√ Teks Ulasan : Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contohnya

Teks Ulasan : Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contohnya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Teks Ulasan. Yang mana menjelaskan pengertian teks ulasan, tujuan, ciri, struktur, jenis dan contohnya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih lengkapnya yuk simak penjelasan berikut ini.

Teks Ulasan : Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contohnya

Pada saat Anda membaca buku, Anda harus mencerna buku bacaan tersebut dengan seksama agar dapat memahami isinya. Di lain sisi, Anda perlu mengkomunikasikan pemahaman Anda ke dalam berbagai bentuk untuk keperluan presentasi atau menulis, seperti proposal penelitian, laporan penelitian, artikel ilmiah, tugas akhir, atau skripsi.

Oleh karena itu penting mengetahui cara menyusun dan mengolah teks ulasan yang benar. Sehingga dapat sesuai dengan aturan dan tata cara dalam mengulas buku. Berikut adalah rincian tentang teks ulasan.

Pengertian Teks Ulasan

Teks ulasan merupakan suatu teks yang berisi ulasan, penilaian atau review terhadap suatu karya seperti film, drama, atau sebuah buku. Teks ulasan dapat disebut juga dengan resensi. Ketika Anda mengulas suatu karya, pengulas harus bersikap kritis agar hasil ulasannya dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan karya tersebut.

Ulasan juga bisa disebut dengan review. Umumnya ulasan ditulis dalam bentuk artikel, sehingga teks ulasan juga dapat disebut artikel ulasan. Ulasan adalah teks yang berfungsi untuk menimbang, menilai dan mengajukan kritik terhadap karya atau peristiwa yang diulas tersebut. (Gerot & Wignell, 1994; Hyland & Diani, 2009 )

Tujuan Teks Ulasan

Tujuan dari pembuatan teks ulasan adalah:

  • Menunjukan sudut pandang atau keberpihakan penulis pada suatu hal ataupun karya sementara.
  • Memberikan informasi kepada khalayak ramai terkait standar kelayakan serta kepatutan suatu karya.
  • Untuk membantu para pembaca mengetahui tentang gambaran serta kritikan sebuah karya.
  • Untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan karya yang diresensi.
  • Memberi informasi yang komprehensif terkait sebuah karya.
  • Untuk mengajak para pembacanya merenungkan, mendiskusikan dan memikirkan masalah yang hadir dalam pada sebuah karya.
  • Memberi pertimbangan kepada pembaca masalah nilai kepantasan sebuah karya.
  • Memberi kemudahan para pembacanya untuk mengidentifikasi hubungan antara karya satu dengan lainnya yang mirip.
  • Untuk memberi pertimbangan pembaca sebelum mereka memilih membeli atau menikmati sebuah karya.

Ciri-Ciri Teks Ulasan

Berikut ini merupakan ciri-ciri teks ulasan, antara lain:

  • Struktur teks ulasan terdiri dari orientasi, tafsiran, rangkuman dan evaluasi.
  • Didalamnya memuat informasi berdasarkan dengan sudut pandangan atau opini dari penulis tentang sebuah karya atau produk.
  • Opini teks ulasan berdasarkan dengan fakta yang telah di interpretasikan
  • Mempunyai nama lain yakni resensi.

Struktur Teks Ulasan

Dalam pembuatan teks ulasan harus terdapat struktur teks. Struktur teks adalah bagian yang membangun teks agar menjadi teks yang utuh. Dibawah ini adalah struktur teks ulasan, antara lain:

Orientasi

Orientasi adalah bagian pertama yang menjelaskan tentang gambaran umum sebuah karya baik film, drama maupun sebuah buku yang akan diulas. Pada bagian orientasi, berisi tentang pengenalan gambaran umum suatu karya film maupun drama yang hendak diulas. Gambaran secara umum tersebut menyiapkan latar belakang untuk pembaca mengenai apa yang mau diulas.

Tafsiran

Tafsiran merupakan bagian yang berisi penjelasan detail mengenai sebuah karya yang diulas. Pada bagian tafsiran berisi tentang gambaran suatu karya baik itu film ataupun drama yang diulas. Contohnya bagian dari keunikan, hasil karya, keunggulan, kualitas atau lain sebagainya.

Evaluasi

Evaluasi adalah bagian yang berisi pandangan dari pengulas mengenai hasil karya yang diulas. Sesudah melakukan tafsiran yang mencukupi tentang hasil karya itu. Dibagin ini penulis menyebutkan bagian yang sangat bernilai ataupun kelebihan pada karya tersebut atau bagian yang masih kurang bernilai ataupun kekurangan pada karya yang diulas.

Baca Juga:  √ Pengertian Mitos, Ciri, Fungsi, Jenis, Unsur dan Contohnya Lengkap

Rangkuman

Rangkuman adalah bagian yang berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya. Pada bagian ini, memuat komentar penulis juga apakah karya tersebut sangat bernilai atau berkualitas bahkan justru tidak untuk ditonton.

Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan

Di dalam teks ulasan juga memuat kaidah kebahasaan seperti berikut ini:

Istilah

Istilah merupakan kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan dan sifat yang khas dalam bidang tertentu.

Contoh :

Istilah umum  : film, ikan, bunga.

Istilah khusus : komedi, gurame, mawar.

Sinonim dan Antonim

Sinonim merupakan kata yang memiliki bentuk yang berbeda, tetapi memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip.

Contoh: Obrolan orang itu mirip dengan dialogdalam film Romeo dan Juliet.

Antonim merupakan kata yang artinya berlawanan satu dengan yang lain.

Contoh: “besar atau kecil bukanlah jaminan barang itu berharga atau tidak.”

Nomina

Nomina atau kata benda merupakan kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda atau segala yang dibedakan.

Kata benda dibagi menjadi dua jenis, yaitu

  1. Kata benda konkret seperti meja, buku, dan bola
  2. Kata benda abstrak, seperti pikiran dan angin.

Verba atau Kata Kerja

Verba Aktif merupakan verba yang subjeknya berperan sebagai pelaku atau menunjukkan tindakan atau perbuatan. Contoh: “Putra memelihara ikan gurame.

Verba Pasif ialah verba yang subjeknya berperan sebagai penderita, sasaran tindakan, atau hasil. Contoh: “Film horor kini banyak disiarkan televisi indonesia.”

Pronomina

Pronomina atau kata ganti merupakan jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina.

Contoh:

Kata ganti orang : saudara, bapak, ibu, nyonya, tuan, ia, dia

Kata ganti pemilik : ku-, mu-, -nya

Kata ganti petunjuk : ini, itu

Kata ganti penghubung : yang

Kata ganti tak tentu : siapa, barag siapa, sesuatu, masing-masing

Konjungsi

Konjungsi merupakan kata tugas atau kata penghubung yang berfungsi menghubungkan dua buah klausa, kalimat, atau paragraf. Konjungsi yang sering digunakan dalam ulasan film atau drama umumnya, antara lain:

  • Konjungsi Koordinatif. Contoh: dan, atau, tetapi
  • Konjungsi Subordinatif. Contoh : jika, agar, meskipun, alih-alih, sebagai, sebab, karena, maka, sesudah, sebelum, sementara
  • Konjungsi Korelatif. Contoh : baik …. maupun .… | bukan …. melainkan …. | tidak hanya …. tetapi ….
  • Konjungsi Antar Kalimat. Contoh : sebaliknya, di samping itu, selanjutnya

Preposisi

Preposis adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur pembentuk frasa preposisional. Contoh : di, ke, dari, pada, daripada, dengan, secara, tanpa, bagi.

Artikel

Artikel merupakan kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina.

Contoh: si, sang

Kalimat Simpleks dan Kompleks

Kalimat Simpleks adalah kalimat yang memiliki suatu verba utama.

Contoh: Sinetron pangeranku banyak digemari oleh kawula muda.”

Kalimat Kompleks adalah kalimat yang memiliki dua verba utama atau lebih.

Contoh: Sci-Fi adalah jenis film imajinasi pengetahuan yang dikembangkan untuk mendapatkan dasar pembuatan alur film yang menitikberatkan pada penelitian dan penemuan biologi.

Menggunakan ungkapan perbandingan (persamaan/perbedaan)

Contohnya : daripada, sebagaimana, demikian halnya, berbeda dengan, seperti, seperti halnya, serupa dengan dan sebagainya.

Menggunakan kata kerja material dan kata kerja relasional

Kata kerja material merupakan kata kerja yang menyatakan kegiatan fisik/proses. Misalnya : makan, minum, membawa, berbicara, melamun, bertepuk tangan, mendengarkan, menunggu, melebur, memukul, bertanya dan lainnya.

Kata kerja relasional merupakan kata kerja yang berfungsi untuk membentuk predikat nominal (kata-kata kopulatif) dan dapat juga membantu memperjelas predikat (kata kerja bantu).

  • Contoh kata kerja relasional sebagai kopulatif : bernama, disebut, jadi/menjadi, merupakan, adalah, ialah, yaitu, yakni, dan sebagainya.
  • Contoh kata kerja relasional sebagai kata bantu : pasti, harus/perlu/wajib, jadi, mungkin, boleh, harap, bisa, hendak/ingin/mau/akan, dapat/bisa, ada, dan sebagainya.

Jenis Jenis Teks Ulasan

Menurut isinya, teks ulasan ataupun resensi dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti berikut ini:

Teks Ulasan Informatif

Teks ulasan atau resensi berisi tentang gambaran singkat, umum dan padat sebuah karya. Resensi juga tidak menyampaikan semua isi karya tapi hanya memaparkan sebagian yang penting yang menekankan terhadap suatu kelebihan maupun kekurangan dari karya yang dihasilkan.

Teks Ulasan Deskriptif

Teks ulasan ataupun resensi pada jenis ini berisi tentang gambaran detail setiap bagian hasil karya. Umumnya dilakukan terhadap sebuah karya fiksi guna mendapat gambaran yang jelas terkait manfaat, kemudian pentingnya informasi serta kekuatan argumentatif yang digambarkan oleh penulis pada suatu karya.

Baca Juga:  √ Pengertian Kata, Fungsi dan Jenisnya (Pembahasan Terlengkap)

Teks Ulasan Kritis

Selanjutnya berisi tentang ulasan terperinci sebuah karya sastra yang mengacu pada suatu metode ataupun pendekatan ilmu pengetahuan. Teks ulasan ini juga dibuat secara objektif serta lebih kritis bukannya suatu pandangan si pembuat resensi saja.

Contoh dari resensi yaitu melakukan resensi pada sebuah novel ataupun karya fiksi lainnya dengan memakai pendekatan feminis serta sosiologi.

Teks Ulasan Pengertian Tujuan Struktur dan Contohnya

Contoh Teks Ulasan

Dibawah ini adalah contoh teks ulasan ataupun resensi sebuah film yakni “Dibalik ’98”.

Contoh Orientasi

Film berjudul Di Balik ’98 adalah film yang diproduksi oleh MNC Pictures, menceritakan suatu peristiwa kerusuhan pada tahun 1998. Seluruh rakyat Indonesia tentunya tahu masalah yang terjadi pada bulan Mei tahun 1998. Masa itu saat-saat krisis di tahta kepresidenan Soeharto maupun Orde Baru. Namun pada film ini, menceritakan dibalik panasnya kondisi politik, masih banyak sekali makna dapat dipetik yang bernilai kemanusiaan didalamnya.

Contoh Tafsiran

Diceritakan, tokoh Diana yang dibintangi oleh (Chelsea Islan), seorang mahasiswi Trisakti telah memutuskan untuk jadi anggota demonstran. Pada masa kekuasaan Presiden Soeharto menurutnya harus segera diakhiri. Sehingga dirinya memutuskan menjadi anggota demonstran adalah pilihan kurang tepat baginya. Karena dia saat ini telah tinggal bersama dengan kakaknya bernama Salma yang dibintangi oleh (Ririn Ekawati), yakni seorang pegawai di Istana Negara. Dengan Bagus, yakni Suami Salma yang dibintangi oleh (Donny Alamsyah), yakni seorang Letnan Dua, dari Angkatan Darat.

Sejak krisi dimulai, Diana bergabung menjadi anggota gerakan gabungan semua mahasiswa Indonesia yang telah mendesak diturunkannya tahta presiden Soeharto. Hal ini salah satu bentuk kegelisahan masyarakat Indonesia, dan klimaksnya juga terjadi di tanggal 13 hingga 14 Mei, yang mana terdapat 4 orang mahasiswa tertembak mati para aparat karena mencoba mengatasi kerusuhan 98.

Nah, di tengah situasi ini, presiden Soeharto justru memutuskan pergi menghadiri KTT G-15 yang berada di Kairo. Sedangkan wakil presiden, kala itu (B.J. Habibie) juga dikagetkan adanya peristiwa penembakan di Trisakti yang telah berakhir menjadi kerusuhan besar.

Sehingga kemarahan tersebut tak hanya dirasakan mahasiswa atau Diana. Namun juga dirasakan Bagus, yakni kakak ipar Diana. Apalagi istrinya sedang hamil tua, namun Bagus tetap wajib menjalankan amanat atasan guna menjaga keamanan dalam berbagai titik wilayah Jakarta. Sangat bimbang hati galau bercampur aduk hatinya, ketika tahu jika istrinya tak ada di Istana negara, disebabkan istrinya pergi mencari adiknya yang beberapa hari tak ada informasi tentang keberadaanya serta tak pernah pulang.

Semua bertambah rumit saat Daniel yang dibintangi (Boy William), yang merupakan pacar Diana, seorang keturunan Tionghoa, harus merasakan kepedihan saat itu. Karena Ayah dan juga adiknya Diana telah menghilang pada peristiwa kerusuhan tanggal 14 Mei. Apalagi Daniel juga nyaris terjebak sweeping masyarakat dalam penyaringan masyarakat Non Pribumi, saat itu sebagai puncak issue rasial yang ada di Indonesia.

Pada sisi lain, orang susah serta pengemis juga harus ikut merasakan dampak politik yang sudah terjadi, serta dampak buruknya untuk mereka.

Contoh Evaluasi

Film rilisan awal tahun 2015 diatas bukanlah film politik. Namun hanya sebuah film drama keluarga, yang di selimuti latar belakang kerusuhan bulan Mei tahun 1998. Disebabkan ini termasuk karya film, maka mempunyai paradigma yang beda dengan peristiwa kerusuhan Mei ’98. Hanya sedikit menyisipkan cerita fiksi yakni berupa kisah antara Diana, Daniel, maupun lainnya sehingga membuat film tersebut lebih menarik.

Contoh Rangkuman

Sangat disarankan untuk nonton film ini bila belum tahu bagaimana tragedi 98 dikarenakan dalam film ini akan digambarkan peristiwa tersebut. Film ini juga bercerita tentang masalah tersebut sampai bisa selesai dan pembicaraan empat mata presiden dengan wakil presiden sampai akhirnya Soeharto turun tahta.

Demikian penjelasan tentang Teks Ulasan : Pengertian, Tujuan, Struktur dan Contohnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Terimakasih.