Sifat Jamur : Ciri, Klasifikasi, Struktur dan Cara Hidup

Sifat Jamur : Ciri, Klasifikasi, Struktur dan Cara Hidup – Apa saja sifat dari jamur? Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya hal-hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Sifat Jamur : Ciri, Klasifikasi, Struktur dan Cara Hidup


Jamur atau cendawan merupakan tumbuhan yang tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof.Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler.Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa.Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium.

Jamur menyerap zat organik melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya.Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk glikogen.Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya.Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya.


Ciri Ciri Jamur

Sekilas terlihat kalau jamur mempunyai wujud serta watak yang nyaris sama dengan tanaman. Dampaknya, tidak tidak sering orang salah mengerti dalam mengartikan jamur. Walaupun demikian, ada sebagian karakteristik dari jamur, ialah bagaikan berikut.

  • Eukariotik. Jamur ialah sesuatu organisme yang lebih maju dibanding dengan Monera. Perihal tersebut ditunjukkan dengan terdapatnya membran inti sel ataupun diketahui dengan istilah organisme eukariotik.
  • Uniseluler serta multiseluler. Spesies jamur sangat banyak. Jamur terdapat yang tersusun dari satu sel ataupun diketahui dengan uni seluler. Tetapi, adapula yang tersusun atas banyak sel ataupun yang diketahui dengan multiseluler.Jamur yang uniseluler kerap diucap berupa khamir. Sebaliknya, jamur yang multiseluler berupa kapang ataupun mold ataupun cendawan ataupun mushroom.
  • Tidak berklorofil. Jamur tidak mempunyai klorofil, sehingga jamur mendapatkan santapan dari makhluk hidup yang lain.
  • Heterotrof. Pada biasanya, jamur mempunyai watak saprofit. Maksudnya mendapatkan santapan dari sisa organisme yang sudah mati.
  • Hifa. Cuma ada pada jamur yang bertabiat multiseluler dengan wujud yang memanjang menyamai benang- benang. Hifa terdiri dari bagian yang mempunyai sekat serta yang tidak mempunyai sekat.
  • Septa. Ialah bagian hifa yang mempunyai sekat antarsel.
  • Miselium. Bagian hifa yang bercabang– cabang serta silih berkumpul. Kedelapan, miselium vegetatif. Ialah bagian yang mempunyai guna buat meresap zat organik santapan.
  • Dilapisi zat kitin. Zat kitin menyelimuti bilik sel jamur.
  • Hidup di tempat yang kaya zat organik, lembab, serta kurang sinar.
  • Reproduksi secara aseksual lewat pemisahan serta secara intim dengan metode peleburan inti sel dari 2 sel induk.
  • Tidak memiliki pangkal, batang, serta daun sejati.

Struktur Jamur

Struktur dari jamur bisa dipaparkan sebagai berikut :

  • Bagian vegetatif jamur yang berupa benang. Hifa mempunyai sel yang memanjang dengan jumlah nukleus yang dipisahkan jadi sebagian bagian oleh septa ataupun septum.
  • Cabang- cabang hifa yang nampak semacam anyaman:
    • Hifa senositik. Ialah hifa pada jamur yang tidak mempunyai sekat.
    • Hifa monositik. Ialah hifa pada jamur yang mempunyai sekat dengan satu inti sel.
    • Hifa dikariotik. Ialah hifa yang mempunyai 2 inti sel.
    • Hifa haustoria. Ialah hifa spesial pada jamur parasit yang mempunyai guna buat meresap santapan pada inangnya.
Baca Juga:  Jelaskan Struktur Trakea : Pengertian, Fungsi, dan Gangguan pada Trakea

Klasifikasi Jamur

Bersumber pada divisinya, jamur bisa diklasifikasikan ke dalam 4 kelompok besar. Ada pula kelompok- kelompok tersebut ialah bagaikan berikut.

  • Ascomycotina

Ascomycotina ialah sesuatu divisi jamur yang sebagian besar bertabiat parasit serta saprofit. Walaupun demikian, terdapat pula jamur yang bersimbiosis dengan ganggang hijau– biru serta ganggang hijau bersel satu.

Reproduksinya dicoba dengan 2 metode ialah intim serta aseksual. Secara intim dicoba dengan membentuk tunas yang terjalin pada jamur uniseluler. Sebaliknya, reproduksi secara aseksual dengan metode membentuk spora yang tercipta dari konidiafor.

Ada pula contoh dari jamur kelompok ini ialah bagaikan berikut:

    • Aspergillus ialah jamur yang hidup bagaikan saprofit serta parasit.
    • Claviceps purprea merupakn jamur yang hidup parasit pada bakal buah graminea.
    • Neurospora crassa ialah jamur yang biasa digunakan buat pembuatan oncom.
    • Penicillum ialah jamur yang hidup bagaikan saprofit di seluruh tempat.
    • Saccharomyces ialah jamur yang umumnya diketahui bagaikan ragi, khamir, serta yeast.
    • Trichoderma ialah jamur penghasil protein sel tunggal. Ketujuh, Xylaria tabacina ialah jamur yang pada biasanya hidup parsit pada tumbuhan petai Tiongkok.

  • Basidiomycotina

Basidiomycotina ialah sesuatu jamur yang hidup bagaikan saprofit serta parasit. Tidak hanya itu, mempunyai badan buah ataupun basidiokarp.

Pada biasanya, divisi ini tumbuh biak dengan intim. Sebaliknya perkembang biakan secara aseksual tidak sering terjalin pada jamur tipe basidiomycotina.

Ada pula contoh dari jamur pada divisi basidiomycotina ialah bagaikan berikut:

    • Amanita phalloides ialah jamur yang hidup pada sisa- sisa kotoran ternak bagaikan saprofit.
    • Auricularia polytricha ialah jamur yang hidup pada kayu yang sudah mati bagaikan saprofit, pada biasanya diketahui dengan jamur telinga.
    • Clavaria zippeli ialah jamur yang pada biasanya ada ditanah kawasan hutan bagaikan saprofit.
    • Polyporus giganteus ialah jamur yang pada biasanya hidup di kayu– kayu yang sudah lapuk ataupun diketahui dengan jamur papan.
    • Pleurotus ialah jamur yang banyak ditemui di batang kayu yang sudah mati ataupun yang masih hidup, diketahui dengan jamur tiram.
    • Puccinia graminis ialah jamur yang hidup bagaikan parasit pada daun rumput- rumputan.
    • Ustilogo maydis ialah jamur yang hidup bagaikan parasit pada jagung.
    • Volvariella volvacea ialah jamur yang bisa dimakan ataupun yang lebih diketahui dengan jamur merang.

  • Deuteromycotina

Divisi deuteromycontina ialah sesuatu kelompok jamur yang tumbuh biak dengan metode aseksual. Kelompok jamur ini mempunyai hifa yang bersekat– sekat. Tidak hanya itu, hidupnya secara saprofit pada sisa santapan. Walaupun demikian, terdapat pula yang bertabiat parasit.

Baca Juga:  Konjungsi : Pengertian, Fungsi, Macam dan Contohnya

Bagaikan parasit, jamur ini bisa menimbulkan penyakit pada manusia, ternak, serta pula tumbuhan. Ada pula contoh jamur dari kelompok divisi ini ialah bagaikan berikut.

    • Candida albicans ialah jamur yang hidup parasit serta jadi pemicu penyakit peradangan pada Miss V.
    • Chadosporium, curvularia, Epidermophyton floocosum ialah jamur yang menimbulkan penyakit pada kaki atlet.
    • Helminthosporium oryzae ialah jamur yang jadi parasit yang bisa menimbulkan kehancuran pada kecambah serta buah pada tumbuhan inang dan memunculkan bercak gelap pada daun.
    • Troghophyton serta Microsporum ialah jamur yang menimbulkan penyakit kurap. Kelima, Sclerothyum rolfsie ialah jamur yang menimbulkan busuk pada tumbuhan budidaya.

  • Zygomycotina

Kelompok jamur zygomycotina nyaris seluruh anggotanya bisa ditemui di daratan. Tipe jamur kelompok zygomycotina ini bertabiat saprofit serta multiseluler ataupun bersel banyak yang berupa benang ataupun hifa yang tidak bersekat.

Reproduksinya dicoba dengan intim. Secara intim menciptakan wujud spora intim yang mempunyai bilik tebal, zigospora, serta aseksual. Ada pula contoh dari jamur ini ialah bagaikan berikut.

    • Rhizopus stolonifer ialah jamur buat proses pembuatan tempe.
    • Rhizopus nigricans ialah jamur yang menciptakan asam fumarat.
    • Mucor mucedo ialah jamur yang hidup pada roti serta santapan yang memiliki karbohidrat.

Jamur sangat berfungsi berarti dalam kehidupan manusia. Dalam bidang industri santapan, jamur bisa dimanfaatkan dalam proses pembuatan tempe, roti, serta tape.

Setelah itu, dalam bidang industri minuman, jamur bisa dimanfaatkan dalam proses pembuatan anggur serta bir. Dalam industri farmasi, jamur bisa dimanfaatkan pada proses pembuatan obat- obatan ataupun zat antibiotik.

Sifat Jamur : Ciri, Klasifikasi, Struktur dan Cara Hidup


Sifat dan Cara Hidup Jamur

Sebagian jamur mempunyai metode hidup yang berbeda- beda. Perihal tersebut disesuaikan dengan struktur badan yang mereka miliki. Tidak hanya itu, disesuaikan pula dengan habitat tempat hidup masing– masing jamur. Ada pula metode hidup jamur ialah bagaikan berikut;

  • Saprofit. Jamur saprofit mendapatkan zat organik dari makhluk hidup yang sudah mati. Jenis jamur ini bisa diucap dengan jamur dekomposer.
  • Parasit. Jamur parasit mendapatkan zat organik dari makhluk hidup yang masih hidup yang jadi inangnya. Jenis jamur ini pada biasanya diketahui dengan jamur patogen ataupun pemicu penyakit.
  • Mutual. Jamur mutual hidup pada inangnya. Walaupun demikian, mempunyai watak yang menguntungkan.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Sifat Jamur : Ciri, Klasifikasi, Struktur dan Cara Hidup , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.