Ciri-Ciri Teks Anekdot : Struktur, Kaidah, Tujuan dan Contoh Teks Anekdot

Ciri-Ciri Teks Anekdot : Struktur, Kaidah, Tujuan dan Contoh Teks Anekdot – Apa yang di maksud dengan Teks Anekdot ?Pada kesempatan ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahas teks anekdot dan hal-hal lain yang melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Ciri-Ciri Teks Anekdot : Struktur, Kaidah, Tujuan dan Contoh Teks Anekdot


Anekdot adalah sebuah cerita singkat yang tujuannya untuk memberikan hiburan terhadap pembacanya. Biasanya, anekdot berupa serangkaian kata yang berisi sebuah gurauan, namun bukan hanya sekadar gurauan semata, sebuah anekdot juga harus mengandung informasi, amanat, pesan moral, kritikan dan bahkan sindiran.

Beriku ciri-ciri Teks Anekdot diantaranya sebagai berikut :

  • Karekter utama dari teks ini Humoris
  • Hadir dengan bentuk menyindiri atau sindirian
  • Adanya karakter hewan dan manusian di dalamnya
  • Di tujukan kepada orang yang sudah terkenal misalkan anggota DPR
  • Kisah yang di ceritakan umumnya memang masuk dalam realita namun tidak meninggalkan sifat anekdot itu yakni lucu
  • Adanya nuansa fiksi, dongeng di dalamnya

Struktur Teks Anekdot

Untuk bisa membuat teks anekdot sendiri dengan memahami kondisi yang ada disekitar kita maka tidak ada salahnya memahami apa saja yang masuk dalam struktur susunan pada teks anekdot ini dimana ada 7 hal penting yang harus kalian pahami dimana mulai dari:

  • Abstraksi, atau pembukaan dimana akan memberikan keterangan awal mengenai isi dari anekdot
  • Orientasi, sebuah pemaparan umum akan jalan dan isi cerita
  • Event dimana akan menerangkan dan menjelaskan kronologi cerita yang akan di paparkan
  • Krisis, ini maksudnya adalah topik utama dalam sebuah anekdot
  • Reaksi yakni metode dan solusi dalam menyelesaikan sebuah masalah yang muncul dari bagian krisis tersebut
  • Koda, adalah suasana yang berubah dari masing masing tokoh dan kondisi secara keseluruhan.
  • Re-Orientasi sebuah tahap akhir atau penutup teks anekdot.

Berikut ini adalah contoh teks anekdot beserta strukturnya :

Abstraksi :

Suatu ketika aku dan temanku SMA sedang reuni di suatu tempat pameran.

Orientasi :

Temanku yang bernama Ningsih, ia terlambat ke pameran itu, karena terjebak hujan. Ketika itu hujan deras. Ningsih menyapa teman-teman dan termasuk aku.

Krisis :

Aku : “hei Ning, gimana kabarmu?”

Ningsih: “Alhamdullilah baik, kamu Din gimana?”

Aku : “baik Ning, Apa iya lu sehat Ning kok kaya sakit ya?”

Reaksi:

Ningsih:”iya baik Din, emangg gua kelihatan sakit apa gimana?”

Aku :”Lo keliatannya lagi sakit, cobak liat badan lu, kecil banget, bandingin sama badan gua”

Ningsih:”Badanmu sakit Din? Kok kayak bengkak-bengkak gitu”

Aku :”ini bukan bengkak, emang aku gendut”

Koda:

Aku dan Ningsih tertawa


Kaidah Teks Anekdot

  • Memakai waktu lampau
  • Terdapat konjugasi atau biasa kita kenal kata penghubung
  • Adanya kalimat perintah
  • Memakai kata kata pernyataan rotoris
  • Terdapat kata kerja
  • Memakai kalimat seru
Baca Juga:  √ Pengertian Fabel Beserta Contohnya (Pembahasan Lengkap)

Tujuan Teks Anekdot

Seperti teks lainnya, teks ini juga memiliki tujuan yang ditujukan kepada para pembaca terhadap setiap cerita singkat lucu namun menyindir.

Tujuan dari teks anekdot yakni sebagai berikut :

  • Menghibur para pembaca.
  • Membangkitkan tawa para pembaca atau menghibur.
  • Sarana mengkritik dan menyindir.
  • Menggambarkan karakter atau figur dengan singkat dan langsung pada intinya.

Contoh Teks Anekdot


Contoh Teks Anekdot Tema Politik

Wakil Rakyat

Dua orang pemuda tengah berbicang-bincang di pos ronda saat hujan rintik-rintik.

Dimas: Wakil rakyat, bukannya menyejahterakan rakyat malah menyejahterakan diri sendiri.
Ilham: Lebih parahnya lagi, banyak yang terlibat korupsi.
Dimas: Parah memang. Rakyat makin susah, wakil rakyat makin makmur. Banyak rakyat hidup di jalanan, sementara wakil rakyat tinggal di rumah mewah. Sejahtera sekali mereka yang duduk di kursi DPR.
Ilham: Tapi, kalau dipikir-pikir, wakil rakyat berarti mewakili rakyat.
Dimas: Memang.
Ilham: Mereka mewakili rakyat. Artinya, rakyat ingin kaya, sudah diwakili sama wakil rakyat. Rakyat ingin punya rumah mewah, sudah diwakili sama wakil rakyat. Bahkan, rakyat yang mau berantem pun sudah diwakili.
Dimas: Hahaha…. Tapi, yang maksudnya apa?
Ilham: Waktu sidang, kan tidak jarang pada berantem.
Dimas: Hahaha….

Contoh Teks Anekdot Tema Hukum

Kemiskinan

Suatu hari Reza tengah asyik berdialog dengan Feri di teras rumahnya.

Reza: Harga barang pada naik, yang miskin makin susah. Kapan Indonesia sejahtera?
Feri: Padahal kalau kita berbicara kekayaan alam Indonesia, Indonesia itu sebenarnya kaya. Indonesia banyak banyak pertambangan, bahkan pertambangan emas juga ada. Kalau orang Indonesia sendiri bisa mengelolanya, pasti tidak dikuasai asing seperti saat ini.
Reza: Itulah bukti, kalau mau jadi negara yang kaya itu bukan cuma mengandalkan kekayaan alam saja. Tapi, kualitas sumber daya alamnya juga harus ditingkatkan.
Feri: Agar kualitas SDM kita meningkat, kualitas pendidikan kita harus meningkat. Biaya pendidikan harus terjangkau agar banyak warga kurang mampu bisa sekolah.
Reza: Faktanya sekarang banyak anak yang tidak bisa sekolah. Banyak warga miskin. Padahal kalau kita melihat UUD, pendidikan itu hak setiap warga negara.
Feri: Dalam UUD juga dijelaskan kalau fakir miskin dipelihara negara. Tapi kenapa warga miskin semakin banyak ya?
Reza: Nah, itu dia. Kalau kamu memelihara ayam, pasti kamu ingin agar ayam kamu semakin banyak kan?
Feri: Iya. Lalu apa hubungannya?
Reza: Bagaimana tidak bertambah banyak? Lha orang miskinnya dipelihara.

Jika masih kurang maka dibawah ini akan saya tambahkan beberapa contoh yang bisa sahabat baca dan tentu saja akan menambah pemahaman kalian lebih jauh mengenai teks anekdot ini dan di harapkan bisa membuat sendiri dengan segala tema jika ada tugas dari sekolah nanti.

Contoh Teks Anekdot Kesehatan

Obat Sakit Kepala

Di suatu hari pada bulan puasa, ada sesosok kakek yang hidup bersama dengan cucunya yang sedang asyik menikmati nonton televisi.

Si kakek seperti biasa sedang menonton acara favoritnya yaitu “Si Boy”. Setiap dua puluh menit sekali selalu muncul iklan, dan salah satu iklan yang muncul adalah iklan obat sakit kepala. Di dalam Iklan tersebut disebutkan bahwa obat tersebut dapat diminum kapan saja.

Baca Juga:  Ekspektasi Artinya : Pengertian Menurut Para Ahli, Contoh dan Motivasi

Ketika sedang asyik-asyiknya menonton tv, kemudian si kakek mendadak muncul rasa sakit di kepalanya. Kemudian si kakek memanggil cucunya yang sedang enjoy bermain di kamar dan menyuruhnya supaya membelikan obat sakit kepala untuknya.

Dan setelah cucunya tiba di rumah, maka tidak menunggu lama, si kakek pun langsung meminum obat tersebut.Merasa ada yang aneh, si cucu tersebut kemudian bertanya kepada si kakek, “Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat Kek?”.Dengan penuh percaya diri dan sama sekali tidak ragu-ragu, dan seakan tidak merasa berdosa, maka si kakek pun menjawab, “Itulah hebatnya obat bodrex ini cu, bisa diminum kapan saja!”.

Contoh Teks Anekdot Panjang Bahasa Jawa

Mboten Ngertos

Ada dua orang pemuda yang berasal dari Sumatera dan sedang merantau ke Pulau Jawa. Mereka berdua adalah Udin dan Velya. Angga mengerti betul bahasa Jawa dan Shafira sama sekali mengerti bahasa Jawa.
Suatu hari mereka jalan jalan disekeliling rumah kontrakan mereka.

Velya: Wow! Sungguh Indah sekali rumah ini, besar dan bertingkat pula. Siapa gerangan pemilik rumah ini?
Broto: Mboten Ngertos.
Velya: Oh ternyata punya dia mboten ngertos toh.

Velya pun terus mengamati mobil-mobil yang berbaris dan terparkir di depan sebuah gedung besar, kemudian dia bertanya lagi ke Broto.

Velya: Wah kalau mobil-mobil mewah itu milik siapa? Banyak juga ya mobilnya.
Broto: Mboten ngertos
Velya: Ternyata si Mboten ngertos keren banget ya, kalo gitu aku mau berguru saja ah sama si mboten ngertos.

Beberapa menit kemudian mereka berjalan ke arah gang kecil dan menjumpai keramaian di sana.

Velya: Ini siapa yang meninggal Brot?
Broto: Mboten ngertos.
Velya: Yampun, serius?! Kalo gitu aku gak jadi berguru ke mboten ngertos dong? Haduhh.

Tidak lama kemudian mereka berdua pun pulang ke rumah. Broto pun akhirnya memberitahu arti sebenarnya “mboten ngertos”. Dan ketika tahu artinya, mereka pun tertawa bersama-sama kegirangan.

Ciri-Ciri Teks Anekdot : Struktur, Kaidah, Tujuan dan Contoh Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot tentang Sedekah

Diceritakan pada suatu hari ada seorang pengemis tua yang sedang meminta sedekah ke seorang anak muda, anggap saja anak muda tersebut adalah seorang mahasiswa.
Pengemis: Mas, bapak minta sedekahnya dong
Mahasiswa: (Sambil menggigit HP kemudian ia mengambil dan membuka dompetnya dan mengambil uang 10 ribuan) Ini pak, kembaliin 5 ribu ya pak.
Pengemis: Oke, ini mas kembaliannya, dengan menjulurkan mangkuk yang isinya uang semua.
Mahasiswa: Loh pak, kok kembaliannya 7 ribu?
Pengemis: Tidak apa-apa mas, itung-itung saya juga sedekah sama mas.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Ciri-Ciri Teks Anekdot  , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.