Jelaskan Struktur Trakea : Pengertian, Fungsi, dan Gangguan pada Trakea

Jelaskan Struktur Trakea : Pengertian, Fungsi, dan Gangguan pada Trakea – Apa itu Trakea ?Trakea atau batang tenggorokan merupakan bagian dari sistem pernapasan yang berbentuk pipa tabung.Untuk lebih jelasnya,Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas Struktur dan lain- lainnya tentang Trakea.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Jelaskan Struktur Trakea : Pengertian, Fungsi, dan Gangguan pada Trakea


Trakea berbentuk tabung dan dibentuk dari 16 sampai 20 cincin tulang rawan yang berbentuk seperti huruf C. Namun cincin ini tidak berbentuk lingkaran karena ujungnya tidak menyatu karena penempelan esofagus pada dinding trakea. Hal ini juga agar trakea tetap terbuka serta melakukan sedikit perubahan diameternya saat diperlukan sehingga udara yang masuk dan yang keluar tetap lancar. Cincin tersebut diikat bersama dengan jaringan fribrosa.

Trakea bersifat kuat, namun fleksibel. Trakea disusun oleh epitel bersilia yang mempunyai sel goblet, sel goblet ini akan menghasilkan cairan kental/lendir (mukus) yang melindungi dinding trakea. Saat sudah mendekati paru-paru, struktur trakea membentuk dua cabang yakni kiri dan kanan dan akan berhubungan langsung dengannalveolus bronkus dan paru-paru.

Dinding trakea terdiri atas tiga lapisan yakni lapisan dalam (jaringan mukosa), lapisan tengah (jaringan otot dan tulang rawan), dan lapisan luar (jaringan ikat).

Lapisan Dalam (Jaringan Mukosa)

Lapisan dalam pada trakea tersusun oleh sel epitel silindris bersilia dengan sel goblet. Lapisan ini berfungsi menghasilkan lendir atau cairan kental (Mukus) yang akan melindungi dinding trakea dan melindungi saluran pernapasan dari bakteri, kotoran dan debu.

Lapisan Tengah (Jaringan Otot dan Tulang Rawan)

Lapisan tengah atau tulang rawan adalah lapisan tempat letaknya tulang rawan berbentuk seperti huruf C. Bagian pada tulang rawan ini berada pada bagian posterior atau belakangnya yang merupakan tempat bertemunya trakea dengan esofagus.

Baca Juga:  √ Pengertian Usus Besar, Struktur, Fungsi dan Bagiannya (Lengkap)

Sekitar cincin tulang rawan tersebut ada jaringan otot berupa otot polos, fungsinya untuk menggerakan pernapasan, mengontrol refleks batuk dan tesedak. Pada lapisan tersebut juga terdapat struktur yang mengubungkan cincin tulang rawan trakea serta melindungi kedua ujung cincin agar tetap dalam keadaan optimalnya.

Lapisan Terluar Adventitia (Jaringan Ikat)

Lapisan terluar yang disusun oleh jaringan ikat. Pada lapisan ini juga dapat ditemukan saraf, pembuluh darah dan juga jaringan lemak.

Sedangkan ada pula yang menyebutkan bahwa dinding trakea terdiri dari empat lapisan, Jika demikian maka yang dimaksud lapisan ke 4 yakni lapisan submukosa yang terletak setelah lapisan mukosa. Lapisan submukosa ini tersusun oleh jaringan ikat yang terpisah dari epitel pada lapisan mukosa. Lapisan ini banyak pembuluh darah dan saraf. Lapisan ini memungkinkan terjadi pergerakan mukosa trakea.


Pengertian Trakea

Trakea atau batang tenggorokan merupakan bagian dari sistem pernapasan yang berbentuk pipa tabung memiliki diameter sekitar 20 sampai dengan 25 mm dan panjang sekitar 10-16 cm. Trakea yang berbentuk tabung memanjang yang tersusun atas 20 tulang rawan berbentuk cincin yang kuat, tetapi fleksibel. Trakea ini terletak bersebelahan dengan esofagus yaitu saluran pernapasan.

Trakea terletak setelah laring dan sebelum bronkus serta bersebelahan dengan esofagus. Trakea merupakan organ yang berfungsi untuk menyalurkan udara yang masuk ke bronkus dan alveolus sekaligus menyaring debu atau kotoran yang terdapat di dalam udara tersebut. Trakea dalam bahasa indonesia sering disebut dengan Batang Tenggorokkan. Bentuk trakea pada makhluk hidup dapat bervariasi, namun pada manusia deskripsinya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya diatas.

Jelaskan Struktur Trakea : Pengertian, Fungsi, dan Gangguan pada Trakea

Fungsi Trakea


Sebagai sistem pernapasan

Trakea adalah tabung pernapasan yang terletak setelah laring. Udara melewati trakea kemudian akan menuju bronkus, Selanjutnya ke alveolus baru ke paru. Debu atau kotoran yang masih ada di dalam udara yang dibawa akan disaring di dalam trakea. Trakea juga dapat menjaga kelembaban udara serta berperan dalam pengaturan suhu udara karena memiliki mukus atau yang biasa di sebut lendir pada mukosanya.

Berperan dalam proses pencernaan

Dinding trakea menyatu dengan dinding organ pencernaan yakni esofagus. Secara tidak langsung trakea juga berpengaruh terhadap proses pencernaan manusia. Bila Jika terjadi sumbatan pada trakea maka akan menjadi masalah pada esofagus yang menyatu dengannya. Contohnya bila terjadi sumbatan pada saluran napas maka akan tersedak sehingga melakukan refleks batuk sehingga saluran trakea dan juga esofagus kembali bersih dari benda asing yang menyumbat tadi.

Baca Juga:  √ Pengertian Kromosom, Struktur, Jenis, Bentuk dan Jumlahnya

Mencegah benda berbahaya masuk ke dalam paru-paru

Jika ada benda asing masuk melalui saluran pernapasan dan sampai ke trakea, maka benda itu akan terjebak dan melekat pada lendir trakea yang lengket. lalu benda atau kotoran tersebut akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk dahak (karena bercampur dengan mukus trakea).


Perbedaan Trakea dan Esofagus

  • Trakea adalah bagian dari sistem pernapasan, sedangkan kerongkongan merupakan bagian dari sistem pencernaan.
  • Trakea mengangkut udara sedangkan kerongkongan mengangkut makanan.
  • Trakea disuplai oleh arteri tiroid rendah, sementara esofagus dipasok oleh arteri yang berbeda di lokasi yang berbeda di dalam tubuh.
  • Trakea mempunyai dua bagian, sedangkan kerongkongan mempunyai tiga.
  • Trakea memiliki bentuk tabung panjang, sedangkan kerongkongan lebih fleksibel.

Gangguan Trakea

Sejumlah penyakit trakea mungkin ada dari berbagai faktor, misalnya infeksi dan turun-temurun yang meliputi peradangan, perkembangan kanker, pembentukan tumor, gangguan obstruktif, dll trakea stenosis ditandai dengan peradangan pada batang tenggorokan yang mampu dihilangkan dengan endoskopi atau terapi bedah.

Sistem pernapasan bertanggung jawab untuk memfasilitasi proses ekstraksi energi dari makanan. Membentuk bagian tubular depan sistem pernapasan, struktur anatomi, jika trakea mengalami beberapa gangguan akut atau kronis, mampu menyebabkan kerusakan pada sistem saluran napas dan sering menyebabkan kematian individu. Hal ini mengejutkan untuk mengetahui bahwa trakea adalah sistem organ tubuh yang terbuka dan rentan terhadap bahaya lingkungan, terutama dalam suasana udara yang tercemar.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Struktur Trakeasemoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.