√ Pengertian Kritik Seni, Tahapan, Jenis, Fungsi dan Bentuknya

Pengertian Kritik Seni, Tahapan, Jenis, Fungsi dan Bentuknya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Kritik Seni. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian kritik seni, tahapan, jenis, fungsi dan bentuknya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Pengertian Kritik Seni, Tahapan, Jenis, Fungsi dan Bentuknya

Tanggapan dan penilaian yang disampaikan oleh seorang kritikus ternama bisa mempengaruhi kualitas sebuah karya. Bahkan juga dapat berpengaruh pada harga jual karya tersebut.

Pengertian Kritik Seni

Pengertian Kritik seni adalah suatu kegiatan menanggapi karya seni untuk dapat menunjukkan kelebihan dan kekurangan pada suatu karya seni. Salah satu keterangan kelebihan serta kekurangan guna untuk menilai kualitas dari sebuah karya.

Kritikus Seni

Kritikus adalah orang yang melakukan kritik terhadap karya seni serta budaya orang lain atau dirinya sendiri.

Landasan yang harus ada sebelum menyampaikan kritikan itu diantaranya :

  • Adanya pengalaman yang cukup dalam materi kritik.
  • Adanya keilmuan dan pengetahuan yang relevan.
  • Menguasai penerapan metode kritik yang tepat.
  • Menguasai media kritik (kebahasaan yang efektif dan komunikatif).

Tahapan Kritik Seni

Berikut ini adalah Tahapan Dalam Kritik Seni diantaranya yaitu:

  • Deskripsi

Deskripsi adalah tahapan kritik untuk bisa menemukan, mencatat atau mendeskripsikan segala sesuatu yang bisa dilihat apa adanya serta tidak berusaha untuk melakukan analisis atau juga dapat mengambil kesimpulan.

Supaya bisa menyimpulkaan dengan baik, seorang pemberi kritik itu harus mengetahui suatu istilah teknis yang biasa digunakan dalam dunia seni rupa. Tanpa pengetahuan, maka pemberi kritik tersebut akan kesulitan dalam menyimulkan fenomena karya yang dilihatnya.

  • Analisis Formal

Analisis Formal adalah tahapan kritik karya seni untuk bisa menelusuri suatu karya seni itu berdasarkan struktur formal atau juga unsur pembentuknya. Pada tahap ini seorang kritikus itu harus benar dalam memahami unsur seni rupa serta prinsip penataan atau juga penempatannya dalam sebuah karya seni tertentu.

  • Interpretasi

Interpretasi adalah tahapan penafsiran makna suatu karya seni itu akan mencakup tema yang akan digarap, simbol yang dihadirkan maupun masalah yang dikedepankan. Penafsiran tersebut memiliki sifat sangat terbuka, yang dipengaruhi sudut pandang atau juga wawasan pemberi kritiknya. Semakin luas wawasan daarri seorang pemberi kritik it akan semakin kaya interpretasi karya yang dikritisinya.

  • Evaluasi Atau Penilaian

Evaluasi atau Penilaian adalah tahapan kritik dalam menentukan kualitas karya seni itu apabila kita bandingkan dengan karya lain jenisnya sama. Perbandingan tersebutt dilakukan terhadap segala macam aspek yang akan terhubung dengan karya tersebut baik aspek formal maupun aspek konteks.

Baca Juga:  √ Pengertian Kritis, Manfaat, Ciri, Tujuan dan Berpikirnya

Fungsi Kritik

Fungsi utama dari kritik seni yaitu menjembatani persepsi serta apresiasi karya seni rupa antara seniman, karya, dan penikmat seni.

Kritik dengan gaya bahasa tulisan atau lisan berusaha melakukan menganalisa, mengupas, dan diharapkan bisa memudahkan seniman maupun penikmat seni berkomunikasi lewat karya seni.

Jenis Kritik Seni

Terdapat 4 jenis kritik seni yang mana pada tiap-tiap tipenya itu mempunyai ciri khusus masing-masing. Berikut ini penjelasan jenis kritik seni sebagai berikut :

  • Kritik Jurnalistik

Tipe kritik ini ditulis untuk para pembaca surat kabar serta majalah atau disampaikan dengan secara terbuka. Tujuannya yaitu untuk memberikan informasi mengenai berbagai peristiwa dalam dunia kesenian.

Isi dari kritik jurnalistik yaitu berupa ulasan ringkasan yang jelas mengenai suatu pameran, pementasan, konser, atau jenis pertunjukan lain.

  • Kritik Pendagogik

Tipe kritik ini diterapkan dalam suatu kegiatan proses belajar mengajar di lembaga pendidikan kesenian. Jenis kritik ini dikembangkan oleh guru kesenian.

Tujuannya yang utama dari kritik yaitu mengembangkan bakta dan juga potensi artistik-estetik peserta didik supaya mempunyai kemampuan mengenali bakat serta juga potensinya.

  • Kritik Ilmiah

Kritik ilmiah yaitu akademi melakukan pengkajian pada nilai seni secara luas, mendalam, serta sistematis, baik itu dalam menganalisis atau mengkaji banding kesejarahan critical judgment.

Penilaian kritik ilmiah ini tidak bersifat mutlak. Jenis kritik ini sifatnya adalah terbuka dan siap untuk dikoreksi oleh siapa saja demi penyempurnaan serta mencari nilai karya seni yang sebenarnya.

  • Kritik Populer

Jenis kritik ini berkembang di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia. Tipe kritik populer  ini adalah suatu gejala umum serta kebanyakan dihasilkan oleh para kritikus yang tidak ahli, terutama jika dilihat dari aspek profesionalisme kritisme seni.

Baca Juga:  √ Pengertian Kritis, Manfaat, Ciri, Tujuan dan Berpikirnya

Pengertian Kritik Seni Tahapan Jenis Fungsi dan Bentuknya

Bentuk Kritik Seni

Pendekatan kritik seni rupa ini dibagi menjadi 3, berdasarkan titik tolak atau landasan yang digunakan. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Pendekatan Formalistik

Kritik seni formalistik yaitu mengasumsikan bahwa kehidupan seni itu memiliki dunia sendiri, artinya terlepas dari realitas kehidupan keseharian yang kita alami.

Clive Bell (tokoh kritikus formalis) berpendapat bahwa:

“art is to be art, must be independent and self suficient“

Kriteria kritik formalis ini untuk menentukan ekselensi karya seni ialah significant form, yaitu  kapasitas bentuk seni yang melahirkan emosi estetis bagi pengamat seni.

  • Pendekatan Ekspresivisme

Teori seni ekspresif yaitu menganggap karya seni itu sebagai ekspresi perasaan manusia. Kritik seni ekspresivisme ini menentukan kadar keberhasilan seni atas kemampuannya membangkitkan emosi secara efektif, intensif, dan juga penuh gairah.

  • Pendekatan Instrumentalistis

Teori seni instrumentalistis yaitu menganggap seni itu ialah sebagai sarana untuk memajukan dan mengembangkan tujuan moral, agama, politik, dan berbagai tujuan psikologis dalam kesenian.

Seni itu dipandang sebagai instrumen dalam mencapai tujuan tertentu, nilai seni terletak pada manfaat dan juga kegunaannya bagi masyarakat.

Para kritikus instrumentalis ini berpendapat bahwa kreasi artistik itu tidak terletak pada kemampuan seniman dalam mengelola material seni atau pun pada masalah internal karya seni.

Demikian penjelasan tentang Pengertian Kritik Seni, Tahapan, Jenis, Fungsi dan Bentuknya. Semoga dapat beranfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih.