Jaringan Lemak : Fungsi, Karakteristik, Komposisi dan Klasifikasi

Jaringan Lemak : Fungsi, Karakteristik, Komposisi dan Klasifikasi – Apakah itu jaringan lemak ?Jaringan lemak( adiposa) merupakan sekumpulan sel yang berada dalam tubuh.Pada kesempatan ini kita akan membahasnya lebih lanjut,untuk lebih memahaminya.Mari kita simak pembahasannya di bawah ini.

Jaringan Lemak : Fungsi, Karakteristik, Komposisi dan Klasifikasi


Jaringan lemak( adiposa) merupakan sekumpulan sel yang menaruh lemak. Jaringan ini yakni jaringan ikat spesial yang menaruh cadangan lemak. Karakteristik khas sesuatu jaringan ikat merupakan tersusun atas sel serta matriks( substansi dasar). Serta jaringan lemak memiliki sel yang mana substansi dasarnya merupakan lemak. Oleh karena itu, jaringan lemak digolongkan jaringan ikat spesial. Sel– sel adiposit memiliki vakuola untuk menaruh lemak–lemak tersebut.

Fungsi Jaringan Lemak

Fungsi jaringan adiposa atau jaringan lemak adalah penyimpanan sekaligus pelepasan energi ke seluruh tubuh manusia.Sel pada jaringan adiposa menghasilkan hormon yang merespon sinyal dari sisa organ di seluruh tubuh.
lemak pada hewan sangat bermacam- macam, perihal ini pula didetetapkan oleh jenis kelamin, umur, serta kegiatan tubuh.Biasanya jumlah sel lemak ini lebih banyak ada pada betina dibandingkan jantan.fungsi jaringan lemak pada hewan merupakan bagaikan berikut ini:

Tenaga cadangan

Lemak merupakan sumber tenaga cadangan yang bisa dimetabolisme menciptakan tenaga kala badan kehilangan konsumsi glukosa( karbohidrat). Perihal ini menolong hewan– hewan yang berhibernasi. Pada masa hibernasi, hewan tidak aktif mencari makan tetapi hewan harus senantiasa melindungi panas badan serta pula melaksanakan kestabilan organ. Dengan tidak terdapatnya konsumsi santapan yang masuk, hingga badan hendak merombak simpanan lemak dalam sel–sel lemak guna menciptakan tenaga lewat pernapasan sel.

Pelindung dari goncangan

Ciri lemak yang dapat menahan benturan, berguna buat melindungi organ– organ tertentu dari dampak guncangan yang bisa jadi dapat merubah letak ataupun struktur organ tersebut. Semacam pada ovarium, ginjal, serta yang yang lain.

Isolator panas

Jaringan lemak sangat banyak terletak pada susunan hipodermis kulit. Terus menjadi banyak lemak yang ditaruh hingga susunan ini terus menjadi tebal. Lemak pada kulit berperan bagaikan isolator ataupun penahan panas badan. Perihal ini berkaitan dengan temperatur pada area, hewan– hewan yang hidup di wilayah dingin bisa bertahan hidup sebab memiliki susunan hipodermis yang lumayan tebal serta rambut yang rimbun.

Baca Juga:  √ 3 Macam Otot Pada Manusia dan Penjelasannya (Artikel Lengkap)

Penyusun tubuh

Lemak merupakan faktor berarti untuk badan. Perihal ini sebab lemak berperan bagaikan penyusun badan. Lemak menyusun membran sel, sel– sel kelenjar, hormon, serta yang lain.

Mengisi ruang antar jaringan

Semacam jaringan ikat longgar yang lain, jaringan lemak dapat ditemui bagaikan pengisi ruang antar jaringan ataupun antar organ. Jaringan lemak pula dapat ditemui bagaikan pembungkus organ. Bagian abdomen( perut) umumnya memiliki banyak simpanan lemak.

Jaringan Lemak : Fungsi, Karakteristik, Komposisi dan Klasifikasi

Karakteristik Jaringan Lemak

Sekelompok dengan jaringan ikat, jaringan lemak memiliki karakteristik khas yang sama dengan jaringan ikat longgar, yang membedakan cuma substansi dasarnya saja. Karakteristik– karakteristik jaringan lemak yanng membedakan dengan jaringan yang lain yakni bagaikan berikut:

  • Wujud selnya cenderung bulat
  • Dimensi sel bervariasi

apabila dilihat dibawah mikroskop, sel– sel nampak bagaikan bulatan putih besar. Perihal ini sebab vakuolanya berdimensi besar serta pula menaruh lemak yang bercorak putih hingga kuning tua ataupun cokelat.

Komposisi Jaringan Lemak

Kebanyakan sel yang ditemui dalam jaringan adiposa merupakan adiposit. Adiposit memiliki tetesan lemak yang tersimpan( trigliserida) yang bisa digunakan untuk tenaga. Sel- sel ini membesar ataupun menurun bergantung pada apakah lemak yang ditaruh ataupun digunakan. Tipe lain dari sel- sel yang terdiri jaringan adiposa tercantum fibroblast, sel darah putih, saraf, serta sel- sel endotel.

Adiposit yang berasal dari sel- sel prekursor yang tumbuh jadi salah satu dari 3 tipe jaringan adiposa: jaringan adiposa putih, jaringan adiposa coklat, ataupun jaringan adiposa beige. Kebanyakan jaringan adiposa dalam badan bercorak putih. Putih adiposa toko jaringan tenaga serta menolong buat melindungi badan, sedangkan adiposa coklat membakar tenaga serta menciptakan panas.


Posisi Jaringan Lemak

Jaringan adiposa ditemui di bermacam tempat di dalam tubuh. Sebagian posisi tercantum susunan subkutan di dasar kulit; dekat jantung, ginjal, serta jaringan saraf; di sumsum tulang serta jaringan buah dada; serta dalam bokong, paha, serta rongga perut. Sedangkan lemak putih terakumulasi di daerah ini, lemak coklat terletak di wilayah yang lebih khusus badan.

Pada orang berumur, deposito kecil lemak coklat yang ditemui di punggung atas, sisi leher, wilayah bahu, serta sejauh tulang balik. Balita mempunyai persentase yang lebih besar dari lemak coklat daripada orang berusia. Lemak ini bisa ditemui di sebagian besar daerah kembali serta berarti buat menciptakan panas.

Baca Juga:  √ Pengertian Gastritis, Tanda, Gejala & Faktor Penyebab (Lengkap)

Klasifikasi Jaringan Lemak

Bersumber pada struktur selnya, posisinya, rupanya, serta patologinya dipecah 2 berbagai:

Jaringan lemak unilokular/ kuning

Sel- sel pada jaringan ini cuma mempunyai satu vakuola lemak yang ialah tempat penyimpanan tenaga utama untuk organisme.

Corak jaringan lemak unilokular dari putih sampai kuning tua, diakibatkan terdapatnya karotenoid yang larut dalam tetes lemak sel ini. Nyaris segala jaringan lemak pada orang berusia tercantum tipe ini. Dia ditemui tersebar di segala badan kecuali pada kelopak mata, penis, skrotum serta aurikula kuping luar kecuali lobulus.

Struktur histologis sel lemak unilokular berupa bundar apabila diisolasi tetapi berupa polyhedral dalam jaringan lemak, sebab berhimpit padat. Pada sajian mikroskop biasa tiap sel nampak bagaikan cincin tipis sitoplasma ataupun sel cincin cap( signet ring cell) mengelilingi vakuol yang ditinggalkan oleh tetes lipid yang larut oleh alkoh*l serta xilol.

Tinjauan secara histogenesis, sel lemak tumbuh dari lipoblas yang asalnya dari mesenkim. Lipid bertumpuk sedikit demi sedikit secara terpisah tetapi tidak lama setelah itu bergabung membentuk satu tetes yang lebih besar yang menandai sel jaringan unilokular.

Jaringan lemak multilokular/ coklat

Sel- sel pada jaringan ini mempunyai beberapa vakuola lemak serta banyak mitokondria.Mereka mengganti tenaga kimiawi jadi tenaga panas apabila terangsang. Jaringan lemak multilokular pula diucap lemak coklat sebab rupanya, yang diakibatkan oleh sebab banyaknya kapiler darah serta mitokondria.

Jaringan lemak coklat ini terbatas penyebarannya, ada pada hewan berhibernasi. Pada tikus serta mamalia lain di dekat bahu, pada embrio manusia serta balita baru lahir buat menciptakan panas sehingga melindungi diri dari dingin.

Sel jaringan multilokular berupa polygonal serta lebih kecil dari sel jaringan lemak unilokular. Sitoplasmanya memiliki beberapa besar tetes lipid dengan bermacam dimensi, intinya bundar di tengah serta banyak mitokondria.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Jaringan Lemak ,semoga bermanfaat.