Fungsi Esofagus : Pengertian Esofagus, Struktur dan Bagian-Bagiannya

Fungsi Esofagus : Pengertian Esofagus, Struktur dan Bagian-Bagiannya – Apakah Fungsi dari Esofagus ?Pada kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas tentang apa itu Fungsi Esofagus dan faktor-faktor lainnya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada  artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Fungsi Esofagus : Pengertian Esofagus, Struktur dan Bagian-Bagiannya


Esofagus atau kerongkongan adalah salah satu bagian organ pencernaan yaitu sebuah tabung yang menghubungkan faring (tenggorokan) dengan lambung. Kerongkongan terletak antara trakea (batang tenggorokan) dan tulang belakang. Kerongkongan melewati bagian bawah leher, menembus diafragma hanya di sebelah kiri garis tengah, dan bergabung dengan jantung (atas) ujung lambung.

Pada orang dewasa, kerongkongan mempunyai panjang  antara 25 cm (10 inci), saat seseorang menelan, dinding otot kerongkongan berkontraksi untuk mendorong makanan ke dalam perut. Kelenjar pada lapisan kerongkongan menghasilkan lendir, yang membuat lorong lembab dan memfasilitasi menelan.

Saat makanan bergerak ke kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan mirip gelambir di bagian belakang mulut (uvula) terangkat ke atas dan menutup saluran hidung,dan sewaktu makanan bergerak ke arah tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga makanan tidak masuk trakea dan paru-paru tetapi makanan tetap masuk ke kerongkongan.

Fungsi dari Esofagus Pada Manusia diantaranya adalah sebagai berikut :

Menyalurkan Makanan Dari Mulut Ke Lambung

Ini merupakan fungsi dasar esofagus atau kerongkongan, di leher manusia terdapat dua jenis saluran yakni kerongkongan dan tenggorokan. Kerongkongan dalam hal ini berfungsi sebagai pipa penyalur makanan dari mulut ke lambung, dan sementara itu tenggorokan ialah saluran pernapasan yang  menghubungkan antara mulut dengan paru-paru.

Baca Juga:  √ Pengertian Tulang Rawan, Fungsi, Jenis, Ciri dan Prosesnya

Menghasilkan Gerak Peristaltik

Di  kerongkongan saja makanan tidak begitu saja tersalurkan. Terdapat otot-otot yang menghasilkan gerak peristaltik sehingga dindingnya berkontraksi dan secara perlahan makanan terdorong masuk ke lambung.

Mencegah Laju Isi Dan Cairan Lambung

Pada lambung saat proses pencernaan, akan menghasilkan asam yang kuat, yakni asam klorida dan berbagai enzim yang bertugas membantu proses pencernaan. Campuran keduanya disebut dengan asam lambung. Dengan adanya penyempitan sfingter di kerongkongan, maka hal tersebut dapat mencegah masuknya cairan lambung ke kerongkongan akibat kadar asam lambung yang meningkat.


Fase Menelan Makanan

Menelan adalah proses membawa makanan dari mulut ke lambung dengan kombinasi gerakan otot dan refleks dari 3 (tiga) organ sistem pencernaan termasuk kerongkongan.

Ada 3 fase menelan pada manusia, yaitu:

  • Fase Oral, pada fase ini makanan yang dikunyak dalam mulut akan didorong ke bagian belakang faring dengan gerakan otot lidah
  • Fase Faringeal, pada fase dimana makanan masuk ini merangsang uvula untuk menutuo rongga hidung dan epiglotis akan menutup saluran pernapasan agar makanan tidak masuk ke faring bagian bawah dan menuju esofagus.
  • Fase Esofagus, masuknya makanan merangsang terjadinya gerakan peristaltikesofagus yang akan membawa makanan menuju sfingter lambung dan memasuki lambung. Setelah itu, makanan akan dicerma dan disimpan sementara di lambung.

Fungsi Esofagus : Pengertian Esofagus, Struktur dan Bagian-Bagiannya

Struktur Esofagus

Esofagus tersusun oleh 4 (empat) lapis dinding, diantaranya yaitu:

Lapisan Serosa

Merupakan lapisan terluar esofagus yang terdiri dari pembuluh darah, limfe dan saraf. Lapisan serosa di esofagus berupa jaringan ikat. Lapisan serosa memiliki rongga kecil tempat keluarnya cairan serosa yang berfungsi sebagai pelumas gerakan otot.

Lapisan Otot

Merupakan lapisan otot polos yang bekerja tanpa disadari. Ada 2 (dua) jenis serabut otot, yaitu serabut otot longitudinal (memanjang) dan serabut otot sirkuler (melingkar). Kombinasi dari kontraksi kedua jenis otot ini akan menghasilkan gerakan peristaltik usus yang berfungsi memecah makanan dan membawanya ke organ pencernaan selanjutnya.

Baca Juga:  √ 13 Fungsi Ginjal Bagi Tubuh Manusia (Pembahasan Lengkap)

Lapisan Submukosa

Berupa lapisan jaringan ikat longgar yang berisi pembuluh darah, limfe, saraf dan kelenjar lendir. Pembuluh darah di lapisan submukosa esofagus berperan penting dalam mengedarkan makanan yang diserap.

Lapisan Mukosa

Tersusun atas sel epitel berlapis gepeng bertingkat dan jaringan ikat tipis. Lapisan ini memiliki sel goblet yang  menghasilkan lendir. Dalam keadaan normal, esofagus tak tahan terhadap asam lambung sehingga akan terasa seperti nyeri atau terbakar saat terjadi kelainan naiknya asam lambung ke mukosa esofagus.


Bagian-Bagian Esofagus

Struktur jaringan esofagus dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:

  • Bagian Superior (1/3 atas Esofagus), sebagian besar otot penyusun pada bagian ini yaitu otot rangka, dimana otot ini bekerja secara sadar/dapat dikendalikan.
  • Bagian Tengah (2/3 tengah esofagus), terdiri atas otot campuran otot rangka dan otot halus.
  • Bagian Inferior (3/3 bawah esofagus), otot penyusunnya yaitu otot halus yang bekerja tanpa kita sadari atau tidak dapat dikendalikan.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Fungsi Esofagus, semoga bermanfaat.