Rekayasa Genetika : Pengertian, Proses, Jenis, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangannya

Rekayasa Genetika : Pengertian, Proses, Jenis, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangannya – Apakah rekayasa genetika itu?, Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya tentang hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Rekayasa Genetika : Pengertian, Proses, Jenis, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangannya


Rekayasa genetika atau juga disebut modifikasi genetika merupakan manipulasi langsung gen suatu organisme menggunakan bioteknologi. Hal ini merupakan satu set teknologi yang digunakan untuk mengubah susunan genetik dari sel, termasuk transfer gen-gen yang berada dan melintasi batas-batas spesies untuk menghasilkan organisme yang meningkat.

DNA baru diperoleh dengan mengisolasi dan menyalin materi genetik dari induk menggunakan metode DNA rekombinan atau sintesa DNA buatan. Sebuah vektor biasanya diciptakan dan digunakan untuk menyisipkan DNA ini ke organisme inang.

Molekul DNA rekombinan pertama dibuat oleh Paul Berg pada tahun 1972 dengan menggabungkan DNA virus monyet SV40 dengan virus lambda. Selain memasukkan gen, proses ini juga dapat digunakan untuk menghapus gen. DNA baru dapat dimasukkan secara acak, atau ditargetkan ke bagian tertentu dari genom.

Rekayasa genetika merupakan salah satu bioteknologi yang bisa meliputi manipulasi gen, cloning gen, DNA rekombinan, teknologi modifikasi genetik, dan genetika modern dengan menggunakan berbagagi macam prosedur.

Munculnya rekayasa genetika ini berawal dari usaha untuk menyingkap materi genetik yang diwarisi dari satu generasi ke generasi yang berikutnya.Saat orang-orang mengetahui bahwa kromosom merupakan materi genetik yang membawa gen, maka saat itu rekayasa genetika ini muncul.

Rekayasa genetika juga dapat dilakukan dengan menambah, mengurangi, atau menggabungkan dua materi genetik (DNA) yang berasal dari dua organisme berbeda.Hasil penggabungan dua materi genetik yang berasal dari dua organisme yang berbeda disebut DNA rekombinan. Organisme hasil dari rekayasa genetika disebut organisme transgenik.


Manfaat Rekayasa Genetika


  • Bidang Industri

Prinsip rekayasa genetika dimanfaatkan dalam upaya pengkloningan bakteri untuk beberapa fungsi tertentu seperti melarutkan logam-logam langsung dari dalam bumi, menghasilkan bahan mentah kimia seperti etilen yang diperlukan untuk pembuatan plastik, menghasilkan bahan kimia yang digunakan sebagai pemanis pada pembuatan berbagai macam minuman, dan lain sebagainya.

  • Bidang Farmasi

Rekayasa genetika dimanfaatkan dalam usaha pembuatan protein yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan.

Baca Juga:  Urutan Gelombang Elektromagnetik : Prinsip, Sifat, Pemanfaatan dan Teori Maxwell

Protein ini merupakan gen hasil pengkloningan bakteri yang berperan dalam mengongtrol sintesis obat-obatan yang jika diproduksi secara alami akan membutuhkan biaya yang mahal.

  • Bidang Kedokteran

Rekayasa genetika ini juga memberikan banyak manfaat dalam perkembangan ilmu medis, diantaranya yaitu sebagai berikut :

    • Pembuatan Insulin

Insulin yang dulunya disintesis hewan mamalia sudah dapat dihasilkan dengan melakukan pengkloningan bakteri.

Insulin yang dihasilkan ini pun jauh lebih baik dan lebih dapat diterima oleh tubuh manusia dibandigkan insulin yang disintesis dari hewan.

    • Pembuatan Vaksin terhadap Virus AIDS

Mengingat AIDS merupakan virus yang berbahaya dan dapat menyerang sistem kekebalan tubuh.

Maka dalam upaya pencegahan penyakit tersebut peneliti membuat suatu vaksin memanfaatkan rekayasa genetika dalam upaya proteksi diri terhadap penularan virus AIDS.

    • Terapi Gen

Rekayasa genetika juga dimanfaatkan dalam upaya terapi kelainan genetik dengan disisipkannya beberapa gen duplikat secara langsung ke dalam sel seseorang yang mengalami kelainan genetis.

  • Bidang Pertanian

Rekayasa ini banyak dimanfaatkan dalam upaya penyisipan gen ke dalam sel sel tumbuhan sehingga memberikan banyak keuntungan ialah seperti berikut :

    • Menghasilkan tanaman yang mampu menangkap cahaya dengan lebih efektif untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis.
    • Menghasilkan tanaman yang mampu menghasilkan pestisida sendiri.
    • Menggantikan pemakaian pupuk nitrogen yang mahal namun banyak digunakan dengan melakukan fiksasi nitrogen secara alamiah seperti pada tanaman padi.
    • Dapat digunakan untuk menadapatkan tanaman baru yang lebih menguntungkan lewat pencangkokan gen, seperti pada golongan solanaceae.
  • Bidang Peternakan

Sama halnya dengan pemanfaatan rekayasa genetika di bidang pertanian, di bidang peternakan juga dilakukan penyisipan gen ke dalam sel-sel hewan tertentu dengan menerapkan prinsip rekayasa genetika. Hewan yang paling banyak digunakan ialah sapi.

Rekayasa di bidang peternakan memberikan banyak manfaat, sebagai berikut ini :

    • Diperoleh vaksin yang dapat mencegah mencret ganas pada anak babi.
    • Diperoleh vaksin yang efektif terhadap penyakit kuku dan mulut, yang merupakan penyakit ganas dan menular pada sapi, domba, kambing, rusa dan babi.
    • Sedang dilakukan pengujian hormone pertumbuhan tertentu untuk sapi yang diharapkan dapat meningkatkan produksi susu.

Proses Rekayasa Genetika

  • Mengindetifikasikan gen dan mengisolasi gen yang diinginkan
  • Membuat DNA/AND salinan dari RNAd
  • Pemasangan cDNA pada cincin plasmid
  • Penyisipan DNA rekombinan kedalam tubuh/sel bakteri
  • Membuat klon bakteri yang mengandung DNA rekombinan
  • Pemanenan produk

Jenis Rekayasa Genetika

  • Rekombinasi DNA

Rekombinasi DNA merupakan salah satu teknik pemisahan dan penggabungan DNA dari satu spesies dengan DNA dari spesies lain dengan tujuan mendapatkan sifat baru yang lebih unggul.

  • Pembuatan Insulin

Insulin ini dapat dihasilkan dari rekombinasi DNA sel manusia dengan plasmid bakteri E.Coli. Insulin yang dihasilkan lebih murni dan baik diterima oleh tubuh manusia karena mengandung protein manusia dibandingkan dengan insulin yang disintesis dari gen pankreas hewan.

  • Pembuatan Vaksin Hepatitis

Vaksin hepatitis yang bisa dihasilkan dari rekombinan DNA sel manusia dengan sel ragi Saccharomyces.

Baca Juga:  √ Pengertian Invertebrata, Ciri, Filum Beserta Contohnya

Vaksin yang dihasilkan tersebut berupa virus yang dilemahkan dan apabila disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan membentuk antibodi sehingga kebal terhadap serangan hepatitis.

  • Fusi Sel

Fusi Sel atau teknologi hibridoma yaitu sebuah peleburan dua sel yang berbeda menjadi satu kesatuan menjadi protein yang sangat baik yang mengandung gen asli dari keduanya yang disebut hibridoma.

Hibridoma sering digunakan untuk mendapatkan antibodi dalam pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.

  • Transfer Inti (Kloning)

Kloning adalah salah satu proses reproduksi yang bersifat aseksual untuk menciptakan replika yang tepat bagi suatu organisme.

Teknik kloning akan menghasilkan spesies baru yang secara genetik persis sama dengan induknya yang biasanya dikerjakan di laboratorium. Spesies baru yang dihasilkan tersebut disebut klon.

Klon tersebut diciptakan oleh proses yang disebut transfer inti sel somatik. Transfer inti sel somatik merupakan proses yang mengacu pada transfer inti dari sel somatik ke sel telur. Sel somatik merupakan semua sel di tubuh kecuali kuman.

Rekayasa Genetika : Pengertian, Proses, Jenis, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangannya


Kelebihan Rekayasa Genetika

  • Tanaman hasil rekayasa genetik biasanya lebih tahan terhadap hama serta dapat meningkatkan hasil panen.
  • Mamalia GMO seperti tikus dan kelinci digunakan dalam penelitian kesehatan.
  • Virus dimodifikasi secara genetik yang digunakan dalam terapi gen untuk memberikan gen ke dalam tubuh manusia yang dapat menyembuhkan penyakit manusia.
  • Ikan Zebra adalah organisme yang sering digunakan sebagai organisme GMO dalam penelitian ilmiah dari pertumbuhan dan perkembangan.
  • Insulin sintetis telah diproduksi dan digunakan dalam perawatan pasien diabetes merupakan hasil dari rekayasa genetika.

Kekurangan Rekayasa Genetika

  • Keseimbangan ekosistem dapat terganggu karena dominasi GMO atas spesies alami.
  • Gangguan kesehatan akibat penggunaan hasil rekayasa genetika ialah reaksi alergis yang sudah dapat dibuktikan
  • Peperangan bisa berbahaya karena senjata biologi diproduksi menggunakan rekayasa genetika.
  • Penelitian telah membuktikan bahwa beberapa produk makanan mempertahankan beberapa bahan genetik buatan yang akan menciptakan efek yang merugikan pada kesehatan manusia.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Rekayasa Genetika , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya