√ Pengertian Orientasi, Tujuan, Manfaat, Macam, Tahapan, Keuntungan, Permasalahan dan Programnya

Pengertian Orientasi, Tujuan, Manfaat, Macam, Tahapan, Keuntungan, Permasalahan dan Programnya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang orientasi mulai dari pengertian orientasi, tujuan, manfaat, macam, tahapan, keuntungan, permasalahan, dihindari dan program.

Pengertian Orientasi, Tujuan, Manfaat, Macam, Tahapan, Keuntungan, Permasalahan dan Programnya

Disini akan kita bahas lengkap tentang orientasi, pertama mari kita lihat dulu apa orientasi tersebut.

Pengertian Orientasi

Ingham (1970) mengartikan bahwa yang dimaksud orientasi ialah tingkah laku dan sikap karyawan yang bisa menimbulkan harmoni di dalam pekerjaan dan membuat kinerja karyawan meningkat secara individu dalam suatu perusahaan.

Tujuan Orientasi

Orientasi karyawan dilakukan dengan tujuan memberikan bantuan pada karyawan sehingga bisa bekerja dengan baik dan mencapai produktivitas kerja serta berujung pada tercapainya tujuan perusahaan.

Manfaat Orientasi

Adapun manfaat orientasi karyawan antara lain:

  1. Bisa cepat menyesuaikan diri dan menjalin interkasi dengan lingkungan kerja baru.
  2. Bisa cepat mengerti budaya organisasi seperti visi, misi, nilai-nilai dan aktifitas operasional.
  3. Memiliki pola pikir yang sejalan dengan perusahaan
  4. Sebagai persiapan bagi karyawan untuk menjalankan tugas di perusahaan
  5. Meminimalisir perasaan cemas, terasingkan dan bimbang
  6. Cepat memiliki rasa kebersamaan dan memiliki organisasi
  7. Mempermudah proses sosialisasi, meminimalkan kecenderungan karyawan keluar dan memperkecil tingkat ketergantungan.

Macam-Macam Orientasi

Terdapat sebuah proses bagi individu untuk bisa memahami kondisi lingkungannya sehingga ia bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan proses itu disebut dengan orientasi. Macam-macam orientasi yaitu :

  1. Orientasi perorangan (orientasi personal) ialah kemampuan seseorang dalam menampilkan identitas dirinya dan orang-orang di sekelilingnya.
  2. Orientasi waktu (orientasi temporal) ialah kemampuan seseorang untuk bisa memahami waktu, tanggal, hari, musim, bulan, hubungan waktu, tahun, masa saat ini, masa depan atau masa lalu.
  3. Orientasi tempat (orientasi spasial) ialah kemampuan seseorang dalam memahami batas-batas tempat atau ruang yang ditempati dan kaitannya dengan lokasi lain.

Tahapan Orientasi

Proses orientasi memerlukan perencanaan dan persiapan agar berjalan efektif. Hal-hal yang bisa dilakukan yaitu :

  1. Mempersiapkan Karyawan Baru

Karyawan baru seharusnya memiliki rasa menjadi bagian dari organisasi. Ini menjadi tanggung jawab unit SDM dan supervisor dalam membentuk persepsi setiap karyawan baru. Rekan-rekan kerja pun harus dapat menerima keberadaan karyawan baru. Supervisor dan manajer harus berdiskusi mengenai tujuan perekrutan karyawan baru.

  1. Mempertimbangkan Pemakaian Pembimbing Teman Baik

Ada organisasi yang memanfaatkan rekan kerja untuk berperan menjadi pembimbing atau “teman baik” dalam proses orientasi karyawan baru. Ini melibatkan orang-orang yang memiliki pengalaman lebih dengan kinerja yang lebih baik untuk menjadi panutan bagi karyawan baru.

  1. Memakai Ceklis Orientasi

Staf bagian SDM, supervisor atau karyawan baru bisa memakai daftar periksa (ceklis) orientasi dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh karyawan baru. Beberapa penyedia lapangan kerja mewajibkan karyawan baru menandatangani daftar periksa sebagai tanda bahwa karyawan baru sudah diinformasikan mengenai prosedur dan aturan dalam organisasi.

  1. Menyediakan Informasi yang Menunjang
Baca Juga:  Pengertian Kewirausahaan, Ciri, Tujuan, Karakteristik dan Manfaatnya

Informasi penting yang wajib diberikan pada karyawan baru antara lain aturan kerja, kebijakan, serta tunjangan dari perusahaan. Selain itu, kebijakan seputar keterlambatan, cuti sakit, liburan, ketidakhadiran, hal-hal seputar rumah sakit, tunjangan, aturan keselamatan dan parkir harus dipahami karyawan baru. Manajer atau supervisor pun harus menjelaskan rutinitas kerja di hari pertama.

  1. Menyampaikan Informasi Orientasi Dengan Efektif

Staf SDM maupun manajer harus bisa menemukan cara yang paling tepat dalam memberikan informasi pada karyawan baru sehingga mudah dipahami dan mendorong keinginan belajar karyawan baru. Informasi berupa format elektronik pun bisa disediakan selain bentuk film, slide, video dan grafik.

  1. Menghindarkan Informasi Berlebihan

Informasi berlebih merupakan salah satu kesalahan umum dalam proses orientasi di mana karyawan baru akan melewatkan hal-hal rindi yang penting serta tidak bisa mengingat jelas sebagian besar informasi yang diberikan.

  1. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Staf SDM atau manajer bisa mengevaluasi efektifitas proses orientasi melalui wawancara tindak lanjut maupun kuesioner pada karyawan baru beberapa minggu atau bulan sesudah orientasi. Namun, hampir semua penyedia kerja hanya mengevaluasi secara terbatas perihal efektifitas orientasi bahkan tidak mengevaluasi sama sekali.

Keuntungan Orientasi

Efektifitas orientasi berdampak pada keberhasilan jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil penelitian dan survey dari penyedia kerja menyebutkan bahwa sosialisasi karyawan baru serta komitmen awal dipengaruhi orientasi secara positif. Sosialisasi tersebut bisa meningkatkan kecocokan orang dengan organisasi yang juga memperkuat persepsi-persepsi positif dalam pekerjaan, organisasi dan rekan kerja.

Penyedia kerja sudah menemukan nilai orientasi bahwa tingkat retensi karyawan lebih tinggi apabila karyawan baru mendapatkan orientasi secara efektif. Pelatihan pun berdampak pada kinerja organisasi keseluruhan pada saat karyawan bisa lebih cepat memiliki perasaan sebagai bagian dari organisasi dan memulai kontribusi dalam operasional organisasi.

Pengembangan orientasi efektif dilakukan dengan memakai bantuan elektronik di mana beberapa penyedia kerja memposisikan infromasi orientasi karyawan melalui web perusahaan atau intranet.

Karyawan baru bisa mengakses sistem informasi tersebut dan memperoleh materi-materi umum seputar sejarah perusahaan, produk dan jasa, struktur, visi dan misi, latar belakang serta informasi lain. Lalu, pertanyaan lebih lanjut lanjut bisa ditanyakan pada staf SDM sesudah karyawan membaca informasi di web perusahaan. Pada kenyataannya, proses orientasi karyawan baru dirasa membosankan, pemborosan waktu, tidak relevan oleh supervisor, manajer dan karyawan baru.

Orientasi karyawan baru harus direncakan dan dipersiapkan agar efektif dengan cara-cara berikut ini.

  1. Bagi karyawan baru seharusnya merasa bahwa sudah menjadi bagian penting dalam perusahaan. Unit SDM dan supervisor harus dapat menanammkan persepsi tersebut pada karyawan baru. Rekan kerja pun wajib mampu menerima kehadiran karyawan baru. Supervisor dan manajer sebelumnya sudah harus mendiskusikan tujuan perekrutan karyawan baru.
  2. Mempertimbangkan untuk melibatkan karyawan yang berpengalaman dan kinerja lebih baik sebagai mentor bagi karyawan baru yang dapat diteladani kinerjanya.
  3. Memakai suatu daftar periksa (ceklis) yang bisa dilakukan oleh staf SDM dan supervisor dalam memberikan informasi bagi karyawan baru. Karyawan baru pun tak jarang harus menandatangani daftar periksa sebagai tanda sudah diberikan informasi-informasi tersebut.
  4. Memberikan informasi seputar aturan kerja, tunjangan, kebijakan-kebijakan seperti cuti sakit, ketidakhadiran, keterlambatan, liburan, rumah sakit dan keselamatan. Penjelasan supervisor atau manajer di hari pertama kerja sangat berguna bagi karyawan baru.
  5. Efektifias penyampaian informasi orientasi wajib diperhatikan supervisor atau staf SDM agar mudah diingat oleh karyawan baru dan tidak melewatkan hal-hal rinci yang penting. Umunya informasi disajikan dengan format slide, film, video, grafis. Peralatan elektronik bisa menunjang penyampaian informasi.
  6. Tidak menyampaikan informasi yang berlebihan selama orientasi pun perlu dilakukan untuk menghindari tidak diingatnya informasi-informasi penting perusahaan oleh karyawan baru.
  7. Beberapa minggu atau bulan setelah orientasi, dapat dilakukan evaluasi oleh staf atau manajer SDM dengan wawancara atau kuesioner. Faktanya, evaluasi ini tidak banyak dilakukan oleh perusahaan.
Baca Juga:  √ 10 Tips Sukses Menghadapi Ujian Nasional (UN)

Proses orientasi yang tidak sesuai harapan akan menimbulkan kecemasan dan bisa berujung pada tingkat pengunduran diri karyawan baru yang makin tinggi. Namun, proses orientasi yang baik akan membuat karyawan baru nyaman sebab merasa diterima di organisasi dan bisa menyesuaikan diri.

Permasalahan Dalam Orientasi

Permasalahan-permasalahan khusus yang dihadapi karyawan baru menurut Simamora ada 3 yakni :

  1. Masalah Ketika Memasuki Suatu Kelompok

Kenyataannya, ada pengelompokan tertentu di dalam perusahaan baik disadari atau tidak yang disebabkan banyak hal, misalnya perusahaan yang memiliki unit-unit kerja horizontal atau vertikal. Dalam kondisi tersebut, karyawan baru akan berpikir apakah dirinya bisa disukai atau diterima dalam kelompok atau apakah kondisi tersebut memberikan keamanan fisik dan psikis. Kondisi demikian akan memicu pengunduran diri karyawan baru jika tidak cepat diatasi.

  1. Harapan Naif

Karyawan baru biasanya berekspektasi terlalu tinggi pada perusahaan. Kenyataan yang tidak sejalan dengan harapan tentu menimbulkan masalah, salah satunya kurangnya motivasi kerja. Proses orientasi penting dalam menjelaskan kondisi nyata di perusahaan.

  1. Lingkungan Pekerjaan Pertama

Lingkungan baru menimbulkan banyak pertanyaan untuk karyawan baru seperti apakah lingkungan tersebut mendukung atau justru menghambat atau rekan-rekan kerja akan membantu sosialisasi atau tidak. Orientasi harus mendukung kesan positif.

Pengertian Orientasi, Tujuan, Manfaat, Macam, Tahapan, Keuntungan, Permasalahan dan Programnya

Hal-Hal yang Dihindari Dalam Orientasi

  1. Menekankan pada kertas kerja (worksheet)
  2. Peninjauan yang kurang lengkap perihal dasar-dasar pekerjaan dalam orientasi yang cepat dan dangkal serta langsung penempatan pada pekerjaan.
  3. Tugas yang tidak mendetail bagi karyawan baru.
  4. Pemberian informasi terlalu cepat dan banyak sehingga karyawan baru tidak fokus.

Program Orientasi

  1. Company ialah pemahaman tentang visi, misi, nilai inti organisasi serta sistem manajemen yang diberlakukan.
  2. Customer and competitor di mana materi berfokus pada pengenalan kustomer dan pesaing perusahaan.
  3. Customes and manners yakni peraturan tak tertulis dan kebiasaan-kebiasaan.
  4. Teams ialah pengenalan karyawan dengan tugasnya.
  5. Company regulations berisi materi etika kerja juga aturan-aturan tertulis dalam perusahaan.
  6. Job yakni pengenalan tugas yang dilakukan.
  7. Facilities berisi materi semua fasilitas perusahaan untuk menunjang pekerjaan.

Demikian penjelasan tentang Pengertian Orientasi, Tujuan, Manfaat, Macam, Tahapan, Keuntungan, Permasalahan dan Programnya. Semoga bisa bermanfaat menambah wawasan. Terima kasih.