Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis Dan Contohnya

Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis Dan Contohnya – Bagaimana cara menghitung luas dan volume bangun ruang kerucut?, Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya tentang hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya


Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis Dan Contohnya


Kalimat majemuk merupakan kalimat yang mempunyai dua klausa atau lebih yang digabung menjadi satu kalimat dengan kata penghubung atau konjungsi seperti Dan, Atau, Tetapi, Sehingga dan lain-lainya. Terdapat beberapa jenis kalimat majemuk antara lain kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, kalimat majemuk ratapan, dan kalimat majemuk berganda.

Kalimat Majemuk Bertingkat adalah sebuah penggabungan antara dua klausa atau lebih dimana kedudukannya terdapat unsur yang bertingkat.Induk kalimat yang terdapat didalam kalimat ini bisa berdiri sendiri, sebab kalimat ini merupakan sebuah inti dari kalimat yang akan dijelaskan. Sedangkan, anak kalimat tidak bisa berdiri sendiri, sebab kalimat ini merupakan pelengkap dari inti kalimat.

Menurut Ramlan (1987) kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang hubungan antara unsur-unsurnya tidak sederajat. Salah satu unsurnya ada yang menduduki induk kalimat sedangkan unsur lainnya sebagai anak kalimat. Bagian kalimat majemuk yang berasal dari bagian kalimat yang tidak mengalami pergantian/ perubahan dinamai induk kalimat sedangkan bagian kalimat yang majemuk yang berasal dari kalimat tunggal yang sudah mengalami pergantian/perubahan dinamai anak kalimat.


Ciri Kalimat Majemuk Bertingkat

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik yang perlu kalian perhatikan, yaitu antara lain :

  • Klausa yang terdapat didalam jenis kalimat ini terdiri dari induk dan anak kalimat.
    Induk kalimat merupakan inti dari kalimat yang akan dijelaskan, sedangkan anak kalimat merupakan pelengkap dari inti kalimat.
  • Jika klausa yang terdapat pada kalimat ini dipisahkan, maka kalimat majemuk bertingkat ini tidak akan memiliki makna.
  • Kalimat ini lebih sering menggunakan konjungsi seperti “ketika“, “jika“, “walaupun“, “bahwa“, “sebab“, “sehingga“, “bagaikan” dan lain sebagainya.

Jenis Jenis Kalimat Majemuk Bertingkat

Berikut dibawah ini terdapat beberapa jenis-jenis kalimat majemuk bertingkat, antara lain:


  • Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan keterkaitan atau hubungan waktu dengan induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung yang menyatakan waktu, seperti ketika, sebelum, sesudah, tatkala, dan lain sebagainya.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu ;

    • Saya sedang buang air kecil, ketika ayahku berangkat.
    • Saya sudah selesai mengerjakan tugas, sebelum kalian datang ke sini.
    • Saya membersihkan semua ruang kelas sebelum ibu guru datang ke sekolah.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan keterkaitan atau hubungan syarat dengan induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung yang menyatakan suatu syarat, seperti jika, seandainya, misal, apabila, andaikan, dan lain sebagainya.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat

    • Saya akan segera pulang ke rumah jika saya sudah menyelesaikan tugas ini.
    • Kita berangkat segera apabila hujan sudah reda.
    • Saya pasti tak akan mendengar semua saranmu seandainya saya tahu kamu penipu.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan tujuan dari pola induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung seperti agar, supaya, biar, dan lain sebagainya.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

    • Shafira sengaja tidur siang agar dia bisa bangun pagi.
    • Reni mengerjakan semua pekerjaan rumahnya supaya besok ia tidak kelupaan.
    • Ragil mengisi bensin di pertamini agar ia tidak kehabisan bensin di tengah perjalanan.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat Konsensip

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan keterkaitan atau hubungan konsensip (pertentangan) dengan induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung yang menyatakan suatu pertentangan, seperti kendati, biarpun, kendatipun, meskipun, meski, dan lain sebagainya.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Konsensip

    • Dia tetap selalu tersenyum, walaupun dia sedang sedih.
    • Dia selalu tampil mewah meski keluarganya hidup dalam keterbatasan.
    • Danu selalu giat belajar meskipun tanggung jawabnya cukup banyak di rumah.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan keterkaitan atau hubungan sebab dengan induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung yang menyatakan suatu sebab, seperti sebab, karena, oleh karena, dan lain sebagainya.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab

    • Dia sedang sedih, sebab orang yang dia sayangi tidak menyayanginya kembali.
    • Dia buru-buru membuat kopi karena ayahnya sudah menyuruhnya sedari tadi.
    • Rangga pergi ke pasar sendiri sebab ibunya telah meninggal dunia.

  • Kalimat Mejemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang perbandingan dengan induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung yang menyatakan suatu perbandingan, seperti ibarat, laksana, seperti, dibandingkan, sebagaimana, dan lain sebagainya.

Contoh Kalimat Mejemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan

    • Saya lebih baik belajar dari pada saya ikut bermain.
    • Dia sedang kebingungan seperti anak ayam kehilangan induknya.
    • Intan lebih rajin membaca buku dibandingkan Neti yang kerjaannya hanya bergaya.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan keterkaitan atau hubungan akibat dengan induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung yang menyatakan suatu akibat, seperti akibatnya, sehingga, sampai-sampai, maka, dan lain sebagainya.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat

    • Rita rajin belajar, sehingga ia dapat menjuarai lomba cerdas cermat itu.
    • Riski suka membersihkan rumah, akibatnya teman-teman nyaman bermain ke rumahnya.
    • Nyamuk betah tinggal di rumahnya gara-gara dia jarang bersih-bersih.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan keterangan cara dari induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata dengan.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara

    • Qadir menyapu halaman rumah dengan sapu yang dibeli ibunya.
    • Insan berhasil menjuarai lomba catur dengan rajin berlatih bersama ayahnya.
    • Dengan cara menjual koran, dia mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sangkalan

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan sangkalan terhadap induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung yang menyatakan suatu syarat, seperti seolah, seolah-olah, seakan, dan lain sebagainya.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sangkalan

    • Indah diam saja, seolah-olah semuanya baik-baik saja.
    • Rika selalu tampil glamor seakan-akan ia berasal dari keluarga ningrat.
    • Dia terlihat tanpa beban seolah tak mau peduli dengan masalah keluarganya.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kenyataan

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan sesuatu sebenarnya dari makna yang dimiliki induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung padahal dan sedangkan.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kenyataan

    • Regina terus belajar, padahal dia sedang sakit.
    • Safei memenangkan pertandingan, padahal ia jarang berlatih.
    • Risma berhasil menurunkan berat badannya padahal dia tidak melakukan diet ketat.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penjelasan

Jenis kalimat majemuk ini memiliki anak kalimat yang menyatakan penjelasan makna dari induk kalimatnya. Ciri-ciri kalimat majemuk ini adalah adanya kata penghubung bahwa.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penjelasan

    • Ayah menjelaskan kepada kami bahwa Bunda Rita berhalangan hadir malam ini.
    • Rika tidak pernah menyangka bahwa ia akan diusir dari rumahnya sendiri.
    • Sujatmiko berkata kepada kami bahwa ia tidak bisa masuk sekolah hari ini.

Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis Dan Contohnya


Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Beberapa contoh dari kalimat ini, diantaranya adalah :

  • Banyak pengguna jalan yang menyeberang sembarangan meskipun sudah di bangun jembatan penyeberangan
  • Orang tua itu tidak mau mengungsi biarpun badai sudah memporak porandakan tempat tinggalnya
  • Ia menghilang tanpa kabar berita, seolah-olah lenyap di telan bumi
  • Penyakit diabetes yang di deritanya, membuat tubuhnya seakan-akan mati rasa
  • Pemenang lomba matematika tingkat kabupaten minggu lalu adalah gadis yang memakai kacamata tebal itu
  • Petani menyemaikan bibit unggul yang diberikan pemerintah bulan lalu
  • Pohon kelapa memiliki banyak kegunaan bahkan terkenal dengan sebutan pohon dengan seribu manfaat
  • Berpuluh puluh tahun, beratus ratus tahun bahkan beribu ribu tahun yang lalu matahari selalu terbit dari barat
  • Pencuri masuk ke rumah mewah itu dengan mengendap-ngendap
  • Dinding kamarku kotor berantakan karena adik mencoretnya dengan crayon
  • Konglomerat itu hidup sederhana padahal ia bergelimpangan harta
  • Andi mendapat beasiswa ke luar negeri padahal ibunya hanya seorang buruh cuci
  • Beberapa hari terakhir gelombang besar menghantam perahu nelayan sehingga mereka tidak berani melaut
  • Kakak bermain games sampai larut malam sehingga kakak sering tertidur di kelas
  • Ketika sedang bermain kejar-kejaran, Lila terjatuh dan pingsan tidak sadarkan diri.
  • Anak tukang tempe keliling itu menjadi viral, sejak ia menjuarai lomba cerdas cermat tingkat nasional.
  • Kakak berjanji akan segera pulang ketika hujan mulai reda.
  • Mila menambhakan beberapa aksesoris rambut agar terlihat lebih cantik.
  • Setiap hari minggu Nini mencuci sepatunya supaya terlihat lebih bersih.
  • Ibu menyiapkan ayah jas hujan agar tidak basah ketika berangkat kekantor.
  • Seandainya saja waktu bisa diulang, aku tidak akan mau melakukan hal tersebut.
  • Aku rela melakukan apa saja aslakan dia bahagia bersama ku.
  • Berdiam diri dirumah llebih baik daripada harus membicarakan orang lain diluar rumah.
  • Lukisan pemandangan itu sangat cantik seperti aslinya.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Kalimat Majemuk Bertingkat : Pengertian, Ciri, Jenis Dan Contohnya , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.