Bilangan Oksidasi : Pengertian, Aturan Penentuan & Contoh Soalnya

Bilangan Oksidasi : Pengertian, Aturan Penentuan & Contoh Soalnya – Apa itu bilangan oksidasi dan contohnya? Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya tentang hal lain yang juga melingkupinya.

Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya


Bilangan Oksidasi : Pengertian, Aturan Penentuan & Contoh Soalnya


Bilangan oksidasi atau Biloks adalah jumlah muatan negatif dan positif dalam atom, yang secara tidak langsung menunjukkan jumlah elektron yang telah diterima atau diserahkan ke atom lain. Beberapa atom hanya mempunyai satu biloks, namun ada beberapa atom yang mempunyai lebih dari satu biloks.

Jika kamu menemukan nilai dari sebuah bilangan atom pada suatu molekul ataupun senyawa, maka kamu harus mengetahui terlebih dahulu biloks atom unsur lainnya yang mempunyai sifat umum (standar).


Aturan Menentukan Biloks

Untuk menentukan bilangan oksidasi (Biloks) pada suatu ion atau senyawanya lainnya harus mengikuti aturan-aturan dibawah ini:


  • Biloks unsur bebas yang berbentuk atom atau molekul unsur yang bernilai 0 (nol).


Unsur bebas yang berbentuk atom yaitu:

    • Biloks C pada C bernilai = 0
    • Biloks Ca pada Ca bernilai = 0
    • Biloks Cu pada Cu bernilai = 0
    • Biloks Na pada Na bernilai = 0
    • Biloks Fe pada Fe bernilai = 0
    • Biloks Al pada Al bernilai = 0
    • Biloks Ne dalam Ne bernilai = 0

Unsur bebas yang berbentuk molekul yaitu:

    • Biloks H pada H2 bernilai = 0
    • Biloks O pada O2 bernilai = 0
    • Biloks Cl dalam Cl2 bernilai = 0
    • Biloks P dalam P4 bernilai = 0
    • Biloks S dalam S8 bernilai = 0

  • Biloks berupa logam dalam senyawa selalu bernilai positif.


Pada unsur logam golongan 1 (sistem lama gol. IA) (Li, Na, K, Rb, Cs, Fr), Biloksnya adalah +1.

    • Biloks K dalam KCl, KNO3, atau K2SO4 bernilai = +1

Pada nsur logam golongan 2 (sistem lama golongan. IIA) (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra), Biloksnya adalah +2.

    • Biloks Mg dalam MgO, MgCl2, atau MgSO4 bernilai = +2

Bilangan oksidasi (Biloks) unsur logam lainnya adalah:

    • Ag bernilai = +1
    • Cu bernilai = +1 dan +2
    • Hg bernilai = +1 dan +2
    • Au bernilai = +1 dan +3
    • Fe bernilai = +2 dan +3

  • Bilangan oksidasi (Biloks) ion monoatom (untuk 1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) adalah sama pada muatan ionnya.


    • Biloks ion monoatom yaitu Na+, Ca2+, Al3+, Cl–, dan 02- berurutan +1,+2, +3, -1 dan -2.

    • Biloks ion poliatom yaitu NH4+, SO42-, PO43- berurutan +1,-2, dan -3.

  • Bilangan oksidasi (Biloks) unsur golongan VIA (O, S, Se, Te, Po) dalam senyawa biner yaitu -2, dan unsur golongan VIIA (F, Cl, Br, I, At) dalam senyawa biner yaitu -1.


    • Biloks unsur S dalam Na2S dan MgS bernilai = -2.

    • Biloks unsur Cl dalam NaCl, KCl, MgCl2, dan FeCl3 bernilai = -1.

  • Bilangan oksidasi (Biloks) unsur H dalam senyawanya bernilai = +1.


Kecuali pada Biloks hidrida (senyawa hydrogen dengan logam) bernilai = -1.
Dikarenakan pada senyawa hidrida, hidrogen ada pada bentuk ion hidrida, H–. Biloks ion seperti hidrida adalah sama seperti muatan ion, yang bernilai = -1.

    • Biloks unsur H dalam H2O, HCl, H2S, dan NH3 bernilai = +1.
    • Biloks unsur H dalam NaH, CaH2, dan AlH3 bernilai = -1.

  • Bilangan oksidasi (Biloks)unsur O dalam senyawanya bernilai = -2, kecuali,


    • Biloks senyawa biner dalam F, bernilai = +2.

    • Biloks senyawa peroksida, seperti H2O2, Na2O2 dan BaO2 , bernilai = -1.
    • Biloks senyawa superoksida, seperti KO2 dan NaO2, bernilai = -½ .
    • Bilangan oksidasi (Biloks) unsur O dalam H2O, KOH, H2SO4 dan Na3PO4 bernilai = -2

  • Jumlah pada bilangan oksidasi (Biloks) unsur-unsur pada senyawa adalah 0 (nol).


Jumlah pada suatu bilangan oksidasi unsur-unsur pembentuk ion atau senyawa poliatom yaitu sama dengan muatan ion poliatomnya itu sendiri.


  • Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida = -2.


Contoh:

Biloks O dalam BaO2 = -1.

Atom Ba merupakan unsur logam golongan IIA, sehingga biloks Ba = +2. Jumlah biloks Ba dan biloks O harus 0 (aturan biloks poin 6). Oleh sebab itu, biloks O harus bernilai -2. Karena atom O memiliki indeks 2, jadi biloks O : indeks O = -2 : 2 = -1. Terbukti jika biloks O dalam BaO2 adalah -1.


Contoh Soal Bilangan Oksidasi


Contoh Soal 1

Tentukan bilangan oksidasi atom unsur yang dicetak tebal pada senyawa dibawah ini:

  1. N2O5
  2. MnO4
  3. Al2(SO4)3

Jawab:

Biloks akan ditentukan, misalnya x:

  • 1. Muatan N2O5 yaitu (2 x biloks N) + (5 x biloks O)

0 = (2x (x)) + (5 x (-2))

0 = 2x – 10

x = +5

Jadi, bilangan oksidasi atom N pada senyawa N2O5 yaitu +5

  • 2.Muatan MnO4 adalah (1 x biloks Mn) + (4 x biloks O) sebagai berikut!

-1 adalah (1 x (x)) + (4 x (-2))

-1 adalah x – 8

x adalah +7

Jadi, biloks atom Mn pada senyawa MnO4 yaitu +7

  • 3. Muatan Al2(SO4)= (2 x biloks Al) + (3 x biloks S) + (12 x biloks O), adalah:

0 = (2 x (+3)) + (3 x (x)) + (12 x (-2))

0 = 6 + 3x -24

x = +6

Jadi, bilangan oksidasi atom S pada senyawa Al2(SO4)3 yaitu +6.


Contoh Soal 2

Langsung saja untuk Contol Soal didalam Bilangan Oksidasi, bahwa didalam ‘ Berapakan nilai Biloks dari Atom C didalam Bilangan Oksidasi pada CH4 dengan Aturan Bilangan Oksidasi Biloks H = +1 ?

Jawaban :

Biloks H x Jumlah Atom H = + ‘1 x 4 = +4

Biloks C x Jumlah Atom C = a x 1 = a

Jika dilihat dari Senyawa tersebut ialah Senyawa Netral, maka Jumlah Biloks dari Unsur Unsur didalamnya haruslah NOl, berarti :

a + (+4) = O

a = -4

Jadi Bilangan Oksidasi C pada Senyawa CH4 adalah -4.

Bilangan Oksidasi : Pengertian, Aturan Penentuan dan Contoh Soalnya


Contoh Soal 3

Tentukan bilangan oksidasi atom unsur N pada senyawa dibawah ini:

N2O5

Jawab:

Biloks akan ditandai dengan X

Muatan N2O5 yaitu (2 x biloks N) + (5 x biloks O)

0 = (2 x (x)) + (5 x (-2))

0 = 2x – 10

x = +5

Jadi, bilangan oksidasi atom N pada senyawa N2O5 yaitu +5.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Bilangan Oksidasi : Pengertian, Aturan Penentuan & Contoh Soalnya, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.

Baca Juga:  √ Pengertian Infertilitas, Ciri, Jenis & Faktor yang Menyebabkannya