√ Pengertian Kredit, Fungsi, Unsur, Macam dan Prinsipnya

Pengertian Kredit, Fungsi, Unsur, Macam dan Prinsipnya – Pada kesempatan ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Kredit. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian kredit, fungsi kredit, unsur, macam dan prinsipnya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih mudah dan jelas dalam memahaminya silahkan simak Artikel berikut ini.

Pengertian Kredit, Fungsi, Unsur, Macam dan Prinsipnya

Kredit memiliki dimensi yang beragam, kata kredit yang berasal dari bahasa yunani yaitu Credere artinya kebenaran akan kepercayaan dalam praktek Sehari-hari.

Astiko dalam bukunya “Manajemen Perkreditan”, menjelaskan Pengertian Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji, pembayaran akan dilaksanakan pada jangka waktu yang telah disepakati.

Dalam kegiatan perbankan di Negara kita telah dirumuskan UU Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992 yang menyatakan kriteria adalah penyediaan uang/tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan/kesepakatan pinjam meminjam atara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebgai imbalan.

Bila kita melihat dalam kehidupan sehari-hari upaya peminjaman bisanya berbentuk tertulis dengan perjanjian di bawah tangan atau secara meteril serta sebagai pengaman. Baik dari pihak peminjam yang memenuhi kewajibannya dan menyerahkan jaminan yang bersifat benda atau yang tidak kebendaan.

Prinsip Kredit

Agar Anda mendapatkan kredit tentu harus melalui prosedur yang telah ditetapkan Bank/Lembaga Keuangan terkait. Dimana dalam melaksanakan perkreditan yang layak dan sehat yaitu dengan 6 C, antara lain:

  • Watak atau Kepribadian (Character)

Character yaitu tabiat serta kemauan dari pemohon untuk memenuhi kewajiban yang telah dijanjikan. Dimana hal ini merupakan kebiasaan, sifat, gaya hidup, keadaan keluarga dan kepribadian.

  • Kemampuan (Capacity)

Capacity yaitu kesanggupan pemohon untuk melunasi kewajiban dari kegiatan usaha yang dilakukan atau kegiatan yang ditinjau dengan kredit dari bank. Dalam artian agar menilai sejauh mana hasil usaha yang dapat diperolehnya yang mana dapat melunasi dengan tempo yang sesuai dengan perjanjian kredit yang disetujui dan disepakati bersama.

  • Modal (Capital)

Capital yaitu modal yang dimiliki calon debitur pada saat mereka mengajukan permohonan kredit pada bank.

  • Jaminan (Collateral)

Collateral yaitu berupa barang yang diserahkan pada bank oleh peminjan atau debitur sebagai jaminan atas kredit yang diberikan. Dalam hal ini barang jaminan sangat diperlukan supaya dalam perkreditan tidak mendapat resiko yang fatal.

  • Kondisi Ekonomi (Condition of Economic)

Condition of Economic yaitu kondisi dan situasi, ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya yang mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat maupun untuk satu kurun waktu tertentu yang kemungkinannya akan dapat mempengaruhi kelancaran usaha dari perusahaan yang memperoleh kredit.

  • Hambatan atau Batasan (Constrain)

Constrain dalam penilaian debitur dipengaruhi oleh hambatan yang tidak memungkinkan sesorang melakukan usaha di suatu tempat.

Baca Juga:  √ Pengertian Efisiensi, Tujuan, Syarat, Manfaat dan Contohnya

Selain 6 C diatas, terdapat pula prinsip kredit lain yakni 4 P, antara lain yaitu:

  • Personality

Personality yaitu sistem penilaian bank tentang kepribadian peminjam seperti hobinya, riwayat hidup, social standing ( pergaulan dalam masyarakat serta bagaimana masyarakat tentang diri si peminjam dan sebagainya ), serta keadaan keluarga ( istri / anak ).

  • Purpose

Pada purpose ini bank dalam menilai si peminjam mencari data tentang keperluan penggunaan kredit atau tujuan. Dan juga apakah fungsi serta tujuan penggunaan dari kredit tersebut telah sesuai dengan line of business kredit bank bersangkutan.

  • Payment

Payment yang mana untuk mengetahui sejauh mana kemampuan debitur didalam mengembalikan suatu pinjaman. Dimana hal tersebut dapat dengan mudah didapat dari perhitungan prospek kelasncaran pendapatan dan penjualan yang diperkirakan mampu mengembalikan dalam waktu yang ditinjau dari jumlahnya.

  • Prospect

Prospect yaitu harapan usaha di masa yang akan datang dari calon debitur. Dapat diketahui melalui perkembangan usaha peminjam selama tempo tertentu, dengan melihat perkembangan keadaan usaha dagang debitor, ekonomi, dan earning power dimasa lalu dan masa datang.

Macam Kredit

Agar dapat membedakan kredit dapat menggunakan faktor dan unsurnya yang di bedakan berdasarkan :

  • Sifat penggunaan kredit

Kredit Konsumtif yaitu kredit yang digunakan untuk keperluan konsumsi atau uang akan habis terpakai untuk memenuhi kebutuhannya.

Kredit Produktif yaitu kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha, baik usaha – usaha produksi, perdagangan maupun investasi.

  • Keperluan kredit

Ekploitasi / Kredit produksi

Kredit produksi yaitu jumlah kredit yang dibutuhkan perusahaan dalam meningkatkan produksi sebagai pengkatan mutu hasil dan kuantitas produksi.

Kredit Perdagangan

Kredit perdagangan dipergunakan sebagai kebutuhan dalam peningkatan keperluan suatu barang yang diperdagangkan.

Kredit Investasi

Kredit investasi dipergunakan bagi para pengusaha unutk menambah modal yang mana kredit bukan bertujuan untuk perbaikan atau fasilitas yang berhubungan dengan hal tersebut.

  • Kredit menurut cara pemakaian

Kredit rekening Koran bebas

Dimana debitur dapat menerima seluruh kreditnya dengan bentuk rekening koran yang diberikan menggunakan cheque dan rekening koran pinjaman sesuai besaran kredit diberikan yang mana dapat bebas menarik selama perkreditan berjalan.

Baca Juga:  √ Pengertian Kebijakan Moneter, Tujuan, Jenis, Indikator dan Instrumennya

Kredit rekening Koran terbatas

Hal ini dapat terjadi dimana nasabah melakukan penarikan uang rekening sengan sistem adanya perbatasan tertentu. Seperti uang giro dan uang cartal.

Kredit rekening Koran aflopend

Dimana penarikan oleh nasabah secara maksimum kredit sepenuhnya pada waktu penarikan pertama.

Revolving credit

Recolcing credit yaitu sistem penarikan kredit yang sama dengan koran bebas pada masa penggunaan 1 tahun dengan pemakaian berbeda.

Term Loans

Dimana nasabah bebas memakai uang kredit yang digunakan keperluan apa saja dan bank tidak mau tahu tentang hal tersebut.

  • Kredit menurut Jaminan

Pada sistem kredit ini umumnya ada 2, antara lain yaitu:

  • Kredit tanpa jaminan (Unsecured Loans) yang disebut dengan kredit blangko.
  • Secured Loans

Dimana jenis ini yang paling banyak digunakan oleh kebanyakan bank yang ada di Indonesia. Jaminan tersebut dapat berupa pabrik, BPKB, rumah, perusahaan atau barang berharga lainnya.

  • Jangka Waktu Kredit

Kredit jangka pendek yakni kredit yang berjangka waktu selama 1 tahun.

Kredit jangka menengah yakni kredit yang jangka waktunya antara 1 – 3 tahun.

Kredit jangka panjang yakni kredit yang jangka waktunya 3 tahun lebih.

Tujuan Kredit

Adapun tujuan kredit yaitu dapat mencakup scope secara luas, antara lain yaitu:

  • Profitability bertujuan untuk memperoleh hasil dari kredit berupa keuntungan yang diteguk dari pemungutan bunga.
  • Safety adalah keamanan dari prestasi atau fasilitas yang diberikan harus benar terjamin sehingga profitability dapat benar tercapai tanpa hambatan yang berarti.

Pengertian Kredit Fungsi Unsur Macam dan Prinsipnya

Fungsi Kredit

Adapun fungsi kredit yaitu menyalurkan dana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu fungsi kredit dalam kehidupan perekonomian adalah sebagai berikut :

  • Kredit sebagai alat stabilitas ekonomi.
  • Kredit sebagai jembatan untuk meningkatkan pendapatan nasional.
  • Kredit dapat meningkatkan daya guna daru modal.
  • Kredit dapat meningkatkan daya guna suatu barang.

Bantuan kredit digunakan para usahawan untuk memperbesar volume usaha produksinya. Peningkatan usaha nantinya diharapkan akan meningkatkan profit. Bila keuntungan secara kumulatif dikembangkan lagi dalam arti kata dikembalikan ke dalam struktur permodalan, maka peningkatan akan berlangsung terus menerus dan akibatnya pendapatan terus meningkat. (Sinungan M, Dasar – dasar dan teknik Manajemen Kredit,1989 )

Demikian penjelasan tentang Pengertian Kredit, Fungsi, Unsur, Macam dan Prinsipnya, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.