√ Listrik : Pengertian, Cara, Manfaat, Sifat dan Bahayanya

Listrik : Pengertian, Cara, Manfaat, Sifat dan Bahayanya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Listrik. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian listrik, cara, manfaat, sifat dn bahayanya listrik dengan secara singkat dan jela. Untuk lebih jelasnya simak Artikel berikut ini.

Listrik : Pengertian, Cara, Manfaat, Sifat dan Bahayanya

Di era yang serba modern dan canggih seperti sekarang, orang sangat bergantung pada listrik. Perhatikan saja peralatan di rumahmu, alat apa saja yang menggunakan sumber arus listrik? Contohnya alat elektronik yaitu televisi, pompa air, setrika dan kulkas. Semua alat elektrinik tersebut membutukan sumber arus listrik agar dapat digunakan.

Lalu dari manakah arus listrik itu? Dan bagaimana arus listrik dapat sampai ke rumahmu?

Pengertian Listrik

Listrik merupakan suatu serangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan aliran muatan listrik positif dengan negatif. Ilmu yang mempelajari listrik terdiri atas dua bagian, yakni listrik statis dan listrik dinamis.

Listrik statis

Listrik statis ialah ilmu tentang muatan listrik yang diam, gaya antarmuatan, medan di sekitar muatan dan potensial yang menimbulkan oleh muatan.

Listrik dinamis

Sedangkan listrik dinamis adalah ilmu tentang muatan listrik yang bergerak, gaya yang ditimbulkan oleh medan listrik dan potensial listrik.

Sebelum mempelajari listrik, sebaiknya Anda perlu tahu apa saja yang menyusun benda-benda di sekitarmu. Semua benda yang tersusun dari partikel-partikel yang sangat kecil disebut dengan Atom. Atom sendiri tersusun dari inti atom dan elektron.

Inti atom disebut dengan nukleus yang terletak di tengah-tengah atom. Inti atom tersusun dari proton dan neutron, yang mana proton bermuatan positif, sedangkan neutron tidak bermuatan. Sedangkan inti atom dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.

Pada dasarnya, dalam suatu atom tidak bermuatan atau netral. Maksudnya, jumlah proton pada suatu atom sama halnya dengan jumlah elektronnya. Jika suatu atom mendapat tambahan elektron atau kehilangan elektron, maka atom tersebut dinamakan ion.

Cara Menimbulkan Muatan Listik Statis

Berdasarkan muatannya, terdapat 3 (tiga) cara menimbulkan listrik statis antara lain yaitu:

Dengan Cara Gosokan

Anda pasti pernah melihat penggaris plastik yang tidak memiliki muatan lalu digosokkan dengan kain wol, lalu penggaris tersebut dapat membuat atau menarik potongan kertas kecil. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ketika penggaris digosokkan dengan kain wol, maka terjadilah perpindahan elektron dari kain wol yang berpindah ke penggaris plastik tersebut sehingga plastik sedikit mempunyai elektron tambahan. Artinya, penggaris plastik menjadi kelebihan elektron dan jadi bermuatan negatif.

Dari penjelasan tersebut kita dapat mengetahui bahwa muatan listrik terdiri dua macam, yakni muatan listrik positif dan muatan listrik negatif. Benda dapat dikatakan bermuatan listrik positif, apabila benda tersebut kekurangan satu atau lebih elektron. Benda dapat dikatakan bermuatan listrik negatif, apabila benda tersebut kelebihan satu atau lebih elektron. Banyak sedikitnya jumlah elektron menentukan besarnya muatan listrik.

Baca Juga:  √ Pengertian Gelombang Mekanik, Karakteristik & Rumusnya (Lengkap)

Dengan Cara Konduksi (Sentuhan)

Sebuah logam bermuatan positif disentuhan pada logam bernuatan (netral). Elektron pada logam tak bermuatan tertarik logam bermuatan positif. Sehingga beberapa elektron dapat berpindah ke logam positif. Dengan berkurangnya muatan negatif pada logam netral, logam tersebut akan menjadi bermuatan positif.

Dengan Cara Induksi

Dengan cara induksi yaitu logam bermuatan positif didekatkan pada logam netral tanpa persentuhan. Elektron dalam logam netral akan bergerak, tetapi tidak meninggalkan logam. Elektron pada logam netral hanya bergerak ke ujung B. Logam tersebut tetap netral, tetapi menjadi pemisahan muatan antara muatan positif dan negatif. Cara ini disebut dengan cara induksi.

Sifat Muatan Listrik Statis

Setiap benda yang bermuatan listrik apabila saling didekatkan akan memiliki sifat-sifat tertentu.

  • Bila benda-benda bermuatan sejenis didekatkan, maka benda tersebut akan saling tolak-menolak.
  • Apabila benda-benda bermuatan tak sejenis didekatkan, maka benda tersebut saling tarik-menarik.

Ada satu orang yang berkebangsaan Perancis, ahli fisika yaitu Charles Coulomb (1736-1806 M). Dia melakukan percobaan memakai tipe keseimbangan untuk menentukan gaya pada dua yang memiliki muatan. Lewat percobaannya tersebut pada tahun 1785 dia membuat kesimpulan bahwa ada hubungan antara muatan listrik, gaya listrik dan jarak antara keduanya. Gaya listrik yang disampaikannya ini dibagi menjadi 2 jenis, yakni:

  • Gaya tarik-menarik antara kedua muatan.
  • Gaya tolak-menolak antara kedua muatan.

Gaya yang menyebabkan suatu bentuk bermuatan listrik saling mendekat disebut gaya tarik-menarik dan gaya yang menyebabkan suatu benda bermuatan listrik saling menjauh disebut gaya tolak menolak. Jika gaya tersebut bekerja pada suatu benda, maka akan menyebabkan benda tersebut bergerak.

Hukum Charles Coulomb

“Gaya tolak-menolak atau tarik-menarik di antara dua benda yang bermuatan listrik berbanding lurus dengan hasil kali kedua muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan tersebut”.

Manfaat Listrik Statis

Terdapat konsep listrik statis yang dapat dimanfaatkan pada alat-alat listrik, diantaranya sebagai berikut:

Pembuatan Kondensator pada Rangkaian Elektronik

Kondensor yang sering disebut juga kapasitor, memiliki 2 pelat logam yang terpisah oleh suatu bahan dielektrik. Bahan dielektrik yang biasanya digunakan antara lain gelas dan keramik.

Apabila ujung dari kedua pelat logam diberikan tegangan listrik, maka yang terjadi adalah muatan positif akan berkumpul ke salah 1 kaki pada metal tersebut. Disaat yang bersamaan muatan negatif terkumpul pada ujung logam yang 1 nya lagi.

Generator Van de Graff

Generator Van de Graff dapat menghasilkan beda potensial yang sangat besar hingga jutaan volt. Generator ini terdiri atas bola logam, pita karet, roda pemutar dan elektroda. Cara kerja generator Van de Graff antara lain sebagai berikut.

Sumber tegangan 50 kV diberikan ada lektroda A sehingga muatan negatif pada pita dialirkan ke tanah, sedangkan muatan positif dibawa oleh pota ke elektroda B kemudian ke permukaan bola konduktor. Jika pemberian tegangan ini terjadi terus menerus, maka pemisahan muatan terus terjadi dan muatan positif semakin banyak terkumpul di permukaan bola.

Baca Juga:  √ BMKG : Pengertian, Sejarah, Kedudukan dan Kegiatannya

Dengan menyentuk bola tersebut maka badan kita akan dialiri dengan muatan yang sama, yakni muatan positif. Akibatnya, rambut kita terinduksi muatan positif dan akan terjadi gaya saling tolak-menolak dengan muatan positif bola konduktor sehingga rambur berdiri.

Penggumpal Asap

Pada tahun 1907, F. G. Cottrell menemukan sebuah alat sederhana untuk membersihkan asap pada cerobong asap. Seperti pada pabrik semen, pabrik baja dan pusat pembangkit listrik. Hampir seluruh pabrik menghasilkan asap dan debu yang sangat kotor. Sehingga untuk mengurangi asap dan debu itu dibuatlah alat penggumpal asap.

Penggumpal asap terdiri atas kawat dan pelat logam. Kawat dialiri tegangan tinggi hingga 60 kV yang menghasilkan banyak elektron dan kawat menjadi bermuatan negatif. Pelat logam pada dinding cerobong menjadi bermuatan positif karen terinduksi kawat yang bermuatan negatif.

Asap dan debu berasal dari bagian bawah cerobong menuju ke atas melewati sehingga menjadi bermuatan negatif. Ketika debu melewati pelat logam, debu akan ditarik oleh pelat logam dan jatuh ke dasar cerobong asap sehingga asap yang dihasilkan menjadi bersih.

Listrik Pengertian Cara Manfaat Sifat dan Bahayanya

Bahaya Listrik Statis

Petir

Petir merupakan kejadian alam. Petir adalah loncatan muatan listrik antara awan dan bumi. Loncatan muatan listrik tersebut akan diawali dengan uap air yang mengumpul di dalam awan. Ketinggian antara permukaan atas dan permukaan bawah pada awan dapat mencapai jarak sekitar 8 km.

Dengan perbedaan temperatur bagian bawah dan temperatur bagian atas dapat mencapai 100 °C. Akibatnya, di dalam awan tersebut akan terjadi kristal es. Karena di dalam awan terdapat angin ke segala arah, maka kristal es tersebut akan saling bertumbuhkan dan bergesekan sehingga terpisahlah muatan positif dengan muatan negatif.

Peristiwa terpisahnya muatan ini yang menjadi penyebab utama terjadinya sambaran petir. Pelepasan muatan listrik bisa terjadi di dalam awan. Antara awan dengan awan dan antara awan dengan bumi, bergantung pada kemampuan udara dalam menahan beda potensial yang terjadi.

Percikan Api

Pada kendaraan bermotor, terjadi gesekan yang ditimbulkan antara ban dan jalan. Gesekan itu dapat menyebabkan percikan api, karena elektron lepas dari ban sehingga membuat badan kendaraan menjadi bermuatan positif.

Oleh karena itu, pada kendaraan yang digunakan untuk memuat bahan bakar atau bahan kimia sangat mudah terbakar. Dengan dipasang logam untuk menghantarkan elektron dari tanah agar badan kendaraan netral sehingga tidak terjadi percikan api.

Demikian penjelasan tentang Listrik : Pengertian, Cara, Manfaat, Sifat dan Bahayanya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih.