√ Pengertian Derivatif, Pelaku, Manfaat, dan Jenisnya

Pengertian Derivatif, Pelaku, Manfaat, dan Jenisnya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Pengertian Derivatif. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelasakan pengertian derivatif, alasan, pelaku, manfaat dan jenisnya dengan secara singkat dan jelas. Untuk dapat lebih mudah dalam memahaminya lihat artikel pengertian derivatif berikut ini.

Pengertian Derivatif, Pelaku, Manfaat, dan Jenisnya

Bila Anda sering bergelut dibidang keuangan tentu sering mendengar dengan istilah “Derivatif”, akan tetapi bagi mereka yang baru mendengarnya sudah pasti akan asing. Oleh karena itu dalam pembahasan kali ini menjelaskan derivatif dalam bidang keuangan.

Pengertian Derivatif

Pengertian Derivatif adalah kontrak yang sifatnya itu bilateral atau suatu perjanjian dalam penukaran pembayaran dengan penurunan nilai yang bersumber dari produk turunan. Dalam hal ini derivatif dapat terbentuk sebab adanya turunan dari instrumen efek lain yang biasa disebut dengan underlying.

Di negara kita juga terdapat beberapa macam instrumen derivatif antara lain waran, bukri right dan kontrak berjalan. Pada derivatif yang mana instrumen bila tidak digunakan secara hati-hati akan sangat beresiko.

Pengertian Transaksi Derivatif

Transaksi derivatif adalah sebuah perjanjian antara kedua pihak yang dikenal sebagai counterparties (pihak-pihak yang saling berhubungan). Pada dasarnya transaksi derivatif adalah sebuak kontrak bilateral atau sebuah perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya tergantung dari nilai aset, indeks dan referensi.

Untuk saat ini dalan transaksi derivetif memiliki sebuah acuan pokok (underlying) antara lain yaitu:

Saat ini, transaksi derivatif ini terdiri dari sejumlah acuan pokok (underlying) yakni

  • Suku Bunga (Interest Rate)
  • Kurs Tukar (Currency)
  • Komoditas (Commodity)
  • Ekuitas (Equity)
  • Indeks (Index)

Umumnya trapnsaksi derivatif ialah produk OTC (Over The Counter) yaitu kontrak yang bisa dinegosiasikan dengan secara pribadi dan ditawarkan langsung kepada pengguna akhir yakni sebagai lawan dari kontrak yang telah distandarisasi 9futures) dan diperjualbelikan dibursa.

Baca Juga:  √ Pengertian Pajak, Fungsi, Ciri, Asas, Unsur dan Klasifikasi Jenisnya

Bila meninjau dari pada dealer dan pengguna akhir (end user) fungsi dari suatu transaksi derivatif adalah agar dapat melindungi nilai (hedging) dari beberapa jenis resiko tertentu.

Adapun alasan dalam penggunaan derivatif, antara lain yaitu:

  • Kebutuhan-kebutuhan yang selalu berubah dan sangat bervariasi dari sekelompok pengguna
  • Memanfaatkan ketidakefisienan yang ada di antara pasar-pasar.
  • Peralatan untuk mengelola risiko
  • Hedging risiko-risiko saat ini dan masa datang.
  • Mengambil posisi-posisi risiko pasar
  • Pencarian untuk hasil yang lebih besar.
  • Biaya pendanaan yang lebih rendah.

Pelaku Transaksi Derivatif

Dalam hal ini ada 2 pelaku transaksi derivatir yakni :

  1. Pengguna Akhir (End Users)

Berdasarkan dari Laporan G-30 pada tahun 1993, sebagian besar pengguna akhir derivatif yaitu sekitar 80 % adalah perusahaan,badan pemerintah dan sektor publik. Adapun alasan yang mendorong pengguna akhir tersebut menggunakan instrumen derivatif yaitu:

  • Untuk dapat mencerminkan pandangan-pandangan pasar dengan melalui posisi yang diambil
  • Sebagai sarana lindung nilai (hedging)
  • Untuk memperoleh biaya dana yang lebih rendah.
  • Mempertinggi keuntungan
  • Untuk dapat mendiversifikasikan sumber-sumber dana.
  1. Pialang (Dealer)

Pialang terdiri dari beberapa lembaga keuangan, dan fungsi dari dealer yaitu :

  • Memberikan kemampuan untuk dapat mempertinggi likuiditas pasar dan efisiensi harga.
  • Menjaga likuiditas serta terus menerus tersedianya transaksi.
  • Memenuhi permintaan pengguna akhir dengan segera.

Manfaat Derivatif

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari Derivatif, antara lain yaitu:

  • Sebagai instrumen untuk memindahkan resiko ke pihak lain

Contohnya seorang petani padi dapat menjual kontrak berjangka untuk hasil panen pada spekulator walaupun belum waktunya itu melakukan panen. Petani tersebut akan mendapatkan perlindungan resiko dari pergerakan naik turun nya harga padi.

Sedangkan pihak spekulator siap untuk menerima resiko tersebut dengan harapan bisa mendapat keuntungan apabila harga jual padi mengalami kenaikan serta juga sebaliknya apabila mengalami kerugian itu pada saat harga jual padi menurun.

  • Sebagai sebuah aksi untuk mengambil keuntungan
Baca Juga:  √ Pengertian Produktivitas Kerja, Pengukuran, Faktor Yang Mempengaruhi

Sebagai sebuah aksi untuk bisa mengambil keuntungan dengan memanfaatkan sebuah perbedaan nilai suatu aset acuan dan nilai satu aset lainnya.

Contohnya yaitu mengambil keuntungan dari perbedaan harga indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Lampung serta juga harga ILQ-45 di Bursa Efek Medan (future market).

Pengertian Derivatif Pelaku Manfaat dan Jenisnya

Jenis Derivatif

Terdapat beberapa jenis derivatif antara lain yaitu:

  • Bukti Right

Bukti Right adalah suatu proses penerbitan saham baru, dimana hak yang melekat untuk dapat memesan saham baru itu terlebih dahulu diberikan kepada pemegang saham yang lama. Di dalam undang-undang pasar modal, bukti right dapat diartikan sebagai hak memesan efek terlebih dahulu pada harga yang telah ditentukan dalam periode tertentu.

Bukti right yang diterbitkan pada penawaran umum terbatas, di mana saham baru tersebut ditawarkan pertama kali kepada pemegang saham lama, dan di pasar sekunder bukti right tersebut juga diperdagangkan dalam periode tertentu.

  • Waran

Waran adalah sebuah hak membeli saham biasa pada waktu dan harga yang telah atau sudah ditentukan. Pada umumnya hak waran dijual bersamaan dengan surat berharga lainnya seperti obligasi. Waran juga dapat berfungsi sebagai daya tarik bagi pembeli obligasi, oleh sebab itu waran tersebut biasanya melekat sebagai daya tarik pada penawaran umum saham atau obligasi yang pada umumnya harga pelaksanaannya itu lebih rendah dibanding dengan harga pasar saham.

  • Kontrak Bejangka

Kontrak berjangka indeks saham adalah suatu perjanjian atau kontrak bilateral atau antara kedua pihak yang diharuskan itu dalam menjual atau membeli produksi yang variabel pokoknya pada masa yang akan datang yang harganya telah atau sudah ditetapkan.

Demikian penjelasan tentang Pengertian Derivatif, Pelaku, Manfaat, dan Jenisnya, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.