Berbalas Pantun Agama Islam

Berbalas Pantun Agama Islam – Pernahkah kamu mendengar pantun berisikan nasehat agama atau malah pernah dibuat seperti berbalas balasan pantun ?Pada kesempatan kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas dan memberi beberapa contoh pantun nasehat berbalas dalam agama islam. Mari kita simak artikelnya di bawah ini.

Berbalas Pantun Agama Islam


Pantun agama adalah salah satu pantun yang merupakan sebuah karya sastra berisikan nasihat-nasihat mengenai bidang pada keagamaan.

Isi dari pantun agama islam ini mengandung ajaran-ajaran islam seperti puasa, sholat, surga, neraka dan juga amal perbuatan. Pantun ini sangat cocok untuk dijadikan motivasi agar hidup anda semakin baik untuk ke depannya.

Selain itu, pantun ini akan memotivasi anda untuk berlomba-lomba mendapatkan pahala.Berbalas pantun agama adalah gayung bersambut dalam berpantun, sehingga terjadi seolah tanya jawab.


Pantun Nasehat Agama Islam

Pantun Agama Islam
Tak peduli banyak dahan,
pilih saja yang paling kuatnya.
Tak peduli banyak Tuhan,
Tuhan kita Tuhan Yang Esa.

Rumah basah pada sisinya,
karena hujan tak henti-henti.
Ibadah hanya kepada-Nya,
niat bersih ikhlas hati.

Jangan sering membuang ludah,
coba obati dengan nipah.
Jangan mencampur amal ibadah,
dengan musyrik ataupun bid’ah.

Jauh jalan ke Malaka,
ke kanan ke kiri banyak keloknya.
Syariat Islam jalan kita,
hadits Nabi sebagai petunjuknya.

Olesi luka dengan samin,
minyak dari para tetangga.
Islam rahmatan lil alamin,
menjadi berkah bagi semua.


Pantun Nasehat Agama Menutup Aurat, Kenakan Hijab

Akhir pekan pergi berkemah,
masak nasi masihlah mentah.
Dengarlah wahai para muslimah,
belajarlah taat pada perintah.

Bulan bulat saat purnama,
sungguh indah dipandang mata.
Perintah Allah yang utama,
agar kita beroleh surga.

Pak tani menanam tombat,
tomat mengandung banyak serat.
Jika ingin selalu terhormat,
tutup olehmu seluruh aurat.

Hujan turun rintik-rintik,
jalan licin kaki terjerembab.
Di sisi Allah dipandang cantik,
jika engkau kenakan hijab.

Siapa melangkah ke arah Barat,
mungkin ia sudah tersesat.
Siapa yang mengubar aurat,
berarti dia ahli maksiat.

Jika tubuh mendapat luka,
terasa pedih jiwa raga.
Jika aurat engkau buka,
bagaimana mendapat surga.

Batik Solo banyak coraknya,
amat sulit memilihnya.
Cantik di dunia sementara,
cantik di surga selamanya.

Dingin angin waktu subuh,
sarapan dulu dengan kolak.
Kenakan hijab pada tubuh,
belajar mulia pada akhlak.

Kue lemang buatan janda,
makan pempek campur cuka.
Setan memang datang menggoda,
agar engkau menjadi durhaka.


Pantun Agama Islam Tentang Kebaikan

Alangkah ramai di hari raya,
banyak orang bersuka cita.
Dengarlah wahai muda belia,
inilah pantun nasehat agama.

Padang datar tempat menjangan,
kakinya lincah lompatnya ringan.
Pantun ini penuh wejangan,
mudah-mudahan jadi bimbingan.

Payakumbuh desa perbukitan,
jalan berliku banyak kelokan.
Tunaikan segenap kebaikan,
apapun yang dapat engkau lakukan.

Hilang orang di bilik dara,
ayah ibunya pasti marah.
Bila berjumpa dengan saudara,
hendaknya engkau berwajah cerah.

Kalau turun mencari rawa,
mengalir air dengan tenang.
Hormati yang lebih tua,
pada yang muda mesti sayang.

Paras cantik amat rupawan,
tambah manis dengan senyuman.
Didik hati untuk dermawan,
untuk mendapat kasih Tuhan.

Bukit barisan tanahnya subur,
menanam jagung di tanah gembur.
Jauhkan diri dari takabur,
iri dengki mesti dikubur.

Gadis Aceh menari seudati,
mata memandang tiada henti.
Tawadhu merendahkan hati,
tanda iman di dalam hati.

Apa tanda akhir zaman?
banyak orang yang menyimpang.
Apa tanda orang beriman,
dada tenang jiwanya lapang.

Bongkah batu dipenggal-penggal,
dibakar lama dalam bara.
Lima waktu kalau ditinggal,
alamat badan akan sengsara.


Pantun Agama Untuk Anak-Anak

Ke kota Mekah naik haji,
Banyak orang di kota Mina.
Mari-mari kita mengaji,
Belajar Al Quran banyak pahala.

Kalau makan kenyanglah perut,
Makan nasi makan ketan.
Kalau mengaji jangan ribut,
Kalau ribut temannya setan.

Kebun petani tumbuh tomat,
Tomat matang tepinya pecah.
Kepada guru mestilah hormat,
Agar ilmu mendapat berkah.

Pak Ustadz jadi khotib,
Shaf perempuan terpisah kain.
Kalau sholat harus tertib,
Jangan suka bermain-main.

Bolehkah insan terpaut dunia,
Terpaut di hati tentu jangan.
Bolehkah aku bertanya,
Apa tanda orang beriman?

Jika duduk di tepi taman,
Bunga indah dalam pandangan.
Jika di hati ada iman,
Akhlaknya baik, orangnya budiman.

Apa tanda tali kawat,
Jika melilit terasa lekat.
Apa tanda imannya kuat,
Cobalah jelaskan dengan singkat.

Jika terlilit oleh kawat,
Tubuh luka segera dirawat.
Jika orang imannya kuat,
Hatinya terpaut pada akhirat.

Mengapa pujangga pandai bermadah,
Madah puisi adalah jiwanya.
Mengapa badan berat ibadah,
Coba terangkan apa obatnya.

Kenapa pujangga menggubah madah,
Terbit madah karena hasrat.
Kenapa badan berat ibadah,
Karena terlalu banyak maksiat.


Pantun Agama Islam Bulan Ramadhan

Memang indah kota Mekah,
Ingin pula ke Madinah.
Bulan ramadhan penuh berkah,
Banyak-banyaklah beribadah.

Alangkah senang di hari raya,
Banyak orang jalan-jalan.
Ada satu malam sangat mulia,
Lebih baik dari seribu bulan.

Sedap wangi dari masakan,
Itulah wangi dari lemang ketan.
Selamat puasa aku ucapkan,
Untuk saudara dan handai taulan.

Ibu pandai membuat kue,
Air segar obat dahaga.
Siang berpuasa malam taraweh,
Moga-moga semua masuk surga.


Pantun Dzikir

Sungguh indah Malaysia,
Suku Melayu menjadi raja.
Semua di dunia ini sia-sia,
Kecuali ada dzikir di sana.

Ekor panjang ikan pari,
Berkelok-kelok saat berenang.
Berdzikir di pagi dan petang hari,
Jiwa nyaman, pikiran tenang.

Burung dara terbang ke awan,
Layang-layang putus benang.
Ingatlah wahai sahabat dan kawan,
Dengan dzikir hati menjadi tenang.

Pohon jati, kayu ukir,
Ukir dengan sebilah pisau.
Bila jauh dari dzikir,
Pikiran kalut selalu risau.


Pantun Agama Mencari Ridha-Nya

Anak riang di hari raya,
melihat kancil mengejar rusa.
Jauhkan diri dari riya’
ibadah ikhlas pada Yang Esa.

Jalan-jalan ke Singapura,
duduk santai di pelabuhan lama.
Jangan peduli ucapan manusia,
asal benar sesuai agama.

Hujan rintik kota Kedah,
tertutup mata hilang arah.
Banyak godaan dalam ibadah,
tapi jangan pernah menyerah.


Pantun Agama Tentang Sholat

Surya terbit hari siang,
cahaya membentuk bayang-bayang.
Agama tegak karena tiang,
tiangnya adalah sembahyang.

Pergi pedagang menuju pasar,
hatinya riang tertawa lebar.
Bangunlah di saat fajar,
tunaikan subuh dengan sabar.

Air mancur air kelapa,
makan kue rupa-rupa.
Sholat dzuhur jangan dilupa,
meskipun sesibuk apa.

Baju baru dari puteri,
satu penghias satu peniti.
Sholat ashar di sore hari,
membuat tenang lubuk hati.

Benih ditabur kita semaikan,
dipatuk nuri dari rawa.
Sholat maghrib kita tunaikan,
bersimpuh sepenuh jiwa.

Cantik-cantik kereta rusa,
kereta kencana dari Jawa.
Tutup hari dengan sholat isya’
tenanglah lubuk hati dan jiwa.

Apa tanda orang berumur?
badannya lemah letih lesu.
Apa tanda orang bersyukur?
Menunaikan sholat penuh khusu.


Pantun Islami Tentang Budi Pekerti

Pantai Utara pantai Tuban,
keliling kota naik delman.
Berbuat baik adalah kewajiban,
bagi setiap orang yang beriman.

Pergi ke hutan memetik pala,
lihat gua luas berongga.
Kepada Allah mohonkan pahala,
moga dapat memasuki surga.

Kota Bogor banyak talas,
banyak gadis sedang mengupas.
Berbuat baik mesti ikhlas,
usah berharap manusia membalas.

Pelihara jiwa dan raga.
selama raga masih bernyawa.
Jika berharap pada manusia,
pasti hati akan kecewa.

Mata memandang jauh mengawang,
alangkah indah awan gemawan.
Bulatkan tekad untuk berjuang,
lalu tawakal kepada Tuhan.

Kain emas di dalam peti,
peti dari kayu jati.
Mari semaikan budi pekerti,
moga panen di akhiat nanti.

Benih kacang sudah tersebar,
pematang sawah ukuran lebar.
Hidup di dunia harus sabar,
dadanya lapang pikiran segar.

Buah saga berwarna merah,
hitam merah warna ketan.
Jauhi olehmu amarah,
amarah jalan masuk setan.


Pantun Agama : Meski Lelah, Jangan Menyerah

Hari panas tubuh gerah,
alangkah segar minum nipah.
Meski lelah jangan menyerah,
hidup memang untuk ibadah.

Pohon nipah subur tumbuhnya,
di tepi sungai dekat rawa.
Dalam ibadah hati bahagia,
tenang, tentram sekujur jiwa.

Luka tangan karena tersayat,
hati jenuh kepala penat.
Jika tubuh sering maksiat,
hati susah karena dilaknat.

Lihat kompas mencari arah,
ke ujung jarum langkah dibawa.
Walau rebah jangan menyerah,
dengan jari kukayuh jua.

Kayu jati banyak dahan,
jatuh satu ke pucuk tanaman.
Rindu hati berjumpa Tuhan,
moga diri dipenuhi iman.

Kota Kedah kota lama,
indahnya kota banyak didamba.
Ibadah di dunia tiada lama,
kan selesai saat ajal tiba.

Berbalas Pantun Agama Islam

Pantun Agama Tentang Kejujuran

Surya terbit terlihat sinar,
Berkilau-kilau di atas telaga.
Jujur itu dekat pada yang benar,
Yang benar dekat pada surga.

Pohon jati berjajar tiga,
Tinggi baru satu hasta.
Lisan ini harus dijaga,
Jangan sampai suka berdusta.

Air gunung selalu mengucur,
Sungai mengalir tiada henti.
Jadilah orang-orang yang jujur,
Kan bahagia di akhirat nanti.

Bila angin sudah berlalu,
Tenang udara segar di dada.
Bila lidah jujur selalu,
Allah mudahkan menuju surga.

Apa tanda tanah Malaka,
Terlihat laut alangkah luasanya.
Apa penyebab masuk neraka?
Banyak lisan yang suka berdusta.


Pantun Islami Tentang Puasa

Bunga melati warnanya putih,
Untuk kekasih jauh di seberang.
Dengan puasa jiwa terlatih,
Untuk sabar dan penyayang.

Bila gelap nyalakan pelita,
Jangan pakai minyak kelapa.
Ibadah puasa mendidik kita,
Menjadi pribadi tanpa dusta.

Jika pergi ke Kuala,
Jangan lupa beli permata.
Jika ingin puasa berpahala,
Tinggalkan ghibah serta dusta.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Berbalas Pantun dalam Agama Islam , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.

Baca Juga:  0852 Kartu Apa ? : Kode Prefix Kartu Telkomsel