√ Ikhtisar : Pengertian, Ciri, Fungsi, Struktur dan Contohnya

Ikhtisar : Pengertian, Ciri, Fungsi, Struktur dan Contohnya – Pada kesempatan kali ini Seputar Pengetahuan akan membahas tentang Ikhtisar. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian ikhtisar, ciri, fungsi, cara penyusun, struktur dan contohnya ikhtisar dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih detailnya simak ulasan berikut ini.

Ikhtisar : Pengertian, Ciri, Fungsi, Struktur dan Contohnya

Ikhtisar yang merupakan sebuah penyajian singkat dari sebuah karangan asli yang tidak memberikan isi dari semua karang itu dengan secara proporsional, untuk lebih lanjut silahkan baca sampai habis

Pengertian Ikhtisar

Ikhtisar adalah sebuah penyajian singkat dari sebuah karangan asli yang tidak perlu memberikan seluruh isi dari karangan asli tersebut dengan secara proporsional. Dengan kata lain ikhtisar merupakan sebuah bagian yang sangat penting setelah membuat kesimpulan dan juga rekomendasi.

Ikhtisar tersebut mengandung topik persoalan serta juga tujuan yang akan dicapai dengan melalui topik tersebut.

Menurut para ahli, ikhtisar adalah sebuah penulisan dari pokok-pokok masalah penulisannya tidak diharuskan berurutan, akan tetapi boleh dengan secara acak atau juga disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema dari sebuah wacana. Ikhtisar ini berfungsi sebagai garis-garis besar dari masalah di dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang.

Penulis ikhtisar tersebut dapat langsung mengemukakan inti atau pokok dari suatu masalah dan problematika dalam pemecahannya.

Sebagai ilustrasi, ada beberapa bagian atau isi dari beberapa bab, dapat diberikan untuk dapat menjelaskan inti atau pokok dari masalah tersebut. Sementara bagian yang lain yang kurang penting bisa dihilangkan. Dari segi bentuk ikhtisar ini lebih bebas dibandingkan dengan ringkasan.

Ikhtisar tersebut tidak perlu mempertahankan langkah / urutan dari isi karangan asli. Selain hal itu ikhtisar itu juga tidak perlu memberikan sebuah isi dari karangan dengan secara profesional.

Baca Juga:  √ Pengertian Paragraf Persuasi, Ciri, Jenis dan Contohnya (Lengkap)

Ciri – Ciri Ikhtisar

Dibawah ini adalah ciri-ciri ikhtisar yang diantaranya adalah:

  1. Tidak mempertahankan dari urutan gagasan.
  2. Bebas mengkombinasikan sebuah kata-kata dengan syarat tidak menyimpang dari inti.
  3. Tujuannya untuk mengambil sebuah inti.

Kegunaan atau Fungsi Ikhtisar

Pentingnya iktisar dikarenakan kegunaan serta manfaatnya dalam mengambil sebuah inti pokok dari sebuah karangan,dibawah ini adalah kegunaan dari iktisar, antara lain sebagai yaitu berikut :

  1. Untuk bisa mengembangkan ekspresi serta juga penghematan kata.
  2. Memahami serta juga mengetahui isi sebuah buku atau sebuah karangan.
  3. Membimbing serta menuntun seseorang agar bisa atau dapat memahami inti dari suatu isi.

Cara Membuat Ikhtisar

Tata cara dalam membuat iktisar yang baik, yaitu dapat kita lihat di bawah in sebagai berikut:

  1. Membaca Naskah Asli

Langkah pertama dalam membuat ikhtisar ini adalah dengan membaca naskah asli dengan satu atau dua kali untuk bisa mengetahui kesan umum serta juga maksud pengarahan dan beserta sudut pandangnya.

  1. Mencatat Gagasan Utama

Setelah si penulis sudah berhasil menangkap maksudnya, kesan umum, serta juga sudut pandang dari pengarang aslinya, maka langkah selanjutnya yaitu dengan mencatat semua gagasan utama atau gagasan yang pokok / penting .

Cara Menyusun Ikhtisar

  1. Menetapkan tujuan pembaca dalam membaca
  2. Membaca dengan teliti
  3. Mencatat gagasan utamanya
  4. Menyusung kerangka tulisannya
  5. Memeriksa tulisan aslinya
  6. Struktur Kebahasaan Ikhtisar
  7. Tidak mempertahankan sebuah gagasan
  8. Bebas mengkombinasikan kata-kata, asalkan tidak menyimpang dari inti
  9. Tujuannya untuk mengambil sebuah inti

Contoh Ikhtisar

Berikut ini adalah sebuah contoh dari penulisan ikhtisar:

Teks Aslinya

Beribu–ribu tahun yang lalu, sebidang tanah Parahyangan dipimpin seorang raja dan ratu yang mempunyai anak bernama Dayang Sumbi. Pada saat ia menenun, ia merasa lemas dan pusing. Kemudian ia menjatuhkan pintalannya dan kemudian ia bersumpah bahwa siapa yang akan mengambilkannya, dia akan menikahinya.

Saat itu, seekor anjing yang mengambilkannya. Mereka pun kemudian menikah, lalu dikaruniai seorang anak bernama Sangkuriang. Pada suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh anaknya tersebut dan Tumang mencari rusa. Sangkuriang berputus asa dan ia tidak ingin mengecewakan ibunya, kemudian Sangkuriang memanah Tumang dan membawanya kepada ibunya.

Baca Juga:  √ Membaca Buku Biografi dan Memahaminya (Lengkap)

Tiba-tiba Dayang Sumbi teringat pada Tumang, sehingga ia menanyakan kepada anaknya. Sangkuriang pun bercerita yang sebenarnya yang terjadi. Dayang Sumbi pun marah besar dan memukul Sangkuriang hingga pingsan. Kemudian Dayang Sumbi akhirnya diusir. Setelah dewasa, Sangkuriang pergi melihat ke dunia luar.

Ia bertemu dengan gadis cantik yang tidak lain adalah ibunya dia sendiri. Sangkuriang telah jatuh cinta pada gadis itu dan kemudian Sangkuriang melamar gadis tersebut. Pada saat akan menikah Dayang Sumbi mengelus dahi Sangkuriang kemudian Dayang Sumbi tersadar bahwa yang akan menikahinya adalah anaknya sendiri.

Ikhtisarnya

Dayang Sumbi ingin pernikahannya gagal. Oleh sebab itu ia pun mengajukan syarat yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Dimana harus membuat sebuah bendungan yang mengelilingi bukit dan membuat sebuah perahu untuk menyusurinya.

Pekerjaan Sangkuriang hampir selesai namun terfajar terbit lebih cepat dari biasanya. Sangkuriang pun merasa kalau dirinya telah ditipu. Kemudian Sangkuriang menjadi sangat marah dan ia mengutuk Dayang Sumbi sambil menendang perahunya tersebut hingga terbalik yang kemudian membentuk sebuah “Tangkuban Perahu”.

Dapat dilihat bahwa kalimat yang digunakan merupakan kalimat kompleks. Hal ini disebabkan oleh tujuan ikhtisar yang ingin mempersingkat teks asli tanpa menghilangkan tema dan topik dari teks asli.

Kalimat kompleks digunakan untuk mencakup maksud dari teks asli dalam satu kalimat sehingga kalimat yang digunakan dalam teks ini padat. Selain itu, kalimat kompleks juga membuat kalimat yang digunakan dalam ikhtisar tidak terlalu banyak. Kalimat yang digarisbawahi adalah contoh kalimat kompleks.

Demikian ulasan tentang Ikhtisar : Pengertian, Ciri, Fungsi, Struktur dan Contohnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.