√ Pengertian Litosfer, Jenis, Material dan Manfaatnya

Pengertian Litosfer, Jenis, Material dan Manfaatnya – Pada pembahasan kali ini Seputar Pengetahuan akan membahas Geografi tepatnya adalah litosfer. Mungkin dari kita sudah sering mendengarnya, namun ada baiknya jika kita menyimaknya dengan jelas.

Pengertian Litosfer, Jenis, Material dan Manfaatnya

Sebelum lebih jauh mari kita bahas apa itu litosfer dengan seksama.

Pengertian Litosfer

Litosfer berasal dari kata litos dan spheera. Litos artinya batu dan spheera artinya lapisan. Secara etimologis litosfer berarti pelapisan batuan. Sedangkan makna yang sebenarnya dimaksudkan di pembahasan ini, litosfer adalah lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Litosfer adalah “lapisan bagian bumi yang paling luar”. Litosfer kaya sekali akan Si Osering disebut lapisan silikat.

Litosfer terdiri dari dua bagian. Bagian pertama disebut kerak benua atau lempeng benua yang tersusun dari batuan granit pada bagian atas dan batuan beku basal pada bagian bawah.

Sedangkan bagian kedua disebut kerak samudra atau lempeng samudra yang tersusun dari endapan laut dibagian atas, kemudian dibawah terdapat batuan vulkanik, dan yang paling bawah adalah batuan gabbro dan peridotit.

Jenis Lapisan Kulit Bumi (Litosfer)

Ada 2 bagian lapisan kulit bumi atau litesfer ini, mari kita simak.

Lapisan Sial

Lapisan Sial merupakan “lapisan litosfer yang tersusun atas logam silisium dan almunium”. Kedua senyawa tersebut adalah SiO3 dan AI2O3. Batuan yang terdapat dalam lapisan sial antara lain batuan sedimen, granit, andesit dan metamorf.

Lapisan ini juga disebut lapisan kerak bersifat padat dan kaku. Kerak tersebut dibagi menjadi dua yaitu:

  • Kerak Benua adalah benda padat terdiri atas batuan granit pada lapisan atasnya dan batuan basalt pada bagian bawah. Kerak ini yang kita kenal sebagai benua.
  • Kerak Samudra adalah benda padat terdiri atas endapan dilaut bagian atas sementara dibawahnya terdapat batuan-batuan vulkanik dan dibawahnya tersusun batuan beku peridotif dan beku gabro. Kerak ini kita kenal sebagai bagian samudra.

Lapisan Sima

Lapisan Sima merupakan lapisan Litosfer yang tersusun atas logam silisium dan magnesium. Kedua senyawa logam ini adalah SiO3 dan MgO. Lapisan ini memiliki berat lebih besar jika dibandingkan lapisan sial karena mengandung mineral ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan Sima merupakan bahan elastis dan memiliki ketebalan rata-rata 1000 km.

Baca Juga:  √ Hidrosfer : Pengertian, Cabang, Siklus, Jenis dan Unsurnya

Batuan atau Material Pembentuk Litosfer

Perlu diketahui bahwa litosfer ini tersusun dari 3 macam batuan atau material yang berbahan dasar magma dengan proses pembentukan yang berbeda-beda. Mari kita simak penjelasannya.

Batuan Beku (Igneous Rock)

Material yang pertama adalah batuan beku, material ini terbentuk dari magma pijar yang memadat. Dengan perkiraan lebih dari 75% material batuan yang menyusun litosfer ini adalah batuan beku. Ada 3 macam terbentuknya batuan beku berdasarkan tempat pembentukannya, mari disimak.

  • Batuan Beku Dalam atau Plutonik/Abisik

Batuan beku dalam ini terjadi dari magma yang membeku terus menerus secara perlahan ketika masih berada jauh pada lapisan kulit bumi. Beberapa contoh dari batuan beku dalam ini adalah granit, gabbro dan diotit.

  • Batuan Beku Gang atau Korok

Untuk jenis ini sama yaitu pembekuan magma namun terjadinya berada antara dapur magma dan permukaan bumi. Ketika ada magma yang meresap antara lapisan kulit bumi dan mengalami proses pembekuan lebih cepat, maka dari itu kristal mineral yang terbentuk ada yang berukuran kecil.

  • Batuan Beku Luar

Dari namanya saja kita sudah mengetahuinya bahwa proses pembekuan magma ini terjadi diluar permukaan bumi, tentu saja ini adalah magma yang keluar dari letusan gunung berapi. Beberapa contohnya adalah basalt, andesit, diorit, batu apung dll.

Batuan Sedimen atau Sedimentary Rock

Berbeda dengan batuan beku, batuan sedimen ini terbentuk dari permukaan yang mengalami pelapukan. Ketika bagian yang terlepas dari hasil pelapukan dan terbawa oleh aliran air atau mungkin angin kemudian mengendap dan mengeras, itulah yang dinamakan batuan sedimen.

Batuan sedimen itu sendiri dilihat dari proses pembentukannya ada 3 macam yaitu:

  • Batuan Sedimen Klasik
  • Batuan Sedimen Kimiawi
  • Batuan Sedimen Organik

Jika dilihat dari tenaga pengangkutnya batuan sedimen terdiri dari:

  • Batuan Sedimen Aeris atau Aeolis
  • Batuan Sedimen Glasial
  • Batuan Sedimen Aquatis
  • Batuan Sedimen Marine
  • Batuan Malihan (Metamorf)
Baca Juga:  √ Pengertian Biosfer Beserta Cagar Biosfer (Pembahasan Lengkap)

Manfaat Litosfer bagi Kehidupan Manusia

Kita kita melihat lebih dalam tentang litosfer, banyak sekali manfaat yang bisa kita petik dari peristiwa alam ini. Litosfer sangat berpengaruh sekali terhadap kelangsungan hiudp kita, tidak hanya manusia, bahkan hewan dan tumbuhan pun hidup dari peristiwa ini.

Bagaimana tidak? Manusia melakukan segala aktifitasnya diatas litosfer, tidak hanya itu pada bagian bawahnya terdapat bahan-bahanmineral bumi yang bisa kita manfaatkan untuk kebutuhan kita seperti minyak bumi, gas, batu bara, nikel dll.

Selain manfaat yang dijelaskan diatas, litosfer juga mempengaruhi bentuk bumi yang bisa memberikan dampak terhadap makhluk hidup yang ada disekitarnya. Ada beberapa bentuk muka bumi yang terjadi akibat dari peristiwa ini, simak penjelasannya.

1. Pantai

Pantai adalah salah satu dari sekian yang merupakan efek dari litosfer. Pantai adalah tempat dimana manusia dan makhluk hidup lainnya bisa menjalani hidupnya. Dari pantai manusia bisa memanfaatkan laut untuk mencari ikan, memanfaatkan bibir pantau sebagai tempat tinggal dan lain sebagainya.

2. Dataran Rendah

Dataran rendah merupakan dataran yang sangat cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Di dataran rendah ini kita banyak bisa melakukan aktifitas karena sangat cocok untuk transportasi, bertani, perdagangan ataupun industri-industri yang menjanjikan. Pada dataran rendah ini kita bisa memanfaatkannya untuk bermacam-macam kegiatan tani spt menanam padi, jagung, singkong dll.

Pengertian Litosfer Menurut Pakar Geografi

3. Dataran Tinggi

Untuk dataran tinggi sendiri biasanya ada pada ketinggian diatas 700m dari permukaan laut. Dataran tinggi bisa kita manfaatkan untuk menananm kopi, karet dan beberapa sayuran yang cocok pada suhu yang dingin.

4. Daerah Pegunungan

Untuk daerah yang satu ini bisa dibilang agak sulit untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif. Disamping suhu yang dingin, alat komunikasi dan transportasi di datarang tinggi ini sulit didapatkan.

Demikianlah penjelasan kita kali ini mengenai Pengertian Litosfer, Jenis, Material dan Manfaatnya. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, baca juga artikel lainnya, terima kasih.