Tinggi Rendahnya Bunyi Disebut? Pengertian Nada, Sejarah Tangga Nada dan Istilah dalam Nada

Tinggi Rendahnya Bunyi Disebut? Pengertian Nada, Sejarah Tangga Nada dan Istilah dalam Nada – Disebut apakah tinggi rendahnya suatu bunyi? Pada kesempatan kali ini Seputarpengetahuan.co.id akan membahasnya dan hal-hal yang melingkupinya. Mari kita simak pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya.

Tinggi Rendahnya Bunyi Disebut? Pengertian Nada, Sejarah Tangga Nada dan Istilah dalam Nada

Tinggi rendahnya dalam suatu bunyi yaitu disebut nada. Nada merupakan bunyi dengan frekuensi yang teratur atau jumlah getaran dalam setiap detiknya sama. Frekuensi tersebutlah yang menentukan tinggi rendahnya dari bunyi.

Apabila getaran dari frekuensi ini besar, maka bunyi yang dihasilkan akan menjadi tinggi. Begitupun sebaliknya, apabila getaran dari frekuensi ini kecil, maka bunyi yang dihasilkan yaitu rendah.

Nada merupakan suara atau bunyi yang memiliki keteraturan, maksudnya yaitu suara atau bunyi dengan frekuensi tunggal. Nilai dari frekuensi inilah yang digunakan untuk menentuka tinggi rendahnya dalam suatu nada. Urutan nada-nada yang susunannya secara bertahap atau berjenjang itu disebut dengan Tangga Nada, dan pada umumnya ditulis dalam bentuk abjad dari “A” sampai “G”.

Dalam tangga nada terdiri atas dua varian yaitu biasanya disebut dengan “Tangga Nada Dasar” dan ada juga yang menyebutnya dengan “Tangga Nada # (baca: kruis/kres) atau b (baca: mol). Bentuk dari simbol mol yaitu seperti huruf ‘b’. Tangga nada kres atau mol ini dimualai dari 1 kres/mol hingga 7 kres/mol. Tema yang akan kami coba angkat disini yaitu mengenai Tangga Nada Dasar.

Bunyi berasal dari getaran suatu benda. Jika terdapat benda yang bergetar, maka benda tersebut akan mengeluarkan bunyi, jadi hal ini bisa disebut dengan sumber bunyi. Contoh dari sumber bunyi diantaranya yaitu; radio, alat musik, handphone, dan masih banyak lagi.

Ada banyak nada yang bisa kita dengan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari nada sederhana bahhkan sampai musik yang bernada kompleks. Nada bisa muncul dari berbagai media kita dengar setiap harinya. Sehingga manusia sudah tak asing untuk mendengarnya.

Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) nada memiliki arti tinggi rendahnya bunyi (dalam lagu, musik, dan lain-lain). Arti lainnya adalah suatu ungkapan keadaan dari dalam jiwa atau suasana hati; makna yang tersembunyi dalam ucapan dan sebagainya; sikap.

Apabila membahas mengenai nada, maka Anda tentu akan mengingat nada do re mi fa sol la si do. Itu merupakan nada dasar yang terdapat pada notasi musik. Lalu dari mana tangga nada ini berasal. Mari simak asal-usul dari tangga nada dalam artikel ini.

Baca Juga:  Kerajinan Dari Bahan Keras : Pengertian, Jenis, Teknik, Tahapan Cara Membuat dan Contohnya

Sejarah Tangga Nada

Tangga nada awal mulanya ditemukan pada tahun 1.400 SM di Ugarit. Di sana telah ditemukan beberapa hasil tulisan persegi yang menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Huri, disertai dengan jenis notasinya, namun tidak berhasil untuk di menirunya atau di nyanyikan ulang.

Orang-orang disana mulai membuat notasi-notasi baku untuk musik supaya terdapat keseragaman. Dengan tidak adanya notasi musik yang tidak bisa dibakukan ataupun yang bisa ditulis, kita tidak akan bisa untuk menyebar luaskan satu karya musik ataupun mewariskannya ke generasi selanjutnya.

Karena adanya notasi musik inilah, Sampai saat ini kita masih bisa tetap menikmati hasil karya dari orang-orang terkenal seperti Bach, Mozart maupun Beethoven. Mulai dari abad ke sebelas (995-1050) seorang rahib yang berasal dari ordo Benediktin yang bernama Guido dari Arezzo berusaha untuk mengajarkan kepada murid-muridnya untuk menghafal nada-nada dari c-d-e-f-g-a.

Karena ia sudah hafal dan sudah mulai akrab di telinganya dengan “Ut Queant Laxis”, lagu Kristen yang mengenai rasul Yohanes, maka ia mulai menciptakan alat mnemonis yaitu:

  • UT-queant laxis
  • RE-sonare fibris
  • MI-re gestorum
  • FA-muli tuorum
  • SOL-ve pollutis
  • LA-biis reatum
  • Sancte Iohannes

Notasi tersebutlah yang sekarang disebut juga dengan do re mi fa sol la si. Kata-kata ke enam ungkapan ini berasal dari suku kata asli dari sudah dapat dijadikan nama nada: ut, te, mi, fa, sol, la. Sampai saat ini kita masih menggunakan sistem tersebut, namun untuk kata UT telah diubah menjadi DO dan setelah La tambahan denga Si.

Berkat hasil temuan dari Guido kini umat manusia sekarang ini bisa mempunyai harta simpanan yang sangat besar yang berupa ratusan ribu karya musik dari karya musik yang berat, dari ke lagu yang sederhana hingga simfoni yang rumit.

Melalui notasi tersebut lah, musik sudah dapat untuk ditulis serta dapat juga diajarkan dari lembaran musik, teori musik pun dapat di ikuti melalui notasi yang mana lebih mudah untuk dipelajari dalam sebuah lagu maupun dari intrument musik, dan mulai saat itu pula polifoni (lebih dari satu irama yang dapat dimainkan secara bersamaan) begitu juga dalam menciptakan keharmonian melalui nada musik maupun lagu.

Buta Nada

Biasanya orang yang buta nada cenderuk tidak menyukai lantunan musik dan suara-suara nada. Atau keselitan dalam menyanyikan suatu lagu yang sesuai dengan nada dan mereka tidak menyadarinya. Professor Bill Thompson dari Macquarie University mengatakan bahwa buta nada meupakan suatu istilah awam dan digunakan bebas untuk mengartikan mereka yang mengalami kesulitan dalam bernyanyi.

sedangkan, menurut Prof. Thompson, kemungkinan dengan melakukan sedikit pelatihan mereka akan percaya diri dalam membawakan sebuah lagu. Pada dasarnya orang yang mengalami buta nada mempunyai kondisi yang disebut dengan congenital amusia, hal itulah yang membuat mereka kesulitan dalam menyanyi suatu lagu dengan nada yang benar.

Baca Juga:  Berbalas Pantun Agama Islam

Orang yang buta nada ini tidak sadar ketika mereka bernyanyi nada yang dibawakan tidak sesuai, sehingga dapat membawa mereka dalam situasi yang memalukan. “Biasanya merekan menjadi orang yang bernyanyi paling keras suaranya dalam paduan suara, nada suaranya sangat rendah serta menikmati untuk dirinya sendiri dan mereka tidak menyadari bahwa dirinya keluar dari nada,” katanya.

Congenital amusia tampaknya disebabkan oleh kesalahan pada otak dalam membedakan suatu perbedaan kecil dalam tinggi rendahnya nada. Namun terdapat beberapa orang masalahnya sebenarnya justru adanya ketidak sinkronan antara bagian-bagian otak yang mengambil suara serta pada bagian otak yang memahaminya.

Amusia merupakan suatu gangguan dalam memproduksi dan mendengarkan tinggi nada, mengingat anda harus mendengar berkali-kali agar dapat memproduksi suara yang benar. Banyak orang yang mengira bahwa mereka tidak bisa menyanyi bukan selalu karena gangguan amusia, tapi mungkin saja mereka hanya membutuhkan pelatihan. Misalnya bagaimana caranya agar menghasilkan suara dengan benar, atau -yang kurang umum- perlu mengikuti terapi untuk pendengaran.

Tinggi Rendahnya Bunyi Disebut : Pengertian Nada, Sejarah Tangga Nada dan Istilah dalam Nada

Istilah Tentang Nada

  • Ritme: merupakan pengulangan secara terus menerus secara teratur dalam suatu unsur atau beberapa unsur.
  • Melodi: merupakan rangkaian dari sejumlah nada yang berdasarkan pada perbedaan tinggi rendah dan naik turun dalam suatu nada.
  • Harmoni: merupakan keselarasan dalam perpaduan bunyi. Dalam sebuah harmoni ini meliputi susunan, peranan, serta hubungan dari sebuah perpaduan bunyi dalam bentuk keseluruhan.
  • Tempo: merupakan cepat atau lambatnya nada dalam sebuah lagu. Ukuran dari sebuah tempo adalah beat. Beat jug dapat diartikan sebagai ketukan dasar yang menunjukan banyaknya dari sebuah ketukan dalam satu menit.
  • Dinamik: merupakan keras lembutnya dalam suatu lagu serta perubahannya.
  • Tangga Nada: merupakan urutan pada nada yang disusun secara berurutan. Tangga nada dibagi menjadi dua jenis yaitu tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis.
  • Tanda Kunci: merupakan tanda yang dalam garis pranada yang digunakan sebagai penunjukan letak titik nada. Tanda kunci terbagi menjadi 3 yakni Kunci G, Kunci C dan Kunci F.

Demikianlah ulasan dari Seputarpengetahuan.co.id tentang Tinggi Rendahnya Bunyi , semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya