√ Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli, Makna, Hubungan, Jenis, Contohnya

Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli, Makna, Hubungan, Jenis, Contohnya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang hiponim yang terdiri dari pengertian, makna, hubungan, jenis, contoh dan para ahli.

Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli, Makna, Hubungan, Jenis, Contohnya

Dalam bahasa Inggris disebut dengan hyonymy. Berasal dari bahasa Yunani kuno “hypo” berarti di bawah dan “onoma” yang artinya nama. Jadi, hiponim secara harfiah memiliki arti nama yang ada di bawah nama lain (Pateda, 1986: 96).

Hiponim, dalam semantik, ialah sebuah katau maupun frasa yang memiliki makna yang ada dalam kata atau frasa lainnya yang lebih umum yang dikenal dengan hipernim atau hieronim. Hiponim sendiri termasuk dalam kelompok hiperonim dan hiponim yang mempunyai hiperonim yang sama disebut kohiponim.

Pengertian Hiponim Menurut Ahli

Berikut ini adalah pengertian hiponim menurut ahlinya, mari kita simak.

1. Djajasudarma (1993: 48)

Hiponim merupakan hubungan makna yang memiliki artian hirarki. Hubungan hiponimi memiliki kedekatan dengan sinonim. Apabila suatu kata mempunyai seluruh unsur manka kata lain, namun tidak sebalinya, maka hubungan itu dikatakan sebagai hiponim.

2. Edi Subroto (1995: 25)

Hiponim memperlihatkan hubungan antara kata yang sifatnya vertikal (atas – bawah) ataupun hubungan antara klasifikas dengan anggota-anggota yang menjadi anggota kelompok maupun bawahannya.

Baca Juga:  √ 33 Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli (Pembahasan lengkap)

3. Sumarlam (2003: 45)

Hiponim merupakan satuan bahasa dari kata, frasa dan kalimat yang maknanya dinilai sebagai bagian dari makna unit bahasa lainnya.

4. Chaer (1994: 305)

Homonim yaitu relasi semantik antara sebentuk ujaran yang memiliki makna yang termasuk dalam makna berupa ujaran lainnya. Relasi makna hiponim-hiperonim berbeda dengan relasi hubungan makna meronim-holonim yang menjadi relasi antara bagian dan kesatuan.

5. Palmer (1983: 78)

Hiponim mencakup relasi logis pada entilamen yang berarti bahwa jika hiponimnya sudah dikatakan maka bisa dibayangkan nama kelompoknya dan apabila nama kelompok sudah disebutkan, maka hiponimnya bisa disebutkan. Sebagai contoh, jika disebutkan kata “merpati”, maka bisa diketahui bahwa diketahui bahwa merpati termasuk burung dan jika disebutkan “burung”, maka di dalamnya sudah mencakup merpati, nuri dan lainnya.

Relasi Makna dari Aspek Hiponim

Relasi makna un dapat dilihat dari aspek hiponim di samping aspek antonim, sinonim, homonim, polisem, pertindihan makna dan ambiguiti. Relasi makna artinya hubungan semantik yang ada di antara satuan bahasa-bahasa.

Satuan bahasa bisa saja berbentuk ayat dan frasa. Melalui relasi makna, bisa dinyatakan kesamaan makna, pertentangan makna, jangkauan makna, kegandaan makna dan kelebihan makna. Relasi makna tersebut bisa dimengerti seandainya “melati” merupakan hiponim dari “bunga” sebab melati termasuk jenis bunga. Melati memang bunga namun bukan hanya melati, ada pula bunga matahari, sepatu, mawar, anggrek, sedap malam, sakura dan lainnya.

Hubungan Hiponimi Sejenis

Hubungan hiponimi sejenis merupakan relasi bertingkat di mana item leksikal yang berada di atas memiliki makna paling umum dan dapat dipakai untuk rujukan item-item leksikal di bawahnya. Disebut juga sebagai superordinat.

Baca Juga:  √ Identifikasi Cerpen Berdasarkan Unsur Intrinsik (Bahas Lengkap)

Item-item leksikal di bawahnya pun memiliki arti yang lebih spesifik serta memiliki unsur makna item leksikal di atasnya. Item-item leksikal tersebut dinamakan subordinat atau hiponim. Hubungan antara hiponim tersebut dinamakan kohiponimi.

Jenis-Jenis Hiponim

  1. Hiponim Tulen, contohnya padi meliputi dua kata yang sekelompok dengannya yakni nasi dan beras.
  2. Hiponim Umum, artinya satu kata yang merupakan kata umum, misalnya rumah banglo dan rumah teres. Hal tersebut menunjukkan suatu jenis rumah harus digabungkan dengan kata “rumah” agar membentuk sebuah komponen kata nama.

Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli, Makna, Hubungan, Jenis, Contohnya

Contoh Hiponim

Contoh-contoh hiponim antara lain:

  • Hipernim : bunga
  • Hiponim : melati, dahlia, sakura, sedap malam, anggrek, matahari, dandelion
  • Hipernim : hewan
  • Hiponim : kucing, beruang, burung, kadal, cicak, buaya, kupu-kupu
  • Hipernim : buah
  • Hiponim : jeruk, mangga, salak, apel, pir, manggis, semangka, anggur

Contoh Kalimat Hiponim

  • Merah jambu
  • Putih susu
  • Merah darah
  • Kuning langsat

Demikian penjelasan tentang Pengertian Hiponim Menurut Para Ahli, Makna, Hubungan, Jenis, Contohnya. Semoga bermanfaat menambah pengetahuan. Terima kasih.