Kontaminasi adalah : Jenis, Penyebab, Pencegahan Dan Contohnya

Kontaminasi adalah : Jenis, Penyebab, Pencegahan Dan Contohnya – Apakah itu kontaminasi ?, Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya tentang hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Kontaminasi adalah : Jenis, Penyebab, Pencegahan Dan Contohnya


Kontaminasi merupakan suatu kondisi terjadinya percampuran/ pencemaran terhadap sesuatu oleh unsur lain yang memberikan efek tertentu, biasanya berdampak buruk.

Komponen yang menyebabkan terjadinya kontaminasi sangat beragam, baik itu benda mati ataupun mahluk hidup. Kontaminan yang berasal dari benda mati misalnya senyawa kimia dan kotoran. Sedangkan kontaminan yang berasal dari mahluk hidup misalnya mikroba.


Jenis Jenis Kontaminasi


  • Kontaminasi Makanan

Kontaminasi makanan merupakan terjadinya percampuran antara bahan makanan dengan zat, senyawa, atau mahluk hidup lainnya yang bersifat merusak makanan tersebut. Makanan yang sudah terkontaminasi zat yang merusak akan berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia.

  • Kontaminasi Silang

Kontaminasi silang adalah terjadinya perpindahan bakteri dari bahan pangan mentah ke produk pangan yang sudah jadi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kontaminasi silang umumnya terjadi karena proses penyimpanan bahan makanan dan proses pembuatan makanan yang tidak bersih.

  • Kontaminasi Bahasa

Kontaminasi bahasa yakni suatu penggabungan beberapa bentuk kata, frasa, susunan, dan kaidah suatu bahasa dengan bahasa lainnya sehingga terbentuk kata baru yang tidak lazim.

  • Kontaminasi Lingkungan

Kontaminasi lingkungan ialah masuknya komponen lain (zat, mahluk hidup) ke dalam lingkungan yang mengakibatkan kualitas lingkungan tersebut menjadi rusak. Kontaminasi dapat terjadi karena ulah manusia dan juga karena aktivitas alam.


Penyebab Kontaminasi

  • Kontaminasi Biologi; beberapa penyebab kontaminasi biologi atau mikrobiologis adalah parasit (protozoa dan cacing), virus, bakteri patogen, yang dapat menyebabkan keracunan dan infeksi pada manusia.
  • Kontaminasi Kimia; bahan kimia yang dapat menimbulkan intoksikasi pada manusia. Beberapa bahan kimia penyebab keracunan diantaranya antibiotika, residu pestisida, cemaran kimia industri.
  • Kontaminasi Fisik; pencemaran yang sifatnya fisik, misalnya batu, debu, rambut, logam, potongan kayu, kuku, atau bahkan peralatan memasak yang digunakan. Kontaminasi fisik tidak selalu mengakibatkan penyakit, namun tetap berbahaya dan menganggu kesehatan manusia.

Contoh Kontaminasi


  • Kontaminasi Makanan

Sayur yang terkontaminasi kuman berbahaya karena wadahnya kotor, gorengan di pinggir jalan yang terkontaminasi debu, bakso yang terkontaminasi dengan borax, roti yang terkontaminasi jamur dan lain sebagainya.

Semua makanan yang sudah terkontaminasi dengan zat/senyawa berbahaya bisa mengakibatkan keracunan bagi orang yang mengonsumsinya.

  • Kontaminasi Silang

Saat pisau yang kotor dan terkontaminasi zat berbahaya digunakan untuk mengupas apel yang akan dimakan. Contoh lain yakni plasik penyimpanan yang terkontaminasi kotoran digunakan untuk menyimpan daging dan lain sebagainya.

  • Kontaminasi Bahasa

Bentuk kata yang sudah terkontaminasi yaitu kata nyuci yang merujuk pada kata mencuci. Bentuk baku kata tersebut mencuci bukan menyuci.

Kontaminasi bahasa bisa disebabkan karena percampuran antara bahasa Indonesia baku dengan bahasa asing atau bahasa daerah tertentu. Dalam hal ini kata nyuci sudah terkontaminasi kaidah bahasa Jawa.

  • Kontaminasi Lingkungan

Kegiatan manusia diantaranya limbah pabrik dibuang ke sungai sehingga air sungai menjadi beracun bagi mahluk hidup.

Contoh kontaminasi lingkungan karena aktivitas alam; gunung meletus, gas alam yang beracun).

  • Kontaminasi Fisik

Secara umum pencemaran makanan dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan bagi orang yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi tersebut. Diantaranya bisa menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, ginjal, hati, jantung, dan organ tubuh lainnya. Selain itu pencemaran makanan juga dapat menyebabkan keracunana makanan.

Kontaminasi fisik berupa benda-benda asing tersebut apabila sampai tertelan bersama makanan atau minuman yang kita konsumsi tentu akan sangat berbahaya bagi tubuh kita. Misalnya saja jika sampai ada pecahan kaca yang masuk ketubuh kita tentu akan melukai organ tubuh kita bahkan dapat menyebabkan kematian.

Dampak Kontaminasi Fisik :

    • Menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, ginjal, hati, jantung, dan organ tubuh lainnya.
    • Menyebabkan keracunanan pada makanan.
    • Dapat melukai keadaan fisik dan dapat menyebabkan kematian.

Metode Menanggulangi Kontaminasi


  • Bila Terkena Cairan Korosif

Segera dicuci dengan air berulang- ulang pada yang terkena, sebelum dibawa ke IGD untuk ditangani dokter.

  • Bila Terkena Bahan Korosif Padat

Segera dicuci dengan air berulang- ulang pada bagian yang terkena, bila perlu dengan air sabun.

  • Bila Luka Bakar Karena Bahan Kimia

Secepatnya menghindari dari bahan kimia tersebut dan dicuci dengan air berulang- ulang dan segera ditangani dokter IGD.

  • Luka Bakar Karena Panas

Pertolongan pertama dapat dilakukan dikompres air es atau diguyur air sampai rasa sakit hilang dan tidak timbul kembali. Bila perlu direndam dalam air.

Langkah pertolongan pendinginan dapat dilakukan agar rasa sakit dan yang lebih penting adalah bahwa pendinginan akan dihentikan atau memperlambat reaksi perusakan jaringan tubuh akibat kebakaran.


Upaya Pencegahan Kontaminasi Fisik

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menhindari kontaminasi makanan, anta lain sebagai berikut :

  • Higiene Perseorangan

Orang yang mengolah, memasak, atau menyajikan makanan perlu sekali mengerti dan dipahami bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. Penderita kudis (koreng), radang saluran pernapasan, atau penyakit alat percernaan merupakan sumber-sumber penulaan bibit penyakit kepada makanan, terutama kepada makananan masak.

Cara- cara penularan itu melalui penyentuhan dengan tangan kotor, bersin, dan batuk. Mencuci bersih tangan dengan air yang bersih adalah syarat mutlak bagi pengelola makanan, terutama setelah buanag air kecil atau buang air besar. (Sitorus, 2009)

  • Higiene Lingkungan

Kebersihan tempat kerja dan lingkungan sekitar, fasilitas tempat kerja pun sama pentingnya. Harus cukup tersedia air bersih, cukup terdapat sinar matahari. Pengolahan dan penyimpanan makanan harus mendapat perhatian khusus dimana tempat pengolahan makanan harus dalam kondisi bersih. Selain itu alat masak dan alat makan juga harus terjaga kebersihannya agar tidak menjadi sumber bakteri.

Alat-alat harus dibersihkan sebaik mungkin sehingga tidak ada sisa-sisa organik yang nampak oleh mata. Tindakan ini dapat dibantu dengan menggunakan detergen dan apabila bahan ini digunakan harus dibasuh/dibilas secara baik dengan air bersih. mencuci bahan makanan, seperti daging dan sayuran di bawah air mengalir ketika baru saja membelinya untuk menghilangkan kandungan kimia, pestisida, dan kuman. (Sitorus, 2009).

Kontaminasi adalah : Jenis, Penyebab, Pencegahan Dan Contohnya

  • Pada Tahap Pemilihan Bahan Makanan

Bahan-bahan yang dimakan dalam keadaan mentah harus diangkut dan disimpan terpisah dari bahan baku lain dan bahan-bahan yang bukan bahan pangan. Sehingga dapat meminimalisasi adanya kontaminasi oleh benda-benda asing.

  • Pada Tahap Penyimpanan Bahan Makanan

Penyimpanan harus dilakukan ditempat khusus yang bersih dan memenuhi syarat, Barang-barang agar disusun dengan baik sehingga mudah diambil, tidak memberi kesempatan serangga atau tikus untuk bersarang, terhindar dari lalat/tikus dan untuk produk yang mudah busuk atau rusak agar disimpan pada suhu yang dingin. Dan setiap bahan makanan ditempatkan ecara terpisah menurut jenisnya.

  • Pada Tahap Pengolahan Makanan

Pengolahan makanan adalah proses pengubahan bentuk dari bahan mentah menjadi makanan yang siap santap. Pengolahan makanan yang baik adalah yang mengikuti kaidah dan prinsip-prinsip hygienee dan sanitasi baik dalam proses pencucian, penjamah makanan, proses memasak, penggunaan bahan tambahan makanan dan penggunaan peralatan masak.

  • Pada Tahap Penyimpanan Makanan

Makanan yang telah matang atau siap disajikan, tidak semuanya langsung dikonsumsi , terutama makanan yang berasal dari katering atau jasaboga. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan makanan matang antara lain:

    • Makanan yang disajikan panas harus tetap disimpan daam suhu diatas 60 derajat celcius.
    • Makanan yang akan disajikan dingin disimpan dalam suhu dibawah 4 derajat celcius
    • Makanan yang disajikan dalam kndisi panas yang disimpan dengan suhu dibawah 4 dajat celcius harus dipanaskan kembali sampai 60 derajat celcius sebelum disajikan.


  • Pada Tahap Pengangkutan Makanan

Pengangkutan makanan yang sehat akan sangat berperan dalam mencegah terjadinya pencemaran makanan. Pencemaran pada makanan masak lebih tinggi risikonya daripada pencemaran bahan makanan. Oleh karena itu titik berat pengendalian pencemaran makanan pada makanan masak.

  • Pada Tahap Penyajian

Penyajian makanan harus sesuai dengan prinsip hygiene dan sanitasi makanan, agar tidak terjadinya kontaminasi pada makanan yang akan disajikan.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Kontaminasi adalah : Jenis, Penyebab, Pencegahan Dan Contohnya , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya

Baca Juga:  √ 14 Pengertian Statistik Menurut Para Ahli (Pembahasan Lengkap)