Contoh Referensi : Pengertian, Jenis-Jenis Tujuan Referensi, Sumber, Contoh Referensi

Contoh Referensi : Pengertian, Jenis – Jenis Tujuan Referensi, Sumber, Contoh Referensi – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Referensi. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Contoh Referensi : Pengertian, Tujuan Referensi, Sumber, Contoh Referensi secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel tentang pengertian mitigasi diabwah ini.


Contoh Referensi : Pengertian, Tujuan Referensi, Sumber, Contoh Referensi


Referensi merupakan suatu yang dipakai dalam pemberian data buat menguatkan statment dengan tegas. Ataupun kita tahu pula dengan “Rujukan”. Referensi memakai faktual ataupun non faktual. Referrensi faktual terdiri atas statistik contoh, kesaksian, dan objek faktual. Rujukan dapat berrupa bentukbukti, nilai- nilai, dan kredibilitas. Sumber modul rujukan yakni tempat modul itu ditemui.


Jenis – jenis Referensi

Modul rujukan faktual dan non faktual bisa jadi terdapat pada 3 wujud berikut ini:

  • Fakta semacam, statistik, contoh- contoh serta kesakisan
  • Nilai- nilai yang dipakai oleh orang yang menerima argumentasi( orang banyak)
  • Kredibilitas pemberi data. Semacam orang pemberi data mungkun menuju pada pengalamannya sendiri buat bisa meyakinkan pendengarnya kalau ia yakni orang yang cakap.

Tujuan Pembuatan Referensi

Berikut merupakan bebrapa tujuan pembuatan referensi :

  • Menjauhi plagiarisme
  • Menghargai karya seseorang
  • Referensi buat data yang kompleks
  • Mempermudah para pembaca mencari sumber yang benar

Pengelompokan koleksi rujukan bersumber pada watak datanya:

  • Tipe referensi universal yang muat data menimpa kata beserta istilah
  • Tipe referensi universal yang muat data menimpa sumber kepustakaan
  • Tipe referensi universal yang yang lain, tercantum dalam kelompok ini merupakan novel petunjuk ataupun pegangan

Rujukan ialah kata kerja to refer yang mempunyai makna referensi ataupun menujukan kepada. Rujukan merupakan referensi tentang data yang di gunakan penulis ataupun pustakawan buat menolong memperoleh data bersumber pada sumbernya. Umumnya dalam bibliotek novel rujukan di kumpulkan serta di sebut bagaikan“ koleksi rujukan”, sebaliknya buat ruang penyimpanannya di sebut“ ruang rujukan” Biasanya di bibliotek senantiasa ada novel rujukan sehingga mempermudah wisatawan buat memakainya tiap di perlukan.

Pada biasanya koleksi bibliotek ditinjau dari isinya yang terdiri dari 2 tipe, ialah koleksi perputaran serta koleksi rujukan (koleksi referensi).

Menguasai tiap- tiap guna dari tipe koleksi itu supaya dalam mencari data di bibliotek berjalan efisien dan efektif. Koleksi perputaran( novel bacaan) biasanya ialah novel ajarkan dimana tiap babnya merupakan satu kesatuan yang silih berhubungan pokok bahasannya. sampai dalam pemanfaatannya umumnya wajib dibaca secara totalitas. Berbeda dengan koleksi rujukan, koleksi ini merupakan koleksi yang membagikan uraian tentang data. Data ini bertabiat merata pada lingkupnya, uraiannya padat, gunanya sanggup mempermudah temuan data dengan kilat, pas serta benar.


Sumber Referensi

Berikut ini sebagian sumber rujukan antara lain ialah:

Buku

Novel ialah sumber rujukan yang sangat kerap digunakan serta sangat dianjurkan dalam pembuatan karya tulis. Tidak hanya novel sumber referensi, dianjurkan memakai buku- buku terbitan terkini supaya teori yang dilansir ialah teori yang terupdate ataupun penyesuaian serta revisi dari teori tadinya.

Pesan Berita/ Majalah

Pesan berita ataupun majalah bagaikan rujukan sangat tidak sering digunakan, sebabnya sebab sulitnya menciptakan teori ataupun alasan yang relevan dengan tulisan. Tidak hanya itu, pesan berita serta majalah tidak sering ditaruh dalam waktu yang lama ataupun dibuatkan penyimpanan semacam novel di bibliotek.

Jurnal

Harian hasil riset bisa pula dijadikan bagaikan rujukan, baik harian cetak ataupun harian online.

Internet

Sumber rujukan dari internet dapat digunakan dengan mencermati kredibilitas web yang digunakan bagaikan bahan rujukan. Umumnya pemakaian sumber dari internet ini dibatasi dalam penyusunan karya ilmiah tertentu sebab tulisan yang diambil dari internet lewat web ataupun web umumnya ditulis oleh bukan ahlinya sehingga tidak dapat penuhi standar ilmiah. Meski bisa digunakan bagaikan bahan rujukan tetapi umumnya sangat dibatasi jumlahnya serta pula sangat ketat dalam pemilihan situsnya.


Contoh Referensi

  • Smith, J.( 2005a). Harvard Referencing. London: Jolly Good Publishing.
  • Smith, J.( 2005b). Dutch Citing Practices. The Hague: Holland Research Foundation.

Dalam Menuliskan Kota Tempat diTerbitkan, Kota Yang telah Diketahui Secara Internasional( Semacam London Ataupun pula New York) itu Dilansir Cuma Kotanya Saja. Apabila Kotanya itu Kurang Diketahui Secara Internasional, Negaranya( Ataupun pula Provinsi Buat Indonesia) Pula Disertakan.


Contoh Dari Rujukan Jurnal

  • Smith, John Maynard.( 1998). The Origin Of Altruism. Nature 393: 639–40.

Postingan pada Pesan Berita Umumnya itu Dilansir Dalam Bacaan Tetapi Dihilangkan didalam Bagian“ Catatan Referensi”. Contoh Pengutipan Pesan Berita Resmi yakni:

  • Bowcott, O.( 2005, 18 October).“ Protests Halt Online Auction To Shoot Stag”, The Guardian. Diakses 7 Februari 2006.

Apabila Publikasinya Offline:

  • Bowcott, O.( 18 Oktober 2005). Protests Halt Online Auction To Shoot Stag. The Guardian.

Catatan Kaki

Catatan kaki ini ialah metode penyusunan sumber dengan metode membagikan suatu symbol yang ada pada kata dengan memerlukan uraian tertentu yang dapat di ambil dari sumber yang lain. Di dalam catatan kaki itu bisa di tuliskan di margin dasar karya tulis dengan berisikan uraian tentang kata yang dimaksudkan dengan lengkap.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id mengenai Referensi, Semoga bermanfaat.

Baca Juga:  Pengertian Argumentasi : Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri dan Tujuan