Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis-Jenis, Sistem Pemberian Terlengkap

Loading...

Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis-Jenis, Sistem Pemberian Terlengkap – Pada pembahasan kali ini Sepengetahuan.Com akan menjelaskan tentang Vaksin. Vaksin merupakan bahan antigenik yang dimanfaatkan sebagai penghasil kekebalan aktif kepada sebuah penyakti yang disebabkan oleh virus atau bakteri.

Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis-Jenis, Sistem Pemberian Terlengkap

Selain definisi vaksin, kami juga akan menjelaskan tentang, fungsi, jenis-jenis dan sistem pemberian vaksin. Untuk lebih lengkapnya silakan simak pembahasan dibawah ini dengan seksama.

Loading...

Pengertian Vaksin

Definisi vaksin adalah bahan yang digunakan dalam menstimulus atau merangsang pembentukan antibodi yang dimasukkan ke tubuh manusia melalui mulut atau lewat suntikan.

Selain itu menurut Hidayat (2005), Vaksin adalah bahan yang dimasukkan ke dalam tubuh lewat suntikan (seperti vasin campak, DPT, BCG) dan lewat mulut (seperti vasin polio) yang berguna untuk merangsang zat antibodi.

Vaksin dapat dibuat dengan bakteri atau virus yang sudah tidak berpatogen. DAn juga vaksin bersumber dari organisme yang telah mati atau hasil dari pemurnian seperti protein, peptida, dan lain sebagainya.

Loading...

Pemberian vaksin akan mengakibatkan manusia maupun hewan dapat bertahan apabila terserang oleh zat patogen seperti serangan bakteri, virus maupun toksin.

Vaksin juga dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker (sel degeneratif). Tujuan pemberian vaksin agar memberik stimulus kekebalan tubuh tanpa menimbulkan penyakit. Namun, vaksin adalah sebuah imun atau kekebalan buatan.

Baca Juga:  Susunan Saraf Pusat Pada Manusia Dan Fungsinya

Fungsi Vaksin

Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis-Jenis, Sistem Pemberian Terlengkap

Memberikan vaksin atau vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit utamanya penyakit-penyakit infeksi yang bisa menular karena bakteri atau virus. Seperti penyakit campak, polio, difteri, meningitis, tetanus, hepatitis, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Vaksin

Dibawah ini adalah beberapa jenis vaksin:

Live Attenuated Vaccine

Adalah jenis vaksin yang berisi mikroorganisme hidup seperti bakteri atau virus. Mikroorganisme yang dipakai sudah lebih duluh dihilangkan sifat virulensinya. Vaksin jenis ini memberikan respon imun yang panjang.

Contoh vaksin ini antara lain vaksin polio (sabin), MMR (Measles, mumps dan rubella), TBC, Demam tifoid, campak, gondongan, dan cacar air (varicella).

Innactivated Vaccine (Killed Vaccine)

Adalah vaksin yang bersumber dari mikroorganisme yang sudah dimatikan (baik dalam bentuk bakteri atau berbentuk virus) dengan memakai zat-zat kimia maupun dengan pemanasan.

Contoh dari vaksin ini yaitu vaksin rabies, influenza, polio (Salk), pneumonia pneumokokal, kolera, pertusis, demam tifoid.

Toxoid

Adalah senyawa racun atau toksik yang diinaktifkan supaya tidak mengakibatkan penyakit. Pada umumnya, bahan vaksin ini dibuat dari toksin kuman yang sifatnya imunogenik. Hasil pembuatan bahan toksoid yang telah berhasil dinamakan dengan natural flud plain toxoid yang merangsang terbentuknya antibody yang berbentuk antitoksin. Vaksin ini hanya bertahan selama satu tahun. Adapun contohnya yaitu vaksin difteri dan tetanus.

Subunit Vaccine

Adalah vaksin yang dibuat dengan bagian tertentu di virus atau bakteri dengan cara mengkloning gen virus atau bakteri dengan melalui rekombinasi DNA. Seperti vaksin hepatitis B (berisi protein dari permukaan virus), HPV (Human Papiloma Virus) yang mengandung kapsid utama dari virus, vaksin Hemofilus Influenza tipe B (HIB) dan vaksin influenza.

Conjugate Vaccine

Adalah vaksin yang dihasilkan dari penggabungan polisakarida di lapisan paling luar bakteri dengan protein lainnya. Konjugasi ini mempunyai tujuan untuk menguatkan sifat imunogenitas dari polisakarida. Misalnyta adalah vaksin Haemophilus influenza tipe B.

Baca Juga:  Pengertian Plasenta, Fungsi, Struktur, Bagian, Proses Terlengkap

Valence Vaccine

Adalah jenis vaksin yang dibagi menjadi dua yakni monovalen dan polivalen. Vaksin monovalen dibuat untuk melawan satu mikroorganisme. Kemudian vaksin polivalen dibuat untuk melawan dua atau lebih mikroorganisme baik yang sama atau berbeda.

Experimental

Adalah vaksin hasil inovasi yang sedang dikembangkan oleh para ahli. Terdapat beberapa vaksin eksperimen ini antara lain yaitu:

  • Vektor Rekombinan: Adalah hasil kombinasi fisiologi dari mikroorganisme dan DNA dari mikroorganisme lain.
  • Vaksin DNA: Adalah vaksin yang dibuat dari segmen DNA yang infektius. Cara kerjanya dengan memasukkan DNA virus atau bakteri kedalam sel manusia atau hewan. Sel yang mengetahuai DNA itu akan mengekspresikannya menjadi protein, oleh sebab itu sistem imun juga akan merespon.
  • T-Cell Receptor (TCR) peptida
    Adalah peptida yang fungsinya untuk memodulasi produksi enzim sitokin dan meningkatkan mediasi imunitas sel.
  • Inhibitor Microbial
    Adalah vaksin yang fokus kepada protein bakteri yang teridentifikasi tergabung pada komplein inhibisi menjadikan bisa ikue mentralkan mekanisme virulensi dari bakteri.

Jadwal Pemberian Vaksin

Dibawah ini adalah beberapa jadwal pemberian vaksin atau vaksinasi, antara lain yaitu:

Hepatitis B (untuk mencegah penyakit)
Pemberian pertama: Di saat lahir usia 2 bulan
Pemberian kedua: Di saat usia 1-4 bulan
Pemberian ketiga: di saat usia 6- 18 bulan

HIB (Untuk mencegah infeksi virus hemophilus influenza tipe B)
Pemberian pertama: di saat usia 2 bulan
Pemberian kedua: di saat usia 4 bulan
Pemberian ketiga: disaat usia 6 bulan
Pemberian keempat: disaat usia 12 – 15 bulan

Polio (Untuk mencegah penyakit polio)
Pemberian pertama: di saat usia 2 bulan
Pemberian kedua: di saat usia 4 bulan
Pemberian ketiga: di saat usia 6 -18 bulan
Pemberian keempat: di saat usia 4 – 6 tahun

Baca Juga:  10 Macam Hormon Pada Tumbuhan Dan Fungsinya

DPT (Untuk mencegah penyakit difteri, pertussis, dan tetatus)
Pemberian pertama: di saat usia 2 bulan
Pemberian kedua: disaat usia 4 bulan
Pemberian ketiga: disaat usia 6 bulan
Pemberian keempat: di saat usia 15 -18 bulan
Pemberian kelima: di saat usia 4 – 6 tahun
Pemberian tambahan yang dianjurkan: di saat usia 11 tahun

Demikianlah telah dijelaskan tentang Pengertian Vaksin, Fungsi, Jenis-Jenis, Sistem Pemberian Terlengkap semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih sudah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.

Baca Juga:

5 (100%) 1 vote
Loading...