Kloning adalah : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contohnya

Kloning adalah : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contohnya – Di pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Kloning. Yang mencakup pengertian, jenis-jenis, manfaat dan contoh kloning dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

Kloning adalah : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contohnya

Mari kita bahas pengertian kloning terlebih dahulu dengan seksama.

Pengertian Kloning

Menurut bahasa, kata Kloning ini berasal dari Bahasa Inggris yaitu “Cloning”, pengertian kloning adalah suatu upaya dengan tujuan untuk membuat duplikat dari suatu organisme melalui proses aseksual atau dengan makna lain, membuat penggandaan dari suatu makhluk hidup dengan cara aseksual.

Dalam ilmu biologi, kloning adalah suatu proses dalam menghasilkan suatu individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik. Kloning merupakan suatu proses melalui reproduksi aseksual yang seringkali terjadi pada alam serta dialami oleh beberapa bakteri, serangga ataupun tumbuhan.

Sedangkan menurut terminologinya, definis clon merupakan suatu populasi sel atau organisme yang terbentuk atas pembelahan yang berulang dari satu sel atau organisme.

Klon artinya memperbanyak atau menggandakan. Istilah Clone muncul yang arti memperbanyak DNA pada Bakteri. Selanjutnya, para ilmuwan semakin banyak mendefinisikan di setiap indiviud yang darinya bisa dihasilkan individu baru tanpa harus melewati proses perkawinan meskipun satu saja dinamakan dengan mengklon.

Prinsip mengklon individu baru merupakan dengan mengganti inti telur dengan suatu inti sel definitif yang selanjutnya dilakukan rangsangan pada telur agar dapat tumbuh, inti telur yang berisi separuh sel definitif yang disebut Haploid.

Pengertian Klon

  • Klon Sel adalah sekelompok sel yang identik berbagai macam sifat genetiknya, dimana keseluruhannya berasal dari satu sel.
  • Klon Gen atau dapat juga disebut dengan molekuler yang merupakan sekelompok salinan dari Gen yang memiliki sifat identiknya yang direplikasi yaitu dari satu gen yang di masukan pada sel inang.

Pengertian Kloning Menurut Para Ahli

Berikut merupakan definsi dari kloning menurut para ahli berdasarkan hasil riset dan pengalamannya.

1. Dr. Abdul Aziz Muhammad bin Utsman Al-Rabiisy

Definisi dari kloning menurut Dr. Abdul Aziz Muhammad bin Utsman Al-Rabiisy adalah sebuah penemuan baru.

2. Pratiwi Sudarsono

Definisi dari kloning menurut Pratiwi Sudarsono yaitu perbanyakan sel atau organisme secara aseksual. Hasil dari kloning tersebut diberi nama klon, yaitu populasi yang berasal dari satu sel ataupun organisme yang memiliki rangkaian kromosom yang sama serta mempunyai sifat yang identik dengan induk asalnya.

Baca Juga:  √ Black Hole : Pengertian, Teori, Sejarah, Ciri dan Jenisnya

Jenis-Jenis Kloning

Adapun jenis-jenis dari kloning yang populer antara lain:

1. Kloning DNA rekombinan

Kloning DNA rekombinan adalah suatu perpindahan beberapa rantai DNA yang dikehendaki melalui suatu organisme di satu replikasi genetik. Misalnya kloning DNA merupakan penyisipan DNA pada plasmid bakteri guna mengklon satu gen.

2. Kloning Reproduktif

Kloning reproduktif merupakan teknologi yang digunakan untuk memperoleh hewan yang sama.

3. Kloning Terapeutik

Kloning terapeutik adalah salah satu jenis kloning yang dibuat guna memproduksi suatu embrio manusia sebagai bahan dalam suatu penelitian, yang bertujuan untuk memperoleh sel batang yang difungsikan, untuk mempelajari perkembangan manusia serta dalam penyembuhan penyakit.

Manfaat Kloning

Manfaat dari tindakan atau yang diperoleh dalam melakukan kloning utamanya terhadap kloning terapeutik yang diharapkan berguna untuk manusiaterlebih lagi di bidang medis. Berikut adalah keuntungan atau manfaat dari kloning terapeutik, yaitu:

  • Kloning juga dapat memberikan manfaat bagi manusia untuk pasangan yang tidak subur agar dapat memperoleh keuntungan.
  • Organ manusia juga bisa dikloning secara selektif yang digunakan untuk sebagai organ pengganti untuk pemilik sel organ itu sendiri yang dapat meminimalisir resiko penolakan.
  • Sel-sel yang baru di kloning serta diregenerasi juga akan menggantikan jaringan tubuh yang rusak seperti pada urat syarat dan jaringan otot.
  • Teknologi kloning juga membatu para ilmuwan medis berusaha untuk menghidupkan dan mematikan sel-sel. Hal ini sangat berguna dalam mengatasi kanker serta menghambat proses penuaan.
  • Teknologi kloning juga memberikan manfaat untuk pengujian dan penyembuhan untuk penyakit-penyakit menurut. Kegunaanya yaitu menemukan obat kanker, menghentikan serangan jantung, serta membuat tulan, lemak, jaringan penyambung, atau tulang rawan yang cocok dengan tubuh pasien yang bertujuan untuk bedah penyembuhan dan bedah kecantikan.

Sejarah Kloning

Pertama kalinya istilah kloning diperkenalkan oleh Gurdon dengan bereksperimen pada tahun 1960. Dalam percobaannya, Gurdon berhasil melahirkan berudu baru yang identik dengan sel induknya, namun berudu tidak bisa bermetamorfosis menjadi individu dewasa yang akhirnya berudu tersebut mati terurai oleh air.

Selanjutnya eksperimen kedua yang dilakukan pada tahun 1980 oleh sekelompok ilmuwan di Granada yang mengadaptasi teknik kloning guna mentransfer nukleus pada ternak sapi guna meningkatkan produksi daging sapi.

Baca Juga:  √ Pengertian Reptil, Struktur, Fungsi Tubuh dan Cirinya

Salah satu ilmuwan di Granada yang menyumbangkan gagasan serta hasil yang nyata dari teknik kloning tahun itu adalah seorang ilmuwan yang bernama Steen Willadsen. Willadsen juga mengembangkan teknik kloning Guron.

Willdsen berusaha untuk mengkloning domba dengan cara menggunakan embrio domba yang selanjutnya menanamkannya ke dalam sel telur domba target dengan menghilangkan nukleusnya.

Dari hasil kloning, Willdsen telah menemukan lima embrio domba, yang selanjutnya juga digunakan pada kloning sapi yang bekerja sama dengan perusahaan ternak Texas yang diwakili oleh Dr. Charles, Dr. Frank Barnes dan Dr. Ian Wilmuth. Hasil yang diperoleh dari percobaan ini tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Spesies sapi yang baru diproduksi lebih cenderung ke abnormal, beberapa bobot sapi mempunyai mencapai 180 pon, yang dua kali lipat lebih berat dari normal, bahkan ada banyak sapi terkena diabetes serta penyakit gangguan fungsi organ lainnya.

Pada tahun 1997, dengan mengadopsi teknik kloning yang sudah ia lakukan bersama timnya, ia berhasil setelah 277 upaya Dr. Ian Willmuth membuktikan teknik kloning bisa dilakukan terhadap mamalia dewasa, yaitu pada domba yang kita kenal dengan sebutan Domba Dolly.

Domba Dolly dapat direproduksi tanpa perlu menggunakan bantuan domba jantan, namun hal ini diciptakan melalui kelenjar susu yang diambil dari domba betina.

Dr. Willmuth menggunakan kelenjar susu dari domba Finndorset yang digunakan sebagai inti donor sel serta sel telur domba blackface untuk resipien.

Penggabungan kedua sel tersebut menggunakan listrik 25 volt yang akhirnya terbentuklah perpaduan antara sel domba blackface tanpa adanya nukleus dengan sel kelenjar susu domba finndorsat.

Dalam tabung percobaan, hasil fusi ini akan berkembang menjadi embrio selanjutnya ditransfer ke poros domba blackface.

Sehingga spesies baru yang dilahirkan tesebut merupakan spesies yang identik dengan domba Finndorset. Teknik kloning domba sudah menjadi referensi bagi para ilmuwan guna pengembangan dalam teknik kloning.

Contoh Kloning

Adapun contoh kloning adalah:

  • Kloning pada katak
  • Kloning pada tikus
  • Kloning pada tumbuhan

Demikianlah telah dijelaskan tentang Kloning adalah : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contohnya, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.