Do’a Penutup : Dalil, Adab Berdoa dan Keutamaannya

Do’a Penutup : Dalil, Adab Berdoa dan Keutamaannya – Bagaimana bacaan Do’a Penutup sebuah acara atau pertemuan Majelis ?Pada kesempatan kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas tentang beberapa Do’a yang biasa di gunakan untuk menutup sebuah acara.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Do’a Penutup : Dalil, Adab Berdoa dan Keutamaannya


Pada sebuah acara sudah seharusnya saat membuka dan menutup acara harus diiringi dengan doa.Sebenarnya melafzkan basmalah sebelum memulai dan mengakhirinya dengan hamdalah sudahlah cukup. Namun,akan lebih baik untuk memanjatkan doa agar diberi keberkahan oleh Allah.

Di dalam bahasa Arab sebuah acara dikatakan majelis. Majelis berasal dari kata “jalasa – yajlisu” yang berarti duduk.Secara bahasa majelis berari tempat untuk duduk, dimana kata majelis digunakan untuk menunjukkan berbagai macam pertemuan diantara kelompok atau orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama.

Pada intinya doa penutup majlis atau doa penutup acara adahal suatu hal yang sama. Doa kafaratul majlis atau doa penutup acara tidak hanya dibaca saat menutup acara.Doa kafaratul majlis atau doa penutup acara bisa dibaca untuk mengakhiri segala sesuatu. Termasuk selesai belajar kelompok, pulang sekolah, bahkan selesai menulis skripsi pun ada baiknnya membaca doa ini.

Dalam sebuah hadits Tirmidzi diriwayat oleh Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berada pada suatu majelis, kemudian pada majelis tersebut tedapat banyak perkataan yang tidak berguna, lalu sebelum beranjak meninggalkan majelis, mengatakan hal yang ini (Kaffaratul Majelis) , ‘Mahasuci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau,,aku memohon ampun pada-Mu.’ Kecuali telah diampuni baginya apa yang ada pada majlis tersebut.” (HR. Tirmidzi).

Kalimat penutup acara biasanya diakhiri dengan ucapan permohonan maaf dari pembawa dan pengisi acara jika mereka ada salah kata atau perbuatan yang kurang mengenakkan di hati para tamu undangan.Setelah itu dilanjutkan dengan berdoa, kemudian membaca hamdalah, lalu diakhiri dengan salam penutup.

Doa di dalam doa penutup acara ini berisi tentang memohon ampunan kepada Allah SWT, atas segala dosa yang telah kita perbuat. Baik yang di sengaja ataupun tidak di sengaja.Dengan membaca doa penutup pasti kita mengharap agar ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan dari sebuah acara dapat kita amalkan dan kita lakukan serta dapat bermanfaat sesuai dengan iman yang kuat.

Berikut adalah doa penutup acara :


Doa Penutup Acara Versi Pertama

Doa ini terdapat dalam hadist riwayat Abu Daud, Al Hakim Abu ‘Abdillah dalam Al-Mustadrak riwayat ‘Aisyah ra dengan sanad yang shahih.

Terdapat dalam kitab hadits Abu Daud, No. 4859, Ahmad, 4: 425. Abu Thahir Al Hafidz juga mengatakan bahwa sanadnya hasan.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Subhaanakallahumma wa bihamdika, Asyhadu allaa ilaaha illa anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaik”

Artinya : “Mahasuci Engkau wahai Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang patut disembah kecuali Engkau. Aku minta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.”


Doa Penutup Acara Versi kedua

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا ، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بأسْمَاعِنا ، وَأَبْصَارِنَا ، وقُوَّتِنَا مَا أحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الوارثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Baca Juga:  Do'a Pembuka Acara : Arab, Latin dan Terjemahan

“Allahummaqsim lanaa min Khosyyatika maa tahuulu bihi baynanaa wa bayna ma’aashik, wa min thoo’atika maa tubalighunaa bihi jannatak, wa minal yaqiini maa tuhawwinu ‘alaynaa mashooibad dunya.”

“Allahumma matti’na bi asmaa’inaa wa abshorina, wa quwwatinaa maa ahyyaytanaa, waj’alhul waaritsa minnaa, waj’al tsa’rona ‘ala man zholamanaa, wan-shurnaa ‘alaa man ‘aadaanaa, wa laa taj’al mushibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunyaa akbara hamminaa, wa laa mablagho ‘ilminaa, wa laa tusallith ‘alaynaa mallaa yarhamunaa.”


Doa Penutup Acara versi ketiga

الْحَمْدُ لِلّه رَبّ الْعلمِيْن وَلصَّلاَةُ وَالسّلاَم عَلى اَشْرَفِ اْلاَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْن وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اَمّا بَعْد

“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang, hanya rahmat dan kasih sayang-Mu lah sehingga segala aktifitas kami dalam acara ini berjalan dengan lancar walaupun menguras waktu, tenaga dan pikiran

Dan hari ini Ya Allah kami berkumpul ditempat ini memanjatkan puji syukur kepada-Mu sekaligus menutup kegiatan kami.

Ya Allah berkahilah segala aktifitas kami selama dalam mengikuti rangkaian acara kami, dan jadikanlah sebagai amal ibadah di sisi-Mu.

Untuk itu Ya Allah tetapkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami dan jadikanlah pertemuan ini sebagai pertemuan yang Engkau ridhoi.”

اَلّلهـمّ لاَسَـهْــلَ اِلاّ مَا جَعَـلَـهُ سَـهْـلاً

“Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami. Karena tidak ada yang mudah kecuali Engkau jadikan mudah.”

اَلّلهـمّ فْتَحَ عَلَيْنا اَبْوَابَ الْخـيْروَاَبْوابَ الْبَركَاة وَاَبْوابَ لنّعْمَه وَاَبْوابَ الرّزْقِ وَاَبْوابَ الْقُوة وَاَبْوابَ الصّحَةِ وَاَبْوابَ السّلامَة بِرَحْمَتِكَ ياَ اَرْحَمَ الرّحِمِـيْن

“Ya Allah, bukakanlah atas kami pintu kebajikan, pintu berkah, pintu rahmat, pintu kekuatan, pintu reski, pintu kesehatan, pintu keselamatan. Karena hanya Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

اَلّلهـمّ اِنّاَ اَعُـوْذُ بِكَ مِنَ الهَـمِ وَالْحُزْنِ و َاَعُـوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجَـزِوَالْكَسْلِ

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari keragu – raguan hati dan duka cita. Dan kami berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas.”

رَبّنَا اَفْرغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبّتْ اَقْـدَامَنَا

رَبّنَا آتِنَا فِى لدّنْيا حَسَنَة وَفِى الاَخِرَة حَسَنة وَقِنأ عَذَابً النّار

سُبحَان رَبّكَ رَبّ العِزّةِ عَمّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ على الْمُرْسَليْن والْحَمْدُ لِلهِ رَبّ الْعَالَمِيْن

“Ya Allah, curahkanlah kesabaran atas kami, dan teguhkanlah pendirian kami terhadap cobaan dan kebenaran.

Ya Allah, berkahilah semua ilmu yang kami dapat selama kegiatan ini, sehingga kami dapat mengamalkan setelah kami bubar dan kerumah masing – masing.

Sehingga kami bisa menjadi suri tauladan dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.”


Dalil Hadist Membaca Doa Pembuka dan Penutup Acara

Ada beberapa hadist mengenai doa penutup acara ini, yaitu :

Rasulullah SAW bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ، فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِك

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ.

Artinya :

“Siapapun yang sedang berada di suatu majelis, kemudian pada majelis tersebut terdapat banyak perkataan yang tidak berguna, lalu sebelum beranjak meninggalkan majelis, mengucapkan hal doa ini

subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Yang artinya ‘Maha Suci Engkau Ya Allah, dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun pada-Mu, dan aku taubat pada-Mu, kecuali telah diampuni bagi orang tersebut’ sesuatu yang ada dalam majelis tersebut.” (HR Tirmidzi)

Baca Juga:  √ Pengertian Agama Islam Secara Umum (Pembahasan Lengkap)

Rasulullah SAW saat hendak berdiri untuk meninggalkan majelis, beliau berdoa :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan segala puji bagi-Mu, Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Engkau, aku mohon ampun dan taubat kepada-Mu.”

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah SWT mudahkan jalannya menuju ke surga.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

مَامِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

“Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak dzikir pada Allah SWT, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR Abu Daud)

Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa yang tidak meminta pada Allah SWT, maka Allah SWT akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)

Dari Aisyah RA, ia berkata :

Tidaklah Rasul SAW duduk di majelis, tidak pula membaca Al – Qur’an dan tidak pula sholat kecuali menutupnya dengan kalimat – kalimat tersebut. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihatmu tidaklah duduk di suatu majelis, tidak juga membaca Al – Qur’an dan juga tidak sholat kecuali engkau tutup dengan kalimat tersebut ?”

Kemudian, Rasulullah SAW bersabda : “Iya, siapa yang berkata baik, maka akan di tutup dengan stempel kebaikan, dan siapa yang berkata buruk, maka akan menjadi penghapus dosanya. Yaitu subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.” (HR An – Nasa’i)

Allah SWT berfirman dalam QS Al – Mu’min ayat 60 :

Yang isinya untuk berdoa dan meminta hanya kepada-Nya, maka Allah SWT akan memperkenankan untuk hamba-Nya.


Adab Saat Berdoa

Ada beberapa adab saat kita sendang berdoa kepada Allah SWT, yaitu :

  • Kita harus khusyu’ dalam berdoa atau kita harus bersungguh – sungguh dalam berdoa seraya mengharap agar segera dikabulkan oleh Allah SWT.
  • Saat mengucapkan doa harus diresapi dan dimaknai serta memantapkan hati. Karena di dalam doa penutup acara terdapat banyak sekali maknanya.
  • Mengangkat kedua tangan dengan telapak tangan terbuka di depan dada atau di pertengahan dada.
    Berdoa dengan menghadap kiblat (jika memungkinkan).
  • Jangan tergesa – gesa dalam membacakan doa, melainkan kita harus tetap tenang.

Do'a Penutup : Dalil, Adab Berdoa dan Keutamaannya

Keutamaan Berdoa di Akhir Acara

Ada pula beberapa keutamaan jika kita berdoa di akhir acara, yaitu :

  • Berdoa di akhir acara dapat menghapuskan dosa – dosa yang telah kita perbuat baik di sengaja ataupun tidak di sengaja.
  • Dengan berdoa di akhir acara maka diharapkan ilmu dan pengetahuan dari pertemuan atau acara tersebut dapat kita amalkan dan bermanfaat untuk kedepannya.
  • Allah SWT akan memudahkan kita menuju surga-Nya dan Allah SWT tidak murka terhadap hamba-Nya termasuk kita.
  • Dalam berdoa pasti kita akan diberikan kebaikan di dalamnya.
  • Dapat menguatkan keimanan.
  • Dapat membuat jiwa menjadi lebih tenang.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Do’a Penutup , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.