Latar Belakang Adalah : Pengertian, Isi, Cara Membuat dan Contohnya

Latar Belakang Adalah : Pengertian, Isi, Cara Membuat dan Contohnya – Apakah yang di maksud dengan latar belakang ?, Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan tentunya hal-hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.


Latar Belakang Adalah : Pengertian, Isi, Cara Membuat dan Contohnya


Latar Belakang adalah dasar ataupun titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai apa yang ingin disampaikan

Latar belakang yang baik adalah yang disusun dengan sejelas mungkin dan bila perlu disertai dengan data atau fakta yang mendukung.
latar belakang itu? Yaitu uraian dari suatu paragraf yang menjelaskan tentang alasan mengapa suatu karya tulis dibuat. Seperti misalnya, latar belakang makalah memuat tentang mengapa topik makalalh tersebut harus dibuat.

Begitu juga dengan latar belakang sebuah penelitian, menjelaskan mengenai kenapa penelitian tersebut harus diadakan. Dalam hal ini, latar belakang lebih mengarah pada kepentingan penulis dalam membuat sebuah karya tulis.


Isi Latar Belakang

Poin-poin maupun isi latar belakang masalah yang lebih spesifik seperti berikut ini:

  • Suatu alasan rasional & esensial berdasarkan dengan data, fakta, maupun referensi yang ada. Alasan tersebut dipakai untuk acuan ketertarikan dari sang peneliti.
  • Gejala-gejala yang ada di lapangan yang lalu memunculkan permasalahan untuk selanjutnya diteliti lebih lanjut.
  • Adanya permasalahan yang kompleks & pelik yang muncul jika dibiarkan begitu saja serta tidak secepatnya dicari solusinya.
  • Pendekatan yang ditinjau pada segi teoritis yang bertujuan untuk mengatasi masalah.

Selain itu, latar belakang Masalah juga bisa mengacu pada krisis ideologi, social, ekonomi, politik, budaya, keamanan, dan pertahanan. Latar belakang masalah ditutup memakai kalimat kunci yang intinya menekankan pentingnya masalah itu untuk secepatnya diteliti. Selain itu, juga di bahas apa saja akibat jika penelitian itu tidak secepatnya diteliti.

Banyaknya halaman pembuatan latar belakang masalah yaitu proporsional. Hal ini tergantung dengan jumlah halaman semua proposal penelitian ataupun laporan penelitian. Yang harus diingat yaitu latar belakang masalah tak boleh melebihi banyaknya halaman dari bab bab lainnya. Selain pada bab terakhir, karena bab ini hanya menyertakan saran dan juga kesimpulan saja.

Hingga, sebelum kamu menentukan judul suatu penelitian, peneliti harus menentukan suatu masalah yang nantinya akan di teliti. Dengan masalah itu, kamu bisa menjadikannya sebagai latar belakang masalah kenapa diangkat judul tersebut. Yakni judul yang selanjutnya akan diteliti oleh peneliti.


Cara Membuat Latar Belakang

Beberapa hal yang terdapat pada latar belakang yaitu :

  • Kondisi ideal mencakup keadaan yang diharapkan terjadi. Kondisi ideal ini biasa dituangkan pada bentuk visi dan misi yang ingin diraih.
  • Kondisi faktualatau baku yang merupakan kondisi yang terjadi saat ini. menceritakan situasi yang menjadi keresahan atau masalah, hingga menjadi dasar dilakukan nya suatu penelitan maupun kegiatan yang dilatarbelakangi.
  • Solusi merupakan saran singkat atau penawaran penyelesaian pada masalah yang dialami sebelum melangkah lebih lanjut ke pokok bahasan.

Selain itu, latar belakang dapat juga mengandung perbandingan dan penyempurnaan atas tulisan mengenai topik yang sama sebelumnya. Oleh karena itu latar belakang adalah salah satu bagian penting dalam penulisan suatu karya tulis.


Contoh Latar Belakang


Latar Belakang Skripsi


Pendidikan merupakan peran penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Maka dari itu pendidikan seharusnya dikelola dengan baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut dapat dilihat pada prestasi belajar siswa.

Selama ini pencapaian prestasi belajar khususnya di bidang matematika mengalami penurunan. Penilaian yang dilakukan International Association for the Evaluation of diikuti sebanyak 600.000 siswa dari 63 negara. Indonesia berada di urutan ke-38 pada bidang Matematika dengan skor 386 dari 42 negara yang siswanya di tes. Sehingga membuat skor Indonesia turun 11 point dari penilaian tahun 2007.

Bahkan dalam Ujian Nasional (UN) sekolah menengah pertama (SMP) tahun 2011/2012 yang diikuti 3.697.865 siswa, sebanyak 666 siswa tidak lulus. Dan para siswa/siswi ini tidak lulus pada mata pelajaran matematika (229 siswa), Bahasa Inggris (191 siswa), Bahasa Indonesia (143 siswa), dan Ilmu Pendidikan Alam (103 siswa). Membuktikan bahwa matematika dianggap sebagai sesuatu yang sangat menakutkan bagi siswa-siswa Indonesia.

Prestasi belajar matematika siswa ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dan salah satu faktor tersebut berada dalam diri siswa yaitu kemandirian dalam belajar.

Kemandirian belajar merupakan tuntutan utama siswa dalam belajar supaya siswa dapat menyelesaikan tugas, percaya dengan kemampuan sendiri, dan tidak bergantung pada orang lain. Menurut Sumarmo (2010) bahwa karakteristik yang termuat pada kemandirian belajar, adalah (1) Individu merancang belajarnya sendiri sesuai dengan keperluan atau tujuan individu yang bersangkutan, (2) Individu memilih strategi dan melaksanakan rancangan belajarnya, (3) Individu memantau kemajuan belajarnya sendiri, mengevaluasi hasil belajarnya dan dibandingkan dengan standar tertentu,

Karakteristik tersebut menggambarkan keadaan personaliti individu yang tinggi dan memuat proses metakognitif dimana individu secara sadar merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi belajarnya dan dirinya sendiri secara cermat. Hal ini akan membentuk individu yang tangguh, ulet, bertanggung jawab, memiliki motif berprestasi yang tinggi, serta membantu individu mencapai hasil terbaiknya. Selain itu, gaya belajar juga berpengaruh pada belajar siswa.

Baca Juga:  √ 6 Pengertian Berbicara Menurut Para Ahli (Bahas Lengkap)

Gaya belajar adalah cara belajar siswa yang lebih disukai. Siswa yang menggunakan gaya belajar mereka untuk belajar, saat mengerjakan tes, akan mencapai nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan bila mereka belajar dengan cara yang tidak sejalan dengan gaya belajar mereka.

Menurut DePorter orang-orang bertipe visual memiliki ciri-ciri sebagai berikut (1) rapi dan teratur, (2) teliti terhadap detail, (3) mengingat apa yang dilihat dari pada apa yang didengar, (4) mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal, (5) biasanya tidak terganggu oleh keributan, dan (6) mengingat dengan asosiasi visual. Orang-orang bertipe auditori memiliki ciri-ciri sebagai berikut (1) mudah terganggu oleh keributan, (2) senang membaca dengan keras dan mendengarkan, (3) suka berbicara, suka berdiskusi, (4) menggerakkan bibir saat membaca, dan (5) belajar dengan mendengar dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat. Orang-orang bertipe kinestetik memiliki ciri-ciri sebagai berikut (1) selalu berorientasi pada fisik dan banyak gerak, (2) ingin melakukan segala sesuatu, (3) belajar melalui memanipulasi dan praktik, dan (4) menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca.

Berdasarkan tipe-tipe gaya belajar tersebut, hampir setiap siswa belum mengenali tipe gaya belajar yang dimilikinya, sehingga prestasi belajar siswa belum optimal. Selain itu guru juga belum mengetahui gaya belajar yang dimiliki siswa, guru masih menggunakan gaya belajar yang diketahuinya.

belajar akan semakin tinggi prestasi belajar matematika. Sebaliknya semakin rendah gaya belajar, maka semakin rendah pula prestasi belajar matematika.

Penelitian ini tak lain bertujuan untuk menganalisis dan menguji : pengaruh kemandirian terhadap prestasi belajar matematika, pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika, dan ada tidaknya pengaruh antara kemandirian dan gaya belajar terhadap prestasi belajar matematika.


Latar Belakang Pengaruh Perpustakaan di Sekolah terhadap Mutu Pendidikan


Ilmu pengetahuan selalu berkembang dan mengalami kemajuan yang pesat, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan pola berpikir manusia.

Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tak akan bisa maju selama belum membenahi kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa bisa meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan berpikir kritis, kreatif, dan produktif.

Dalam UUD tahun 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat yang belajar.

Masyarakat belajar bisa terbentuk jika mempunyai kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. Jika membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan tepat sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perpustakaan adalah bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan. Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Latar Belakang Adalah : Pengertian, Isi, Cara Membuat dan Contohnya

Baca Juga:  Perbedaan Kitab dan Suhuf : Pengertian, Jenis dan Penjelasannya

Latar Belakang Penelitian


Kuliah Kerja Nyata atau yang disingkat menjadi KKN, merupakan pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan yang dilaksanakan oleh mahasiswa. KKN juga merupakan bagian dari proses pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. KKN ini memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa kepada masyarakat dengan menerapkan ilmu-ilmu yang didapatkan selama perkuliahan.

Dusun Kaliabu yang berada di Desa Banyuraden Kecamatan Gamping Kabupaten Magelang merupakan lokasi KKN Internasional tahun 2015 berlangsung, dimana mayoritas warga dusun ini mengandalkan mata pencaharian utama sebagai buruh dan petani. Namun, pekerjaan tersebut tidak menyurutkan keanekaragaman seni dan budaya yang ada di sana.

Seni jatilan, seni wayang, seni ukir, dan gamelan masih tetap eksis dalam keseharian warga dusun. Di samping itu, dusun Kaliabu juga memiliki ke-khas-an tersendiri dari pabrik roti Pak Joyo yang masih beroperasi secara tradisional, industri sablon rumahan, dan juga bank sampah.

Kekayaan seni budaya juga potensi daerah dari dusun Kaliabu di atas masih bersifat terbatas diketahui oleh warga di sekitar dusun. Terlebih lagi, kurangnya sumber daya dan pengetahuan warga untuk mengurus administrasi dusun membuat potensi tersebut belum dapat teroptimalkan. Sangat disayangkan, keberadaan potensi wisata yang ada di dusun tersebut belum dapat memberikan dampak positif yang begitu berarti bagi warganya.

Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode tersebut adalah design thinking. Design thinking ini berguna untuk memetakan semua permasalahan yang terdapat di desa Kaliabu. Dan ketika permasalahan telah terkumpul, barulah dipilih permasalahan dengan prioritas paling tinggi yang sesuai dengan kebutuhan warga setempat.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Latar Belakang Adalah : Pengertian, Isi, Cara Membuat dan Contohnya , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.