibiotik tetrasiklin untuk mengobati infeksi saluran pencernaan, sifilis, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih.
Acetobacter sp., berperan dalam pembuatan cuka.
Brefidibacterium flavum, berperan dalam produksi asam glutamat yang merupakan bahan baku penyedap rasa masakan.
Lactobacillys citrovorum, berperan memberi aroma pada mentega dan keju.
Bacillus brevis, berperan menghasilkan antibiotik kerotrisin.
Azotobacter chlorococcum, berperan menyuburkan tanah dengan mengikat nitrogen di udara.
Rhizobium leguminosarum, berperan dalam menyimpan zat hara untuk tanaman.

Baca Juga:  √ 12 Pengertian Gizi Menurut Para Ahli dan WHO (Pembahasan Lengkap)

Bakteri Merugikan

Penyebab Penyakit pada Manusia

Beberapa bakteri dapat menyebabkan penyakit, dari penyakit yang ringan hingga berat. Beberapa bakteri tersebut adalah Salmonella typhosa (penyebab tifus), Neisseria meningitidis (penyebab meningitis), Neisseria gonorrhoeae (penyabab kencing nanah), Mycobocterium leprae (penyebab kusta), Shigella dysenteriae (penyebab disentri), Mycobacterium tuberculosis (penyebab tuberkulosis).

Penyebab Penyakit pada Tanaman dan Hewan

Bakteri patogen pada tanaman, antara lain Ralstonia solanacearu (penyebab layu pada tanaman tomat, Erwinia carotovora (penyebab busuk-busuk lunak pada anggrek), dan Xanthomonas oryzae pv. oryzae (penyebab penyakit hawar daun pada padi).

Pada hewan, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit, misalnya Brucella abortus (menyebabkan keguguran yang menularpada sapi) dan Bacillus anthracis (menyebabkan penyakit antraks).

Merusak Kualitas Makanan dan Minuman

Beberapa jenis bakteri patogen terdapat dalam makanan dan minuman yang menyebabkan rusaknya kualitas makanan dan minuman.

Bakteri-bakteri ini melakukan proses metabolisme beberapa komponen penyusun dalam makanan dan minuman dan menghasilkan metabolit yang bersifat racun.

Contoh bakteri perusak makanan adalah Clostridium botulinum, yang seringkali terdapat pada makanan kalengan dan menghasilkan racun botulinin, Burkholderia gladioli, terdapat pada tempe bongkrek dan menghasilkan asam bongkrek, serta Leuconostoc mesenteroids, yang menyebabkan berlendirnya makanan, menurunnya pH dan terbentunya gas.

Penyebab Hujan Asam dan Rusaknya Ozon

Hujan asam dan rusaknya ozon disebabkan oleh senyawa dinitrogen oksida (N2O). Di sisi lain, senyawa ini sebenarnya juga bermanfaat bagi kelangsungan hidup organisme lain.

Bakteri yang memproduksi N2O adalah bakteri Pseudomonas aeruginosa, Pseudomonas stutzeri, dan Paracoccus denitrificans melalui proses denitrifikasi.Proses denitrifikasi adalah proses reduksi anaerobik yang mengubah senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2).

Contoh Bakteri yang Merugikan

Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TBC (tuberkulosis).
Xanthomonas oryzae, merupakan bakteri penyerang pucuk batang tanaman padi.
Salmonella typhosa, penyebab penyakit tifus.
Neisseria gonorrchoeae, penyebab penyakit gonore.
Shigella dysenteriae, penyebab penyakit disentri.
Brucella abortus, penyebab brucllosis pada sapi.
Xanthomonas campestris, menyerang tanaman kubis.
Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin yang sering terdapat pada makanan kaleng.
Diplococcuc pneumonia, penyebab penyakit pneumonia.
Pseudomonas solanacaerum, merupakan bakteri penyebab penyakit layu pada terong-terongan.
Treponema perteneu, merupakan bakteri penyebab penyakit patek (frambusia).
Bordetella pertussis, merupakan bakteri yang menyebabkan gejala batuk rejan pada manusia.
Neisseria meningitidis, merupakan bakteri penyebab penyakit meningitis.
Streptococcus agalactiae, merupakan bakteri yang dapat menyebabkan masititis pada sapi.
Erwinia amylovora, merupakan bakteri penyebab penyakit bonyok pada buah-buahan.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Bakteri dan Peranannya ,semoga bermanfaat.