√ UNESCO : Pengertian, Tujuan, Tugas, Prinsip dan Pilarnya

UNESCO : Pengertian, Tujuan, Tugas, Prinsip dan Pilarnya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang UNESCO. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian UNESCO, tujuan, tugas, prinsip dan pilarnya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih detailnya simak artikel berikut ini.

UNESCO : Pengertian, Tujuan, Tugas, Prinsip dan Pilarnya

UNESCO ini didirikan pada tanggal 4 November 1946, di kota Paris-Perancis. Tugas utamanya adalah untuk memajukan kerja sama antarbangsa pada bidang pendidikan, sains, juga kebudayaan tersebut. Saat ini, UNESCO ini sudah beranggotakan sekitar 191 negara (termasuk juga Indonesia) dan berlokasi Unesco House, Place de Fontenoy, Paris de, France.

Pengertian UNESCO

UNESCO adalah singkatan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. UNESCO sendiri adalah sebuah organisasi internasional di bawah PPB yang mengurusi semua hal yang berhubungan dengan pendidikan, sains, serta kebudayaan. Didalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan pada keadilan, peraturan hukum, serta HAM.

Tujuan UNESCO

Dibawah ini merupakan tujuan berdirinya organisasi UNESCO diantaranya antara lain:

  • Meningkatkan kerjasama antarnegara didunia pada bidang pendidikan,sains dan juga kebudayaan;
  • Melakukan kegiatan/aktivitas pemberantasan buta huruf (buta aksara) serta kewajiban belajar bagi seluruh rakyat negara-negara anggota; dan juga
  • Mengangkat martabat serta derajat kehidupan manusia.

Empat Pilar Pendidikan

Dibawah ini adalah empat pilar pendidikan disertai dengan penjelasannya, yaitu :

Belajar Mengetahui (Learning To Know)

Berkenaan dengan perolehan, penguasaan dan pemanfaatan informasi, terdapat ledakan informasi serta pengetahuan. Karena hal tersebut bukan saja di sebabkan karna adanya perkembangan yang sangat cepat didalam bidang ilmu serta teknologi.

Namun juga karena perkembangan teknologi yang sangat cepat, terutama didalam bidang elektronika. Memungkinkan sejumlah besar informasi serta juga pengetahuan tersimpan, bisa untuk diperoleh serta di sebarkan dengan secara cepat serta hampir menjangkau seluruh planet bumi.

Baca Juga:  √ 11 Pengertian Kebangkrutan, Faktor Penyebab dan Indikatornya

Di samping itu, belajar mengetahui ini adalah suatu kegiatan/aktivitas untuk memperoleh, memperdalam dan juga memanfaatkan pengetahuan. Learning to know sendiri dapat di lakukan dengan beragam upaya perolehan pengetahuan, seperti : Sekolah, Membaca, Mengakses internet, Bertanya, Mengikuti kuliah, Mengikuti seminar, dan lain sebagainya.

Belajar Berkarya (Learning To Do)

Supaya mampu untuk menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat. Maka individu itu perlu belajar berkarya. Belajar berkarya ini berhubungan erat dengan belajar mengetahui, kerena pengetahuan mendasari perbuatan.

Di dalam konsep komisi UNESCO, belajar berkarya ini memiliki makna khusus yaitu dalam kaitan dengan vokasional. Serta belajar berkarya ini merupakan belajar atau berlatih menguasai keterampilan serta juga kompetensi kerja. Lalu sejalan dengan tuntutan perkembangan industri serta perusahaan, maka keterampilan dan kompetisi kerja ini juga berkembang semakin tinggi.

Tidak hanya pada tingkat keterampilan, kompetensi teknis atau operasional sampai dengan kompetensi profesional. Oleh karena tuntutan pekerjaan pada dunia industri serta perusahaan terus meningkat. Maka individu yang akan memasuki dan/atau sudah masuk di dunia industri serta perusahaan perlu terus bekarya.

Mereka juga harus mampu doing much (berusaha berkarya banyak). Sebagai contohnya: Berlatih musik, Berlatih salah satu cabang olahraga serta Melakukan penelitian ilmiah.

Belajar Hidup Bersama (Learning To Live Together)

Seperti zaman sekarang ini kita tidak hanya berinteraksi dengan beraneka kelompok etnik, daerah, budaya, ras, agama, kepakaran, dan profesi. Namun juga hidup bersama serta bekerja sama dengan aneka kelompok tersebut. Supaya mampu berinteraksi, berkomonikasi, bekerja sama serta hidup bersama antar kelompok dituntut belajar hidup bersama.

Kemudian pada tiap kelompok itu memiliki latar belakang pendidikan, kebudayaan, tradisi, serta tahap perkembangan yang berbeda. Supaya dapat/bisa bekerjasama serta hidup rukun, mereka itu harus banyak belajar hidup bersama, being sociable (berusaha membina kehidupan bersama).

Contohnya: Mengikuti organisasi di kampus, Aktif dalam kegiatan di lingkungan tempat tinggal, Saling menghormati antar umat beragama.

Baca Juga:  √ 12 Pengertian Statistik, Tujuan, Manfaat, Fungsi & Jenisnya (Lengkap)

UNESCO - Pengertian Tujuan Tugas Prinsip dan Pilarnya

Belajar Berkembang Utuh (Learning To Be)

Didalam tantangan kehidupan yang berkembang cepat serta sangat kompleks, menuntut pengembangan manusia itu secara utuh. Di samping manusia yang seluruh aspek kepribadiannya itu berkembang secara optimal serta seimbang, baik aspek intelektual, emosi, sosial, fisik, atau juga moral.

Supaya dapat mencapai sasaran tiap-tiap individu dituntut banyak belajar mengembangkan seluruh aspek kepribadiannya. Tapi sebenarnya tuntutan perkembangan kehidupan global ini, bukan hanya menuntut berkembangnya manusia itu secara menyeluruh dan utuh.

Namun juga manusia utuh yang unggul, oleh sebab itu mereka harus berusaha banyak mencapai keunggulan (being excellence). Tiap-tiap keunggulan di perkuat dengan moral yang kuat dan individu global ini harus berupaya bermoral kuat atau being morally.

Dibawah ini merupakan beberapa tujuan menyeluruh:

  • Dapat mencapai kualitas pendidikan untuk semua pembelajaran dan seumur hidup.
  • Dan memobilisasi pengetahuan ilmu pengetahuan dan kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan.
  • Kemudian dapat mengatasi muncul tantangan sosial dan etika.
  • Dalam pembinaan keragaman budaya , dialog antar budaya dan budaya perdamaian.
  • Juga membangun masyarakat pengetahuan inklusif melalui informasi dan komunikasi.

Empat Isu Pendidikan

Dibawah ini merupakan 4 (empat) isu pendidikan, antara lain:

  1. Dalam peningkatan mutu pendidikan itu di lakukan dengan menetapkan tujuan standar kompetensi.
  2. Peningkatan efisiensi, pengelolaan pendidikan mengarah kepada pendidikan berbasis sekolah.
  3. Kemudian peningkatan relevansi yang mengarah kepada pendidikan berbasis masyarakat.
  4. Serta juga pemerataan pelayanan pendidikan ialah pendidikan yang berkeadilan.

Tugas UNESCO

Bertujuan untuk dapat mendukung perdamaian serta keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara dengan melalui ilmu pengetahuan,pendidikan serta budaya dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan pada keadilan, ham, peraturan hukum, serta juga  kebebasan hakiki.

Demikian penjelasan tentang UNESCO : Pengertian, Tujuan, Tugas, Prinsip dan Pilarnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Terima kasih.