√ Peta Rakitan : Pengertian, Tujuan dan Standar Pengerjaannya

Peta Rakitan : Pengertian, Tujuan dan Standar Pengerjaannya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Peta Rakitan. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian peta rakitan, tujuan dan standar pengertjaannya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Peta Rakitan : Pengertian, Tujuan dan Standar Pengerjaannya

Assembly Chart atau lebih dikenal dengan sebutan peta rakitan adalah gambaran berbentuk grafis dari urutan aliran komponen serta rakitan bagian atau sub assembly ke rakitan pada suatu produk. Hal ini akan terlihat bahwa peta rakitan menunjukkan cara yang lebih mudah di pahami dengan melihat :

  • Komponen tersebut akan membentuk berbagai suatu produk.
  • Proses rakitan gambar secara menyeluruh setiap bagian.
  • Bagaimana cara penyusunan komponen yang akan menjadi satu kesatuan.
  • Saling keterkaitan antara komponen satu dengan lainnya.
  • Pengurutan komponen dengan waktu untuk bergabung secara bersamaan.
  • Gambarannya dari beberapa komponen awal dari berbagai pola aliran bahan.
  • Bagaimana susunan aliran komponen yang tersusu ke dalam bentuk rakitan.

Tujuan Pengerjaan Peta Rakitan

Adapun tujuan dari  yaitu Assembly Chart atau peta rakitan yaitu untuk menunjukkan keterkaitan atau kecocokan antara komponen satu dengan lainnya. Sehingga dapat digambarkan dengan berbagai gambaran terurai. Dalam hal ini peta rakitan dapat digunakan sebagai alternatif pengajaran bagi para amatiran agar dapat memahami susunan urutandari sebuah rangkaian yang suli dan rumit.

Peta Rakitan Pengertian Tujuan dan Standar Pengerjaannya

Standar Pengerjaan Pada Assembly Chart

Menurut Apple (1990), bahwa standart dari sebuah pengerjaan Assembly Chart atau peta rakitan, antara lain yaitu:

Baca Juga:  √ Hari-hari Besar Nasional di Indonesia (Pembahasan Terlengkap)

Gambaran garis lurus datar mulai dari lingkaran ke arah kiri, kemudian letakkan lingkaran yang berdiameter 6 milimeter pada bagian ujungnya lingkaran. Setiap komponen berikan petunjuk dapat berupa nomor, jumlah, nama atau lain sebagainya yang akan disusun pada komponen tersebut.

Bila yang dikerjakan adalah rakitan atau bagian, buatlah garis tersebut sebagian dan akhiri dengan lingakaran yang berdiameter ukuran 9 mm. Komponen yang menunjukkan garis tadi harus ditarik ke sebelah kiri serta diakhiri dengan diameter 6 mm.

Pada sebuah produk akhir gambarkan lingkaran yang berdiameter ukuran 12mm sebagai petunjuk operasi terakhir dengan dituliskan keterangan pada kanan lingkaran tersebut.

Selanjutnya periksa untuk memastikan seluruh komponen sudah tercantum kedalam produk tersebut. Buatlah nomer atau petunjuk rakitan dari berbagai komponen pada bagian lingkaran tersebut. Serta pemberian nomor urut dimulai dari atas kebawah para komponen sebelah kiri yang terdaftar.

Rakitan yang terakhir dari komponen di catat, dengan gambar garis tegak pendek dimulai dari garis lingkaran dengan ukuran 9 mm keatas. Buat lingkaran dengan ukuran 12 mm yang menunjukkan operasi dari rakitan itu yang telah digambarkan pada langkah 2 dan 3.

Gambar Assembly ChartKeterangan Gambar Assembly Chart

Dalam lingkaran yang menunjukkan berbagai dari rakitan atau komponen sub rakitan tidak selalu menunjukkan pada jalur pusar atau berbagai lintasan. Hanya saja dapat menunjukkan berbagai urutan dari operasi yang sesuai dengan urutan yang telah ditentukan. Yang mana ketika diperlukan dala setiap pengerjaannya dapat segera menentukan apa yang harus dilakukan sebagai operator.

Demikian penjelasan tentang Peta Rakitan : Pengertian, Tujuan dan Standar Pengerjaannya, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih.