Katabolisme : Pengertian, Proses dan Pemicunya

Katabolisme : Pengertian, Proses dan Pemicunya – Proses tubuh mendapat energi disebut metabolisme. Metabolisme masih dibagi jadi 2 yaitu katabolisme serta anabolisme. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang apa dan bagaimana proses katabolisme dalam tubuh.Mari kita simak artikelnya di bawah ini untuk lebih mengenalnya.

Katabolisme : Pengertian, Proses dan Pemicunya


Katabolisme merupakan proses kala tubuh mengolah makanan jadi molekul- molekul kecil di dalam tubuh untuk digunakan sebagai energi. Molekul- molekul yang besar serta rumit dalam tubuh itu setelah itu dipecah jadi yang lebih kecil serta simpel. Jadi, dikala Kamu komsumsi nasi ataupun santapan pokok lain diganti tubuh jadi tenaga utama, hingga dikala seperti itu katabolisme terjalin. Secara simpel, katabolisme bisa dimaksud bagaikan proses pembuatan tenaga yang berasal dari penguraian karbohidrat( ataupun santapan pokok yang lain).

Proses Katabolisme

Katabolisme merupakan respon pemecahan molekul- molekul besar yng lingkungan jadi molekul- molekul kecil yang lebih simpel. Berikut hendak dibahas proses pemecahan ataupun katabolisme karbohidrat, protein, serta lemak.

Katabolisme Karbohidrat

Katabolisme ataupun pemecahan molekul- molekul karbohidrat diawali dikala terjalin pencernaan santapan. Pada dikala demikian, molekul- molekul karbohidrat lingkungan( polisakarida), hendak dijabarkan jadi molekul- molekul karbohidrat simpel( monosakarida). Proses tersebut berlangsung secara enzimatis.

Pada kejadian perombakan karbohidrat hendak dihasilkan tenaga. Tenaga berikutnya hendak digunakan buat bermacam keperluan hidup sel, semacam gerak, pemisahan, transportasi zat, serta penataan molekul- molekul organik yang besar.

Respon katabolisme karbohidrat yang akan dijabarkan dalam bab ini meliputi respirasi serta fermentasi :

Respirasi

Pernapasan atau respirasi ialah kejadian oksidasi biologis yang memakai oksigen bagaikan akseptor( penerima) elektron terakhirnya. Dalam proses ini, oksigen direduksi jadi air( H2O). Elektron serta hidrogen yang leluasa mula- mula ditangkap oleh NAD( nicotinamide adenine dinucleotide ialah sesuatu substansi yang berasal dari vit niasin) jadi NADH2, namun berikutnya atom hidrogen serta elektron diberikan kepada oksigen lewat sistem transpor elektron sehingga dihasilkan kembali NAD serta H2O.

1.Sesi pernapasan aerob

Berikut ini hendak dijabarkan tahap- tahap pernapasan aerob yang dilalui oleh molekul glukosa di dalam sel. Tahap- tahap penguraian glukosa secara sempurna adalah

2.glikolisis

Glikolisis ialah kejadian penguraian glukosa( sesuatu senyawa kimia dengan 6 atom karbon) jadi 2 asam piruvat( sesuatu senyawa dengan 3 atom karbon). Respon glikolisis terjalin di dalam sitoplasma sel.

3.Pembuatan Asetil Koenzim A

Molekul- molekul piruvat yang tercipta pada glikolisis merambah mitokondria serta diganti jadi asetil koenzim A( asetil KoA). Dalam serangkaian respon yang lingkungan, piruvat hadapi dekarboksilasi oksidatif. Awal, gugus karboksil dilepaskan bagaikan karbon dioksida yang berikutnya berdifusi ke luar sel. Setelah itu, 2 karbon yang tersisa dioksidasi serta hidrogen, yang dilepaskan dalam proses oksidasi, diterima oleh NAD+. Kesimpulannya, oksidasi 2 gugus karbon, ialah gugus asetil, menempel pada gugus sulfidril koenzim A( KoA—SH) buat membentuk asetil koenzim A. Koenzim A dibangun di dalam sel dari salah satu vit B, ialah asam pantotenat. Respon pembuatan asetil KoA dikatalisis oleh sesuatu lingkungan multienzim yang memiliki sebagian kopian dari masing- masing 3 enzim yang berbeda.

Baca Juga:  √ Teori-Teori Atom Menurut Para Ahli (Pembahasan Lengkap)

4.Siklus Asam Sitrat

Siklus asam sitrat ataupun siklus asam trikarboksilat diucap pula siklus Krebs cocok dengan nama penemunya, ialah Sir Hans Krebs( 1937).

Pada keadaan aerob, glukosa yang sudah diganti jadi asam piruvat lewat glikolisis akan dioksidasi secara sempurna jadi air serta karbon dioksida lewat siklus asam sitrat. Respon siklus asam sitrat terjalin di dalam matriks mitokondria. Saat sebelum merambah siklus asam sitrat, asam piruvat( 3 atom karbon) wajib dioksidasi terlebih dulu jadi asetil koenzim A ataupun asetil KoA( 2 atom karbon). Respon ini terjalin di dalam mitokondria serta dikatalisis oleh enzim piruvat dehidrogenase.

5.Transpor Elektron( Fosforilasi Oksidatif)

Transpor elektron ialah respon sesi akhir pernapasan sel. Transpor elektron terjalin pada membran sebelah dalam mitokondria. Pada respon ini, aliran elektron dari senyawa organik mengarah oksigen hendak menciptakan tenaga buat membuat ATP dari ADP serta fosfat.

Fermentasi

Fermentasi ialah proses penguraian senyawa organik untuk mendapatkan tenaga tanpa memakai oksigen bagaikan akseptor elektron terakhirnya. Terdapat bermacam berbagai tipe fermentasi bersumber pada hasil akhir substratnya, misalnya fermentasi alkoh*l serta fermentasi asam laktat.

1. Fermentasi Alkoh*l

Proses fermentasi alkoh*l berlangsung dalam keadaan anaerob sehingga asam piruvat yang tercipta pada akhir glikolisis tidak berganti jadi asetil koenzim A. Asam piruvat hendak hadapi dekarboksilasi menjadiasetaldehid dengan dikatalis oleh enzim piruvat dehidrogenase. asetaldehid setelah itu hadapi reduksi jadi alkoh*l dengan dorongan enzim alkoh*l dehidrogenase.

2. Fermentasi Asam Laktat

Dalam proses fermentasi asam laktat, asam piruvat tidak diganti jadi asetil KoA buat diteruskan ke siklus krebs, namun jadi asam laktat. Proses pergantian asam piruvat jadi asam laktat dikatalis oleh enzim laktat dehidrogenase.

Katabolisme Lemak serta Protein

Tidak hanya karbohidrat, lemak serta protein pula bisa dirombak untuk mendapatkan tenaga. Perombakan ataupun katabolisme menciptakan tenaga lebih sedikit dibanding karbohidrat, sebaliknya katabolisme lemak menciptakan tenaga 2 kali lebih banyak perunit massa.

Lemak ialah salah satu sumber tenaga untuk badan, apalagi isi energinya sangat besar diantara sumber tenaga lain, ialah sebesar 9 kkal/ gr. Perombakan lemak diawali dikala lemak terletak didalam sistem pencernaan santapan. Lemak hendak dirombak jadi asam lemak serta gliserol.

Gliserol tersebut ialah sesuatu senyawa yang memiliki 3 atom C merupakan hasil pemecahan lemak setelah itu diganti jadi gliseraldehid 3- fosfat, berikutnya gliseraldehid 3- fosfat menjajaki jalan glikolisis hendak jadi piruvat. Asam lemak sendiri hendak rusak jadi molekul- molekul yang memiliki 2 atom C, berikutnya hendak diganti lagi jadi asetil koenzim A.

Dengan demikian satu molekul glukosa hendak menciptakan 2 asetil koenzim A serta 1 molekul lemak yang memiliki C beberapa 18 bisa menciptakan 10 asetil koenzim A, sehingga kita bisa mengenali kalau sepanjang dalam proses katabolisme, tenaga yang dihasilkan lemak jauh lebih besar dibanding dengan tenaga yang dihasilkan karbohidrat. Butuh Kamu ingat kalau 1 gr karbohidrat bisa menciptakan tenaga sebesar 4, 1 kalori, sebaliknya 1 gr lemak bisa menciptakan tenaga sebesar 9 kalori.

Sebaliknya protein ialah biomolekul yang tersusun atas asam- asam amino. Walaupun protein bukan ialah sumber tenaga utama untuk badan, oksidasi asam amino bisa membagikan dekat 10% dari total tenaga yang dibutuhkan oleh badan. Didalam sistem pecernaan santapan, protein bisa diuraika dirombak oleh enzim protease jadi peptida- peptida yang lebih simpel, ialah asam amino. Berikutnya asam amino tersebut hadapi deaminasi, ialah pemutusan gugus amino dari asam amino.

Baca Juga:  √ Pengertian Metabolisme, Proses dan Jenisnya (Lengkap)

Katabolisme : Pengertian, Proses dan Pemicunya

Pemicu Katabolisme Berjalan Lambat

Walaupun ialah proses natural yang terjalin dalam badan, katabolisme dapat saja berjalan lelet. Perihal ini diakibatkan oleh sebagian aspek, di antara lain:

1. Kurang gerak serta beraktivitas

Tenaga yang diterima dari santapan akan digunakan sebagai tenaga oleh tubuh untuk melaksanakan bermacam kegiatan. Kemudian, bagaimana bila Kamu hanya duduk diam sepanjang satu hari penuh? Proses katabolisme Kamu hendak berjalan dengan lelet. Katabolisme merupakan proses buat menciptakan tenaga. Berolahraga menolong proses itu berjalan dengan lebih kilat. Kala Kamu tidak banyak bergerak, badan akan lebih sedikit( ataupun lebih lelet) dalam membakar karbohidrat sehingga tenaga yang terbentuk juga lebih sedikit.

2. Kalori yang diasup kurang

Mengurangi jumlah konsumsi kerap kali diseleksi sebagai salah satu metode menurunkan berat tubuh. Sementara itu, makan sangat sedikit bisa membuat proses katabolik serta anabolik Kamu menyusut. Dampaknya, badan Kamu tidak dapat menciptakan tenaga semacam semestinya.

Dikala Kamu merendahkan total konsumsi kalori Kamu jadi sangat sedikit dari umumnya, tubuh menyangka Kamu lagi kelaparan. Dalam keadaan itu, tubuh akan memperlambat pembakaran kalori dalam badan Kamu.

3. Kurang tidur

Kamu bisa jadi telah mengenali kalau kurang tidur bisa tingkatkan resiko Kamu terhadap bermacam berbagai penyakit serta pula keletihan di keesokan harinya. Tidak hanya itu, sebagian riset pula sudah menampilkan kalau kurang tidur bisa memperlambat metabolisme Kamu serta bisa menimbulkan peningkatan berat tubuh.

Riset yang dicoba Spaeth serta kawan- kawan pada tahun 2015, misalnya, meyakinkan kalau kurang tidur bisa merendahkan tingkatan metabolisme. Kurang tidur bisa membuat metabolisme karbohidrat dalam badan Kamu tersendat sehingga dikala bangun tidur badan Kamu masih memiliki kandungan gula darah yang besar. Kandungan gula darah yang besar menampilkan kalau glukosa yang sepatutnya dipecah jadi tenaga dalam tubuh senantiasa mengalir leluasa dalam aliran darah.

4. Stres

Tekanan pikiran bisa tingkatkan penciptaan hormon kortisol Kamu. Perihal ini setelah itu membuat nafsu makan Kamu bertambah. Bila perihal ini terjadi  selalu, Kamu bisa hadapi peningkatan berat tubuh sebab karbohidrat yang tidak dipecah jadi tenaga ditaruh sebagai lemak. Peningkatan berat tubuh ini pada kesimpulannya bisa menimbulkan metabolisme badan Kamu menyusut.

5. Mengkonsumsi obat- obatan tertentu

Obat- obatan tertentu pula bisa memperlambat metabolisme dalam badan. Sebagian di antara lain merupakan antidepresan, obat diabet, steroid, serta pengobatan hormon. Bila Kamu merasa hadapi peningkatan berat tubuh sehabis komsumsi obat tersebut, bisa jadi obat tersebut memiliki akibat terhadap metabolisme badan Kamu. Apabila keadaan ini hingga menganggu Kamu, hendaknya Kamu lekas mendiskusikannya dengan dokter Kamu.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Katabolisme ,semoga artikel di atas bermanfaat.